KabarNet

Aktual Tajam

Ada Skenario Hancurkan Demokrat

Posted by KabarNet pada 30/05/2011

Jakarta – Sejak nama politisi Demokrat, M Nazaruddin, dikaitkan dengan kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games, perguliran kasus ini semakin liar. Kasus ini pun membuka sinyalemen lama mengenai adanya perpecahan yang diakibatkan faksi-faksi di tubuh Demokrat pascakongres tahun 2010. Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga mengungkapkan, kisruh yang terjadi di internal partai disebabkan adanya pihak-pihak lain yang memanfaatkan momentum kasus Nazaruddin.

“Sangat nyata dan meyakinkan bagi kami dan Pak SBY bahwa ada pihak-pihak lain yang berhubungan dengan rivalitas politik dengan memanfaatkan kasus Nazaruddin sebagai strategi atau celah untuk menghancurkan Demokrat. Ini untuk kepentingan (pemilu) 2014,” kata Kastorius, Minggu (29/5/2011).

Siapa pihak yang ingin menghancurkan Demokrat? “Saya tidak bisa sebutkan siapa mereka. Tetapi, kita sudah punya data itu, baik itu berdasarkan orang-orang lapangan kita maupun hasil analisis kita terhadap perkembangan aktual,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Kastorius, partainya sudah memetakan pola “serangan” yang dijalankan dan di wilayah mana pihak-pihak itu beroperasi. Ketika ditanya apakah lawan politik itu partai atau individu yang punya keinginan bertarung pada tahun 2014, Kastorius enggan merincinya. “Yang jelas, mereka adalah lawan politik yang ingin menyerang tidak dalam satu wujud, tetapi punya tujuan yang sama menjadikan Demokrat dan SBY sebagai common enemy. Kami waspada menghadapinya. Mereka ingin Demokrat tidak dipercaya dan kader-kadernya tidak punya modal sosial politik lagi,” papar Kastorius.

Pada pertemuan dengan pengurus DPP Partai Demokrat, Sabtu (28/5/2011) malam, menurut Kastorius, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua kader partainya untuk kompak dan tidak terpecah belah.

“Pak SBY menekankan kepada kader agar tetap waspada agar tidak membuka front pertentangan dengan pihak lain. Pada saat ini, Demokrat sedang menghadapi ujian berat, butuh energi, dan kekompakan sehingga membuat pertentangan dengan lembaga lain yang akan merugikan partai dan membuat celah penetrasi perpecahan,” ungkapnya.

Konflik Internal

Berbagai persoalan yang bertubi-tubi menyerang Partai Demokrat dipandang  tak lepas dari semakin banyak kepentingan dan konflik yang mendera di tubuh partai berlambang mercy itu.

Fenomena ini diibaratkan oleh pengamat politik, Yudi Latif, sebagai buang angin (kentut) yang memang tidak terlihat tapi aromanya bisa tercium. Apalagi belakangan juga turut terungkap bagaimana akumulasi modal yang begitu deras mengalir di tubuh internal partai yang sudah dua periode dipegang SBY ini. Yudi melihat, semua itu terjadi lantaran ‘gula-gula’ Demokrat yang semakin membesar mendorong semakin banyak pula ‘semut-semut’ mendekat. Konflik interest dan faksionalisme mulai terjadi pun dikarenakan proses pembentukan Partai Demokrat yang instan.

“Demokrat ini partai yang dibuat secara instan dan tidak mengalami proses pengkaderan yang bagus. Kader-kadernya dicomot dari sana sini. Mereka datang karena hanya punya kepentingan, karena partai ini punya magnitude besar akibat Pak SBY,” ujar Yudi, Minggu, 29/5.

Di sisi lain, akibat gizi besar yang dimiliki Partai Demokrat, lanjut dia, timbul konflik-konflik internal yang suka atau tidak suka bila ada satu faksi yang dipinggirkan akan menimbulkan perlawanan dari faksi lain. Ia langsung mencontohkan, bagaimana reaksi Muhammad Nazaruddin ketika merasa disudutkan dalam kasus suap proyek pembangunan wisma atlet di Jatibaring, Palembang hingga akhirnya ia dicopot dari posisi Bendahara Umum DPP Partai Demokrat. Nazaruddin, yang selama ini dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum pun membalas dengan balik menuduh kakak beradik, Andi Mallarangeng dan Choel Mallarangeng turut terlibat dalam proyek di Kemenpora tersebut. Ini sebetulnya, merupakan bahasa lain jika sesama kader partai tidak akur.

“Akibat dari itu semua lah sesuatu yang selama ini tertutup menjadi terbuka,” demikian Direktur Eksekutif Reform Institute ini. RM/KOMPOS/KN

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: