KabarNet

Aktual Tajam

Wa Ode Nurhayati: Ada Penjahat Anggaran di DPR

Posted by KabarNet pada 27/05/2011

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhayati buka suara mengenai pimpinan DPR yang diduga ikut mengatur-atur anggaran. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, wakil ketua DPR yang menyurati Menteri Keuangan untuk menyetujui pos anggaran daerah.

Wakil rakyat asal Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan, surat wakil ketua DPR kepada menteri keuangan itu berisi mengenai dana stimulus bagi daerah. Namun daerah yang diusulkan ternyata bukanlah daerah yang membutuhkan dana stimulus.

“Misalnya Tabanan dapat stimulus 40 miliar, padahal Tabanan tak butuh dana stimulasi, sementara ada daerah tertinggal yang butuh dana malah tidak dapat dana,” ujarnya.

Daerah tersebut diantaranya adalah Marauke, Papua, Tabanan, Bali, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. “Atas kehilangan itu, saya menduga pimpinan DPR bersama pimpinan Badan Anggaran serta Menteri Keuangan menjadi bagian penjahat anggaran,” kata Nurhayati ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (27/05).

Atas tudingan tersebut, pimpinan DPR, khususnya Marzuki Alie, tersinggung gara-gara salah satu anggotanya melayangkan tuduhan. Tak main-main, pimpinan dewan disebut “penjahat” yang memainkan alokasi anggaran. Wa Ode Nurhayati yang membuat kuping pimpinan Dewan merah, khususnya Ketua DPR Marzuki Alie.

Marzuki menilai Wa Ode Nurhayati tidak etis karena menyebutkan pimpinan DPR sebagai penjahat anggaran karena ikut mengatur pos anggaran di Banggar DPR. Ketua DPR Marzuki Alie melaporkan anggota Fraksi PAN Wa Ode Nurhayati ke Badan Kehormatan DPR. Penyebabnya, dalam sebuah program dialog di televisi Nurhayati menyatakan “Pimpinan Dewan Penjahat Anggaran.”

Marzuki Alie marah besar disebut sebagai penjahat anggaran oleh anggota Komisi VII DPR dari FAN Nurhayati. Pimpinan DPR telah melaporkan hal ini ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

Marzuki menuturkan sebutan kurang enak tersebut disampaikan Nurhayati yang juga politisi PAN dalam acara talksow Mata Najwa di salah satu stasiun televisi swasta. Marzuki mengaku terganggu sekali dengan tudingan ini.

“Di Mata Najwa, dia bilang Menkeu, pimpinan banggar dan pimpinan DPR adalah penjahat anggaran. Kami pimpinan DPR tidak pernah terlibat dalam pembahasan, lobi ataupun pengesahan anggaran. Kalimat tersebut telah mengganggu kerja kami dalam menata DPR saat ini. Itu disampaikan di media yang ditangkap luas oleh publik,” paparnya.

Nurhayati sendiri saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mendapat panggilan dari BK DPR. Kalau pun dipanggil BK DPR, Nurhayati siap memberikan penjelasan.

Nurhayati berkisah tentang hilangnya 120 daerah tertinggal penerimaan bantuan. Sementara itu muncul 120 daerah baru yang seharusnya tidak menerima bantuan dana yang telah disepakati berkisar antara Rp 40-50 miliar.

Sementara itu, Anggota DPR Wa Ode Nurhayati tidak gentar dilaporkan Badan Kehormatan (BK) oleh Ketua DPR Marzuki ALie. Nurhayati meyakini ucapannya di ‘Mata Najwa’ terkait pimpinan DPR bersama Menteri Keuangan dan pimpinan Badan Anggaran sebagai penjahat anggaran adalah benar.

“Kalau dipanggil BK saya siap. Tapi sampai hari ini belum ada. Bahwa ada beberapa sumber berusaha menyampaikan (laporan) itu benar. Saya siap dipanggil karena yang saya sampaikan. Sebagai anggota Dewan saya menyampaikan benar itu benar, salah itu salah,” kata Nurhayati saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/5/2011).

Nurhayati mengaku tidak sembarang bicara. Dia memiliki data terkait rapat badan anggaran. Nurhayati memberi contoh dalam penyusunan dana untuk daerah tertinggal. “Kita cuma menegaskan komitmen pemerintah. Ada 120 kabupaten, untuk dana penyesuaian daerah tertinggal, sesuai hasil rapat banggar mendapatkan dana, tapi mereka malah tidak mendapat dana yang diminta,” terangnya.

Karena itu, Nurhayati mempertanyakan kepada pemerintah kenapa daerah itu tidak mendapatkan anggaran. “Waktu itu Menkeu bilang akan sampaikan secara tertulis. Sementara pemerintah harus menjelaskan. Ini rumusan kapasitas fiskal, jadi kesepakatan rapat itu angkanya variatif maksimal Rp40 miliar,” terang Nurhayati.

Dalam rapat dengan pemerintah waktu itu, sudah ada simulasi angka. Namun, secara mengejutkan muncul peraturan menteri nomor 25. “Dari simulasi yang dibuat pemerintah hilang 120 daerah yang harusnya mendapatkan dana. Dan, keluarnya 120 daerah itu tidak diputuskan resmi dalam Banggar,” tuturnya.

Dengan berubahnya simulasi yang tidak sesuasi, maka ia menduga ada indikasi bahwa simulasi itu dibuat oleh pimpinan Banggar. “Saya sebagai anggota panja transfer daerah tidak pernah membuat itu,” tuturnya.

Nurhayati dalam acara ‘Mata Najwa’ pada Rabu (25/5) yang bertema ‘Mafia Angka’ menyebut pimpinan DPR bersama Menteri Keuangan dan pimpinan Badan Anggaran sebagai penjahat anggaran. Marzuki merasa tersinggung atas ucapan itu. Ucapan ini yang memicu kemarahan Marzuki sehingga melaporkannya ke BK. [kn/dtk/inl]

5 Tanggapan to “Wa Ode Nurhayati: Ada Penjahat Anggaran di DPR”

  1. MENGGELEGARNYA SUARA KARTINI DARI GEDUNG SENAYAN YANG MENENTUKAN BANGKRUT ATAU BANGKITNYA NEGERI DARI SANTAPAN KORUPTOR

    Saatnya gerakan Mahasiswa penyelamat Bangsa dan Negara untuk segera bertindak dalam menindak lanjuti Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhayati buka suara mengenai pimpinan DPR yang diduga ikut mengatur-atur anggaran. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, wakil ketua DPR yang menyurati Menteri Keuangan untuk menyetujui pos anggaran daerah.

    Sekarang kalau sudah ada sinyal masuk yang dikumandangkan seorang cewek dari dalam gedung Senayan, terus bagaimana dengan Mahasiswanya yang terkesan impoten khususnya para cowok yang duduk diperguruan tinggi.

    Perbaiki dulu negerimu baru protes ke Rektorat, Mahasiswa jangan mencerminkan seperti gerombolan Preman yang menguasai “Kampus”

  2. BANGSAKU YANG TERBUAI PAHAM PEMUJA MATERI BANGUNLAH SAYANG!!
    MARI SAMBUT SUARA ANAK NEGERI BIAR TIDAK SENDIRIAN.

    Nurhayati, kami mengharapkan Amar-makrufmu sebagai hamba Allah yang berani mengatakan yang Hak ditengah-tengah Serigala yang kelaparan semoga dicatat oleh Allah setara dengan memperoleh pahala Lailatul qadr, sebagai wistle blower seharusnya anda mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kalau memang SBY benar2 menghunus pedang untuk perang melawan korupsi.

  3. KPK harus bersikap proaktif dalam mensikapi Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Wa Ode Nurhayati buka suara mengenai pimpinan DPR yang diduga ikut mengatur-atur anggaran.

    Jangan sampai KPK bertindak lamban yang akhirnya akan mengulang skandal yang menimpa Nazaruddin.

    Dan KPK segera mengklarifikasi tentang kasus di Banggar DPR, hargailah suara Nurhayati sebagai Whistle Blower dan sangatlah sulit diabad sekarang mencari sosok seperti Nurhayati.

  4. Mari dukung gerakan 10.000.000 Dukungan Nurhayati dijejaring sosial Facebook terhadap ancaman antek2 Marzuki Ali.

  5. gantung koruptor said

    lnjutkan prjuanganmu Nurhayati…DPR =sarang penyamun!!!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: