KabarNet

Aktual Tajam

Metro TV Begitu Tendensius Sudutkan Islam

Posted by KabarNet pada 18/03/2011

KOMENTAR TERHADAP EDITORIAL MEDIA INDONESIA (MI) DAN METRO TV

Islamica Institute Sebuah lembaga kajian politik dan hukum Islam  kota  Bekasi, melayangkan protes terhadap Media Indonesia dan Metro TV  terkait  editorial berjudul “Negeri yang Terbolak Balik” yang dianggap tidak aktual dan kredibel sekaligus meberikan komentar untuk meluruskan isi pemberitaan ‘EDITORIAL’ 16/3/2011, yang begitu tendensius memojokan mayoritas perasaan umat Islam. Berikut ini beberapa komentar dari Islamica Institute:

Komentar Islamica:

Pertama, judul editorial hari Rabu, 16/03/11 tidak aktual. Karena sehari sebelumnya ada peristiwa bom buku di Kantor Berita 68H. Mestinya mengambil tema terorisme. Tapi malah mengambil tema pembelaan terhadap Ahmadiyah dengan judul “Negeri yang Terbolak-Balik. Dari segi peristiwanya sudah tidak up to date lagi.

Kedua, pembawa materi Sdr. Gaudensius Suhandi yang menurut kami beliau tidak kompeten. Karena beliau sebagai penganut Kristiani tentu selain tidak etis membahas masalah intern umat Islam, juga beliau awam mengenai pokok-pokok ajaran Islam. Dikhawatirkan akan menimbulkan interprestasi yang salah dan sangat berbeda dengan pemahaman para pemirsa metroTV dan pembaca koran Media Indoneisa. Terbukti dari banyaknya penelpon yang keberatan dengan tema editorial ini.

Ketiga, Media Indonesia dan Metro TV mesti lebih hati-hati jika mengangkat masalah SARA. Alih-alih untuk memberikan kritik konstruktif untuk pejabat berwenang dan untuk pencerahan kepada masyarakat. Tetapi justru akan menimbulkan masalah baru, yaitu keresahan, disharmoni, dan fitnah di kalangan umat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan sosial dan perpecahan di kalangan masyarakat. Apalagi di situasi politik dan ekonomi bangsa yang sedang sulit.

MI / METRO TV: WARGA Ahmadiyah tinggal menanti ajal hak konstitusional mereka dicabut. Yang mencabutnya adalah para kepala daerah, antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dengan menerbitkan peraturan yang melarang aktivitas Ahmadiyah.

Komentar Islamica:

Pertama, masalah Ahmadiyah adalah masalah penodaan agama. Karena telah melakukan interprestasi yang menyimpang dari keyakinan (aqidah) atau pokok-pokok ajaran islam sebagaimana fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI).  Bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Memang fatwa MUI tidak termasuk hirarkhi hukum positif Indonesia. Namun kedudukanya adalah sebagai sumber ketetapan (ijm’ ulama) dalam menjalankan keyakinan dan ibadah bagi umat islam Indonesia.

Kedua, masalah hak konstitusi Ahmadiyah. Menurut UUD 45 Pasal 29 ayat 2   “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Pasal ini adalah mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia memang dijamin memeluk dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Namun, Media Indonesia / Metro TV lupa bahwa Ahmadiyah adalah penganut agama Islam. Tetapi ternyata Ahamdiyah telah melakukan penyimpangan-penyimpangan dari pokok-pokok ajaran Islam.  Sehingga Ahmadiyah mendapat peringatan dan tuntutan untuk kembali kepada ajaran Islam sebagaimana mestinya. Jika Ahmadiyah keberatan maka tentu Ahmadiyah telah nyata-nyata melakaukan penistaan agama dengan bukti pengakuan adanya nabi baru yaitu Mirza Gulam Ahmad (pendiri Ahmadiyah). Tentu ini bertentangan dengan keyakinan umat Islam pada umumnya.

Jadi hak konstitusi Ahmadiyah bukan dijabut tetapi pengikut jamaah Ahmadiyah dikembalikan dari penyimpangan-penyimpanganya untuk kembali ke ajaran Islam yang benar. Sementara secara fisik, pengikut Ahmadiyah sama sekali tidak dirampas hak asasinya.

Ahmadiyah sebenarnya sudah melanggar UU no. 1 tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaa dan/ atau Penodaan Agama. Namun, Ahmadiyah berlindung dibalik konstitusi UUD 45 Pasal 29 ayat 2, prinsip-prinsip Bhineka Tungga Ika, dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Ketiga, mengenai Peraturan Daerah (PERDA) yang melarang aktivitas Ahmadiyah oleh Kepala Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Jawa Timur tidak bertentangan dengan Undang- Undang (UU) 32 Tahun 2010 tentang Otonomi Daerah dinyatakan bahwa persoalan agama merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pemerintah provinsi merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 19/2010 tentang Kewenangan Gubernur. Dalam aturan ini dijelaskan bahwa gubernur memiliki kewenangan untuk membuat peraturan sendiri perihal daerahnya, termasuk perda tentang Ahmadiyah. Meski peraturan tentang agama sebenarnya menjadi kewenangan pusat, atas perintah SKB Tiga Menteri, pemerintah provinsi mengonkretkan dengan menerbitkan pergub seperti di Jawa Barat ini.Karena itu, ini tidak ada yang salah.

Menurut kami justru untuk melindungi kepentingan hak asasi manusia bagi pengikut Ahmadiyah dari tindak kekerasan yang mengancam keselamatnya sesuai SKB 3 Menteri No. 3 tahun  2008. Karena jika pengikut Ahmadiyah mematuhi 11 kesepakatan sendiri dan SKB 3 menteri untuk tidak melakukan aktivitas Ahmadiyah. Maka secara otomatis umat Islam yang kontra dengan Ahmadiyah tidak punya alasan untuk melakukan pengrusakan dan tindak anarkis lainya terhadap jamaah Ahmadiyah. Dengan demikian terjadi rasa aman.

Situasi yang sudah mulai kondusif dan aman seperti ini, oleh Media Indonesia dan Metro TV justru pada Rabu, 16/03/11 kembali mengusik isu SARA lagi. Padahal di tengah-tengah masyarakat sedang ada fitnah Bom Buku di kantor berita 68 H itu yang kejadian ini juga akan menambah sentimen agama lagi.

MI / METRO TV: Tak hanya itu. Di Jawa Barat, Musyawarah Pimpinan Daerah menggelar Operasi Sajadah dengan melibatkan TNI. Dalam operasi yang bertujuan menyadarkan pengikut Ahmadiyah kembali ke ajaran Islam itu, aparat Koramil meminta data dan memaksa pengikut Ahmadiyah menghadiri penyuluhan dan ikrar pertobatan.

Komentar islamica:

Lagi-lagi usaha pemerintah daerah dan umat islam ingin membuat suana tertib dan aman, kembali media masa justru memberikan informasi yang destruktif terhadap masyarakat dengan membuat berita dan tuduhan bawha gubernur Jawa Timur dan Jawa Barat telah melakukan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia. Dengan argumentasi konstitusi, peraturan perundangan dan bineka tunggal ika. Menurut kami, ini bentuk provokasi terhadap pengikut Ahmadiyah yang sedang didekati dan diberikan penyuluhan agar kembali ke ajaran Islam yang benar. Sungguh Media Indonesai dan Metro TV sangat tidak bertanggung jawab. Pertanyaanya, atas kepentingan apa media Indonesia dan metro TV mengangkat editorial seperti ini?

MI / METRO TV: Para kepala daerah menerbitkan produk hukum lokal itu dengan berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung Nomor 3 Tahun 2008, yang isinya mengatur pembinaan, pelarangan penyebarluasan paham, dan pengawasan terhadap jemaat Ahmadiyah. Padahal, banyak pakar hukum menyebutkan surat keputusan bersama (SKB) itu cacat hukum karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar yang merupakan produk hukum tertinggi. Undang-Undang Dasar secara eksplisit menjamin hak konstitusional warga negara untuk memeluk agama yang mereka yakini.

Komentar Islamica:

Pertama, yang menjadi sorotan editorial adalah bahwa Perda larangan aktifitas ahmadiyah dengan landasan hukum SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah adalah cacat hukum karena bertentangan dengan sumber hukum yang lebih tinggi yaitu UUD 45 Pasal 29 ayat 2. Tentu argumentasi itu sepintas seperti benar. Padaha Perda dan SKB itu tidak melarang agama lain untuk memeluk dan beriadah sesuai agamanya masing-masing. Karena pasti bertentangan dengan konstitusi kita. Namun yang terjadi adalah bahwa Ahmadiyah yang mengaku pemeluk Islam telah nyata-nyata melakukan penyimpangan atau penodaan agama Islam. Sama seperti kasus Pemimpin sekte Komunitas Eden, Syamsuriati alias Lia Eden dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun enam bulan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena telah terbukt melanggar KUHP 156 a junto Pasal 55 Tentang Penistaan Agama secara bersama-sama. Lagi-lagi MI dan Metro TV melakukan disinformasi kepada publik dengan asumsi tanpa dasar sama sekali.

Kedua, menagapa muncul PERDA dan SKB itu? Jawaban sederhananya adalah akibat presiden tidak bertanggung jawab dalam menangani kasus Ahmadiyah ini. Presiden takut dianggap tidak pro demokrasi dan takut melanggar HAM. Akibatnya, niat baik itu justru  sangat fatal bagi bangsa dan negara Indonesia. Karena ternyata Alhamdiyah telah menyimpang dan telah melakukan penodaan agama Islam. Sehingga muncul gejolak sosial dan mengganggu ketertiban umum. Seharusnya Presiden mengambil hak politiknya untuk menerbitkan surat Keputusan Presiden tentang larangan Ahmadiyah di Indonesia dan pengurus Ahmadiyah diajukan ke pengadilan dengan tuduhan penodaan agama islam sesuai UU no. 1 tahun 1965 dan KUHP 156 a junto Pasal 55 tentang penistaan agama secara bersama-sama.

Ketiga, mengenai pendapat para pakar hukum tentang interprestasi Ahmadiyah seharusnya Media Indonesia dan Metro TV melihat fakta hukum di masyarakat. Bahwa kasus Ahmadiyah adalah kasus intern umat Islam. Jadi mudah saja dalam mengambil referensinya yaitu Ulama (MUI). Bukan pakar hukum yang tidak mengerti dengan kaidah-kaidah hukum dalam ajaran agama Islam. Memang fatwa MUI bukan sumber hukum positif, tetapi fakta hukum di intern umat Islam bahwa fatwa MUI itu sebagai Ijma (rujukan) setelah Al-Qur’an dan Al-hadist dalam menganut dan beribadah bagi umat Islam.

MI / METRO TV: Undang-Undang Dasar juga menjamin hak warga negara untuk berorganisasi dan berekspresi. Oleh karena itu, segala produk hukum yang berpedoman pada SKB itu semestinya mengandung cacat hukum pula. Itulah sebabnya ruang untuk memerkarakan peraturan pelarangan aktivitas Ahmadiyah ke Pengadilan Tata Usaha Negara maupun Mahkamah Agung terentang luas.

Komentar Islamica:

Pertama, media Indonesia dan Metro TV mencoba untuk memberikan dukungan moril kepada Ahmadiyah dengan memberi saran agar PERDA-PERDA itu diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atau Mahkamah Agung (MA). Luar biasa semangatnya memprovokasi pengikut Ahmadiyah dan melakukan kebohongan publik bahwa PERDA dan SKB itu bertentangan dengan konstitusi kita.

Pertanyaanya mengapa media ini begitu tendensius untuk memojokan perasaan mayoritas umat Islam Indonesia? Padahal redaktur media ini belum tentu penganut Ahmadiyah. Jika non muslim, juga menjadi pertanyaan serius. Mengapa begitu berani mencoba untuk membahas sesuatu yang tidak diketahui pasti apa permasalahanya. Padahal sangat sensitif karena mengandung masalah SARA.  Jika argumentasinya sebagai fungsi pengawasan karena profesi jurnalis. Maka juga muncul pertanyaan mengapa tidak mencoba mengkritik pihak Ahmadiyah agar kembali kepada ajaran Agama Islam? Supaya tercipta lagi kerukunan antar inter umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah.

Kedua, MI dan Metro TV kembali mencoba membela Ahmadiyah dengan argumentasi bahwa Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) adalah organisasi masyarakat (ormas) keagaamaan yang mempunyai kedudukan hukum yang sama sepeti ormas-ormas yang lain untuk berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi kita yaitu UUD 45 Pasal 28 yaitu “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.

Rupanya MI dan Metro TV lupa bahwa jika ajaran yang dibawa adalah mengandung penghinaan/penodaan agama (UU No. 1 tahun 1965), mengganggu ketertiban umum karena menimbulkan keresahan dan konflik sosial. Maka ormas tersebut dapat dibubarkan sesuai UU no. 8 tahun 1985 tentang Ormas.

MI / METRO TV: Bukan cuma cacat konstitusional, peraturan pelarangan aktivitas Ahmadiyah patut diduga juga mengandung cacat psikososiologis. Besar kemungkinan para kepala daerah menerbitkan peraturan pelarangan aktivitas Ahmadiyah itu hanya lantaran takut dengan derasnya desakan sejumlah ormas. Adalah ironi besar, jika produk hukum itu ternyata memang dibuat atas desakan ormas yang justru merupakan pelaku aksi anarkistis terhadap warga Ahmadiyah. Ironi, karena yang seharusnya dibubarkan malah dirangkul, sedangkan yang menjadi korban kekerasan malah dilarang berkegiatan. Bukankah Presiden Yudhoyono memerintahkan pembubaran organisasi pelaku aksi anarkistis? Tetapi yang terjadi para kepala daerah justru melucuti organisasi korban aksi anarkistis. Semuanya terbolak-balik.

Komentar Islamica:

Pertama, Media Indonesia dan metro TV lagi-lagi tidak peka dengan situasi psikologis dan sosiologis umat Islam dengan argumentasi bahwa pemerintah takut dengan tekanan organisasi masyarakat (ormas) Islam. Ormas Islam, utamanya FPI dan ormas lain yang secara gigih membela Islam. Malah sering mendapat sorotan negatif dari media dan pemerintah. Tetapi pihak yang melakukan penodaan justru dibela, dilindungi bahwa media masa secara terang-terangan membela dan memberikan porsi lebih dalam memuat opini publik  kepada pihak-pihak lain yang membela ahmadiyah, seperti Jaringan islam Liberal, dan lain-lain.

Padahal di negara demokrasi seperti Indonesia. Suara umat Islam juga semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bukan karena suaranya mayritas, tapi agama yang dianut mayoritas bangsa ini justru dinodai. Ini sebenarnya ironi besar. Mayoritas dituntut harus selalu toleran dengan tirani rminoritas. Mau sampai kapan umat Islam terus-terusan menjadi bulan-bulanan konflik SARA?

Kedua, kami setuju pelaku kekerasan diberi sangsi hukum sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. Tetapi stigma terhadap ormas islam itu selalu anarkis. Ini adalah bentuk teror media masa terhadap ormas Islam. Padahal pelaku penyerangan dan kekerasan di Cikersik bukan ormas Islam seperti yang dituduhkan. Melainkan masyarakat biasa. Yang memang secara psikososiologis-nya terganggu dengan penyimpangan Ahmadiyah ini.

Ketiga, MI dan Metro TV benar-benar memutar balikan fakta hukum melalui opini publik. Kami pastikan media ini telah melakukan pembohongan publik. Buktinya adalah pelaku anarkis di Cikesik adalah bukan ormas Islam, tetapi masyarakat setempat. Ahmadiyah yang menjadi korban kekerasan adalah juga pelaku penyimpangan agama islam. Ironisnya, media ini benar-benar seperti pendekar mabuk yang tidak lagi bisa membedakan mana pelaku penodaan agama, mana pelaku kekerasan, mana ormas Islam dan mana pejabat pemerintah daerah. Semua justru diputar balikan oleh media ini.

Kami setuju pelaku kekerasan dihukum, tetapi kami setuju pimpinan Ahmadiyah juga diadili di muka pengadilan dengan tuduhan penodaan agama. Mengenai ormas islam yang dituduh oleh media ini sebagai ormas anarkis. Biarkan kepada ormas islam itu yang akan menunutut balik media ini karena telah membuat berita tidak benar. Mengenai gubernur Jawa Timur dan Jawa barat, hemat kami sudah tepat mengeluarkan PERDA itu untuk meredam gejolak masyarakat agar tidak berbuat anarkis dan untuk melindungi jiwa pengikut Ahmadiyah itu sendiri. Harapanya agar pengikut Ahmadiyah segera bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar.

Keempat, timbulnya gejolak sosial bermuatan agama ini adalah akibat lemahnya pemerintah dalam bertindak. Jika saja Presiden SBY sejak awal segera membuat Keputusan Presiden tentang laranagn Ahmadiyah. Maka kami berkeyakinan, umat Islam akan terjaga kerukunanya. Tidak terganggu oleh isu-isu SARA yang selama ini justru seperti dipelihara untuk memojokan umat Islam Indonesia. Misalnya kejadian di Cikesik, Presiden malah membuat pernyataan bahwa ormas anakkis harus di bubarkan. Ini seperti gatal dipunggung, tapi yang dgaruk di dengkul. Jika sikap presiden seperti ini terus. Maka kesan dimasyarakat bahwa presiden adalah penganut Islam Ahmadiyah. Benarkah? Mestinya presiden secara konfrehensif mengambil keputusan untuk segera menerbitkan KEPRES larangan Ahmadiyah dan mengadili pimpinan Ahmadiyah dengan tuduhan penodaan agama Islam sesuai UU no. 1 tahun 1965. Organisasi JAI dibubarkan dan pengikutnya diberikan perlindungan dan bimbingan oleh instansi/lembaga berkompeten. Bukan malah diinterfensi oleh pihak Jaringan Islam Liberal (JIL) yang saat ini justru mendapat simpati publik atas peristiwa bom buku yang meledak dan mengakibatkan seorag anggota POLRI luka parah.

Sayangnya presiden hampir sudah dipastikan tidak akan berani menerbitkan KEPRES itu hingga berakhir jabatanya pada tahun 2014 nanti. Karena akan takut dicap oleh pihak luar negeri sebagai anti demokrai dan anti HAM. Rupanya presiden pun lebih loyal kepada pihak asing dari pada loyal kepada umat Islam Indonesia sendiri. Presiden lebih memilih “amal jariyah” membela Ahmadiyah yang jelas-jelas sesat, dari pada memilih “amal jariyah” kekuasaanya untuk melindungi umat Islam dari sesatnya Ahmadiyah.

MI / METRO TV: Juga terbolak-balik, seharusnya konstitusi jauh lebih tinggi daripada peraturan daerah, tetapi di negeri ini peraturan daerah lebih hebat ketimbang konstitusi. Undang-Undang Dasar menjamin hak warga negara untuk beragama, tetapi para penguasa daerah malah membunuh hak konstitusional tersebut. Yang juga terbolak-balik, TNI yang semestinya melindungi, justru mengintimidasi warga Ahmadiyah melalui Operasi Sajadah. Jika kebijakan dan pikiran para pemimpin negeri ini terus terbolak-balik dalam menyelesaikan konflik horizontal, Bhinneka Tunggal Ika tinggal menghitung hari akan roboh berkeping-keping.

Komentar Islamica:

Pertama, yang melakukan pemutar balikan fakta dan keadaan serta opini adalah justru media ini. Umat Islam sudah lama tidak punya media masa. Sehingga selalu saja umat Islam dituduh dan didiskriditkan oleh oknum jurnalis termasuk media ini.

Usaha yang baik oleh TNI untuk menyadarkan Ahamdiyah melalui operasi sajadah malah dianggap melanggar konstitusi, bineka tunggal ika dan HAM serta dituduh melakukan intimidasi. Ini luar biasa stigma buruk terhadap PEMDA dan TNI dalam upaya penyadaran terhadap Ahmadiyah. Bukanya memberi pencerahan agar pengikut Ahmadiyah sadar dan bertobat untuk kembali kepada ajaran Islam. Justru media ini dengan sengaja selalu saja membuat suasana menjadi semakin keruh. Jika media ini terus menerus memberikan opini negatif terhadap umat islam. Maka tidak menutup kemungkinan tindak kekerasan dan anarkis serta terorisme semakin subur di negeri ini. harapan kami media ini secara obyektif dalam memberikan opini dan berita.

Kedua, berdasarkan pengamatan kami secara kasat mata  apakah Media indnesia dan Metro TV diduga dikuasai oleh jurnasli/redaktur/karyawan agama tertentu? Mudah-mudahan ini bukan sesuatu yang direncakan. Semoga media indonesia dan Metro TV menjadi media yang credible dan dapat dipercaya oleh pembaca dan pemirsa TV.

Wallahu a’lam. Bismika Allahuma wabihamdika asy hadu an laa ilaaha ila Allah.

Indonesia, Rabu 16 Maret 2011

Tobroni

Director of ISLAMICA INSTITUTE

44 Tanggapan to “Metro TV Begitu Tendensius Sudutkan Islam”

  1. ss said

    http://hijab1.wordpress.com/2011/03/17/nasihat-buat-wanita-muslimah-yang-berhias-seronok/

  2. iya bang.. mari tidak mudah terpancing dan jangan percaya media jaman sekarang, mereka selalu condong menyudutkan islam..

  3. banjarku said

    Mantap pembahasannya..namun tetap santun dalam penulisannya…semoga masalah ini akan berakhir dengan Persatuan Indonesia yang lebih Erat….

  4. joetrizilo said

    Tidak suka Metro TV dan TV One… beritanya ndak pernah obyektif…..

    http://joetrizilo.wordpress.com/2011/03/18/menunggu-duel-sarat-gengsi-motogp/

  5. TAK RELA said

    Komentar Islamica:
    “”Mestinya presiden secara konfrehensif mengambil keputusan untuk segera menerbitkan KEPRES larangan Ahmadiyah dan mengadili pimpinan Ahmadiyah dengan tuduhan penodaan agama Islam sesuai UU no. 1 tahun 1965. Organisasi JAI DIBUBARKAN dan pengikutnya diberikan perlindungan dan BIMBINGAN oleh instansi/lembaga berkompeten.””

    Komentar Tak Rela (Pemegang kartu AIMS No.1981):

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Engkau maaasuk Islaaamm…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Karna diiirikuuu… tak daapat uaaaaang…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    kalau diiiiibubarkaaann…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Karna diiirikuuu…Tak daapat makaaaan…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralalaaalalalala

  6. jumiadi said

    pemerintah sudah tepat.,ahmadiyah telah membawa bawa agama islam sebgai sampulnya.,islam tdk percaya ada nabi setelah Muhammad.saw.
    Ahmadiah bedebah.bedebah

  7. Bang Aswi said

    metro tv itu emang media kafirin! kepanjangan tangan yahudi!!

  8. nn said

    Mstnya para pembawa acara MetroTV yg cantik2 tp gak beriman itu diculik dan ditatar ttg Islam yg sebenarnya & biar tahu rasa menjadi korban. Spt Muthia Hafid yg pernah ditawan gerilyawan Irak. Sptnya dia jadi kapok tuh karena Keislamannya lah dia dibebaskan

  9. mintardjo said

    BERITA MI AGENDA KAFIR APA KAPITALIS
    Salah satu agenda kafir untuk menghancurkan Islam adalah dengan menguasai media, baik itu media cetak maupun lelktronik.
    Media di Indonesia sebagian besar adalah dikuasai kaum kafir atau setidaknya kaum kapitalis.
    Kaum kafir sudah jelas memang punya agenda menghancurkan islam melalui media dengan mengadu domba antar umat Islam melalui tokoh-tokohnya dengan memutarbalikkan fakta.
    Sama tapi tidak sebangun, kaum kapitalis tidak peduli berita yang disampaikan menghina / menyudutkan / memfitnah umat Islam atau tidak, yang penting adalah siapa berani bayar mahal itu yang dimuat, dan pasti yang membayar adalah para musuh Islam.
    Saya berpendapat MI adalah satu diantara dua tersebut, milik orang kafir dan melaksanakan sepenuhnya agenda kafir unruk mengandu domba dan memecah belah umat Islam, atau milik Kapitalis yang tidak peduli isinya menyinggung perasaan, menghina, melecehkan bahkan memfitnah umat Islam yang merupakan bagian terbesar rakyat Indonesia, yang penting ada yang bayar mahal.

  10. plinplan said

    sdikit-sedikit kafir…sedikit..sedikit kafir kok kafir sedikit?

  11. juhaiman79 said

    sudah lah siapan pun tau Media Indonesia dan Metro TV, dibelakangya Surya Paloh dengan Nasional Demokratnya.
    2014 dia kebelet mau buat partai…Mari ramai ramai umat islam tidak memilih Nasonal Demokrat …..Gampang Toh …
    Biar yang milih kecoak dan tikus got saja.

  12. Lukito Suhendar said

    Media / kebebasan media adalah penjelmaan tuhan baru masyarakat Zionis.
    karena kebanyakan pemiliknya adalah kaum zionis dan para anteknya yang dalam sekejap menjelma menjadi Fir’aun fir’aun baru.
    saya membandingkan media di Brazilia persis seperti di Indonesia tapi yang di Brazilia yg dipermainkan bukan agama islam ( agama selain islam ) tapi cara caranya sama persis.

  13. ALIEN said

    Cerdas sekali anda !

    Setidaknya secara alamiah akan berlaku peribahasa :

    Barang siapa menggali lubang, maka dia akan terperosok sendiri ke dalamnya.

    Jadi barangsiapa bermain-main dengan suara rakyat yang kebetulan karena takdir Sang Khalik mayoritas Islam, maka bisa jadi akan mendulang kerugian sendiri dalam pemilu mendatang. So pasti banyak yang tak akan menoleh pada kandidat yang gemar melukai perasaan umat Islam.

    Jadi tak ada salahnya kita lihat sumbangan pemikiran dari Sun Tzu ahli strategi leluhur negeri tirai bambu bahwa :

    Keberhasilan yang sesungguhnya itu bukanlah yang berhasil diraih dengan banyak pengorbanan tapi justru yang bisa diraih dengan sedikit pengorbanan.

    Artinya :
    Untuk apa jika setelah kebenaran yang disampaikan sekarang tak direspon positif itu tetap dipaksakan hingga membesarkan energi yang tak perlu kalau dengan sedikit energi saja pelan tapi pasti kebenaran Islam itu akhirnya akan disadari sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Karena percayalah pada kuasa Sang Khalik, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya jika Dia sudah menghendakinya, apapun halangannya.

    Jadi, kalau banyak jalan menuju Roma, ngapain maksain diri lewat jalan terjal, ya …..

    Hidup Pancasila !
    Hidup Bhineka Tunggal Ika

  14. rakyat said

    kalau mau jujur hancurnya bangsa kita tidak terlepas dari media itu sendiri,contoh jelas2 metro tv mengritik keras pada pemerintah bukan semata2 untuk bangkitnya negara kita tapi terjadi mulai kalahnya surya paloh jadi pemimpin golkar,dia melihat pemerintah campur tgn dgn membela pak abu rizal bakri untuk jadi ketua,makanya kritikan metro tv tdk berbekas dihati masyarakat karena tdk ada niat tulus untuk membangun negri ini,saya berharap pada ormas2 islam khususnya fpi tdk terima undangan klarifikasi di tv mereka ,karena kita uda muak dgn berita2 mereka yg memojokon umat islam dan alhamduLILLAH umat islam uda banyak tau dgn jahatnya pemberitaan metro tv terhadap umat islam,dan saya setuju dgn pak dipo atas kritiknya pada metro grup,semoga mereka diberi kesadaran dan mau jujur dalam pemberitaan sehinga tdk menjadi berita sampah.

  15. Saya sepakat dengan Islamica….

  16. andihendra said

    sepertinya penulis sudah berbakat di bidang jurnalistik
    mending daftar di idblognetwork aja
    royaltinya gede lho

    http://andihendrapaluseri.blogspot.com/2011/03/ketika-pekerjaan-menulis-dihargai-di.html
    http://andihendra.wordpress.com/2011/03/19/ketika-pekerjaan-menulis-dihargai-di-idblognetwork-com/

  17. Muhammad said

    Ahmadiyah berhak hidup di negara yang berazaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 ini. Biarkanlah orang-orang yang mengaku beragama Islam itu terpecah-belah selama mereka belum mau beriman kepada Imam Mahdi (pendiri Ahmadiyah).

  18. taUbat said

    MI / METRO TV: Juga terbolak-balik, seharusnya konstitusi jauh lebih tinggi daripada peraturan daerah, tetapi di negeri ini peraturan daerah lebih hebat ketimbang konstitusi. Undang-Undang Dasar menjamin hak warga negara untuk beragama, tetapi para penguasa daerah malah membunuh hak konstitusional tersebut. Yang juga terbolak-balik, TNI yang semestinya melindungi, justru mengintimidasi warga Ahmadiyah melalui Operasi Sajadah. Jika kebijakan dan pikiran para pemimpin negeri ini terus terbolak-balik dalam menyelesaikan konflik horizontal, Bhinneka Tunggal Ika tinggal menghitung hari akan roboh berkeping-keping.

    =======

    COPAS :

    http://priyodjatmiko.multiply.com/journal/item/52

    http://www.mail-archive.com/majelismuda@yahoogroups.com/msg01183.html

  19. Pake Otak said

    aliran sesat ahmadiyah berkata
    20/03/2011 pada 00:56

    Ahmadiyah berhak hidup di negara yang berazaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 ini. Biarkanlah orang-orang yang mengaku beragama Islam itu terpecah-belah selama mereka belum mau beriman kepada Imam Mahdi (pendiri Ahmadiyah).

    http://2.bp.blogspot.com/_6zq6hDqwNBI/SjltPpP4-EI/AAAAAAAAA-k/J-QSxPjaop0/S1600-R/nabi+palsu.bmp

    uud ’45 melarang organisasi penjahat penista agama hidup di nkri, maka harus dibasmi sesuai uud’45.

    imam mahdi yg asli mustahil mati dlm keadaan dikutuk oleh Allah shingga tewas terkapar di wc dlm kondisi hina dgn belepotan kotoran isi perutnya sendiri.

    itu fakta.

  20. fans said

    perwakilan suara rakyat kepada Pemerintah bukan DPR juga bukan televisi tapi Mahasiswa

    siapapun gerakan pengacau keamanan dan kenyamanan wajib dimusnahkan termasuk yang meresahkan..

    Pengikut ahmadiah mesti dibina…

    Ahmadiyah mesti dibinasakan….

  21. Virna said

    @Fans
    Iya betul. Gw stuju banget organisasinya aje yg dibubarin. Kasihan juga tuh orang ahmadiah yg di dusun2 bnyk yg kagak ngarti islam scr mendalam krn mrk korban penyesatan ahmadiah aja.

  22. aRuL said

    semoga media tersebut tercerahkan…

  23. BIMA HARUS said

    Saatnya rakyat Indonesia harus mengetahui semua sebagian besar MEDIA termasuk semua Partai Plitik yang dianggap layak untuk memenangakan Pemilu semuanya dibiayai bahkan dikendalikan oleh Gerakan Freemason/Iluminati/Zionisme/Neo-Liberal.
    Sebagai Rakyat Indonesia yang mempunyai idealisme yang tinggi untuk menyelamatkan negara dari cengkeraman Kapitalis Hal-Hal yang bisa dilakukan adalah boikot Pemilu secara Nasional.

  24. Arif Ihsan said

    Metro TV adalah sebuah media yg ingin merebut kekuasaan negara, hmmm surya paloh toh… pantesan. kalah tarung ma abu rizal langsung buat ormas Ormas, eh.. ga taunya mo buat partai pula.

    semua informasi yg disiarkan ga pernah jauh dari menjelekkan kinerja pemerintah.. silakan anda perhatikan program tayangan metro TV.. Muak

  25. adly said

    kita lihat saja nanti, becus apa tidak orang2 tvone dan metro ini mengurus negara, jika makin buruk maka mereka harus mencuim lutut pak SBY

  26. adly said

    trus yang saya gk habis pikir, metro tv itu sering memuat statement bambang soesatyo melalui running teks, trus ini maunya metrotv apa????? bambang itu siapa??? dan seberapa besar sumbangsih dia pada negara???????

  27. adly said

    beruntung metrotv punya acara wideshot dan stand up comedy yang btul2 bgus, kalo gak ada keduanya makin nambah dosa aja metrotv,

  28. adly said

    tvone masih mending, saya anggap masih ckup berimbang, apalagi ada acara damai indonesiaku. konten2 dan prog. acara juga minim tendensiusnya. gak kaya metrotv. jika presiden mendatang trnyata surya paloh, saya tggu……… masih seperti ini tidak?????????

  29. adly said

    ok

  30. taUbat said

    Wow Metro TV, kebebasan presenter menghujat sampai dalam acara masak-memasakpun masih eksis.

    Menelikung, menyisipkan berita Politisi yang tidak berkait dengan wanita2 cantik tapi terus diangkat.

  31. taUbat said

    Lagi2 Metro TV dan TV One membuat blunder dimasyarakat :

    => Menentukan harga pasar : dari cabe, kacang2an, beras, daging sampai Jengkol, yang tadinya pasar tenang tiba2 hiruk-pikuk diguncang berita (kemana YLKI dan komisi penyiaran)

    => Keberhasilan mengadu domba antara : PKS vs KPK, PKS vs Demokrat, PKS vs Setgab, PKS vs Pemerintah.

    => Berpolitik bukan domainnya rakyat.

    Adakah dimaksudkan dan siapakah di belakang Media tersebut ?

    Menyesatkan dan menyengsarakan seluruh masyarakat semoga diberikan Allah petunjuknya

  32. taUbat said

    Wow ….. sabarlah kebenaran pasti kan terungkap, media2 sekuler yang menyudutkan dan membohongi rakyat pasti akan memikul akibatnya

  33. taUbat said

    METRO TV dan TV ONE :

    Diakui televisi yang paling banyak disukai pemirsa televisi saat ini beritanya terkini dan update, tapi sungguh sangat disesalkan terlalu banyak kepentingan akan pengalihan isu dan beritanya yang remeh temeh yang tak perlu tapi dibesar-besarkan (masyarakat larut)

    Beritanya tidak pernah tuntas dinaikkan mendekati klimak lalu disimpan kemudian dinaikkan kembali dan begitu seterusnya (negara dirusak)

    Semoga diberikan petunjuknya …..

  34. Anonim said

    jadi…apakah metro tv perlu di demo juga ??????

  35. taUbat said

    Rasa plong Metro TV dan TV One yang gencar mempengaruhi opini publik.

    LHI akhirnya masuk tahanan juga

    Skenario berikutnya telah terancang

    Tak henti sebelum PKS porak poranda

  36. taUbat said

    TV ONE TERBAKAR, DIKIRA DISURUH BACA BERITA

    SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 20:20 WIB

    TEMPO.CO, JAKARTA – API MELALAP STUDIO MILIK STASIUN TV ONE, DI KAWASAN INDUSTRI PULOGADUNG, JAKARTA TIMUR. KEBAKARAN YANG TERJADI SEKITAR PUKUL 17.00 ITU, TELAH BERHASIL DIPADAMKAN PUKUL 18.00. AKIBAT KEBAKARAN INI, TAYANGAN APA KABAR PETANG YANG SEDANG LIVE DI STUDIO NEWS ROOM, YANG BERADA TEPAT DI SEBELAH STUDIO YANG TERBAKAR, LANGSUNG DIHENTIKAN.

    SEORANG KARYAWAN TV ONE YANG ENGGAN DISEBUTKAN NAMANYA MENGATAKAN MENCERITAKAN KEJADIAN UNIK. PADA SAAT ITU, SELURUH KARYAWAN DIMINTA KELUAR STUDIO. “SAYA KASIH TAHU PRESENTERNYA BAHWA ADA KEBAKARAN, KITA HARUS KELUAR. TAPI MALAH DIKIRA ADA BERITA KEBAKARAN. PAS DIKASIH TAHU LAGI BARU PADA KELUAR,” UJARNYA.

    BERDASARKAN PANTAUAN TEMPO, RATUSAN KARYAWAN TV ONE YANG MENGENAKAN SERAGAM MERAH BERHAMBURAN KE LUAR GEDUNG SAAT KEJADIAN.
    AFRILIA SURYANIS

    ====================

    KORSLETING, PENYEBAB KEBAKARAN STUDIO TV ONE

    SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 19:02 WIB

    TEMPO.CO, JAKARTA – API MELALAP STUDIO MILIK STASIUN TELEVISI TV ONE, DI KAWASAN INDUSTRI PULO GADUNG, JAKARTA TIMUR. KEBAKARAN ITU TERJADI SEKITAR PUKUL 17.00. KEPALA SEKSI OPERASI PEMADAM KEBAKARAN JAKARTA TIMUR, MULYANTO MENGATAKAN SEBANYAK 20 UNIT MOBIL PEMADAM KEBAKARAN DIKERAHKAN UNTUK MEMADAMKAN API. “APINYA SUDAH TIDAK MENYALA, TAPI KEPULAN ASAP MASIH TEBAL,” KATA MULYANTO DI LOKASI KEJADIAN, SELASA 24 DESEMBER 2013.

    PETUGAS PEMADAM, KATA MULYANTO, SEMPAT KESULITAN MEMADAMKAN API. “YANG TERBAKAR KARPET, JADINYA SULIT MENCARI SUMBER API. PETUGAS KAMI BELUM BERHASIL MASUK KE DALAM,” UJARNYA.

    MENURUT MULYANTO, API DIDUGA BERASAL DARI KORSLETING LISTRIK DARI PENGERJAAN RENOVASI STUDIO TERSEBUT. TIDAK ADA KORBAN DALAM KEJADIAN INI. “KERUGIAN BELUM DAPAT DITAKSIR.”

    BERDASARKAN PANTAUAN TEMPO, PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN MASIH BERUSAHA MASUK MENEMBUS GUMPALAN ASAP. RATUSAN KARYAWAN TV ONE YANG MENGENAKAN SERAGAM MERAH BERHAMBURAN KE LUAR GEDUNG. AKIBAT KEBAKARAN INI, TAYANGAN APA KABAR PETANG YANG SEDANG LIVE DI STUDIO NEWS ROOM, YANG BERADA TEPAT DI SEBELAH STUDIO YANG TERBAKAR, LANGSUNG DIHENTIKAN.

    AFRILIA SURYANIS

    =============================

    STUDIO TV ONE DI PULO GADUNG KEBAKARAN

    SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 18:46 WIB

    TEMPO.CO, JAKARTA – KEBAKARAN TERJADI DI STUDIO STASIUN TELEVISI SWASTA TV ONE YANG BERLOKASI DI PULO GADUNG, JAKARTA TIMUR. TRAFFIC MANAGEMENT CENTER KEPOLISIAN DAERAH METRO JAYA MELALUI AKUN TWITTER-NYA MENYATAKAN INSIDEN ITU TERJADI PADA PUKUL 18.00 WIB.

    SAAT DIKONFIRMASI TEMPO, PETUGAS TMC MEMBENARKAN PERISTIWA KEBAKARAN ITU. “PROSES PEMADAMAN MASIH BERLANGSUNG,” KATA DIA SAAT DIHUBUNGI, SELASA, 24 DESEMBER 2013. NAMUN, IA BELUM BISA MENJELASKAN KRONOLOGI KEJADIAN SEBAB BELUM MENDAPAT LAPORAN UTUH DARI PARA SAKSI DAN PETUGAS YANG BERADA DI LOKASI.

    PEMIMPIN REDAKSI TV ONE KARNI ILYAS MELALUI AKUN TWITTER-NYA, @KARNIILYAS, JUGA MENJELASKAN INSIDEN TERSEBUT. “DEAR PEMIRSA; KAMI MOHON MAAF, SIARAN KAMI TV ONE PETANG INI TERGANGGU, BISA JADI HARUS OFF SAMA SEKALI. STUDIO KAMI LAGI KEBAKARAN,” TULIS KARNI DALAM CUITANNYA.

    LINDA HAIRANI

  37. taUbat said

    ILC@KARNIILYAS, programnya banyak membuat Negative Opinion pada PKS

    Sekarang tahun politik sebagian besar media termasuk televisi memboikot pemberitaan kesuksesan/kebesaran dan sambutan masyarakat pada PKS.

    Salam …….. “Perubahan”

  38. taUbat said

    Selamat dan sukses kepada pemilik media, target tercapai …

    Semoga dari perwakilannya di legislatif yang baru nanti, dapat serta mampu memberikan kontribusi perubahan pada NKRI menuju yang lebih baik.

  39. taUbat said

    Pemberitaan di media ternyata masih ada juga yang benar :

    http://www.youtube.com/watch?v=_EdWjPXqK-k&hl=en&client=mv-google&gl=ID&guid=&app=desktop

  40. taUbat said

    Di bully media pemberitaannya di blowUp masif tanpa ampun berbeda dengan yang mengklarifikasi. (entertainment)

  41. taUbat said

    MetroTV acaranya hanya melapisi dan memoles figur capresnya agar berkesan dimasyarakat.

    Mempengaruhi / mencuci otak …..

    Banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya…

  42. taUbat said

    Cihuuuuy suit…suit ….

    Bergandengan tangan nich yee……

  43. taUbat said

    PESAN SBY: MEDIA MASSA HARUS BERIMBANG

    03 JUNE 2014 | 16 MENIT YANG LALU

    HENTAKAN[DOT]COM – HASIL PEMILU 2014 MENGEJUTKAN JAKARTA – PRESIDEN SBY MENGIMBAU MEDIA MASSA UNTUK IKUT MEWUJUDKAN PILPRES 2014 YANG BERMARTABAT. SBY MENGIMBAU PEMBERITAAN MEDIA MASSA UNTUK BERIMBANG, FAIR, AKURAT, DAN KONSTRUKTIF.

    “KEPADA PERS DAN MEDIA MASSA, AGAR MELAKUKAN PEMBERITAAN YANG AKURAT DAN KONSTRUKTIF. SAYA INGATKAN PADA PERS DAN PEMILIK MEDIA, MEDIA MASSA ITU MILIK PUBLIK BUKAN SESUAI DENGAN PEMILIK MODAL ATAU KALANGAN TERTENTU,” KATA SBY.

    HAL INI DISAMPAIKAN SBY DALAM SAMBUTANNYA DI ACARA YANG DIGELAR DI SENTUL INTERNATIONAL CONVENTION CENTER (SICC), BOGOR, JAWA BARAT, SELASA (3/6/2014).

    SBY MENYEBUT MEDIA MASSA SUDAH TERBELAH SEJAK PILEG LALU. SBY BERHARAP AGAR MEDIA MASSA FAIR DI PILPRES 2014.

    “PERS DAN MEDIA MASSA KITA SUDAH TERBELAH, COBA SIMAK, YANG PALING MUDAH SIMAK METRO TV DAN SIMAK TV ONE. TEMAN-TEMAN WARTAWAN ADA DI DEPAN KITA, BELIAU TERSENYUM DAN TERTAWA. BAHKAN DALAM PILEG KEMARIN PUN SUDAH DIKAPLING-KAPLING. TAPI SAYA TIDAK AKAN BERHENTI BERSUARA. AGAR PERS BERIMBANG, FAIR, AKURAT DAN KONSTRUKTIF,” KATA SBY SEMBARI TERSENYUM.

    SBY MENGINGATKAN MEDIA MEMILIKI TANGGUNGJAWAB TERHADAP PEMBERITAANNYA. “JANGAN SAMPAI RAKYAT MENJADI KORBAN PEMBERITAAN PERS YANG TIDAK AKURAT, KONSTRUKTIF DAN TENDENSIUS,” KATANYA.

    ADMINISTRATOR

    http://hentakan.com/2014/06/03/pesan-sby-media-massa-harus-berimbang

  44. taUbat said

    Dulu bersatu kini terbelah :

    TV ONE = Prabowo – Hatta ( No. 1 )

    Metro TV = Jokowi – JK ( No. 2 )

    SBY MENGINGATKAN MEDIA MEMILIKI TANGGUNGJAWAB TERHADAP PEMBERITAANNYA. “JANGAN SAMPAI RAKYAT MENJADI KORBAN PEMBERITAAN PERS YANG TIDAK AKURAT, KONSTRUKTIF DAN TENDENSIUS,”

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: