KabarNet

Aktual Tajam

Awas Bahaya Babi !

Posted by KabarNet pada 11/05/2011

Babi Binatang Kotor & Jorok

Setiap umat muslim pasti tahu dan memahami bahwa daging babi itu diharamkan untuk dikonsumsi. Tapi tidak semua dari kita tahu mengapa daging babi diharamkan. Sebenarnya sesuatu dalam Islam yang diharamkan itu mempunyai lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Begitu juga dengan daging babi ini, dalam segi kesehatan, daging babi memang sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Banyak ilmuan, kedokteran maupun para ulama yang memperingatkan bahaya daging babi.

Ada orang asing bertanya (ilmuwan) kepada salah seorang ulama mengenai hewan babi ini.

Ilmuwan : Haramnya hewan Babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukankah mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih ini akan menjadi halal?

Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?

Ilmuwan : Apakah itu?

Ulama : Coba anda buat dua kandang. Satu kandang anda isi dengan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina. Satu kandang lagi anda isi dengan dua ekor babi jantan dan satu ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing-masing kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?

Ilmuwan : Tidak.

Ulama : Mari kita lihat sekarang. Pada kandang pertama dimana ada dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina. Yang terjadi adalah dua ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan satu ekor ayam betina tersebut sampai ada yang menang atau kalah. Dan itu sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan.

Ilmuwan : Pada kandang babi?

Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang babi, dua ekor babi jantan itu tidak berkelahi untuk memperebutkan babi betina tersebut, tetapi yang terjadi adalah dua ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan homoseksual antara kedua ekor babi jantan tersebut setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas-jelas bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bila umat Islam ikut-ikutan memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karakteristik seperti babi ini.

Kita mengetahui bahwa daging babi itu diharamkan dalam agama Islam. Mungkin kita hanya tahu bahwa itu salah satu larangan dalam ajaran Islam. Lantas, sebenarnya mengapakah daging babi itu diharamkan sedemikian rupa?

Islam telah melarang segala macam darah. Analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Maka dari itu, tidak heran jika Islam sangat menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan. Sseorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari  membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru  menyadari akan hal ini.

Nah, ternyata, dalam hal ini tidak banyak yang tahu jika babi sebenarnya tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi  alamiahnya. Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak  bagi konsumsi manusia, tentu Allah SWT akan merancang hewan ini  dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, semua orang tentu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon. Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Babi Binatang Sangat Jorok dan Kotor

Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering.

Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds).

Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal. Konsumen babi sering memilih daging babi yang lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

DR Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts, dan juga merupakan asisten Profesor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts, Amerika menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi. Di antaranya:

Anthrax* Ascaris suum* Botulism* Brucella suis* Cryptosporidiosis* Entamoeba polecki* Erysipelothrix shusiopathiae* Flavobacterium group IIb-like bacteria* Influenza* Leptospirosis* Pasteurella aerogenes* Pasteurella multocida* Pigbel* Rabies* Salmonella cholerae-suis* Salmonellosis* Sarcosporidiosis* Scabies* Streptococcus dysgalactiae (group L)* Streptococcus milleri* Streptococcus suis type 2 (group R)* Swine vesicular disease* Taenia solium* Trichinella spiralis* Yersinia enterocolitica* Yersinia pseudotuberculosis.

Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia.Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:

“Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ºC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).

Ditambah lagi dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi.

SATU HAL YANG PERLU DIKETAHUI BAHWA CACING-CACING INI DAN BAHKAN TELURNYA SAJA TIDAK AKAN MATI MESKI DAGING DIMASAK DENGAN SUHU 100% CELCIUS !!! CACING HANYA AKAN MATI JIKA DIMASAK DENGAN SUHU YANG JAUH LEBIH TINGGI, NAMUN, SUHU YANG TERLALU TINGGI INI AKAN MERUSAK DAGING DAN MALAH DAGING TERSEBUTLAH YANG AKAN BERBAHAYA BAGI MANUSIA MESKI CACING-CACINGNYA MATI.

Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?.

Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.

Sekitar tahun 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi).

Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tersebut menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit “cacing pita” merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

Oleh sebab itu, secara tegas Islam melarang umatnya untuk mengkonsumsi daging babi. Beberapa kali dalam Al Quran disebutkan terkait larangan makan daging babi, diantaranya terdapat pada surat Al An’am. Maksud Firman Allah Ta’ala :

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena Sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS Al An’am : 145]

Maha Benar Allah Ta’ala atas Segala FirmanNya

[Dikutip dari berbagai sumber]

27 Tanggapan to “Awas Bahaya Babi !”

  1. imam redjo said

    mengenal allah dg akal.mengenal larangannya dengan akal.mengenal islam dgn akal.luar biasa! Allhamdulilla..hh.memang seperti itulah harusnya umat muslim.kita memilih islam karna kita mempunyai akal dan fikiran.

  2. Apa bedanya dengan para penguasa kita sekarang yang rakus ???
    Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan.
    Sudah dikasih gaji besar, fasilitas serba wah, tidak jarang semen dimakan, batu dimakan, pasir dimakan, besi beton dimakan, bahkan yang paling menjijikkan jatah orang kena bencana alam juga dimakan, itu lebih menjijikkan dari pada makan bangkai atau sampah

  3. Ogah said

    Udah ketahuan jorok dan penyakitan, masih ada yang mau makan ? Oalaaaah ….

    Ogah aaaaah … haram !

  4. Lemak Perut Sangat Berbahaya bagi Kesehatan Jantung…

    Ada data baru yang menarik bahwa lemak perut sedikitpun dapat sangat berbahaya bagi kesehatan jika anda pernah terkena serangan jantung. Foto: Photos.com Riset baru mengungkap bahwa ukuran lingkar pinggang seseorang dapat memprediksi res….

  5. Udah ketahuan jorok, rakus dan penyakitan, masih ada yang mau makan ?
    Bukan hanya mau makan, bahkan banyak yang mengidolakan
    Coba lihat tuh, berapa banyak pejabat dan wakil rakyat yang rakusnya tidak mau kalah dengan Babi

  6. SHARING said

    Jadi makna pengharaman makan babi dan produk olahannya bagi kaum muslim dalam ajaran Islam adalah bermakna luas :

    Sudut pandang kesehatan :
    Mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh cacing pita dan sebagainya yang umumnya terdapat dalam daging babi.

    Sudut pandang kesucian :
    Menghindarkan tubuh dari masuknya makanan yang prosesnya terjadinya jauh dari kepantasan. Mengingat babi cenderung memakan segalanya tanpa batasan termasuk memakan muntahan dan kotorannya sendiri.

    Sudut pandang ajaran agama :
    Menunjukkan ketaatan pada petunjuk Ilahi yang Maha Mengetahui segala yang diciptakan-Nya dan apa yang terbaik bagi hamba-2-Nya.

  7. N.SUGIARTO said

    Gak perlu banyak alasan untuk tdk makan daging babi, cukup satu saja : agamamu melarang !
    Tapi saya gak bisa kebayang bagaimana kalau semua orang muslim ikut makan daging babi, babi bisa menjadi langka dan mahal, jadi bersyukur saja kalau dianggap haram, tapi asal jangan munafik lho !, diam2 ikut makan…memang eank sih ya..

  8. hamidun said

    jgn suka munafik dgn agamamu,ciptaan ALlah smuax ada baik burukx,klian makn daging kambing jg bs mati kna stroke teknan darah tinggi,ingat sgla pnyakit ada obatx krn smua adalah ciptaan Allah mka Dia akn mnyediakn obat utk smua jnis pnyakit appun termasuk PENYUNTIKAN ENZIM BABI UTK MENCEGAH VIRUS BAGI PARA MUSLIM YG PERGI UMROH DI MEKKAH!

  9. GOBLOK said

    ANDA SANGAT GOBLOK!.. MAKAN BABI ITU LARANGAN ALLAH BAGI UMAT ISLAM, MAU ADA PENYAKITNYA ATU TIDAK TETAP DILARANG.. KALO GOBLOK JGN DIPAMERKAN BRO.. SUDAH GOBLOK MUKA TEMBOK. DASAR CINA KAFIR GOBLOK BIN TOLOL…

  10. pramanik said

    maaf smua nya….saya dlu pernah makan di suatu jajanan di jalan,,,saya gak tw itu di makanan nya ada daging babi nya…itu jga saya tw dari tmn bahwa jajanan di situ pke daging babi….klo gtu gmn yah.??..trus cacing2 dan smua pnyakit yang di daging itu bsa hilang ga?..mohon bantuan nya…baru 1x saya ke situ pas sudah di kasih tw gt liat jga ga mau….mohon jawaban nya…tolong…asli kapok jajan di situ lagi,,,soal nya saya suka kuliner sama cwe saya..cwe saya jga makan,,,aduuuhhh

  11. Anonim said

    @Pramanik
    Apabila Anda seorang muslim, kalau Anda tdk sengaja (tdk tahu) saya kira Anda tidak berdosa, karena sebenarnya Anda tdk berniat memakan daging babi tsb. Itu pendapat pribadi saya yg bukan seorang ulama. Mungkin rekan2 dialog yg menguasai hukum islam (ilmu fiqih) bisa menguraikan lebih jelas kpd Anda.

    Mengenai dampak cacing2 dan kotoran yg terdapat dlm daging babi tsb dan cara menghilangkan bekas2 dan kuman2nya dari tubuh si pemakan, sebaiknya Anda menanyakan pendapat ahli dari seorang dokter.

    Wassalam.

  12. cosmicboyz said

    Gw salut sama babi-babi itu karena banyak yg terobsesi.

  13. cosmicboyz said

    Saya tertanya2 kenapa sih Allah menciptakan babi?

  14. cosmicboyz said

    Berita sensasi yg ngga bermutu. saya sebetulnya kacian sama muslim2 gampang dibohongin. Pantess 95% umat Islam buta hurup dan islam bisa eksis karena itu.

  15. SHARING said

    Pro dan kontra masalah halal dan haramnya daging babi bagi kita umat Islam, ada baiknya kita kembalikan kepada Al-Quran dan hadist.

    Dalam surat Al-Maidah ayat 3, Allah SWT berfirman yang artinya :

    Diharamkan bagimu (MEMAKAN) BANGKAI, DARAH, DAGING BABI, DAN (DAGING) HEWAN YANG DISEMBELIH BUKAN ATAS (NAMA) ALLAH, YANG TERCEKIK, YANG DIPUKUL, YANG JATUH, YANG DITANDUK, DAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS, KECUALI YANG SEMPAT KAMU SEMBELIH. Dan (diharamkan pula) MENG-UNDI NASIB DENGAN AZLAM (ANAK PANAH), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. TETAPI BARANG SIAPA TERPAKSA KARENA LAPAR BUKAN KARENA INGIN BERBUAT DOSA, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

    Jika kita perhatikan ayat suci di atas khusunya yang hurufnya dikapitalkan, kita mendapatkan petunjuk yang jelas dari Allah SWT mengetai BATASAN MAKANAN YANG DIHALALKAN ATAU DIHARAMKAN BAGI UMAT ISLAM, yakni yang :
    1. Yang sudah jadi bangkai (mati sebelum disembelih).
    2. Yang berupa darah.
    3. Daging babi.
    4. Yang disembelih bukan atas nama Allah SWT.
    5. Yang tercekik.
    6. Yang dipukul.
    7. Yang jatuh.
    8. Yang ditanduk.
    9. Yang diterkam binatang buas (kecuali yang sempat disembelih)
    10.Yang dipanah.

    Jika kita perhatikan dengan seksama KHUSUS DAGING BABI telah disebutkan tersendiri oleh Allah SWT, yakni langsung disebutkan nama hewannya secara utuh. Tidak seperti hewan atau binatang lainnya yang disebutkan berdasarkan cara perolehannya. Ini menandakan bahwa binatang babi TELAH DIHARAMKAN SECARA MUTLAK BAGI UMAT ISLAM UNTUK MEMAKAN ATAU MEMANFAATKANNYA.

    Namun pada kalimat terakhir, Allah SWT berfirman sbb :

    ……… TETAPI BARANG SIAPA TERPAKSA KARENA LAPAR BUKAN KARENA INGIN BERBUAT DOSA, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

    Jadi terhadap semua yang diharamkan ini Allah SWT tetap memberikan pengecualian namun cuma untuk alasan KARENA LAPAR DAN BUKAN SENGAJA INGIN BERBUAT DOSA ATAU MELANGGAR TANPA ALASAN SELAIN KARENA LAPAR (TERPAKSA).

    Pada kasus lapar ini, tentu saja jadi relatif jika diartika sebagai datangnya rasa lapar pada diri setiap manusia. Jika diartikan demikian, maka tentu saja menjadi bias atau gugur batasan pengharamannya. Maka dari itu makna ‘lapar’ di sini bukanlah sesederhana itu, yakni diartikan sebagai sekedar datangnya rasa lapar tanpa memperhatikan kondisi disekitarnya, yakni masih ada atau tidaknya makanan lain yang bisa diupayakan untuk dimakan atau dimanfaatkan. Jadi selagi di tempat tersebut masih ada alternatif lain untuk dimakan, maka prinsip haram untuk memakan babi dan makanan lainnya yang cara-2 perolehannya diharamkan itu tetap berlaku.

    Barangkali contoh yang tepat untuk menggambarkan kondisi menghalalkan yang sudah diharamkan karena lapar terpaksa ini adalah jika terjadi keadaan perang di suatu pulau atau kandas perahu di suatu gugusan karang laut dimana binatang lain atau ikan amat susah didapat, sementara di pulau atau di kapal tersebut cuma tersedia babi atau hewan lain yang masuk dalam daftar yang sudah diharamkan namun secara kebetulan ada atau sudah ada sebelumnya (misalnya). Dalam kondisi seperti ini akan terlihat masuk dalam kategori pengecualian yang diampuni oleh Allah SWT sesuai dengan petunjuk-2-Nya di atas. Namun untuk lebih memastikan hal ini (menghindarkan keragu-raguan), ada baiknya kita menambah petunjuk-2 lain dari ahlinya seperti kiai atau ustad.

    Kembali pada pokok persoalan, yakni babi dan produk olahannya. Oleh karena Al-Quran menyebutkan daging babi secara khusus (tidak dipilah-2 atas olahan atau bukan olahannya), maka secara logika, semua produk turunannya apapun tujuannya jika bukan karena ‘terpaksa’ tetap diharamkan. Begitu juga terhadap obat-2-an seperti vaksin. Namun demikian sekali lagi untuk menghindari keragu-raguan, maka sebagai rakyat yang memiliki pemimpin yang sudah diberi amanah, penentuan status halal atau haramnya produk turunan dari babi ini mengikuti petunjuk dari pemerintah sebagai pihak yang berwenang bersama MUI.

    Hal menarik yang perlu kita cermati sebagai mahluk yang berakal adalah jawaban dari pertanyaan, mengapa babi menjadi binatang satu-satunya yang disebutkan secara tegas oleh Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 3 di atas ?

    Jadi pertanyaan logisnya, ada apa dengan babi ?

    Tentu saja sebagai Sang Maha Pencipta, Allah SWT dalam berfirman untuk hamba-2-Nya tidaklah ada yang tidak berhikmah. Semuanya pasti mengandung hikmah yang dalam. Jadi tinggal kepada manusia sebagai hamba-2-Nya ynag telah dikaruniai akal berfikir, mengapa babi menjadi satu-satunya binatang yang tegas diharamkan. Dari kajian-2 yang ada ternyata babi memang disinyalir mengandung hewan-2 yang tidak menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia seperti parasit-2 atau cacing-2 pita. Selain itu melihat dari perilaku keseharian dalam habitat hidupnya, babi tidak sekali-kali memakan kembali apa yang telah dikeluarkan dari dalam tubuhnya.
    Dari sudut pandang kesehatan, perilaku ini memang kurang menguntungkan bagi kesehatan manusia.

    Namun begitu, pada akhirnya semua tetap kita kembalikan kepada keimanan kita masing-2. Bagi umat Islam babi memang secara tegas diharamkan untuk dimakan.

  16. cosmicboyz said

    Saya sih tidak mempermasalahkan karena itu memang hukum Islam (larangan) dan sekiranya kalian percaya yg memberikan hukum itu Allah maka kalian juga harus beriman kepada kebaikan/hikmat sebaliknya larangan itu tanpa mencari2 pembenaran!

  17. SHARING said

    cosmicboyz berkata
    01/07/2011 pada 09:12

    Saya tertanya2 kenapa sih Allah menciptakan babi?

    Komentar :

    Pertanyaan yang bagus sekali dari anda, singkat namun padat. Jika boleh saya perluaslagi pertanyaan anda, sebenarnya anda ingin bertanya sbb :
    Jika memang secara tegas diharamkan, kenapa babi tetap diciptakan oleh Allah SWT di dunia ini ?

    Bagi umat Islam hidup ini sebenarnya, bukan sekedar lahiriah saja, yakni dilahirkan, diberikan kesempatan hidup dan akhirnya dimatikan kembali oleh Yang Maha Pencipta. Bagi umat Islam, hidup ini lebih jauh MERUPAKAN UJIAN dari Yang Maha Kuasa, yakni Allah SWT. Oleh karena hidup di dunia ini sifatnya ujian, maka hidup di dunia ini berciri-ciri sbb :
    1. Bersifat sementara (tidak selamanya/kekal).
    2. Sekali saja (tidak ada dua kali atau lebih). Mati suri adalah kasuistis karena seijin Allah SWT, sehingga tidak setiap orang mengalaminya.
    3. Berganti-ganti suasana antara yang menyenangkan dan menyedihkan.
    4. TIdak memiliki batasan informasi (wawasan dan pengetahuan).
    5. Tidak sendirian (hidup bersama manusia dan mahluk ciptaan Tuhan lainnya).
    6. Penuh keterbatasan, sehingga tergantung pada hasil ciptaan Tuhan lainnya, seperti makanan, air, oksoigen dll.
    7. Membutuhkan nilai-nilai dan tujuan (pegangan) hidup.

    Dengan ciri-ciri tersebut, maka tidak ada satupun manusia yang bisa menjamin hidupnya akan senang selamanya atau sedih selamanya, akan sehat selamanya atau akan sakit selamanya, apalagi yang berfikir atau mengkhayal akan hidup selamanya. Sama sekali tidak ada yang bisa, selain atas seijin atau kehendak daro Tuhan Yang Maha Pencipta, yakni Allah SWT. Oleh karena TAKDIR MANUSIA baik umur, jodoh, rejeki dan nasibnya sangat tergantung dari usahanya dan suratan Allah SWT, maka bisa dikatakan bahwa hidup manusia di dunia ini sifatnya ujian saja, bukan tujuan akhir dari hakekat penciptaannya sebagai mahluk ciptaan Allah SWT. Artinya setelah kehidupan dunia ini, Allah SWT mengisyaratkan dalam Al-Quran, masih ada kehidupan berikutnya bagi manusia, yakni kehidupan di akherat. Kehidupan di akherat ini diisyaratkan oleh Allah SWT hanya ada dua bagi manusia, yakni kehidupan di sorga atau di neraka. Sorga adalah kehidupan yang dijanjikan oleh Allah SWT khusus bagi orang-2 (hamba-2)-Nya yang terbukti beriman dan bertakwa kepada-Nya (jadi bukan hanya sekedar ucapan/KTP belaka). Dan sebaliknya neraka adalah kehidupan bagi mereka-2 yang tidak beriman dan tidak bertakwa kepada Allah SWT.

    Salah satu ciri-ciri dari orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT adalah selalu berusaha menjalankan perintan-2-Nya dan selalu berusaha menjauhi larangan-2-Nya sebagaimana tertuang dalam Kitab suci Al-Quran dan hadist Nabi. Salah satu perintah Allah SWT yang pokok adalah melaksanakan Rukun Iman dan Rukun Islam. Sedangkan salah satu larangan Allah SWT kepada hamba-2-Nya yang beriman dan bertakwa adalah larangan untuk memakan apa-2 yang telah diharamkan-Nya. yang salah satunya secara tegas telah dutunjukkan dalam surat Al-Maidah ayat 5, yakni larangan untuk memakan babi. Jadi jika ada umat Islam yang sengaja melanggar perintah Allah dan tidak mengikuti petunjuk-2-Nya, yakni memakan babi tidak dalam keadaan terpaksa (tidak ada makanan alternatif lainnya), maka umat Islam tersebut telah melanggar perintah Allah SWT yang berakibat dosa yang akan dibalas oleh Allah SWT di akherat kelak, sehingga jauh dari harapannya untuk selamat menjadi termasuk golongan orang-2 yang akan menempati sorga yang dijanjikan Allah SWT setelah kiamat kelak.

    Jadi jika kita kembalikan kepada pertanyaan, jika memang diharamkan atau dilarang untuk dimakan, maka kenapa babi tetap diciptakan oleh Allah SWT ?
    Maka jawabannya adalah karena PENCIPTAAN BABI MENJADI SALAH SATU DARI BENTUK UJIAN KEIMANAN BAGI UMAT ISLAM SEBAGAI HAMBA-2 ALLAH SWT. JIka umat Islam berhasil mengikuti perintah Allah SWT untuk menjauhi (tidak memakan) babi sebagai makanan yang diharamkan kecuali dalam keadaan ‘terpaksa’ seperti yang digambarkan di atas, maka insya Allah (atas seijin Allah) umat Islam tersebut terhindar dari dosa atau selamat dari azab Allah SWT yang diancamkan kepadanya dan memperoleh keselamatan untuk menempati sorga bagi orang-2 yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Itulah jawabannya.

  18. Pembenci Islam berkata:

    Saya tertanya2 kenapa sih Allah menciptakan babi?

    Jwb:
    Sama dgn tujuan Allah menciptakan tikus dan kecoa.
    Makah tuh tikus dan kecoa.

  19. freddy said

    ada yg bilang, daging babi itu lezat.
    http://is.gd/HvCOol

  20. sutri said

    Didaerahku banyak orang muslim makan daging babi tapi sembunyi-sembunyi.

  21. nur said

    babi haram bukan hanya bagi muslim, bagi nasrani juga haram, silakan cek bible masing2.

  22. joko said

    klo memang bxk pnyakit knp org barat mkan babi ngrax lbh n
    mju dr kta yg mkan dging kmbing

  23. Reuben said

    Bunyi isi Alkitab Kristen Baca Yesaya 66: 17 Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.

    Imamat 11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

    (7) Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. (7) And the swine, because it divides the hoof and is cloven-footed but does not chew the cud; it is unclean to you.

    8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (8) Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.

  24. Reuben said

    haram itu tidak pake aturan lagi. haram tdk bisa dimakan..

  25. taUbat said

    DAGING BABI BEREDAR DI PASAR INDUK SEGIRI SAMARINDA

    Sabtu, 23/02/2013 04:34 WIB

    Samarinda, – detikNews – Sidak Pemkot Samarinda, Kalimantan Timur, berbuah hasil mengejutkan. Sampel yang diambil dari 14 titik lokasi di kawasan Pasar Segiri, 5 diantaranya positif daging babi.

    “Sampel uji petik yang kita ambil seluruhnya ada 14 titik, terdiri dari 8 penggilingan dan 6 pedagang daging sapi. Hasilnya, untuk penggilingan 1 titik positif dan pedagang ada 4 titik positif,” kata Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, kepada wartawan di kantornya, Jumat (22/2/2013).

    Tim Pemkot Samarinda melakukan sidak ke Pasar Induk Segiri, Jl Pahlawan, Samarinda, Rabu (13/2/2013) dinihari lalu, dipimpin Nusyirwan Ismail beserta jajaran terkait. Tim kemudian melakukan uji sampel di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, di kantor Dinas Peternakan Provinsi Kaltim. Hasilnya, dilaporkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda Syamsul Bachri kepada Nusyirwan.

    Nusyirwan mengatakan, khusus di penggilingan di Pasar Segiri, relatif aman karena dari 8 lokasi penggilingan, hanya 1 lokasi yang dinyatakan positif. Selain itu, melihat metode kerja di lokasi penggilingan, penggilingan hanya bekerja berdasar order dari konsumen dan pemesan.

    “Tapi yang di pedagang itu, dari 6 pedagang daging, ada 4 positif,” ujar Nusyirwan.

    Meski begitu, menurut Nusyirwan, Pemkot tidak bisa menyimpulkan penjual daging tersebut telah mencampurkan dengan daging babi. Tindak lanjutnya, Pemkot akan mengumpulkan pedagang daging dan penggilingan daging sapi di Pasar Segiri melalui Dinas Pasar dan UPTD Pasar Segiri serta melibatkan MUI Kota Samarinda, dalam waktu dekat.

    “Kita akan lakukan pembinaan intensif dan penyuluhan penyadaran tentang penjualan daging, bukan penjualan baksonya. Kalau memang di pasar Segiri ada pedagangan daging babi, tidak apa-apa, tapi harus ada meja tersendiri dan memberi label,” terang Nusyirwan.

    “Walaupun kebiasaan selama ini, daging babi dijual di Pasar Subuh (pasar tertentu dan dikhususkan untuk menjual daging babi), tapi kalau melihat kebutuhan meningkat, ya tidak masalah tapi mejanya dibedakan supaya masyarakat tahu dan bisa membedakannya,” tambahnya.

    Sidak serupa, sambung Nusyirwan, akan dilakukan di pasar-pasar tradisional lainnya di Samarinda, sekaligus melakukan pengambilan sampel dan terus menggiatkan pembinaan intensif.

    “Supaya apa, kami tidak ingin ada kebingungan masyarakat. Pemkot tidak mau membingungkan masyarakat tentang masalah ini karena dilihat dari segi prosentase kecil, tapi ada kontaminasi (daging babi). Maka, kami akan masuk ke pasar-pasar dan penggilingan yang lain lagi,”

    “Yang paling penting, masyarakat tetap tenang, tidak memvonis berlebihan karena masih banyak warga kita, usaha kecil yang jujur. Jangan sampai mereka terkena imbas ini. Belum tentu pedagang ini yang curang. Tapi melalui hasil ini, bisa melakukan penelusuran sehingga tahu, dari mana dan bagaimana, bisa terkontaminasi,” tutupnya.

    Robert (mpr/mpr)

  26. Anonim said

    Bacaan goblok,….buat bahan ketaw ketiwi…thanks

  27. cucu said

    Hiuh! Jijik banget

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: