KabarNet

Aktual Tajam

RUWATAN NASIONAL USAI, KRISIS TERUS BERLANJUT

Posted by KabarNet pada 29/05/2011

Oleh: R. Mintardjo Wardhani

Artikel ini sengaja saya tulis untuk mengenang runtuhnya Rezim Orde Baru bersamaan lengsernya Suharto sebagai Presiden RI ke 2 sekitar tiga belas tahun yang lalu, atau persisnya 21 mei 1998. Lengsernya Suharto sebagai penguasa Rezim Orde Baru tersebut  berawal dari adanya berbagai musibah, bencana serta krisis ekonomi nasional pada pertengahan tahun 1997, yang sebenarnya awal dari semua bencana, musibah maupun krisis tersebut akibat dari terjadinya krisis moral.

Untuk mengatasi krisis ekonomi nasional yang melanda bangsa Indonesia tersebut, Rezim Orde Baru telah berusaha dengan berbagai cara, selain mengerahkan semua pakar yang ada, Suharto juga mengerahkan pakar-pakar senior yang sebenarnya telah lengser keprabon dan sedang menjalani topo-broto diantaranya : Wijoyo Nitisastro, Radius Prawiro, Frans Seda dan masih banyak lagi. Bukan hanya minta bantuan kepada para pakar yang sudah lengser keprabon itu saja yang dilaku-kan oleh penguasa orde baru, bahkan tanpa malu-malu meskipun sangat memalukan Rezim Orde Baru juga mengemis bantuan kepada IMF.

Kalau dalam kisah pewayangan apa yang dilakukan Rezim Orde Baru tersebut telah total football, semua kekuatan telah dikerahkan termasuk para Begawan dan Pandhito yang sebenarnya sedang bertapa, mereka bukan saja dimintai petunjuk namun sudah langsung ikut terjun dalam peperangan, bahkan tanpa malu-malu minta Bolo-Kurowo pun juga dimintai bantuan, yang sebenarnya hal ini tidak lazim dalam dunia pewayangan.

Dikala pemerintah Orde Baru berupaya mengatasi krisis ekonomi dan berbagai musibah yang berkepanjangan yang melanda bangsa kita ini, muncul ide atau gagasan dari dukun Politik megeri ini yaitu Suhardiman SE, tentang perlunya diadakan Ruwatan Nasional agar bangsa Indonesia segera terbebas dari segala bencana serta berbagai krisis berkepanjangan.

Ruwatan, bagi bangsa  Indonesia khususnya suku Jawa, merupaka upacara tolak balak ( menolak  bencana ) agar keluarga terhindar dari segala bencana dan musibah. Pada umumnya yang meng-adakan upacara Ruwatan adalah mereka yang anaknya atau keluarganya mempunyai predikat sukerto ( anak tunggal = ontang-anting kebanting, anak dua perempuan = kembang setaman, anak lima laki semua = pendowo limo dan ada beberapa lagi ) yang kalau tidak diruwat akan celaka karena akan di mangsa oleh Betoro-kolo.

Dalam upacara Ruwatan tersebut biasanya disertai dengan pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “ Gugurnya Betoro Kolo “. Betoro-kolo adalah raksasa pemakan manusia yang mempunyai kesaktian luar biasa yang juga sebagai simbul keserakahan, kerakusan, ketamakan serta ankara-murka.

Singkat cerita, dalam lakon tersebut ada sebuah negara yang tanahnya subur-makmur, gemah ripah, loh-jinawi dan kehidupan rakyatnya toto-tentrem kerto-raharjo. Diberi kekayaan alam yang begitu melimpah ruah ternyata penduduknya semakin hari lupa diri, mereka semakin hari semakin jauh dari menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa, bahkan semakin hari semakin semaunya sendiri; perjudian ( berbagai bentuk perjudian dilihalkan ), pelacuran tumbuh subur dimana-mana baik yang terang-terangan maupun yang samar, penduduknya senang bermabuk-mabukan dan senang membuat keonaran dan celakanya para Pendeta dan pemimpin agama tak berdaya menghadapinya.

Pada suatu ketika negara tersebut mendapat musibah beruntun yang berkepanjangan, mulai dari bencana alam,bencana kelaparan, pagebluk ( wabah penyakit menular yang cepat mematikan) pembunuhan misterius dimana-mana, sehingga menimbulkan ketakutan yang mencekam dikalangan rakyat. Dampak dari semua peristiwa tersebut mengakibatkan hancurnya perekonomian Negara ( krisis ekonomi ).

Sumber dari segala bencana tersebut tak lain karena adanya penguasa baru di Bumi berupa Raksasa pemakan manusia yang sangat sakti mondroguno bernama Betoro-kolo, yang memang sengaja diturunkan ke bumi untuk memberi peringatan kepada manusia di Bumi, karena sudah tidak lagi mau mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Sesuai kodratnya sebenarnya Betoro-kolo hanya boleh makan/memangsa manusia yang berpredikat sukerto, namun dasar raksasa rakus dan tak tahu diri, siapapun yang berani mencoba menghalangi niatnya pasti akan dilibas habis, jangankan menghalangi niatnya, ngrasani saja bisa-bisa besuknya hilang misterius, karena selain mempunyai kesaktian luar biasa, Betoro-kolo juga mempunyai penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam ( intelnya canggih ). Telah banyak rakyat yang menjadi korban keganasan Betoro-kolo, bahkan tidak sedikit pula tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi korban kekejamannya, namun tidak seorangpun dapat menghentikannya.

Ketika di Bumi gonjang-ganjing, terjadi kekacauan yang telah banyak menelan korban manusia tak berdosa, para Dewa di Kahyangan tidak tega melihatnya dan akhirnya para Dewa mengadakan rapat pleno yang langsung dipimpin oleh Mahadewa Betoro-guru.

Hasil keputusan rapat pleno ada tiga :

pertama kekacauan di Bumi harus segera dihentikan dan Betoro-kolo harus dihabisi,

kedua yang mendapat tugas menghabisi Betoro-kolo adalah Bima ( Jagal Abilowo ),

ketiga yang mendapat tugas menemui Bima adalah Betoro Narodo, sosok Dewa  yang kecil tapi tegas dan bijaksana.

Selanjutnya berangkatlah Betoro Narodo dari Kahyangan menuju Bumi menemui Bima untuk menyampaikan tugas suci yang harus dilaksanakan oleh Bima, yaitu menghabisi Betoro-kolo.

Setelah bertemu dengan Betoro Narodo dan mengerti tugas yang harus dilakukan, maka berangkat-lah Bimo mencari Betoro-kolo dengan membawa senjata pamungkasnya yang bernama Godo Rujakpolo. Setelah Bima bertemu dengan Betoro-kolo terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat, namun akhirnya Betoro-kolo dapat dihancur leburkan oleh Bima dengan senjata Godo Rujakpolo. Setelah Betoro-kolo gugur, selanjutnya Negara kembali aman tentram damai seperti sediakala dan akhirnya selesailah acara ruwatan.

Sekarang tentu timbul pertanyaan, apa hubungan cerita ruwatan dengan krisis yang melanda bangsa Indonesia yang belum kunjung selesai hingga sekarang ini?

Jawabnya tentu tidak ada. Jadi sebenarnya penulis hanya berandai-andai. Seandainya yang dimaksud Suhardiman tentang perlunya ruwatan Nasional adalah perlu tumbangnya Rezim Orde Baru yang memang telah begitu lama menyengsarakan rakyat dan begitu banyak membawa korban manusia tak berdosa ( tragedi Tanjung Priuk, tragedi Lampung, Aceh dan masih banyak lagi ) dan juga telah merampas hak-hak azasi rakyat, serta memporak porandakan sendi-sendi perekonomian negara, serta membiarkan bahkan melegalkan tumbuh suburnya berbagai macam kemaksiatan, maka dengan tumbangnya Rezim Orde Baru tersebut, berarti bangsa ini sudah usai melaksanakan ruwatan nasional.

Persoalannya sekarang adalah, jikalau yang dimaksud ruwatan nasional adalah  tumbangnya Rezim Orde Baru, mengapa ruwatan nasional sudah usai dilaksanakan tapi krisis masih berlanjut?

Jawabnya mungkin alur cerita telah menyimpang dari sekenario, atau menyimpang dari pakem pewayangan, sebab dalam cerita ruwatan sesuai dengan skenario yang baku, yang dapat membunuh Betoro-kolo hanyalah Bima, satria gagah-perkasa, jendral perang yang sangat sakti mondroguno, itupun harus dengan senjata pamungkasnya yaitu Godo Rujakpolo, sedangkan yang terjadi di Negara kita kalau tumbangnya Rezim Orde Baru kita ibaratkan tumbangnya Betoro-kolo, maka yang menumbangkan Betoro-kolo bukannya Bima ( Jagal Abilowo ) melainkan Petruk dan konco-konconya, dengan demikian maka sesungguhnya ruwatan nasional belum selesai, jadi istilah pewayangannya baru perang kembang.

Petruk dalam dunia pewayangan adalah rakyat biasa yang kebetulan menjadi punokawan atau abdi dari para ksatria Pendawa. Petruk mempunyai sebutan atau predikat Kantong-bolong, yang artinya gudangnya ilmu, selain ilmunya luas petruk juga tempat bertanya para satria yang diikutinya. Dalam perjuangannya Petruk tidak pernah membawa senjata bedil, meriam atau godo, karena Petruk memang tidak mempunyai senjata. Dalam berjuang Petruk hanya bermodalkan kekuatan moral  kejujuran dan kejernihan berfikir karena tidak ada kepentingan pribadi. Karena hanya sebagai rakyat biasa dan tidak pernah berpolitik yang tentunya Petruk mempunyai kelemahan dan kelemahan utama adalah tidak punya konsep ketata-negaraan yang jelas, akibatnya setelah Betoro-kolo tumbang, Petruk kebingungan sendiri tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Dalam keadaan Petruk kebingungan apa yang harus diperbuat setelah menumbangkan Betoro-kolo, ternyata munculah Gareng memegang kendali Negara.

Gareng ini kecil tapi cerdas namun ada keterbatasan, Gareng juga Punokawannya Pendowo yang juga kakaknya Petruk, tapi kelihatannya sudah kena pengaruh Betoro-kolo karena sekali lagi disitulah letak kehebatan Botoro-kolo, dapat mempengaruhi siapa saja.

Ketika Gareng memegang kekuasaan ternyata negara semakin kacau, kekacauan dan pemberontak an dimana-mana semakin gencar, maklum soal urusan keamanan memang Gareng bukan ahlinya bahkan kelihatan cengengesan.

Dalam situasi keamanan Negara yang semakin kacau akhirnya rakyat tak percaya dengan kepemimpinan Gareng, sehingga mau tidak mau Gareng harus lengser juga., jadi Gareng hanya sebentar memegang kendali Negara.

Selanjutnya setelah Gareng lengser muncullah Semar atau Kiai Bodronoyo memimpin Negara.

Semar ini dalam pewayangan merupakan Bapaknya para Punokawan, sosok orang tua yang penampilannya sangat sederhana namun sangat dihormati siapa saja, karena Semar atau Kiai Bodronoyo menurut yang percaya diberi kelebihan Ilmu terutama Ilmu ghaib, sehingga Semar merupakan manusia yang paling banyak dimintai petunjuk atau nasehat, baik rakyat biasa lebih-lebih para penguasa, setiap hari, bahkan setiap jam, atau menit ada saja orang yang datang kepada Semar untuk minta petunjuk, baik untuk urusan rezki, jabatan, maupun urusan akhirat.

Dalam memimpin Negara ternyata Semar sangat santai, rakyat mau ngomong apa saja tidak dilarang, namun sekali lagi Semar juga tidak mempunnyai kapasitas untuk ngurusi Negara sehingga kekacauan dimana-mana masih terus berlanjut bahkan semakin hari semakin kacau, hal lain yang menjengkelkan rakyat dalam kondisi Negara yang kacau balau Semar justru mengeluarkan jurus aji mumpung, nglencer kesana kemari tak tahu apa yang dicari.

Karena situasi Negara semakin kacau akhirnya rakyat juga semakin tidak percaya terhadap kepemimpinan Semar.

Celakanya menghadapi protes rakyatnya, Semar justru sering mengeluarkan senjata andalannya yaitu kentut / buang angin ( yang tentunya baunya tidak sedap ) dan hal inilah yang tentunya justru semakin menambah ruwetnya Negara. Karena terus menerus mengumbar senjata andalannya yang berbau tidak sedap akhirnya rakyatpun tidak senang dan Semarpun akhirnya dilengserkan juga.

Setelah Semar lengser ternyata yang menggantikan bukan satria Pendowo melainkan Limbuk. Limbuk adalah punokawan seperti halnya Semar, Gareng dan Petruk tapi bukan punokawan dari Amerta ( Pendowo ), namun mengabdi atau negenger pada para satria Kurowo ( Astina ), jadi mana mungkin bisa membereskan Negara yang carut-marut.

Dalam menjalankan pemerintahannya sebenarnya Limbuk agak cerdik juga, ia berusaha mendekati beberapa ksatria Pendowo yang sudah mulai sadar dari tidur panjangnya, namun tentunya mustahil bisa menggaet para satria Pandowo untuk membantu dirinya, mengingat latar belakang Limbuk sendiri ngenger kepada Kurowo atau musuh Pandowo, jadi tentu yang bisa digaet membantu dirinya hanyalah para satria dari Kurowo, diantaranya adalah patih Sengkuni.

Kekuasaan Limbuk inipun tidak berjalan lama karena rakyat sudah tidak sabar lagi melihat kepemimpinan Limbuk yang justru tidak pro rakyat, bahkan banyak asset-aset vital Negara dijual kepada Kurowo.

Setelah kejatuhan Limbuk muncullah Lesmono Mondrokumuro yang memegang kendali Negara, Lesmono Mondrokumoro ini sebenarnya seorang satria tapi lagi-lagi bukan satria dari Pendowo atau Amerta namun satria dari Astina atau Bolo Kurowo.

Ketika kendali Negara dipinpin oleh Lesmono Mondrokumoro pada awalnya rakyat tidak menyadari bahwa Lesmono Mondrokumuro adalah Bolo Kurowo (  musuh dari Pendowo ), karena Lesmono bisa mengendalikan Negara yang tadinya kacau balau menjadi tenang, ya maklum namanya satria jadi banyak juga pengikut dan penasehatnya, sehingga beberapa pemberontakan bisa diredam, perekonomian negera semakin hari juga semakin berjalan normal, dan dalam bidang hukum juga mulai ada keberanian untuk menindak para koruptor, bahkan lembaga anti korupsi tersebut sudah berani menindak kalangan elit, sehingga rakyatpun mendukungnya.

Perbaikan dibeberapa sektor tersebut ternyata tidak berjalan lama, karena Lesmono Mondrokumoro mulai menampakkan sifat aslinya sebagai orang Kurowo, kebijaksanaannya semakin hari semakin  merugikan Negara dan rakyat, sebaliknya hanya menguntungkan pribadinya atau orang dekatnya atau lingkungannya, baik dalam bidang hukum, ekonomi, maupun politik, sehingga semakin hari kondisi Negara semakin kacau balau.

Kondisi Negara yang semakin hari semakin kacau balau ini sulit untuk menguraikannya, mungkin bisa jadi karena kebodohan atau ketidak tegasan Lesmono Mondrokumoro itu sendiri, atau ulah orang-orang sekitarnya yang memang memanfaatkan ketidak tegasan Lesmono Mondrokumoro.

Perlu diketahui bahwa Lesmono Mondrokumoro ini meskipun seorang satria tapi suka bersolek dan senang tebar pesona serta peragu, sehingga orang-orang disekitarnya banyak memanfaatkan kelemahan tersebut, diantaranya penasehat sekaligus jurubicaranya yaitu Pandito Durno yang pakar adu domba, dan patihnya Sengkuni manusia plint-plant dan pembohong.

Dibidang penegakan hukum yang tadinya menjadi kebanggaan rakyat mulai dikebiri,bahkan mau dihabisi, karena lembaga ini semakin berani menindak siapapun bahkan sampai lingkungan kekuasaan.

Dibidang eknonomi, Negara yang kaya raya dengan sumberdaya alamnya yang melimpah ruah ternyata hanya menguntungkan segelintir manusia para kartel dilingkungannya, bahkan berbagai tambang dikuasai oleh orang kurowo, sedang rakyat semakin hari semakin bertambah miskin.

Dibidang hak azasi manusia ternyata banyak terjadi pelanggaran hak azasi manusia, maklum patih sengkuni ini tidak faham hak azasi yang penting dapat pujian dari Lesmono Mondrokumoro, maka apapun dilakukan guna memuaskan Lesmono Mondrokumoro yang memang mendapat perintah langsung dari Prabu Duryudono penguasa Kurowo.

Bidang moral, jangan tanya lagi yang satu ini, kemaksiatan berupa pelacuran, narkoba, pornografi tumbuh subur dimana-mana, bahkan diruang dewanpun korupsi dan pornografi bertebaran.

Jadi kondisi Negara ketika dipimpin oleh Lesmono Mondrokumoro menurut survey ternyata masih jauh lebih baik ketika jamannya Betoro Kolo.

Oleh karena alur cerita menyimpang dari skenario ( seharusnya yang membunuh Betoro-kolo adalah Bima bukan Petruk ), maka yang terjadi adalah : dengan kesaktiannya yang luar biasa sebenarnya Betoro-kolo belum mati, tapi pura-pura mati atau paling banter klenger. Oleh karena  sebenarnya  saat ini Betoro-kolo belum mati maka Betoro-kolo masih leluasa berbuat apa saja, termasuk kemungkinan membuat keonaran dan kekacauan dimana-mana dan memang begitulah kodratnya.

Jadi kepemimpinan Gareng dan Semar atau Limbuk itu memang sifatnya sementara hanya selingan saja dan dalam pewayangan merupakan perangnya para punokawan ( goro-goro ), bukan perang yang sebenarnya, maka tentunya nanti akan ada peperangan yang sebenarnya yang tentunya sangat dahsyat, yaitu perangnya Bima melawan Betoro-kolo.

Namun jika lakonnya adalah perang Beronto Yudho bukan hanya sekedar ruwatan, maka perang yang sebenarnya adalah perang antara Amarta ( Pendawa ) dengan Astina ( Kurowo ), jadi perang ini terjadi secara besar-besaran yang melibatkan seluruh satria Pendawa maupun Kurowo, inilah yang kita khawatirkan jangan sampai terjadi perang Baroto Yudho, karena bila ini terjadi hancurlah negeri ini.

Lantas apa yang harus kita perbuat sekarang, mungkinkah kita mencari Bima? Dimanakah Bima sekarang? Celakanya ternyata Bima baru bangun dari tidur panjang karena kekenyangan  makan hasil kolusi dengan Betoro-kolo, jadi rasanya tak mungkin kalau Bimo saat ini disuruh menghabisi kawan kolusinya.

Kalau begitu, mungkinkah kita mencarai Puntodewo ( sulung dari Pemdowo Limo ), satria super sabar yang tutur katanya lemah lembut dan terkenal darahnya putih karena tidak mempunyai dosa karena memang tidak pernah berbuat dosa namun mempunyai kesaktian yang tidak kalah dengan Bima?

Ternyata lebih celaka lagi, sekarang Puntodewo bukan yang dulu lagi, Puntodewo sekarang sudah tidak tahu mana yang halal dan mana yang haram, bahkan sekarang Puntodewo sudah mempunyai hobi senang mencaci-maki, bersemangat berebut kursi dan bernafsu melihat paha dan udel di TV.

Jadi kesimpulannya, hingga saat ini ruwatan nasional sebenarnya belum selesai karena Betoro-kolo belum mati, karena yang terjadi masih perang kembang sehingga krisis masih berlanjut dan kita tidak tahu yang terjadi selanjutnya hanya perangnya Bimo melawan Betorokolo atau nanti ada perang Baroto Yudho antara Pendowo ( Amerta ) melawan Kurowo ( Astina )

Masalah lain yang tidak kalah ruwetnya yang dihadapi bangsa ini adalah terlibatnya Bolo-kurowao, karena telah terlanjur mengemis bantuan kepada Bolo-Kurowo, bahkan telah mengangkat Lesmono Mondro Kurowo sebagai pemimpin, padahal jelas-jelas Lesmono adalah Bolo Kurowo.

Kita semua tahu siapa sebenarnya Bolo-Kurowo itu, Bolo-Kurowo adalah mBahnya atau biangnya keonaran karena penasehat mereka adalah Pandhito-Durno si pakar adu domba, dan patihnya adalah Sengkuni manusia plin-plan dan pembohong yang selalu mengumbar janji tapi selalu diingkari.

Lantas sekarang apa sebenarnya yang harus diperbuat bangsa ini agar segera keluar dari krisis ?  Kalau kita harus mengikuti skenario ruwatan, pasti tidak mungkin karena skenarionya sudah menyimpang dari pakem pewayangan, atau memang perang yang sekarang ini barulah perang antar punokawan, sedangkan tokoh Bimo sendiri memang belum muncul, kalau begitu adanya, pada saat ini apa yang harus kita perbuat sambil menunggu kemunculan Bimo.

Jadi seyogyanya kita kembali kepada Allah, Sang pembuat Skenario yang Maha Sempurna, Sang Pengatur Yang Maha Sempurna dan Maha Bijaksana, kita serahkan persoalan ini sepenuhnya kepada Allah swt dengan mengadakan taubatan Nasional, kita mengakui segala kesalahan yang kita perbuat, kita tinggalkan  segala kemaksiatan, kita hancurkan kesombongan kita, kita mohon ampun kepada Allah, kita tidak akan mengulangi kesalahan yang lalu, kita sujud tunduk sepenuh hati kehadlirat illahi, kita ikuti segala aturan yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta yang memang bertujuan agar manusia selamat dunia terbebas dari segala bencana serta malapetaka, dan bahagia akhirat, karena memang hanya Allah-lah pembuat skenario terbaik dan sempurna, bukan membuat aturan sendiri karena sudah terbukti hanya kehancuran dan kesengsaraan yang bisa didapat.

KITA TERLALU BANYAK BERBUAT DOSA.

Kita semua sadar bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragama, sehingga saya yakin bahwa bangsa kita juga bangsa yang percaya kepada Allah, percaya kepada kekuasaan Allah, percaya bahwa apa yang terjadi di jagad raya ini semuanya direncanakan oleh Allah, tak satupun peristiwa di jagad raya ini bisa terjadi tanpa direncanakan oleh Allah, termasuk musibah/bencana yang melan da bangsa kita ini. Bahkan kita juga harus percaya bahwa perginya/terbangnya seekor nyamuk juga direncanakan oleh Allah, karena kalau kita mau belajar dari sejarah, betapa seekor nyamuk dapat merubah sejarah peradaban manusia.

Kita masih ingat betapa seekor nyamuk dapat membunuh raja Namrudz yang begitu perkasa, kita masih ingat betapa seekor nyamuk dapat membunuh Raja Alexander Yang Agung/The Great Alexander/ Alexander Sang Penakluk dari Macedonia yang telah banyak menaklukkan Raja-raja terkenal, tidakkah semua itu telah direncanakan oleh Allah.

Bahkan jatuhnya sehelai daunpun juga telah direncanakan oleh Allah, sebagaimana dalam surat Al An-am  ( VI )ayat 59, yang artinya :

tidak sehelai daunpun yang gugur tanpa diketahuiNya dan tidak sebutir bijipun yang tersem- bunyi dalam gelap gulita dan tiada benda yang basah dan yang kering yang tidak tertulis dalam kitab lauhul-mahfuzh”.

Sekarang tentunya timbul pertanyaan, mengapa Allah membuat umatnya menderita dengan berbagai musibah, tidakkah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang ? Jawabnya, semua musibah /bencana tersebut sebenarnya oleh Allah dimaksudkan sebagai peringatan bagi manusia yang beriman atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya agar mau introspeksi kemudian kembali ke jalan yang benar, namun bagi manusia yang tidak beriman musibah/bencana tersebut memang merupakan adzab sebagai balasan atas dosa-dosa yang dibuatnya, sesuai dengan firman Allah dalam surat Ar-rum ( 30 ) ayat 41, yang artinya :

“ telah timbul kerusakan-kerusakan didaratan dan dilautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri, sehingga Allah merasakan kepada mereka sebagian dari pembalasan dosanya, semoga mereka kembali kejalan yang benar”.

Lantas dosa apa yang diperbuat bangsa ini sehingga Allah menurunkan berbagai musibah/bencana? Minimal tentunya  ada dua dosa besar yang dibuat bangsa ini.

Pertama dosa kepada Allah .

Sebenarnya kalau mau jujur, bangsa kita ini termasuk bangsa yang dimanjakan oleh Allah dengan berbagai kekayaan alam yang melimpah ruah yang tidak ada bandingannya dengan negara manapun didunia ini ( mulai dari kekayaan laut, tambang emas, tambang minyak, batu-bara, hutan dan lain sebagainya ) sampai-sampai ada seorang guru besar dari Al-Azhar Kairo, tercengang waktu berkunjung ke Batu-Malang, dia berucap kagum :

“ subhanllah ….  ini adalah sebagian dari sorga yang Allah berikan kepada manusia “

Akan tetapi meskipun diberi sorga ternyata bangsa kita ini termasuk bangsa yang berani menentang Allah :

  • Bangsa kita memang termasuk bangsa yang bebal dan berani menantang Allah, Agama selalu mengajarkan kita supaya kita menjaga lingkungan, namun yang terjadi justru sebaliknya, lingkungan kita rusak, hutan-hutan yang merupakan kekayaan alam sekaligus paru-paru dunia dibabat dan dibakar membabi buta, perut bumi dibor/ dikeruk isinya tanpa memikirkan akibatnya
  • Allah dengan jelas melarang semua bentuk perbuatan maksiat ( pelacuran, perjudian dan minuman keras) tapi kenapa hal tersebut justru tumbuh subur di negeri ini yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam. Mengapa diskotek yang jelas-jelas sarangnya minuman keras, ekstasi, sabu-sabu dsb. yang terang-terangan merusak moral generasi bangsa direstui? ada yang beralasan kalau tidak ada diskotek tidak ada turis yang masuk ke negeri ini, mengapa jaminan turis mengalahkan jaminan Allah. “ Jika sekiranya penduduk kota-kota itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu rahmat dari langit dan bumi” ( Al-A’raf 96 )
  • Televisi kita setiap hari hanya berlomba menyiarkan tayangan-tayangan yang jorok/sadis dan tak bermoral yang hanya memamerkan paha dan udel?, bahkan sinetron-sinetron yang dibungkus dengan label agama isinya justru hanya kekerasan, perkosaan, perselingkuhan dan pelecehan, sudah begitu rendahkah martabat bangsa ini, seakan-akan dinegeri ini sudah tidak ada aturan lagi, kebebasan kita sudah kebablasan jauh melebihi kebebasan dinegara yang katanya kafir ( Rusia , RRT ). Mengapa para pemuka agama kita dan ulama juga tak berdaya, mungkinkah mereka  juga sudah ikut bernafsu menikmati ? anehnya malah ada tokoh yang katanya juga kiai malah mendukungnya.
  • Korupsi, Kolusi dan Nepotisme begitu membudaya di negeri ini, rasanya tak satupun lembaga dinegara kita ini terbebas dari KKN, dan yang lebih menyedihkan, departemen Pendidkkan departemen Agama dan departeman Kesehatan yang seharusnya menjadi benteng moral/mental bangsa justru menjadi pelopor KKN, bahkan lembaga yang tugasnya mengawasi kernerja pemerintah justru menjadi lembaga terkorup dinegeri ini.

Kedua Dosa terhadap sesama manusia.

1. Diskriminasi dibidang hukum/huklum kita tidak adil

Kita semua tahu bahwa hukum kita adalah hukum peninggalan penjajah jadi sudah pasti tidak akan adil, karena dibuat untuk kepentingan penguasa.

Lebih parah lagi saat ini selain hukum peninggalan penjajah, hukum yang dipakai adalah hukum buatan manusia yang mentalnya diragukan kesehatannya, ( sebaliknya hukum buatan Allah Rabbil alamin dicaci bahkan dibuang begitu saja, padahal jelas Allah lah yang membuat manusia dan Allah jugalah yang membuat aturan dengan tujuan manusia bisa selamat dunia akhirat ).

Coba kita perhatikan, kebobrokan moral dalam bentuk apa yang tidak terjadi di lembaga Negara ini, mulai dari korupsi, mafia pajak, mafia perbankan, mafia hukum, sampai perbuatan cabul, kalau manusia-manusia seperti ini membuat undang-undang apa jadinya

Begitu juga pelaksanannya, hukum dinegeri ini hanya diberlakukan keras apabila yang bersalah adalah rakyat yang tidak berdaya, namun apabila yang bersalah penguasa atau orang kaya pasti tergantung lobinya.

Padahal kurang lebih 1400 tahun yang lalu Nabi ( Muhammad saw ) telah memperingatkan kepada kita semua : ketika itu ada keluarga bangsawan yang mencuri, maka datanglah utusan dari golongan tersebut menemui Nabi untuk minta pembebasan hukuman, karena mereka khawatir martabat keluarganya jatuh. Maka dengan tegas Nabi menjawab: “ jaman dahulu ada sebuah negara hancur, karena apabila yang berbuat salah anak seorang pejabat maka dibiarkanlah mereka, akan tetapi apabila yang berbuat salah rakyat kecil, maka dijatuhkanlah hukum yang seberat-beratnya, demi Allah ( kata Nabi ) apabila anakku Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya.

Oleh karena itu jika bangsa Indonesia ingin selamat, maka aturan yang dipakai juga harus aturan yang dibuat oleh Allah, sebab kalau hukum/aturan yang dipakai buatan manusia, maka kalau manusia yang membuat aturan moralnya rusak sudah pasti aturannya  juga merusak.

2. Diskriminasi di bidang sosial ekonomi.

Dibidang sosial ekonomi, pemerintah kita ( mulai jaman orde baru sampai saat ini ) masih memanjakan para konglomerat dengan menggrojok puluhan trilyun bahkan mungkin ratusan trilyun  untuk membantu agar usahanya tetap eksis, ( saya tidak tahu bagaimana nasib BLBI yang kalau tidak salah masih 138 trilyun yang tidak bisa kembali ) padahal sebagian besar mereka tidak pernah berjuang untuk Negara bahkan sebaliknya sebagaian besar mereka adalah maling-maling negara.

Di lain pihak rakyat kita masih puluhan juta yang hidup dibawah garis kemiskinan ( makan saja sulit ) padahal kita yakin dari mereka banyak yang hidupnya dikorbankan untuk kepentingan Negara dan yang sangat memilukan tentunya kita masih ingat banyak saudara-saudara kita di Irian mati kelaparan karena tidak kebagian makanan. Ironis sekali memang, padahal sudah berapa ratus bahakan mungkin ribuan trilyun kekayaan alam yang telah dikeruk dari Irian tersebut tapi kenapa justru rakyatnya sendiri hidup dalam kemelaratan, dan tetntunya masih banyak lagi dosa-dosa  lainnya.

3.  Diskriminasi di bidang Kemanusiaan.

Dinegeri ini seakan ada Negara dalam Negara dimana ada segerombolan manusia dengan seenaknya sendiri bisa membantai manusia, padahal dalam agama membunuh satu manusia tak berdosa ibaratnya membunuh seluruh umat manusia, sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an yang artinya “ barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya “,

Terlalu banyak pelanggaran hak azasi manusia di negeri ini, namun pelanggaran ini justru terjadi terhadap kaum muslimin yang merupakan penduduk terbesar di negeri ini, dan kelihatannya Negara mengadakan pembiaran terhadap kasus ini bahkan seakan dianggap sebagai komodite.

Pelanggaran HAM tersebut semuanya diawali dengan tuduhan terorisme dan cap atau stempel ini hanya berlaku untuk umat Islam khususnya yang berpegang teguh berjalan dijalan Allah, padahal belum tentu yang bersangkutan sebagai teroris, bahkan sebagian dari mereka hanya ingin hidup mengikuti aturan Allah dan Rasulnya, namun banyak diantaranya yang langsung dibantai, bahkan ada dari mereka dibantai ketika sedang melaksanakan shalat menyembah kepada Allah Rabbil alamin.

Betapa banyaknya pelanggaran HAM di negeri ini namun yang ternyata Negara tutup mata dan tutup telinga, karena HAM yang berlaku adalah HAM yang yang diusung dari Negara pelanggar HAM terberat di muka bumi ini, yaitu HAM yang rasialis.

  • Sudah berapa banyak korban kebiadaban pembantaian terhadap umat islam yang diduga teroris tanpa ada pengadilan terlebih dahuulu, dengan berbagai dalih dan rekayasa.
  • Belum hilang dalam ingatan kita bagaimana kasus pembantaian yang diduga teroris di Cawang dimana 3 orang tak bersenjata yang satu langsung ditembak mati, sedang dua orang lainnya ditangkap dalam keadaan hidup, namun ketika diserahkan ke RS Polri ketiganya sudah menjadi mayat, lantas dimana mereka yang tidak bersenjata itu di bunuh ?
  • Begitu juga adanya pembantaian terhadap orang yang sedang shalat berjama’ah di Jalan Medan Besar Tanjung Balai Asahan, jelas ini suatu kebiadaban yang tiada taranya ketika orang sedang shalat dibantai. Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.
  • Begitu juga penangkapan Abu Dujana, dimana targetnya dibunuh dan ditembak didepan anaknya yang masih kecil, namun ternyata Allah masih melindunginya dan hanya tertembak pahanya, ( Mega Simarmata di KATAKAMI. Jakarta 9 Mei 2009 )
  • Yang paling baru ( sebetulnya masih segudang lagi pelanggaran HAM berat di negeri ini  ) yaitu pembantaian terhadap 2 orang yang diduga terorist Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto, menurut hasil investigasi sementara dari KOMNAS HAM menunjukkan bahwa kedua orang tersebut sengaja dihabisi tanpa ada perlawanan, bahkan ada kesan dijebak, yang lebih sadis lagi Nur Iman penjual angkringan kemungkinan sengaja dihabisi karena merupakan saksi kunci.

Pertanyaannya tentu, mengapa ada segerombolan manusia di NKRI yang bisa berbuat semaunya dengan melakukan pelanggaran HAM berat, namun tak tersentuh hukum, padahal jika yang di bunuh bukan orang Islam beritanya sampai seantero Dunia dan semua Media membolw up kasus tersebut secara besar-besaran, sebaliknya jika yang dibantai orang Islam meskipun belum terbukti cap / stempel terrorist sudah pasti dipasang dijidat mereka lebih dahulu.

Sebenarnya kalau bicara masalah HAM, mungkin kita juga tidak terlalu terkejut bila di negeri ini terjadi perlakuan HAM yang rasialis, karena HAM yang diusung di negeri ini adalah HAM yang dari asalnya memang HAM yang rasialis dan sadis, bahkan Negara tersebut merupakan Negara pelanggar HAM terberat di muka bumi ini yaitu Amerika Serikat.

Dan yang kedua sudah bukan rahasia lagi bahwa cap / stempel terrorist hanya diberikan kepada umat Islam sedang kepada umat lain meskipun kejahatan yang dilakukan segunung pasti tidak akan ada lebel atau stempel terroris dan perlu difahami bagi segerombolan orang yang bisa merekayasa pembunuhan umat islam dengan cap terrorist jaminannya fulus akan segera mengalir.

4. Dalam Bidang Keagamaan.

Negara republik Indonesia ini mayoritas penduduknya beragama islam, namun anehnya apabila terjadi kerusuhan / kasus yang terkait dengan keagamaan apalagi kalau sudah mengarah kepada perbuatan terror, yang menjadi kambing hitam dijamin adalah umat islam, bahkan sekalipun umat islam itu sendiri yang menjadi korbannya, mulai kasus terrorist yang tak jelas ujung pangkalnya, kasus Cikeusik, kasus Temanggung dan juga kasus Ciketing

Hampir semua kasus kekerasan yang terkait dengan agama maka semua media tak henti-hentinya menyiarkan berita tersebut dan mem blow up secara besar-besaran khususnya media TV, lebih-lebih bila menyangkut masalah terrorist

Ketika Polisi ( Densus 88 ) melakukan aksi penggrebekan dan penembakan terhadap “ Orang  Yang Diduga Terrorist “ semua media tak henti-hentinya menyiarkan berita ini, khususnya media TV tertentu, hampir setiap jam dalam satu hari berita tersebut disiarkan, dan tiap hari dalam satu minggu dan ini berjalan berhari-hari, kadang-kadang sampai 1 bulan atau lebih, dan peristiwa ini di blow up secara besar-besaran, yang menggiring opini masyarakat seakan-akan Islam adalah terrorist.

Tak ketinggalan Petinggi Kepolisian yang lalu dengan sombong dan congkaknya dihadapan kamera TV menyampaikan kepada rakyat atas keberhasilannya membasmi terrorist sekaligus menyampaikan biodata sang terorsit yang dibantai Densus 88 tersebut dengan segala kejahatan yang pernah dilakukannya, seakan-akan apa yang disampaikan suatu kebenaran, dan anehnya sebagian besar rakyat percaya, begitu juga penguasa tertinggi negeri ini.

Bukan itu saja yang dilakukan Media TV agar ratingnya naik, maka setiap hari didatangkanlah berbagai narasumber yang seakan mereka tahu dan faham benar siapa yang dibantai Polisi tersebut, bahkan kadang mendatangkan narasumber yang bisa memojokkan islam terkait dengan berbagai kasus tersebut, seakan-akan Islam adalah terror, padahal mereka belum tentu faham benar, dan bisa jadi mereka hanya butuh amplop dan media ratingnya butuh naik, dengan demikian pemasang iklan mau membayar mahal.

Anehnya para media tersebut jika yang menjadi korban umat Islam atau tempat ibadah umat Islam maka tak satupun media menyiarkan sebagaimana pembakaran beberapa Masjid di Sumatra baru-baru ini, begitujuga aparat maupun pemerintah seakan tutup mata,

Coba bedakan bagaimana reaksi pemimpin kita ketika terjadi peristiwa Cikeusik dan perusakan beberapa Gereja di Temanggung, dan ketika ada perusakan dan pembakaran beberapa Masjid di Sumatra baru-baru ini.

Ketika terjadi peristiwa pembakaran beberapa Masjid di Sumatra yang sampai rata dengan tanah tersebut, ternyata para penguasa kita  tutup mata,tutup telinga dan tutup mulut seakan tidak pernah terjadi apa-apa.

Namun ketika terjadi peristiwa Cikeusik dan perusakan beberapa Gereja di Temanggung kita bisa menyaksikan di layar TV betapa marahnya pemimpin kita, disertai dengan air muka yang merah penuh kemarahan seakan seluruh gereja habis dibakar, minta aparatnya segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan juga minta agar ormas yang berbuat anarkis dibubarkan, padahal saya yakin bahwa ormas yang dimaksud tak terlibat sama sekali, padahal perusakan Gereja yang sempat menimbulkan kemarahan yang luar biasa penguasa kita tersebut jika dibandingkan dengan pembakaran dan perusakan beberapa Masjid di Sumatra sebenarnya tidak ada apa-apanya.

PERINGATAN BAGI BANGSA INDONESIA

Berdasarkan uraian tersebut diatas tentunya sekarang kita sadar, bahwa bangsa kita ini sebenarnya saat ini sedang diuji atau mendapat peringatan dari Allah karena kita telah terlanjur banyak berbuat dosa, dengan berbagai bencana dan krisis berkepanjangan antara lain.

1. Bencana alam yang melanda Negara kita.

bahwa bencana alam yang menimpa bangsa ini sebenarnya merupakan peringatan dari Allah, karena ulah manusia, sebagaimana  dalam Firman Allah surat Ar-Rum ( XXX) ayat 41, yang artinya :

“Telah timbul kerusakan-kerusakan didaratan dan dilautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri, sehingga Tuhan merasakan kepada mereka sebagaian dari pembalasan dosa- nya, semoga mereka kembali ke jalan yang benar.

2. Krisis berkepanjangan serta kekacauan dimana-mana,

Bahwa krisis berkepanjangan serta kekacauan dimana-mana yang melanda bangsa ini sebenarnya juga peringatan, karena nikmat Allah yang melimpah ruah yang diberikan kepada bangsa Indonesia ini ternyata tidak disyukuri, malah semakin hari kita semakin kufur, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ( XVI ) ayat 112, yang artinya :

dan Tuhan membuat perumpamaan : sebuah negeri yang dahulunya amat tentram, rezeki datang melimpah ruah dari segala penjuru, tapi penduduknya tidak mensyukuri nikmat Allah itu, maka Allah mendatangkan malapetaka kelaparan dan ketakutan kepadanya karena perbuatan mereka sendiri.

Oleh karena itu, mumpung masih ada kesempatan untuk bertobat,maka sudah seharusnyalah kita mengakhiri semua perbuatan maksiat kita kepada Allah, karena kalau kita tidak segera bertobat pasti Allah akan menghukum kita dengan hukuman yang lebih dahsyat lagi sebagaimana Firmannya dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ( XVII ) ayat 58, yang artinya :

“ tidak ada suatu negeripun yang durhaka penduduknya, yang tidak Kami musnahkan sebelum hari kiamat, atau Kami siksa penduduknya dengan siksaan yang amat keras. Hal itu sudah tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfuzh.

Dan sebagai manusia yang diberi hati, diberi mata, diberi telinga, seharusnya dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan kehendak Allah, karena apabila tidak  dipergunakan sebagaimana mestinya Allah telah memperingatkan kita sebagaimana dalam surat Al-‘araf ( VII ) ayat 179, yang artinya : ” sesungguhnya telah kami sediakan untuk penghuni neraka itu banyak jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi mereka tidak menggunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan nya untuk melihat, menghayati tanda kekuasaan Allah dan mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat Allah. Mereka tidak ubahnya seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka orang-orang yang lalai”

Selain ancaman tersebut tentunya Allah juga, mengabadikan beberapa contoh musnahnya beberapa Negara yang penduduknya berbuat Zalim antara lain :

– surat Al-Qashash ( XXVIII ) ayat 58, yang artinya :

“ berapa banyaknya penduduk negeri yang telah Kami musnahkan yang telah menyalah gunakan nikmat Kami untuk kesenangan hidupnya, maka bekas-bekas puing kemusnahan itulah yang menjadi tempat kediaman mereka”.

– surat Al-Kahf ( XVIII ) ayat 59, yang artinya :

“ sudah berapa banyak penduduk negeri-negeri yang Kami musnahkan karena mereka berbuat zalim, begitu pula telah Kami tetapkan waktu tertentu untuk memusnahkannya

3. Mendewakan Amerika dan anteknya  termasuk IMF ( bolo Kurowo )

Kita sebenarnya tahu persis siapa dibalik Amerika, mereka tak lain adalah kaun Zionis Israel atau bangsa Yahudi, yang kita juga sering diperingatkan oleh Allah melalui Firmannya di dalam Al-Qur’an siapa sebenarnya Yahudi dan bagaimana kelakuan mereka, sebagaimana cuplikan beberapat ayat Al-Qur’an tersebut dibawah ini :

Al-Baqarah ( II ) 96, yang artinya : “ dan sungguh-sungguh engkau dapati mereka orang-orang Yahudi itu, manusia yang paling serakah terhadap kehidupan duniawi, bahkan melebihi orang-orang musrik sendiri.

Al-Maidah ( V ) ayat 62, yang artinya : “ kamu lihat kebanyakan orang-orang Yahudi beradu cepat berbuat dosa dan pelang-garan hukum dan memakan sesuatu yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan”.

Al-Maidah ( V ) ayat 82, yang artinya : “ sesungguhnya akan kamu temukan orang-orang paling keras permusuhannya terha- dap orang  -orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musrik”.

Selain oleh Allah kita diperingatkan siapa sebenarnya  Yahudi, kita juga diperingatkan janganlah menjadikan mereka sebagai pemimpin kita, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-

Maidah ( V ) ayat 51, yang artinya : “ Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memilih orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adala pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

JALAN KELUAR MENGATASI KRISIS.

Sekarang tentunya kita sadar bahwa begitu banyak dosa yang telah diperbuat bangsa ini, baik dosa kepada Allah maupun dosa kepada sesama manusia, oleh karena itu satu-satunya jalan apabila kita masih percaya kepada Allah , maka kita sebaiknya semua masalah yang menimpa bangsa kita serahkan/kembalikan sepenuhnya kepada Allah, dengan jalan :

  1. 1. Kita mengadakan taubatan Nasional ( bukan ruwatan Nasional ) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur ( XXIV ) akhir ayat 31, yang berbunyi “ wa tuubuu ilal-ilaahi jami’an ay-yuhal mu’minuuna la”alakum tuflihuun “ yang artinya : “ bertobatlah kalian semuanya kepada Allah hai orang-orang yang beriman, semoga kalian beruntung “.

Bertaubat artinya, kita menyesali perbuatan kita dan memohon ampun kepada Allah, kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama, kemudian kita ikuti dengan perbuatan baik.

Kadang kita memperlakukan Allah sama dengan manusia, kita sering kurang ajar kepada Allah, kalau permintaan kita tidak dipenuhi, kita rame-rame berdemo kelapangan pakai pengeras suara supaya permintaan kita dikabulkan, padahal Allah telah mengajarkan kepada kita adab berdo’a, sebagaimana firmannya dalam surat Al-A’raf  55, yang artinya :

bermohonlah kepada Allah dengan merendahkan diri dan suara lembut, sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang berlebihan “,

Ketahuilah, Allah Maha Mendengar, Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati manusia, Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa, Allah tidak akan terpengaruh banyaknya manusia yang berdo’a dan kerasnya suara, tapi Allah lebih mendengarkan do’a orang yang ihklas, insya Allah do’a satu orang yang ihklas lebih didengar dari pada do’a satujuta orang yang tidak ihklas.

Berbicara masalah ihklas, memang paling sulit dilakukan manusia, namun apabila kita betul- betul ihklas pasti Allah akan mengabulkan, dan dalam hal ihklas ini ada sebuah hadis qudsi yang Allah mengatakan : “ ihklas itu hanya dimiliki orang-orang yang Aku cintai, yang merupakan rahasia Aku dan dia dan tidak ada satu mahlukpun yang mengetahui,  baik setan maupun malaikat, sehingga orang-orang yang ihklas tidak akan dapat diganggu oleh setan “ mudah-mudahan di Indonesia masih ada orang yang ihklas, sehingga do’anya dikabul- kan oleh Allah, amin.

Ada sebuah pelajaran menarik dari kisah perjalanan Robi’ah seorang sufi perempuan: “ dalam perjalanannya berlayar beserta beberapa orang, suatu ketika perahu yang ditumpangi Robi’ah dilanda badai dan gelombang yang dahsyat yang hampir menenggelamkan kapalnya, dalam situasi seprti itu semua penumpang berdo’a kepada Allah untuk meminta keselamatan, namun ternyata Robi’ah melihat seorang pemuda berdiam diri termenung, lantas ditergurlah pemuda tersebut oleh Robi’ah : wahai anak muda mengapa engkau berdiam diri, berdoalah kepada Allah agar kita semua selamat. Pemuda tersebut menjawab : “ tidak seorang hambapun dapat menghalangi kehendak Tuhannya “. Robiah kembali berkata : setidaknya do’amu akan menam- bah kekuatan do’a kita. Sesaat kemudian pemuda tersebut bergerak seakan-akan memeri aba-aba kepada badai dan gelombang supaya berhenti dan tak lama kemudian badai dan gelombang pu reda. Robi’ah keheranan dan bertanya kepada pemuda tersebut : “ wahai pemuda kekuatan apa yang ada padamu sehingga engkau dapat menundukkan badai dan gelombang yang begitu dahsyat. Pemuda tersebut menjawab : “ wahai saudara-saudaraku, kita ini hanyalah hamba yang fana, maka sudah sepantasnyalah kita menahan diri dari keinginan kita karena Dia sehingga Iapun menahan keinginannya demi kita. Bukankah Allah Maha Mendengan serta Maha Mengetahui“.

Dari peristiwa tersbut dapat kita tarik pelajaran, bahwa manusia itu lemah, tidak berdaya apalagi dibanding dengan kekuasaan Allah, oleh karena itu janganlah kita memaksakan /mendikte kehendak kita kepada Allah dalam hal apa saja, bahkan  sudah seharusnya kita berserah diri  kepada Allah dalam menghadapi situasi yang sulit seperti halnya krisis yang melanda bangsa kita ini, karena sebenarnya Allah hanya ingin menguji kepada umatnya, oleh karena itu sekali lagi janganlah kita memaksakan kehendak kita kepada Allah, kita cukup berse- rah diri kepada Allah, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang ada didalam hati manusia.

Kita harus menghentikan kesombongan kita kepada Allah dengan mendewakan/mengkultuskan

Rasio/akal karena sebenarnya kita tahu bahwa manusia itu oleh Allah hanya diberi ilmu sedikit.

  1. Kita harus berantas semua bentuk kemaksiatan  ( perjudian, minuman keras beserta sarangnya, pelacuran, pornografi di TV ) secara tuntas, hal tersebut selain merupakan sumber dari berbagai kejahatan juga merusak generasi bangsa.
  2. Kita hentikan mengemis bantuan kepada IMF maupun Amerika dan harus ada keberanian memutus hubungan dengan IMF, karena kita tahu IMF tak lain adalah kaki-tangan Zionis Yahudi yang jelas-jelas sumber dari berbagai kekacauan. Sebagai bangsa yang beragama seharusnya kita yakin bahwa jaminan dari Allah jauh lebih baik dibanding jaminan dari manusia lebih-lebih IMF.
  3. Kita harus menebus dosa-dosa kita terhadap rakyat tertindas, kita harus bebaskan rakyat kecil dari perlakuan hukum yang sewenang-wenang, kita harus menghukum para penguasa ( mantan) yang zalim dengan hukuman yang setimpal. Kita seret para konglomerat hitam dan para pejabat yang menjadi antek konglomerat yang menghacurkan perekonomian  rakyat dengan mengeruk ratusan trilyun uang negara kepada pengadilan rakyat.
  4. Kita hentikan segala bentuk kerakusan / korupsi yang saat ini sudah merajalela disemua lembaga Negara, baik ekssekutif, legislatif, maupun yudikatif dengan menyeret para koruptor ketiang gantungan.
  5. Kita harus ciptakan keadilan sosial , kalau para konglomerat yang tidak pernah andil kepada bangsa dan negara dalam perjuangan kemerdekaan ( yang jumlahnya tidak lebih dari 100 orang ) dibantu ratusan trilyun agar usahanya tetap eksis, bagaimana rakyat kita yang puluhan juta jumlahnya kelaparan untuk makan saja sulit, bahkan tidak sedikit yang sampai mati kelaparan, sudahkah penguasa kita memikirkan ?.
  6. Kita harus singkirkan perlakuan diskriminatif terhadap hak azasi manusia dengan mengusung HAM yang rasialis dan menghalalkan segala cara, yang hanya dipakai  untuk kepentingan Negara dan kelompok tertentu.
  7. Kita sebagai makhluk Allah sudah seharusnya hidup dimuka Bumi Allah dengan memakai aturan Allah dan Rasulnya, karena hanya itulah yang bisa menyelamatkan manusia dari kesengsaraan hidup di dunia lebih-lebih di akhirat nanti, bukan sebaliknya kita memakai aturan yang dibuat oleh manusia-manusia tak bermoral, karena dijamin dan pasti hanya akan membawa kesesatan dan kesengsaraan hidup di dunia dan menjerumuskan kita ke dalam api neraka di akhirat nanti.

PERLUKAH MANUSIA SEKARANG PERLU BELAJAR DARI BINATANG?

Pertanyaan tersebut kedengarannya aneh, kenapa manusia harus belajar dari binatang? Tidakkah manusia diciptakan oleh Allah sebaik-baik kejadian (sebagai mahluk yang paling sempurna), “ laqad khalaqnal insanaa fii ahsani taqwim “, dan dengan berbagai kelebihannya (termasuk akal) ternyata manusia menjadi mahluk yang hebat seperti saat ini, jawabnya memang benar tapi perlu diingat bahwa meskipun manusia diciptakan sebaik-baik kejadian , ternyata Allah suatu ketika akan menjerumuskan manusia ketempat yang serendah-rendahnya ( lebih rendah dari binatang ), “tsum-ma radadnaahu asfala saafiliin “. dan semua itu tentunya terjadi karena perbuatan manusia sendiri

Oleh karena itu mungkin saat ini juga tidak ada salahnya kalau kita mencoba kembali belajar dari binatang, karena bisa jadi tanpa kita sadari kita sudah lebih jelek dibanding binatang, sebab :

  1. Meskipun manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahkluk yang paling sempurna, ternyata manusia juga makluk ciptaan Allah yang terakhir dan kemajuan yang dicapai manusia sekarang ini juga tidak lepas belajar dari alam termasuk binatang.Allah menciptakan alam selama 6 hari  ( hari Allah ) atau enam periode, yang kalau dihitung dengan hitungan manusia lebih kurang 12 milyar tahun, setelah itu Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, selanjutnya beberapa puluh juta tahun yang lalu Allah menciptakan binatang. Setelah lengkap baru beberapa ribu tahun yang lalu Allah menciptakan manusia. Karena manusia diciptakan paling akhir dan oleh Allah dibekali ilmu yang sedikit mau tidak mau untuk mencapai kemajuannya, manusia harus belajar dari alam termasuk binatang. Pelajaran pertama manusia dari binatang adalah pada waktu Qobil mau menguburkan saudaranya ( Habil ) yang ia bunuh, ternyata Qobil tidak mengerti bagaima- na cara menguburkan mayat dan ternyata untuk menguburkan saudaranya,  Qobil harus belajar dari burung Gagak. Bukan itu saja, di era abad modern saat ini untuk mencapai kemajuan tekno loginya ternyata manusia masih juga belajar dari binatang, misalnya, konvoi pesawat tempur yang membentuk formasi V, formasi tersebut ternyata hasil penyelidikan  dari ribuan kawanan burung-burung  yang secara rutin pindah dari Benua Eropa ke Benua Amerika yang berjarak ribuan mil dan waktu terbang selalu membentuk formasi V, dari hasil penyelidikan ternyata dengan formasi V tersebut burung-burung dibelakangnya dapat menghemat energi 70% dan tentunya masih banyak lagi pelajaran manusia yang diambil dari alam.
  2. Dibidang hukum dan sosial kita mungkin juga perlu belajar dari binatang yaitu hukum rimba, mungkin timbul pertanyaan, mengapa manusia perlu belajar hukum binatang ( hukum rimba), tidakkah sebagian besar manusia memandang hukum rimba rendah karena sadis/kejam ?

Memang, sepintas hukum rimba kejam/sadis, namun kalau kita renungkan lebih dalam ternyata hukum rimba tersebut labih baik dari pada hukum yang dibuat manusia, lebih-lebih hukum dinegara kita, karena hukum rimba adalah hukum alam yang juga sunatullah ( hukum Allah ) karena pada dasarnya segala yang berada di jagad raya ini semuanya tunduk dan patuh kepada Allah sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’an surat An-Nahl ( XVI ) ayat 49 yang artinya ” dan hanya kepada  Allah sajalah bersujud segalanya yang ada di langit, maupun yang ada di bumi, sejak binatang-binatang yang berkeliaran, hingga para malaikat. Lagi pula mereka tidak pernah sombong ” .

Coba kita simak dan renungkan betapa indahnya kehidupan binatang di rimba raya ( coba kita lihat dunia binatang di CD, Kaset atau di TV ), betapa terpeliharanya ekosistem rimba raya yang belum dieksploatasi manusia. Kebanyakan manusia hanya memandang bagaimana cara binatang  terutama binatang buas khususnya Harimau atau Singa dalam menangkap dan memakan buruannya yang kelihatan sadis/kejam, karena memang hanya kuku dan taring itulah senjata yang dimiliki oleh harimau maupun singa dan kebanyakan kita tidak pernah meman-    dang secara utuh kehidupan di hutan tersebut. Coba kita renungkan sejenak, raja hutan tersebut meskipun sangat berkuasa dan hampir tidak ada binatang yang mengalahkannya, bahkan tidak ada satu binatangpun yang berani ngrasani, ternyata raja hutan tersebut tidak pernah serakah dan semaunya sendiri,mereka tidak pernah merusak lingkungannya, mereka tidak pernah membunuh semaunya ( meskipun tidak ada yang bisa menghalanginya ), mereka membunuh binatang lainnya hanya untuk dimakan dan itupun mereka lakukan kalau betul-betul lapar,  bahkan mereka tidak pernah menumpuk makanan dan yang mengagumkan kita manusia ternyata kalau makan masih lebih sopan dibanding manusia,  Harimau/Singa  kalau mendapat makanan masih bisa memberi manfaat kepada yang lain, mereka masih menyisakan makanan- nya untuk  binatang lainnya, diantaranya anjing liar, burung pemakan bangkai,  tanpa sedikit- pun mereka ganggu.

Coba kita bandingkan dengan manusia sekarang, banyak manusia yang sudah kaya-raya, rumah megah, mobil mewah, jabatannya tinggi, fasilitas lengkap tapi tidak pernah peduli kepada sesama manusia yang kelaparan yang jumlahnya puluhan juta, jangankan peduli  kalau perlu rakyat miskin yang tertindas tersebut diperalat untuk terus menumpuk kekayaannya dan mempertahankan kedudukannya.

Jadi kesimpulannya hukum yang diterapkan oleh bangsa kita ini tidak lebih baik dari hukum yang dipakai binatang, sehingga juga tidak ada salahnya kalau saat ini kita masih perlu belajar dari binatang dalam hal apa saja. Sebetulnya masih banyak contoh yang lain, tapi yang penting ternyata selama ini kita masih menganggap manusia ( kita ini ) hebat bahkan lebih hebat dari pencipta ( Allah ), kita menganggap rendah sunatullah ( hukum Allah ).

Pada kesempatan ini saya hanya kepingin mengingatkan khususnya para konglomerat/pejabat yang merasa masih mempunyai Agama, yang memakan uang rakyat, bahwa dosa sesama manusia tidak akan diampuni oleh Allah sebelum manusia itu sendiri memaafkan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rakyat mau memaafkan sedangkan anda sendiri sampai sekarang tidak pernah merasa bersalah padahal berapa juta rakyat yang kelaparan, dan berapa ribu rakyat  yang mati kelaparan akibat ulah anda, ingatlah sisa umur  anda tinggal berapa hari lagi dan neraka jahanam yang tiada ada akhirnya menantimu, pernahkah melintas di benakmu betapa dahsyatnya neraka,  saya hanya mengingatkan, mumpung masih ada kesempatan untuk bertobat, ketahuilah bahwa harta yang anda tumpuk tidak akan anda bawa dalam kubur, bahkan sebaliknya kalau harta yang anda miliki dari hasil korupsi uang rakyat yakinlah nanti akan memjadi kayu bakar anda di renaka, janganlah seperti Fir’aun yang sia-sia taubatnya karena nyawa sudah ditenggorokan.

Kita sebenarnya dapat mengambil pelajaran dari kematian The Great Alexander/Alexander Yang Agung/Alexander Sang Penakluk dari Macedonia di depan tulisan ini.

Alexander dalam perjalanan terakhirnya setelah menaklukan India melintasi sungai Indus, karena kecapekan membuat kemah beserta tentaranya, ternyata dalam tidurnya Alexander digigit seekor nyamuk malaria yang menyebabkan Alexander menderita sakit yang parah. Sebelum meninggal, Alexander berpesan kepada para pengikutnya, yang isinya : “ jika ajalku nanti telah tiba, sebelum engkau menguburkan aku, buatlah keranda untukku dan lubangilah kedua sisinya, kemudian masukkanlah aku kedalam peti tersebut dan julurkanlah kedua tanganku lalu araklah aku keliling kota dan sampaikan kepada semua orang sebagai pelajaran bagi manusia dikemudian hari, bahwa Alexander Yang Agung/ Alexander Sang Penakluk yang gagah perkasa ternyata tiada berdaya menghadapi seekor nyamuk dan sekarang telah meninggal dunia dan ketika meninggal dunia ternyata tidak membawa apa-apa, padahal pampasan perang yang diperolehnya bergunung-gunung jumlahnya “.

marilah kita renungkan akhir kisah keperkasaan Alexander tersebut

Atau sebagai pemimpin, mungkin kita juga perlu mencontoh pola kepemimpinan Umar bin Chatab : sebagai kepala Negara Umar ternyata mempunyai kepedulian yang luar biasa terhadap rakyatnya, hampir tiap malam ronda, melihat dengan dekat kondisi rakyatnya. Suatu malam ketika ronda, Umar mendengar tangisan anak kecil, Umarpun mendekati suara tangis anak tadi dan setelah dekat, Umar mendengar suara seorang perempun berkata : “ kelak aku akan adukan Umar kepada Allah “. Umar kemudian mengetuk pintu pelan-pelan lalu masuk : ketika sampai      didalam rumah Umar melihat perempuan tadi menggoreng kerikil untuk menenangkan anak- nya, lalu Umar bertanya kepada perempuan tadi: “ apa yang diperbuat Umar kepadamu “ ( per- empun tersebut tidak tahu bahwa yang dihadapi adalah Umar ) lalu perempuan tersebut menja- wab : “ Umar mengirim suamiku ke medan perang, meninggalkan anak-anak kecil kesepian, tidak meninggali apa-apa sehingga anak-anak menangis kelaparan “. Umar lalu pergi, kemudian kembali membawa tepung dan daging digendong diatas penggungnya sendirian. Dalam perjalanan ada seorang yang melihatnya dan menawarkan diri untuk menggatikannya. Ternyata Umar menolak dan berkata : “ kalau kamu menggantikan aku menggendong tepung ini, siapa yang akan memikul dosaku ? Menggantikan kelalaianku dihari kiamat nanti?

Atau sebagai pemimpn dapat juga mencotoh kehidupan atau kepemimpinan Umar bin Abdul Azis. Dari sekian banyak tauladan dari Umar bin Abdul azis diantaranya :

  1. ketika meninggal dunia sebagai kepala Negara ternyata hanya meninggalkan uang 17 dinar, 5 dinar untuk kain kafan, 2 dinar untuk tanah kuburannya,10 dinar dibagi 11 anaknya.
  2. Ketika memimpin Negara Umar sangat berhati-hati menggunakan fasilitas negara, ketika suatu malam anaknya datang untuk membicarakan sesuatu, Umar bertanya kepada anaknya tentang hal yang akan dibicarakan ( uruasan Negara apa urusan pribadi ) ketika anaknya menjawab bahwa yang akan dibicarakan adalah urusan pribadi seketika itu juga Umar mematikan lampu karena Umar merasa lampu yang dipakai hanya untuk kepentingan Negara

KESIMPULAN.

Oleh karena bencana, musibah, krisis berkepanjangan yang menimpa bangsa kita disebabkan oleh kesalahan kita sendiri  yang tidak mau mensyukuri nikmat karunia Allah yang melimpah ruah yang telah diberikan kepada bangsa Indonesia, bahkan sebaliknya kita justru kufur nikmat , oleh karena itu mumpung masih ada kesempatan, marilah kita mengadakan taubatan Nasional, dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara yang baik sesuai dengan tuntunan agama, sehingga segala musibah, bencana dan berbagai krisis segera berakhir, yang akhirnya cita-cita menjadi negara yang subur makmur, loh jinawi, gemah ripah, toto-tentrem kerto raharjo dalam naungan serta ridlo Allah SWT. akan terkabul, amin. Sebagai bangsa yang beragama, kita harus yakin sepenuhnya bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membebaskan atau mengeluarkan bangsa Indonesia dari berbagai krisis, musibah serta bencana tanpa campur tangan Allah bahkan kita harus percaya sepenuh hati bahwa hanya kemurahan Allahlah bangsa ini dapat keluar dari krisis.

Semoga ada manfaatnya.

Surabaya, 28 Mei 2011

5 Tanggapan to “RUWATAN NASIONAL USAI, KRISIS TERUS BERLANJUT”

  1. WONGDUSUN said

    artikel yang sangat bagus…. semoga NKRI akan membaik…. lebih baik dalam ketaqwaan, dan rahmatullil’alamiiin

  2. Amerika didirikan oleh Freemason
    Freemason dikendalikan oleh the Crown (Queen)
    Queen dikendalikan oleh Gereja Roma
    There is no higher power than the Church
    Gereja Roma dikendalikan oleh Jesuit (Black Pope)
    Jadi siapakah Yahudi Zionist
    Vatican dan Royal atau suku Judah dan Judas atau Priory of Sion dan Company of Sion
    Telitilah sendiri

    Al-Quran dijamin benar. Image bisa keliru. Yahudinya muslim mainstream BERBEDA dengan Yahudi yang di Al-Quran.

  3. djolodot said

    pak Min, membaca, menelaah tulisan atau tulisan tuilisan anda, seperti saya pernah bilang : saya sarankan anda layak menjadikan tulisan anda dicetak sbagai buku saku. Agar teman2 kita yang tidak sempat/belum mampu buka2 web bisa jg ikut belajar dari tulisan2 anda.

  4. mintardjo said

    Saran dari Sdr. Djolodot memang baik, tapi sebenarnya saya hanya ingin tulisan saya ada manfaat bagi yang lain, saya khawatir kalau saya bukukan tujuan saya malah berubah mencari fulus, dan biasanya tulisan saya yang kira-kira pantas untuk dibaca umum kami perbanyak dan kami bagi di kajian rutin tempat kami.
    Tolong kalau bisa saya dikirim identitas Sdr. yang sebenarnya mungkin bisa tukar informasi, sukron

  5. djolodot said

    pak MIN yg semoga dirohmati Alloh, terus terang sy belum selesai membacanya, waktu luang sy banyak diatas bus saat berangkat-pulang kerja ke luar kota. Tebersit dibenak sy seanadainya ada buku kecil tulisan anda di saku. t etapi tdk mengapa, semoga Bpk tetap produktif, baik di web maupun di tmpat lain. terima kasih.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: