KabarNet

Aktual Tajam

Kapolda: Tahu Bahayanya Kalau Dirikan Negara Islam?

Posted by KabarNet pada 26/05/2011

Surabaya – Kapolda Jatim mempunyai pandangan bahwa NKRI lebih baik dari pada menjadi Negara Islam Indonesia (NII). Kenapa Irjen Pol Untung S Radjab mempunyai pandangan seperti itu ?
Dihadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur dan juga mantan anggota NII, Rabu (18/5/2011) malam, Untung menceritakan, saat dirinya menjabat sebagai Kapolwil Besuki, ada orang yang mengajak diskusi tentang perubahan NKRI menjadi NII. “Saya bertanya, kalau diganti menjadi negara Islam, apakah penduduknya dijamin masuk surga. Jawabannya belum tentu tidak,” ujar Kapolda Jatim.

Untung menerangkan, NII adalah cita-cita sekelompok orang bahwa dalam mendirikan negara syariat Islam akan menjadi lebih makmur. Padahal, belum tentu jika sudah dibangun NII akan menjadikan makmur rakyatnya.

“Ya yang enak ini, NKRI. Lakum dinikum waliyadin. Orang lain nggak boleh memaksa saya, saya juga nggak boleh memaksa orang lain. Agamamu agamamu, agamaku ya agamaku,” tuturnya.

Mantan Wakapolres Surabaya Selatan ini mengingatkan kepada mahasiswa dan pemuda agar tidak merasa paling pinter. Menurutnya, mahasiswa di Surabaya dan Jawa Timur ini bagian kecil dari mahasiswa di Indonesia, lebih kecil dari mahasiswa yang ada di dunia.

“Karena itu, jangan merasa hebat dulu. Silahkan membaca, karena pengetahuan kita harus lebih banyak. Kalau kita menempuh pendidikan yang lebihi tinggi, berarti masih banyak yang kita tidak tahu,” ujar kapolda yang mempunyai gelar doktor (DR).

Alumnus SMAN 4 Surabaya ini mengatakan, jika ada warga yang ingin mengklaim Indonesia menjadi negara syariat Islam, diminta untuk melihat sejarah berdirinya NKRI.

“Tahu bahayanya kalau mendirikan negara Islam. Yang mendirikan Republik Indonesia itu orang banyak, ada pemuda dari Ambon, Jawa, Makassar, Sumatera. Apakah kalau penduduknya mayoritas Islam kemudian diklaim menjadi negara Islam, itu dholim juga,” tuturnya.

Untung mengakui mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk melakukan perubahan karena perubahan itu perlu dikakukan, tapi harus dilihat situasi dan kondisinya.

“Dulu kalau nggak ada orang yang mokong-mokong (bandel) seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo mungkin nggak akan merdeka. Mahasiswa dan pemuda perlu melakukan perubahan. Nggak usah ngomong bangsa lah, tapi bagaimana kita membangun diri sendiri, membangun keluarga baru membangun Kota Surabaya membangun Jawa Timur,” jelasnya. detikNews

4 Tanggapan to “Kapolda: Tahu Bahayanya Kalau Dirikan Negara Islam?”

  1. PRAMUDYA said

    TENTANG NEGARA ISLAM.
    Belum pernah ada sejarah dimuka bumi yang namanya negara Islam, yang ada adalah negara yang para pemimpinnya atau penguasaanya yang harus tunduk pada penguasa central yaitu Sang Pencipta yang memegang jiwa setiap para Raja2 yang bengis yang mengumbar sifat2 ankara murka untuk merampok uang rakyat.

    Kalau diabad sekarang masih ada kelompok yang merasa ketakutan akan munculnya gerakan berdirinya negara Islam, tidak lain mereka adalah sisa2 keturunan Raja Herodes yang bengis, yang pernah memfitnah Yesus Putra Maryam sebagai gerakan makar untuk mengambil alih semua kekuasaan yang dimiliki raja yang bengis tersebut sehingga fitnahan tersebut diabadikan diatas tiang salib yang salah satunya bertuliskan “INRI” dengan terjemahan bahasa Ibrani yang artinya inilah Raja Yahudi.

    yang merupakan implementasi bahwa Yesus telah menjadi korban fitnahan dari kekejian para loyalitas Herodes yang identik dengan sikap dan metalitas yang penjilat pada Raja pendiri gerakan Zionisme.

    Kalau ada sekelompok umat mengajak untuk kembali kepada ajaran Islam bukan berarti manusia tersebut akan mendirikan negara Islam, tetapi mengajak para pemegang otoritas supaya kembali kepada system dimana pusat dari segala kekuasaan yang ada dialam semesta yang harus kita taati bukan sebuah system yang salah yang harus kita abadikan cukuplah kehancuran perekonomian Amerika sebagai negara besar dan pusat dari segala demokrasi sebagai pelajaran bagi orang kere munggah amben.

  2. SHARING said

    Apa benar banyak umat Islam Indoensia yang pro dengan bentuk negara Islam ?

    Bisa dikatakan bahwa umat Islam sebagai mayoritas penduduk Indonesia hampir tidak ada (sedikit sekali) yang ingin hidup di suatu negara Islam. Rata-rata muslim Indonesia tetap mencintai dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Yang ada adalah tekad kuat seluruh umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga keimanan Islamnya dari bahaya penyesatan, penistaan dan pemurtadan. Dan itu sangat dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

    Jadi merupakan alasan yang terlalu dicari-cari jika ada yang mengatakan bahwa umat Islam Indonesia banyak yang memimpikan hidup di suatu negara Islam, karena umat Islam Indonesia yakin bahwa dengan mendasarkan diri pada Pancasila dan UUD 1945 dirasa sudah cukup untuk mewadahi dan menjaga keseimbangan hidup antara pemenuhan kebutuhan jasmani di dunia dengan rohani kepada Allah SWT. Mayoritas umat Islam berfikir bahwa selama masih diberikan kesempatan hidup di dunia yang fana ini, urusan dunia (materi) tidak akan pernah ada habisnya walaupun kehidupan manusia ini hanya sekali dan terbatas saja sifatnya. Tapi untuk urusan bathin (rohani) sebesar apapun kemauan manusia tetap akan terputus (selesai) manakala sudah waktunya kembali kehadapan Allah SWT. Manusia tidak akan pernah bisa merealisasikan mimpinya untuk bisa hidup 1000 tahun lamanya, karena jodoh, rejeki dan nasib di tangan Allah SWT. Semua urusan yang pernah terlibat dengan kehidupan manusia di dunia sekecil apapun, pasti akan ditanya dan dimintakan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Tidak akan ada yang terlewati, karena Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatunya, baik yang diucapkan, diperbuat, maupun yang ada di hati sanubari atau fikiran hamba-2-Nya.

    Di dunia, manusia bisa tertawa sepuas-2nya, sesuka hatinya walau harus berdusta baik pada diri sendiri, orang lain maupun Sang Khalik. Tapi nanti dihadapan-Nya tak akan bisa sama sekali, karena semua organ-2 tubuh manusia akan berbicara sendiri dengan jujur atas semua yang pernah diperbuat olehnya tanpa bisa dikendalikan. Itulah salah satu bentuk pengadilan Allah SWT di akherat kelak setelah kiamat dunia dan Allah akan memberikan balasan atas semuanya. Perbuatan baik akan dibalas oleh-Nya dengan pahala, sedangkan perbuatan dosa akan dibalas oleh-Nya dengan siksa yang amat pedih, yang kemudian akan menentukan pula apakah manusia tersebut layak masuk ke surga yang diimpikan hampir sema umat manusia atau nyemplung ke dalam neraka jahanam yang amat ditakuti.

    Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sejak jaman beliau masih hidup hingga akhir jaman kelak akan muncul 30 orang pendusta (Dajjal) di permukaan bumi, dan beliau mengatakan bahwa tidak akan ada fitnah yang lebih besar (luas dampaknya) daripada fitnah Dajjal. Maka tak heran jika dijaman ini banyak fitnah yang kerap mendera umat Islam di seluruh dunia, khususnya terhadap umat Islam yang gigih menjaga keimanannya, yang tetap meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah SWT.

    Memang tidak dipungkiri bahwa sejarah mencatat pernah ada segelintir umat Islam yang ingin memimpikan berdirinya negara Islam di bumi nusantara ini. Tapi itu dulu sebelum Pancasila dan UUD 1945 lahir. Setelah Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUD 1945 lahir sebagai pedoman ketentuan NKRI, maka mimpi segelintir bangsa Indonesia itu sebetulnya sudah otomatis ditinggalkan, mengingat ternyata Pancasila dan UUD 1945 yang dirancang oleh para pendiri negara ini pun dianggap dan diyakini mampu menjamin kualitas hidup jasmani dan rohaninya, bahkan dianggap mampu menjaga dan mewujudkan kerukunan hidup beragama dalam nuansa Kebhinekatunggalikaan. Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu, yakni bangsa Indonesia.

  3. pakar said

    fkta mengatakn kebanykan ngara2 islam di dunia ini byk msalah perang saudara,pembunuhan,bom bnuh diri,bersukurlah kita hidup di alam Pancasila yg sejak dulu sdh dmai tp blakangan ini terusik oleh para teroris yg ingin mndirikan ngara islam sprti ABB!

  4. […] Kapolda: Tahu Bahayanya Kalau Dirikan Negara Islam? […]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: