KabarNet

Aktual Tajam

Polisi Sebut Ras “Mongoloid” Apa Maksudnya ?

Posted by KabarNet pada 18/04/2011

Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat, Adian Napitupulu mempertanyakan pernyataan Markas Besar Kepolisian RI yang menyebutkan ras dalam identifikasi korban selaligus tersangka pelaku pemboman bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon. Menurutnya belum pernah ada sejarahnya kepolisian menyebutkan ras seseorang dalam mengidentifikasi pelaku kejahatan dimanapun.

“Ini aneh, kenapa polisi menyertakan ras mongoloid dalam identifikasi mereka terhadap pelaku bom kemarin, apa maksudnya, belum pernah ada sejarahnya pelaku kejahatan diidentifikasi berdasarkan ras,” papar Adian usai konfrensi pers hasil suvey Bendera di Taman Ismali Marzuki, Jakarta, Minggu (17/04).

Menurut Adian persoalan ini bisa membuat publik menjadi curiga bahwa ada maksud tertentu dibalik penyebutan ras tersebut. “Jangan orang dihakimi karena ras-nya, Sebelumnyapun tidak pernah polisi mengumumkan ras dari dr Azhari, Noordin M Top ataupun Amrozi, kenapa sekarang ada embel-embel ras,” terang Adian.

Lebih lanjut Aktivis 98 ini menilai bahwa penyebutan tersebut bisa membuat orang dapat mengasumsikan ada ras tertentu yang menyerang masjid. “Ini bahaya, orang awam pasti bisa saja hantam kromo dan mengartikan bahwa pembom masjid adalah orang dari ras tertentu, etnis tertentu, akan terjadi konflik baru yang bisa terjadi di masyarakat akibat penyebutan yang dilakukan kepolisian,” tegasnya.

Ia juga menduga ada grand desain yang sengaja dibangun dalam pengeboman masjid yang meski bukan kejadian pertama namun menjadi pertentangan dikalangan teroris sendiri. “Sejauh yang saya tahu dari pernyataan berbagai kelompok dan tokoh yang mengetahui seluk beluk terorisme, membom masjid itu masih pro dan kontra, bahkan sebagian besar melarang dan mengharamkan, ketika ada spekulasi atau bahkan penegasan dari kepolisian mengenai ada kelompok tertentu dari ras tertentu yang melakukan aksi tersebut di Cirebon, maka potensi pertikaian di tengah masyarakat sangat besar. Kalau dilihat dari situ bukan itdak mungkin ada grand desain yang dibangun untuk menyudutkan etnis atau ras tertentu dalam masyarakat, atau desain tersebut justru untuk melebarkan konflik dari sebuah peristiwa bom menjadi sebuah kerusuhan Sosial,” paparnya.

Adian juga menolak bila dikatakan ia memiliki kepentingan dengan melontarkan pernyataan tersebut. Menurutnya kekesalan dan kebencian terhadap sesuatu atau seseorang semestinya timbul karena tindakannya, aktivitasnya ataupun perilakunya yang meresahkan dan menimbulkan korban dan bukan karena ia terlahir dari sebuah suku atau etnis saja.

“Kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan menjadi ras apa, etnis apa, sehingga tidak ada alasan yang membenarkan tudingan kejahatan, kekerasan dan kebencian itu berdasarkan ras, etnis maupun kelompok. Namun semua harus berdasarkan tindakannya, perilakunya yang jahat , bukan rasnya dan bukan etnisnya. Saya pribadi menolak Acfta, perdagangan bebas dengan negara China dan konglomerasi di Indonesia yang dilakukan oleh sebagian orang pengusaha tanpa memperdulikan kemiskinan yang menindas rakyat disekitarnya, tapi saya tidak membenci etnis tertentu, kalaupun itu dilakukan oleh orang Batak, Jawa , Melayu, Tionghoa, Mongoloid, Melanesia atau Afrika buat Saya semua sama, perilaku menindasnya, ketiadaan empatinya dan kejahatan-kejahatannya yang membuat hal itu harus kita perangi, harus kita benci dan tolak, bukan etnisnya, rasnya atau sukunya.” terangnya lagi panjang lebar.

Sebelumnya Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam dalam konferensi pers, Sabtu (16/4) mengumumkan ciri dan foto pelaku bom bunuh diri di Masjid Adzikro Mapolresta Cirebon.

“Pelaku adalah laki-laki dengan tinggi badan 181 senti meter dan berat 70 kilogram. Selain itu, pelaku berasal dari ras Mongoloid, memiliki kulit kuning langsat, golongan darah O, terdapat bekas luka di dahi kiri, gigi bagian atas ada yang patah, jenggot tipis, ada tanda lahir di bagian dalam paha kanan,” paparnya.

Pelaku memakai celana hingga lima lapis, yaitu celana dalam satu, celana pendek dua, celana panjang dua. “Jika nanti sudah tahu siapa tersangka, baru diketahui dari mana, kelompok siapa,” ujar Anton. Seruu.Com

2 Tanggapan to “Polisi Sebut Ras “Mongoloid” Apa Maksudnya ?”

  1. Anonim said

    [9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah638 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

  2. Pengamat said

    Hancuurrrr tuh muka. Kecian..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: