KabarNet

Aktual Tajam

Polda: Kasus Nazaruddin Dibekukan

Posted by KabarNet pada 30/05/2011

JAKARTA – Polda Metro Jaya hingga kini belum bisa menjelaskan alasan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas suatu kasus pemalsuan dokumen, yang diduga melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, lima tahun lalu. Belum ada penjelasan mengapa kasus itu ‘dipetieskan’.

“Kami belum menemukan berkasnya, karena kasusnya itu 2005. Jadi sampai saat ini, belum bisa dijelaskan alasan kenapa penyidik mengeluarkan SP3,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Baharudin Djafar.

Lalu apakah berkas kasus Nazaruddin sudah hilang? “Tidak, hanya saja butuh waktu untuk mencarinya, karena kasus itu sudah terjadi 6 tahun lalu,” tegasnya.

Namun, ia memastikan, terbitnya SP3 bukan berarti menghentikan kasus itu. “SP3 bukan akhir dari segalanya, kalau memang ada bukti baru (novum), tentu polisi bisa melanjutkan kasus Nazaruddin,” jelas dia.

Menurutnya, pelapor atau siapapun bisa menyerahkan bukti baru kepada penyidik untuk menindaklanjuti kasus Nazaruddin. Baharudin menambahkan, berdasarkan informasi petugas analisis Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, laporan dugaan pemalsuan yang menyeret Nazaruddin dilakukan sekitar Desember 2005. Sedangkan kasusnya di SP3 oleh penyidik pada 13 Desember 2007. Meski sempat ditangkap, setelah diperiksa 1X24 jam, Nazarudin tidak ditahan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Sutarman berjanji akan segera menjelaskan alasan penyidik mengeluarkan SP3 dalam kasus Nazaruddin. “Berkasnya sedang dicari, nanti kami pelajari dulu apa alasan kasusnya SP3, apakah sudah memenuhi unsur,” kata Sutarman, Jumat (20/12) lalu.

Sutarman menambahkan, polisi memiliki tiga alasan menertibkan SP3, yakni bukan tindak pidana, tidak cukup bukti, serta “nebis in idem” yang meliputi tersangka meninggal dunia, kasus kadaluwarsa dan tersangka pernah divonis pengadilan dalam kasus yang sama.

Kasus yang membelit Nazaruddin terjadi tahun 2005 dan menyangkut pemalsuan dokumen agar perusahaan miliknya, PT Anugerah Nusantara, memenuhi persyaratan mengikuti proyek tender pengadaan di Departemen Perindustrian, yang nilainya sekitar Rp100 miliar.

Mengenai kasus ini,  Nazaruddin sudah membantahnya. “Isu dari mana itu,” ujar pria berdarah Pakistan yang kini berada di Singapura. WASPADA

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: