KabarNet

Aktual Tajam

Dua Personel Densus 88 Dibekuk

Posted by KabarNet pada 26/11/2010

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap lima oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang mucikari. Dua di antaranya adalah anggota Densus 88.

Para oknum aparat tersebut kini sudah ditahan dan dalam proses penyidikan di Mapolda Metro Jaya. “Mereka telah melakukan tindak pidana dan sudah ditahan. Proses pidananya sudah dimulai,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2010).

Lima anggota tersebut terdiri dari dua anggota Densus 88 Polda Metro, seorang anggota Ditpam Obvit, seorang anggota Ditintelkam Polda Metro, dan seorang anggota Polres Tangerang.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu mengakui masih ada oknum polisi yang nakal. Aksi-aksi seperti pemerasan dengan dalih minimnya kesejahteraan polisi tak dapat dibenarkan. “Tidak dapat diterima, sebenarnya gaji polisi cukup, remunerasi juga berkaitan dengan kinerja kami,” terang mantan Kapolda Jawa Barat tersebut. [OkeZone]

8 Tanggapan to “Dua Personel Densus 88 Dibekuk”

  1. Wong nDeso said

    nah sekarang ketahuan siapa mereka,
    bagi Allah sangatlah mudah untuk membongkar topeng-topeng mereka,
    mereka menindas, memfitnah dan membuat tipu daya, tapi ingatlah tipu daya Allah lebih hebat dari tipu daya manusia,
    dan kekuasaan Allah tak terbatas,
    orang-orang semacam ini pasti sangat benci terhadap kebenaran dan hukum Allah,
    ayo pak Pradopo sikat habis musuh-musuh Allah

  2. Nah sekarang ketahuan aslinya,
    Jadi Kelasnya pemeras mucikari to,
    Jadi ya benar berita di Arrahmah tanggal 20 Nopember dan di Suara Muslim 25 Nopember yang judulnya : ” Ternyata Nyali Densus 88 Hanya Sebesar Semut ”
    Haaaa,,,, haaaa,,,,,haaa,,,
    Jadi yang hebat itu ternyata senjatanya to dan beraninya karena rame-rame temannya banyak to,,
    semoga Allah segera melaknat orang yang membantai manusia tak berdosa

  3. taUbat said

    DILINGKUNGAN POLRI SENDIRI TERNYATA DENSUS 88 DIKENAL AROGAN

    JAKARTA (voa-islam.com) – Ternyata di lingkungan Polri sendiri satuan Densus 88 dikenal begitu arogan. Bahkan tindakan Densus 88 saat melakukan operasi di lapangan kerap membuat Polda di sejumlah daerah tersinggung.

    Hal ini diungkapkan mantan Komisioner Komnas HAM, Dr. Saharudin Daming, SH, MH. “Di jajaran kepolisian sendiri sebetulnya satuan yang sangat arogan ini Polda-polda itu tersinggung sebenarnya kalau ada operasi, mereka seolah-olah lebih merasa superior,” kata dewan pakar Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI) kepada voa-islam.com, Selasa (8/1/2013).

    “Jadi kalau di internal Polri sendiri mereka sangat arogan, jangan heran kalau dia sudah keluar pun boleh menghakimi siapa saja yang dia anggap sebagai target sasaran,” imbuhnya.

    Selain itu, Densus 88 sebenarnya talah melanggar paradigma baru Polri yaitu menghormati Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan tugasnya.

    “Ini semua bukan hanya melanggar hukum atau melanggar HAM, tapi melanggar sumpah paradigma baru Polri. Paradigma baru itu salah satunya adalah menghormati HAM yang tertuang dalam peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 yang intinya mengamanatkan seluruh jajaran Polri agar menghormati HAM dalam semua pelaksanaan tugas, berarti termasuk Densus 88 kan?” ungkapnya.

    Namun demikian Saharudin Daming merasa heran, mengapa pelanggaran hukum dan HAM itu masih saja dibiarkan oleh Kapolri. “Atau jangan-jangan Densus 88 itu bukan Polri barangkali? Dia tidak melaksanakan tugas dalam konteks peraturan Kapolri,” tandasnya.

    [Ahmed Widad]

  4. Wong Bolank Beji said

    Densus 88,,,,katanya Didikan FBI, nyalinya banci seperti di katakan mujahidin,,,di tantang sama mereka engga berani,,Sekarang ketahuan siapa Densus 88, Semoga allah melaknat kalian………..Kapolda,,Bubarkan aja Densus 88,tak ada gunanya

  5. taUbat said

    DPR KECAM TINDAK KEKERASAN DENSUS 88

    Senin, 4 Maret 2013 | 17:49 WIB

    INILAH.COM, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian RI (Polri) diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap sipil dalam melaksanakan tugasnya, di Poso, Sulawesi Tengah pada 2007.

    Ketua DPR Marzuki Alie meminta agar peristiwa kekerasan itu segera diselidiki. Jika memang terbukti, maka harus segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

    “Kalau memang benar ada kasus tersebut, harus diinvestigasi. Itu melanggar protap (prosedur tetap) diberi sanksi berat,” kata Marzuki ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Senin (4/3/2013).

    Menurut dia, tindakan itu bukan mengatasnamakan Densus 88. Kemungkinan tindakan kekerasan dilakukan oleh oknum Densus 88. “Namun jangan sampai ada tikus dalam lumbung, lumbung yang dibakar, sangat tidak tepat,” ujarnya.

    Marzuki menyayangkan kerja Densus 88 yang cenderung menciptakan stigma terhadap agama Islam. Padahal terorisme tak ada kaitan dengan ajaran agama manapun termasuk Islam.
    “Tidak ada kaitan teroris dengan Islam, hanya musuh Islam yang bicara begitu,” tegas Marzuki.

    Sebagaimana diberitakan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendatangi Mabes Polri untuk mengkritisi tindakan Densus 88 yang dinilainya cenderung represif dalam memberantas terorisme.

    Bahkan, Din mengatakan aksi penanganan terorisme oleh Densus 88 Antiteror menghina agama Islam. “Ada tindakan yang dilakukan Densus 88 menangani tersangka terorisme menyinggung kepada agama Islam,” kata Din usai bertemu Kapolri, Kamis (28/1/2013).

    Pihaknya, khususnya ulama dan tokoh Islam meminta kepolisian memberikan kontrol terhadap kinerja Densus 88. “Kepada Polri, agar Densus 88 dalam melaksanakan tugasnya jangan melanggar HAM, dan jangan menyentuh simbol serta lambang negara. Ini menjadi kontraproduktif,” ungkapnya.

    Din mengatakan, umat Islam mendukung aparat penegak hukum dalam pemberantasan teroris. Tapi tidak dengan cara menyinggung salah satu agama. “MUI jelas berpihak kepada satu sikap yang antiteroris. Tetapi penanganannya jangan sampai menyinggung agama,” tegas Din.

    Dia berharap Kapolri bisa segera menangani dugaan pelanggaran HAM berat terhadap tersangka teroris. [yeh]

    Marlen Sitompul

  6. taUbat said

    IDE BUBARKAN DENSUS 88 KARENA AKUMULASI KEKERASAN

    Selasa, 12 Maret 2013 23:06

    Beberapa pihak menuntut agar Datasemen 88 Antiteror Polri (Densus 88) dibubarkan. Desakan ini menguat setelah video kekerasan Densus 88 terhadap tersangka teroris menyebar di situs Youtube. Menurut Prasasti Perdamaian, lembaga swadaya masyarakat yang mengadvokasi kelompok dan pelaku konflik untuk melakukan proses rekonsiliasi dan rehabilitasi, desakan pembubaran Densus 88 bukan hanya semata karena tersebarnya video tersebut.

    “Itu akumulasi dari peristiwa kekerasan terus-menerus sejak Densus 88 didirikan,” kata Direktur Program Riset Prasasti Perdamaian, Taufiq Andri, kepada Tempo, Kamis, 7 Maret 2013, melalui sambungan telepon. Peristiwa terus-menerus yang dimaksud Taufiq terutama menyangkut masalah penyiksaan, korban salah tangkap, dan tembak mati terhadap tersangka teroris.

    Terkait dengan penyiksaan, Taufiq menambahkan, hal ini dilakukan Densus 88 untuk mengorek keterangan dalam proses interograsi kepada tersangka teroris. Dari cerita seorang narapidana teroris yang didapatkannya, pemukulan dan penyetruman adalah metode yang cukup lazim dilakukan.

    “Celakanya, saat cara ini dipraperadilkan, tidak ada satu pun gugatan yang dimenangi tersangka,” kata Taufiq. Karena itu cara yang dilakukan terpidana teroris paling hanya mencabut berita acara pemeriksaan di pengadilan dan bilang mengatakan membuat pengakuan itu di bawah tekanan.

    Dalam operasi Densus, kerap ada pula adanya korban salah tangkap. Salah tangkap ini bisa terjadi karena kebetulan korban dan tersangka teroris berada pada area yang sama. “Misalnya tersangka berboncengan motor, tapi polisi menangkap dua-duanya. Padahal itu hanya koinsiden saja. Kebetulan korban dan tersangka ada di satu tempat,” ujar Taufiq.

    Soal kasus tembak mati tersangka teroris juga menjadi sorotan. Menurut Taufiq, mestinya kasus tembak mati bisa dicegah dengan sedapat mungkin melumpuhkan tersangka teroris. Meski demikian, dia mengakui ini terkait dengan perintah operasi di lapangan, apakah perintahnya menangkap hidup atau mati. “Harus diakui ini sifatnya sangat situasional di lapangan,” kata dia.

    Untuk mengurangi kasus-kasus seperti itu, Taufiq menyarankan penegakan akuntabilitas dan transparansi dalam operasi Densus. “Tujuannya adalah untuk mencegah kemungkinan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Densus,” kata dia.

  7. taUbat said

    IDE BUBARKAN DENSUS 88 KARENA AKUMULASI KEKERASAN

    Selasa, 12 Maret 2013 23:06

    acehshimbun.com – Beberapa pihak menuntut agar Datasemen 88 Antiteror Polri (Densus 88) dibubarkan. Desakan ini menguat setelah video kekerasan Densus 88 terhadap tersangka teroris menyebar di situs Youtube. Menurut Prasasti Perdamaian, lembaga swadaya masyarakat yang mengadvokasi kelompok dan pelaku konflik untuk melakukan proses rekonsiliasi dan rehabilitasi, desakan pembubaran Densus 88 bukan hanya semata karena tersebarnya video tersebut.

    “Itu akumulasi dari peristiwa kekerasan terus-menerus sejak Densus 88 didirikan,” kata Direktur Program Riset Prasasti Perdamaian, Taufiq Andri, kepada Tempo, Kamis, 7 Maret 2013, melalui sambungan telepon. Peristiwa terus-menerus yang dimaksud Taufiq terutama menyangkut masalah penyiksaan, korban salah tangkap, dan tembak mati terhadap tersangka teroris.

    Terkait dengan penyiksaan, Taufiq menambahkan, hal ini dilakukan Densus 88 untuk mengorek keterangan dalam proses interograsi kepada tersangka teroris. Dari cerita seorang narapidana teroris yang didapatkannya, pemukulan dan penyetruman adalah metode yang cukup lazim dilakukan.

    “Celakanya, saat cara ini dipraperadilkan, tidak ada satu pun gugatan yang dimenangi tersangka,” kata Taufiq. Karena itu cara yang dilakukan terpidana teroris paling hanya mencabut berita acara pemeriksaan di pengadilan dan bilang mengatakan membuat pengakuan itu di bawah tekanan.

    Dalam operasi Densus, kerap ada pula adanya korban salah tangkap. Salah tangkap ini bisa terjadi karena kebetulan korban dan tersangka teroris berada pada area yang sama. “Misalnya tersangka berboncengan motor, tapi polisi menangkap dua-duanya. Padahal itu hanya koinsiden saja. Kebetulan korban dan tersangka ada di satu tempat,” ujar Taufiq.

    Soal kasus tembak mati tersangka teroris juga menjadi sorotan. Menurut Taufiq, mestinya kasus tembak mati bisa dicegah dengan sedapat mungkin melumpuhkan tersangka teroris. Meski demikian, dia mengakui ini terkait dengan perintah operasi di lapangan, apakah perintahnya menangkap hidup atau mati. “Harus diakui ini sifatnya sangat situasional di lapangan,” kata dia.

    Untuk mengurangi kasus-kasus seperti itu, Taufiq menyarankan penegakan akuntabilitas dan transparansi dalam operasi Densus. “Tujuannya adalah untuk mencegah kemungkinan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Densus,” kata dia.

  8. taUbat said

    JADI KAPOLRI, SUTARMAN HARUS MAMPU TUNTASKAN KASUS TEROR TERHADAP POLRI

    MINGGU, 29/09/2013 10:02 WIB

    JAKARTA – DETIKNEWS – KOMJEN SUTARMAN MENJADI SATU-SATUNYA CALON KAPOLRI YANG DIUSULKAN PRESIDEN SBY KEPADA DPR. JIKA NANTINYA SUTARMAN DITETAPKAN MENJADI KAPOLRI YANG BARU, SEJUMLAH PEKERJAAN RUMAH POLRI SUDAH MENANTI. SALAH SATUNYA MENUNTASKAN KASUS TEROR TERHADAP ANGGOTA POLISI AKHIR-AKHIR INI.

    “MENURUT SAYA ADA DUA TUGAS BERAT MENANTI SUTARMAN, YAITU MEMPERBAIKI KEPERCAYAAN DAN EMPATI PUBLIK TERHADAP INSTITUSI POLRI, DAN MENYELESAIKAN KASUS TEROR TERHADAP INSTITUSI POLRI,” UJAR DOSEN PERGURUAN TINGGI ILMU KEPOLISIAN (PTIK) RICO MARBUN KEPADA DETIKCOM, MINGGU (29/9/2013).

    RICO MENGATAKAN, TUGAS PERTAMA DAPAT DILAKUKAN DENGAN JALAN MEMASTIKAN ADA PERUBAHAN KULTURAL SECARA MENYULURUH TERHADAP FUNGSI PELAYANAN POLRI TERHADAP MASYARAKAT. SEHINGGA TIDAK ADA LAGI TERDENGAR KABAR MALAS BERURUSAN DENGAN POLRI, ENGGAN BERURUSAN DENGAN PETUGAS KEPOLISIAN, ATAU STIGMA BURUK HARUS KELUAR BIAYA BESAR JIKA BERURUSAN DENGAN POLRI, DAN LAIN-LAIN.

    SELAIN ITU, MENURUT AKADEMISI UNIVERSITAS PARAMADINA INI JUGA, KOMJEN SUTARMAN HARUS MENARGETKAN BAHWA KPK BUKANLAH SATU-SATUNYA LEMBAGA YANG PALING KREDIBEL DALAM MEMBERANTAS KORUPSI. POLRI HARUS MEMASTIKAN BAHWA KPK TIDAK DIPERLUKAN LAGI BILA FUNGSI POLRI DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI TELAH SESUAI HARAPAN PUBLIK. CARANYA IALAH DENGAN MENUNTASKAN KASUS KAKAP SEHINGGA PUNYA EFEK JERA.

    MENURUT RICO, SECARA KOMPETENSI, KOMJEN SUTARMAN JELAS MEMENUHI KUALIFIKASI SEBAGAI KAPOLRI. SECARA KEWILAYAHAN, SUTARMAN SUDAH 3 KALI MENJABAT MENJADI KAPOLDA.

    “DAN LEBIH PENTING LAGI JANGAN ADA KEJADIAN KORLANTAS JILID 2 DALAM KEPEMIMPINANNYA KELAK,” PUNGKAS RICO.

    RAMDHAN MUHAIMIN

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: