KabarNet

Aktual Tajam

Kompromi Saling Melindungi Penjahat

Posted by KabarNet pada 26/05/2011

Jakarta – Balas dendam Muhammad Nazaruddin setelah dipecat dari kursi Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) bak kerupuk tersiram air. Keras di awal, melempem di akhiran. Bisa ditebak bila ada kompromi. Nazar awalnya menunjukkan sikap tidak mau legowo atas pemecatan dirinya. Ia merasa telah berjasa banyak untuk partai, tapi diperlakukan tidak adil. Tentu saja ia sakit hati dan tidak mau sengsara sendirian. Ia yakin ada rekayasa.

Maka tidak perlu menunggu lama-lama, begitu pemecatan dirinya diumumkan, Nazar langsung berkoar akan balas dendam. Ia akan membongkar borok semua elit PD. Politisi muda itu yakin kalau ia jahat, dai bukan satu-satunya penjahat. Kalau ia korup, ada elit PD yang juga korup. Ia sangat yakin banyak elit PD lainnya yang tidak beretika.

Nazar langsung menembakkan kemarahan kepada Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) PD Amir Syamsuddin dan Ketua DPP PD Andi Mallarangeng yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Amir dan Andi dituding merupakan pihak yang merekayasa pemecatan dirinya.

Amir juga dituding sebagai koruptor dan akan dilaporkan ke KPK. Pada Andi, Nazar menuding ia dan adiknya, Zulkarnaen (Choel) Mallarangeng, merupakan orang yang harus dimintai pertanggungjawaban bila ada kasus suap terkait proyek-proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga termasuk proyek Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang.”Semua proyek di Kemenpora itu yang setting Choel Mallarangeng atas sepengetahuan Menpora Andi Mallarangeng,” ujar politisi berusia 33 tahun itu.

Selain menyerang elit PD, Nazar juga akan balas dendam terhadap Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M Gaffar. Janedjri inilah yang mengungkap Nazar pernah mencoba memberikan uang sebanyak 120 dolar Singapura. Kasus pemberian uang ini dinilai Presiden SBY bukan merupakan hal yang remeh dan akhirnya berujung pada pemecatan Nazar.

Janedjri dituding menjadi broker semua proyek pembangunan MK. “Pengadaan barang dan jasa di MK, pembangunan gedung MK juga Diklat MK itu semua Sekjen MK yang mengatur dan melakukannya. Saya akan buka bagaimana setiap pengadaan barang dan jasa di mana Pak Sekjen MK yang mengatur pemenangnya,” kata Nazar.

Awalnya Nazar juga mengancam Ketua MK Mahfud MD dan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Tapi hingga kini Nazar belum mengungkap aib mereka. Terhadap Anas, Nazar tampaknya sudah memaafkan.

Semua pihak yang diserang Nazar langsung membantah. Amir dan Andi membantah melakukan rekayasa pemecatan Nazar. Amir juga menantang balik Nazar untuk membuktikan dirinya koruptor. Andi dan Choel pun bersikap serupa. Siap diperiksa KPK untuk membuktikan tudingan Nazar asal-asalan.”Silakan KPK usut saja tuduhan itu,” ujar Andi.

Para elit PD lainnya juga tidak percaya Nazar bakalan serius membalas dendam. Mereka tertawa saja menanggapi rencana buka-bukaan borok PD. “Saya tidak percaya. Buktinya saja dia bilang mau obrak-abrik MK, nyatanya tidak ada,” kata anggota Dewan Pembina PD Achmad Mubarok.

Nah setelah ramai-ramai dibantah, dan seperti tidak punya kawan lagi, Ruhut Sitompul yang awalnya vokal membela pun balik mendukung pemecatan, Nazar pun lantas seperti ragu-ragu untuk membalas dendam. Jangankan mendatangi KPK, ia malah dua kali membatalkan konferensi pers untuk buka-bukaan soal borok elit PD dan sekjen MK. Terakhir ia justru meminta belas kasihan Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD.

Ketika Nazar mulai melempem, politisi PD berbalik menujukkan gerakan membela kader yang baru dipecat itu. Sang bendahara yang disebut memberi uang pada Sekjen MK dan disebut-sebut terlibat suap terhadap Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dalam proyek Wisma Atlet itu dipertahankan dari posisinya di DPR. Bahkan ia pun dilindungi dari sentuhan Badan Kehormatan (BK) DPR yang ingin memeriksanya. Pengacara yang akan membelanya dari jeratan KPK pun sudah disiapkan.

Tidak aneh bila Nazar pun lantas diam. Nyanyiannya tidak terdengar. Gertakan untuk balas dendam itu rupanya sudah berhasil membuahkan kompromi. Sikap diam Nazar dibarter dengan pengamanan posisinya di DPR. PD pun diuntungkan, kasus Nazar bisa dilokalisir agar tidak meluas. Kader PD lainnya yang katanya juga melanggar etika pun bisa aman dari sorotan publik. Jadi masing-masing pihak saling untung, dan sama-sama saling melindungi.

Begitulah politik kita. Praktek kompromi untuk saling melindungi itu sudah membudaya, tidak hanya dilakukan PD tapi juga sudah dilakukan parpol lainnya. detikNews

Satu Tanggapan to “Kompromi Saling Melindungi Penjahat”

  1. WONGDUSUN said

    kesimpulannya : Mari kita tunggu kiamat kecil agar pejabat dan anggota partai yang korup pada tewas jadi korban bencana aja…. nanti kita dukung para anggota partai dan pejabat yang bersih dan bernasionalisme mutu Indonesia asli….. agar NKRI berdiri seperti yang diimpikan para pendiri NKRI….. amieeennnn!!!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: