KabarNet

Aktual Tajam

Ternyata Sigit dan Hendro Dijebak Densus 88

Posted by KabarNet pada 26/05/2011

Solo – Umat Islam harus ekstra waspada dan hati-hati kalau ada polisi Kristen yang menyatakan diri masuk Islam dengan membaca dua kalimah syahadat sehingga menjadi muallaf. Barangkali itu hanya jebakan agar umat Islam percaya dan akhirnya menjadi korban pembunuhan Densus 88. Polisi nampaknya menggunakan strategi penyusupan dengan pura-pura menjadi muallaf untuk masuk kedalam lingkaran gerakan Islam yang selama ini dikenal radikal.

Tidak menutup kemungkinan kasus mantan anggota polisi Sofyan Tsauri juga merupakan penyusupan sekaligus jebakan kepada para pemuda Islam. Pasalnya, Sofyan Tsauri  yang pura-pura militan dengan  berjenggot dan bercelana komprang dan berpicis haji, yang akhirnya menjadi sponsor pelatihan militer di Aceh dengan menyediakan dana dan berbagai jenis senjata. Bahkan Sofyan  Tsauri juga pura-pura diadili untuk meyakinkan umat Islam kalau dirinya bukan merupakan bagian dari infiltrasi polisi ke dalam tubuh ormas Islam yang dinilai radikal.

Kejadian yang mirip juga dialami Sigit Qordowi dan Hendro Yunanto yang dibunuh secara kejam oleh Densus di Sukoharjo beberapa waktu lalu. Bahkan penjual angkringan, Nur Iman, juga ikut dibunuh karena menjadi saksi kunci terbunuhnya Sigit dan Hendro.

Sebuah sumber pergerakan Islam di Solo kepada SI Online menjelaskan, Sigit Qordowi sebagai pemimpin tim Hisbah awal mulanya tidak radikal. Sigit bersama anggota tim Hisbah memang sering memimpin operasi anti kemaksiyatan seperti perjudian, minuman keras, pelacuran dan sebagainya. Tetapi tiba-tiba ada seorang polisi yang mengaku muallaf dan terus berusaha mendekati Sigit dan Hendro. Apapun keperluan Sigit dan Hendro selalu dicukupinya. Akhirnya Sigit dan Hendro berubah menjadi radikal setelah berkenalan dengan polisi muallaf tersebut.

“Sebenarnya teman-temannya di tim Hisbah sudah memperingatkan Sigit dan Hendro akan perilaku polisi muallaf yang selalu mendorong  agar berbuat radikal termasuk diadakan baiat. Tetapi keduanya tidak percaya karena kebaikan selama ini dari sang polisi muallaf,” ungkap sumber itu kepada SI Online.

Akhirnya pada suatu malam sang polisi muallaf menelpon Sigit dengan memberitahu kalau di Desa Sanggrahan Sukoharjo sedang ada perjudian. Karena merasa ditelphone oleh sahabatnya, Sigit mengajak Hendro dengan berboncengan sepeda motor untuk mendatangi tempat perjudian itu dengan maksud untuk membubarkannya. Tetapi ternyata itu hanya jebakan Densus dan menjadi telephone kematian untuk keduanya.

Menjelang keduanya tiba di TKP, anggota Densus sudah mengepungnya dan akhirnya membunuhnya dengan cara yang sadis. Terbukti 10 peluru bersarang di tubuh Hendro termasuk sebuah peluru yang menembus jidatnya. Bahkan di kedua pipi Hendro terdapat lebam-lebam seperti sehabis dipukuli. Sementara pada jenazah Sigit, sayangnya pihak keluarganya tidak membuka kain kafannya. Seandainya dibuka, barangkali kondisinya lebih parah dari Hendro.

Rep: Abu Ihya (SI ONLINE)- Wednesday, 25 May 2011 07:52 | Written by Shodiq Ramadhan

5 Tanggapan to “Ternyata Sigit dan Hendro Dijebak Densus 88”

  1. BANGSA YANG RENDAH ADALAH BANGSA YANG MENEMPATKAN JIWA MANUSIA DIBAWAH NILAI RUPIAH.

    Diabad sekarang tidak ada hal yang paling janggal yang tidak akan akan terjadi, itulah pola kehidupan Demokrasi yang bermuara pada pemujaan materi.

    Saya sebut saja Indonesia mutlak adalah bekas negara jajahan,begitu merdeka pemimpin indonesia lansung dihabisi pelan2.
    Diibaratkan bangsa indonesia yang baru saja merdeka seperti halnya dengan kehidupan orang “KERE” yang kehilangan induknya.

    Pada saat bangsa yang terpuruk dikenalkan paham pemuja harta benda (Kapitalis) spontanitas bangsa ini menjadi bangsa yang terkontaminasi oleh semua penyakit degradasi disemua aspek.

    Atau kata orang Jawa “Kere munggah amben”

    Jadi kalau ada insiden tentang pembunuhan Teroris yang imagenya adalah orang Islam bisa dikonotasikan yang dibunuh adalah kelompok Fundamentalis.

    Bisa jadi yang dibunuh orang sakit jiwa yang tidur diserambi mesjid atau dipinggir jalan. yang penting mereka harus melapor pada Sang majikan bahwa tim tersebut telah membunuh orang Islam yang idealis,
    Pemuja Iblis memahami arti dari sebuah nyawa umat Islam bisa dihargai dengan serpihan dolar, jadi kalau ada manusia yang sudah mengabdikan dirinya menjadikan pemuja materi, maka apapun nyawa manusia dihadapan antek2 Isrel adalah kecil,

  2. ibu prihatin said

    Semoga kluarga mereka Sigit dan Hendro diberikan kesabaran atas musibah ini amiiien… Perccayalah Alloh SWT tidak tidur, semoga tukang fitnah dan antek2nya, tukang jagal dan antek2nya yang sangat keji itu dilaknat Alloh SWT. amiiiien

  3. Karena keserakahan. Demi memegang Control-Grid atas New World Order, terorisme dipaksa ada sejak 9/11, sampai di ada-ada kan. Selalu golongan kecil miskin jadi korban, menunjukkan dalangnya, yaitu golongan superkaya jahat. Terorisme hanya bisa dihentikan jika kaum ILLUMINAZI mendapat pencerahan ILLAHI. Love of Power menjadi Power of Love.

  4. pakar said

    @catholic watch,klo osama bin laden n taliban sdh ada apa diadakan jg? komen anda terlalu keliatan provokasix…g mutu

  5. rakyat bicara said

    tulisan anda sangat menyesatkan, jangan provokasi umat muslim untuk membenci agama lain,
    semoga keluarga anda jadi korban aksi teroris agar anda merasakannya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: