KabarNet

Aktual Tajam

Teroris dan Nur Iman Sengaja Dihabisi Densus 88?

Posted by KabarNet pada 24/05/2011

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meragukan pernyataan Mabes Polri terkait kronologi tewasnya terduga teroris Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto serta seorang warga sipil Nur Iman saat penggerebekan di Jalan Pelajar Pejuang, Cemani, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Sabtu 14 Mei 2011 dini hari.
Berdasarkan hasil investigasi, Komnas HAM menyebutkan Sigit dan Hendro sengaja dihabisi tanpa perlawanan, dan peluru yang bersarang di tubuh Nur Iman bukan dari senjata api milik keduanya.

“Tidak ada tanda-tanda Sigit dan Hendro melawan, bahkan foto jenazah Hendro menunjukkannya ditembak berulang-ulang lebih dari lima kali. Kami yakin Sigit juga ditembak berulang-ulang,” ungkap Komisioner untuk Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM Johny Nelson Simanjuntak kepada wartawan di Hotel Ibis Solo, Selasa (24/5/2011).

Menurut hasil penelusuran di lokasi kejadian, posisi Sigit dan Hendro mustahil untuk menembak Nur Iman yang berprofesi sebagai pedagang angkringan yang saat itu di lokasi penggerebekan. Bahkan dia menduga, Nur Iman sengaja dihabisi untuk menghilangkan saksi atas penyergapan Densus saat itu.

Johny menjelaskan, kedua terduga teroris yang dianggap bertanggungjawab atas bom bunuh diri di masjid Az-Zikra kompleks Mapolresta Cirebon itu diduga tersudut lantaran Densus menyergapnya di dua penjuru, dari arah Utara dan Barat Jalan Pelajar Pejuang, sehingga jelas bahwa situasi itu sudah dikondisikan.

Johny juga membantah keterangan Mabes Polri yang menyatakan Nur Iman tewas akibat peluru nyasar para terduga teroris. Pihaknya juga meragukan jika Sigit dan Hendro membawa senjata api saat itu. “Nur Iman satu-satunya orang yang menyaksikan penembakan saat itu,” pungkasnya.

Tim Investigasi juga telah melakukan penggalian data dari sejumlah warga di sekitar lokasi penyergapan. Namun hingga saat ini tim dari Komnas HAM belum bisa menemui keluarga Nur Iman karena rumahnya selalu dalam kondisi kosong.

“Kami belum bisa menemui keluarga Pak Nur Iman. Rumahnya selalu kosong. Keluarga Pak Nur Iman saat ini dalam masih perlindungan polisi. Kami tidak menggunakan kata ditahan, tetapi dilindungi untuk membatasi ruang geraknya. Terbukti kami tidak diberi kesempatan untuk bertemu,” ujar Johny kepada wartawan di Solo, Selasa (24/5/2011) petang.

Dalam investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM, menurut Johny, sangat sulit dipercaya jika disebutkan bahwa Nur Iman tertembak oleh serangan tembakan membabi buta yang dilakukan oleh Sigit cs seperti yang diriliskan oleh polisi.

Dipaparkannya, angkringan Nur Iman berada di tengah Gang Kantil 3, yang menjadi lokasi penyergapan. Sigit dan Hendro yang diburu Densus 88 masuk ke dalam gang tersebut dari arah utara. Sekitar 10 meter dari mulut gang itulah keduanya disergap polisi dan ditembak mati.

“Menurut informasi polisi keduanya lalu berbalik menembaki petugas. Nalarnya kalau dia berbalik maka dia menghadap ke utara lagi sehingga tidak mungkin tembakannya mengenai orang yang berada sekitar 50 meter di belakangnya. Lagipula kami meragukan Sigit Cs saat itu melakukan perlawanan bersenjata,” tegas Johny. dtk/okz

4 Tanggapan to “Teroris dan Nur Iman Sengaja Dihabisi Densus 88?”

  1. Karena keserakahan dunia, demi memegang Control-Grid atas New World Order, terorisme dipaksa ada sejak 9/11, sampai di ada-ada kan untuk memuluskan rencananya. Orang kecil miskin pasti jadi korban menandakan dalangnya yaitu dolongan kaya yang jahat. Terorisme hanya bisa dihentikan jika kaum ILLUMINAZI mendapat pencerahan Illahi. Love of Power menjadi Power of Love.

  2. Karena keserakahan dunia, demi memegang Control-Grid atas New World Order, terorisme dipaksa ada sejak 9/11, sampai di ada-ada kan untuk memuluskan rencananya. Orang kecil miskin pasti jadi korban menandakan dalangnya, yaitu golongan superkaya yang jahat. Terorisme hanya bisa dihentikan jika kaum ILLUMINAZI mendapat pencerahan Illahi. Love of Power menjadi Power of Love.

  3. Wong nDeso said

    Inilah celakanya Negara Demokrasi, ada negara dalam negara, segerombolan orang boleh membantai orang lain yang belum terbukti bersalah, tanpa ada yang bisa mencegah
    Betapa murahnya nyawa manusia di negeri ini, padahal membunuh satu orang tak berdosa ibaratnya juga membunuh seluruh umat manusia
    Masih ada pemimpinyakah negeri ini
    Semoga laknat Allah segera menimpa penguasa yang dzolim

  4. taUbat said

    Pernyataan Sikap GARIS atas Aksi Teror Densus 88 terhadap Umat Islam

    DEWAN PIMPINAN PUSAT

    GERAKAN REFORMIS ISLAM (GARIS)

    Sekretariat: Jalan Aria Wiratanudatar no.03 – 06 Cianjur, Jawa Barat. Telp (0263) 261475 – 261927. Fax (0263) 261927

    Bismillahirrohmanirrohin.

    Asyhadu alla ilaahaillallah wa asyhadu anna Muhammadurosululloh.

    Segala puja dan puji kami panjatkan kehadirat Alloh subhanahu wata’ala yang tiada rabb selain-Nya. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpah curah kepada makhluk termulia Muhammad Saw. Dan keapda seluruh umatnya hingga akhir zaman.

    Sehubungan dengan beberapa aksi brutal yang dilakukan Teroris Densus 88 di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka kami dari GARIS (Gerakan Reformis Islam) menyatakan:

    1. Penembakan yang dilakukan Densus 88 dan perburuan mereka terhadap orang yang diduga teroris tidak mencerminkan upaya pemberantasan paham radikalisme (deradikalisasi).

    2. Penembakan seorang muslim diarea masjid (di Makassar), tanpa kejelasan status orang tersebut dimata hukum adalah sebuah teror terhadap kaum muslimin dan penghinaan terhadap tempat ibadah.

    3. Aksi brutal Densus 88 dalam memberantas apa yang mereka sebut sebagai Terorisme adalah aksi biadab yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

    4. Menyeru ormas dan LSM untuk melawan arogansi dan teror Densus 88 kepada masyarakat.

    5. Mendesak pemerintah, khususnya Menkumham untuk mengadili kepada Densus 88 dan BNPT.

    6. Mengutuk Densus 88 dan mendesak seluruh pihak terkait untuk membubarkan Densus 88 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

    7. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan NKRI Bersyariah agar tercipta Indonesia yang baldatun thayyibatun.

    Cianjur, 14 Januari 2013

    Ketua Umum

    H. Chep Hernawan, S.E., M.B.A

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: