KabarNet

Aktual Tajam

Habib Rizieq: Apakah TKW Indonesia Lebih Rendah dari Sapi Australia ?

Posted by KabarNet pada 22/06/2011

Kematian TKI Ruyati binti Sapubi karena dipancung di Arab Saudi, mengundang kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Habib Muhammad Rizieq Syihab menyesalkan sikap Pemerintah yang lamban menanggapi kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Habib mengatakan, soal TKI Ruyati dihukum mati, ini merupakan tragedi kemanusiaan, namun bukan tragedi pada hukum Islamnya, melainkan pada sikap Pemerintah yang tidak tegas memberikan perlindungan terhadap TKI.  Sekalipun membunuh majikannya, TKI Ruyati binti Sapubi  tidak bisa disalahkan begitu saja. Jangankan melindungi TKI, menangani pengiriman mereka mulai dari dalam negeri saja, Pemerintah tidak becus.

Rekruitmen tenaga kerja yang tidak seharusnya, kurangnya pelatihan bagi tenaga kerja ke luar negeri, dan masalah dokumen yang tidak jelas adalah beberapa masalah yang muncul diantara sekian permasalahan lain dalam hal pengiriman para TKI. Praktik pemalsuan dokumen pun masih merebak di Indonesia. Begitu pula dengan ketidakjelasan prosedur bagi TKI di luar negeri. Semua itu menjadi penyebab utama lahirnya berbagai kasus. Oleh karenanya, Pemerintah ikut bertanggungjawab, karena membiarkan pengiriman TKI ke luar negeri yang tidak sesuai secara prosedural.

Dalam pesan singkat yang diterima oleh redaksi fpi.or.id, Habib Rizieq Syihab menyampaikan sikapnya terkait pelaksanaan hukum pancung/ qishash terhadap Ruyati di Arab Saudi. Berikut isi sikap FPI:

Soal Hukum Mati Ruyati di Saudi merupakan TRAGEDI KEMANUSIAAN, tetapi bukan tragedi pada hukum Islamnya, melainkan tragedi pada sikap Pemerintah RI yang tidak memberikan perlindungan kepada TKW. Karenanya, jangan memprotes hukum islamnya, karena hal itu sudah menjadi konsekuensi hukum pidana Islam yang wajib kita terima dan dihormati. Tapi sampaikan protes keras kepada Pemerintah RI yang tidak peduli kepada nasib pahlawan devisa negeri. Mestinya hukuman mati tersebut bisa dihindarkan dengan empat jalan:

Pertama, secara kekeluargaan mestinya ada pendekatan intensif oleh KBRI di Saudi kepada keluarga korban agar mendapat maaf, sehingga hukuman mati digugurkan dengan maaf.

Kedua, secara hukum mestinya Ruyati didampingi pengacara handal yang disediakan Pemerintah RI untuk membelanya dalam sidang, karena bila pembunuhan tersebut dilakukan dalam rangka membela diri, maka tidak ada qishosh.

Ketiga, secara politik harus dilakukan lobby tingkat tinggi antara Presiden RI dengan Raja Saudi.

Keempat, cara mana pun yang berhasil maka Pemerintah RI mesti mampu menyiapkan pembayaran diyatnya sebagai ganti qishosh.

Nah, keempat hal tersebut tidak dilakukan Pemerintah dalam kasus Ruyati, karena Pemerintah sendiri mengaku baru tahu setelah dieksekusi. Artinya, perlindungan hukum terhadap TKW masih sangat lemah, bahkan tidak ada perlindungan. Padahal, para TKW kita berangkat ke saudi untuk bekerja, bukan untuk membunuh, tapi karena ada aneka kekerasan, penyiksaan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang kerap terjadi terhadap mereka, sehingga ada yang nekat membunuh majikan yang kejam. Karenanya, dalam kasus Ruyati pihak yang paling bertanggung jawab adalah Pemerintah RI. Adapun sikap DPP-FPI sejak dulu hingga kini tidak berubah, STOP PENGIRIMAN TKW KE LUAR NEGERI DAN CIPATAKAN LAPANGAN KERJA YANG BAGUS DI DALAM NEGERI.

Ironis, Australia langsung menghentikan ekspor sapinya ke Indonesia karena dipotong dengan cara kasar, eh… Indonesia masih tetap ekspor TKW-nya ke luar negeri, padahal sudah diperlakukan sangat kasar. Apa TKW Indonesia lebih rendah dari Sapi Australia ?! dimana harga diri bangsa ini ?! Astaghfirullaahal’Azhiim. [slm/kn]

fpi.or.id

15 Tanggapan to “Habib Rizieq: Apakah TKW Indonesia Lebih Rendah dari Sapi Australia ?”

  1. Habaib said

    seharusnya Habib Muhammad Rizieq Syihab mengatakan “Apa persamaan TKW Indonesia dengan Sapi Australia ?”

    jawaban saya : sama-sama di potong lehernya di negeri orang.

  2. kusman-pwt said

    gimana kok pemerintahan kita kayaknya gak ada

  3. r10 said

    sapi australia ternyata lebih punya harga diri dari pada TKI – astaghfirullah

  4. Anonim said

    Salahnya Habib dan FPI kok nggak demo didepan kedutaan Saudi, kalau perlu di obrak abrik kedutaan Saudi.
    Takut ya ? Berani obrak abrik yang kecil2 doank.
    Bisanya kritik sana sini dan memeras spt preman sana sini. Huh…….. Munafik namanya

  5. Anonim said

    Habib, pemerintah memang harus dikritik. Tapi, sikap tidak menghargai TKW sudah jamak dilakukan orang-orang Arab. Ayo donk Bib, kritikannya diarahkan juga kepada bangsa Arab.

  6. Oalah said

    Jangan-jangan emang sudah ada yang lupa diri nih …. hingga mulai menyembah sapi kaya jaman kuda gigit besi alias jahiliyah dulu Bib. Cuma bedanya sapinya bisa ngasih Dolar he, he, he …

  7. sibuk pada mau menjelang 2014 seperti biasa udah kayak formasi sepak bola pas main PS ama ponakan

  8. Sapto Edy said

    4. Anonymous berkata
    22/06/2011 pada 11:41

    Salahnya Habib dan FPI kok nggak demo didepan kedutaan Saudi, kalau perlu di obrak abrik kedutaan Saudi.
    Takut ya ? Berani obrak abrik yang kecil2 doank.
    Bisanya kritik sana sini dan memeras spt preman sana sini. Huh…….. Munafik namanya

    &

    5. Anonymous berkata
    22/06/2011 pada 12:37

    Habib, pemerintah memang harus dikritik. Tapi, sikap tidak menghargai TKW sudah jamak dilakukan orang-orang Arab. Ayo donk Bib, kritikannya diarahkan juga kepada bangsa Arab.

    & & &

    @ Anonymous
    (Komentar No. 4 dan 5)

    Emmm…. ma’af sebelumnya. Saya bukan anggota FPI walaupun setiap hari saya minimal 5 kali mendoakan Habib Rizieq dan 7,9 juta orang anggota FPI pengikut setianya.

    Dari komentar anda kayaknya anda tidak mengikuti berita2 tentang aktifitas FPI. Setahu saya untuk urusan “amar ma’ruf dan nahi ’anil munkar” (menganjurkan kebaikan dan mencegah kemunkaran) FPI selalu berada di garda terdepan dan selalu lebih dahulu bertindak secara konkret dan tanpa pandang bulu, sementara anda dan saya dan yang lainnya masih tertidur lelap.

    Coba baca link-link kadaluwarsa dibawah ini yang menjawab semua komentar sinis dan rasis yang anda lontarkan.

    FPI Kirim Tim Investigasi ke Saudi Arabia Terkait Penyiksaan TKW
    https://kabarnet.wordpress.com/2010/11/23/fpi-kirim-tim-investigasi-ke-saudi-arabia-terkait-penyiksaan-tkw/

    FPI Demo Kedubes Saudi, Kecam Keras Penyiksaan Dan Pembunuhan TKI di Arab Saudi
    https://kabarnet.wordpress.com/2010/11/23/fpi-demo-kedubes-saudi-kecam-keras-penyiksaan-dan-pembunuhan-tki-di-arab-saudi/

    FPI: Darah Harus di Bayar Darah!
    https://kabarnet.wordpress.com/2010/11/23/fpi-darah-harus-di-bayar-darah/

  9. gradasi said

    pemerintah arab saudi sdh mminta maaf ats kjadian tsb,,tp pemerintah indonesia smpe detik ini tdk ada statemen
    apapun dari penguasa negeri ini yg pnya presiden “gedong”/gede dongo

  10. JANGAN MAIN BUNUHLAH KAN KITA SAMA2 SAMA2 MUSLIM

  11. HAMBA ALLAH said

    Pembaca yang budiman,

    Kenapa Arab Saudi menerapkan hukum Qisa, yakni nyawa dibayar nyawa dan kemerdekaan dibayar kemerdekaan ?

    Jawabannya adalah karena Arab Saudi sebagai negara Islam tulen berusaha untuk menerapkan hukum Islam, yakni hukum yang bersumber kepada kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi.

    Apa bunyi firman Allah SWT (ayat Al-Quran) yang mendasari hukum Qisas itu ?

    Jawabannya adalah sbb :

    Surat Al-Baqarah :

    Ayat 178, yang artinya :
    Wahai orang-orang yang beriman ! DIWAJIBKAN ATAS KAMU (MELAKSANAKAN) QISAS BERKENAAN DENGAN ORANG YANG DIBUNUH. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. TETAPI SIAPA YANG MEMPEROLEH MAAF DARI SAUDARANYA, HENDAKLAH DIA MENGIKUTINYA DENGAN BAIK, DAN MEMBAYAR DIAT (TEBUSAN) KEPADANYA DENGAN BAIK (PULA). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. SIAPA YANG MELAMPAUI BATAS SETELAH ITU, MAKA IA AKAN MENDAPAT AZAB YANG SANGAT PEDIH.

    Ayat 179, yang artinya :
    Dan dalam qisas itu ADA (JAMINAN) KEHIDUPAN bagimu, WAHAI ORANG-ORANG YANG BERAKAL, agar kamu bertakwa.

    Ayat 180 , yang artinya :
    Diwajibkan atas kamu, APABILA MAUT HENDAK MENJEMPUT SESEORANG DIANTARA KAMU, jika dia meninggalkan harta, BERWASIAT UNTUK KEDUA ORANGTUA DAN KARIB KERABAT DENGAN CARA YANG BAIK (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.

    Ayat 180, yang artinya :
    SIAPA YANG MENGUBAHNYA (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya DOSANYA HANYA BAGI ORANG YANG MENGUBAHNYA. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    Coba baca perlahan pada kata-2 yang dikapitalkan di atas. Pada ayat 178, disebutkan bahwa pada dasarnya Allah SWT memang mewajibkan kepada hamba-2-Nya untuk melaksanakan hukum Qisas (nyawa dibayar nyawa) bagi sipembunuh yang terbukti bersalah melakukan pembunuhan tersebut tentunya. Jadi sebelum diterapkan hukum Qisas ini, pihak berwenang di Arab Saudi betul-betul harus bisa membuktikan terlebih dahulu kesalahan si terduga pembunuh apapun alasannya. Setelah terbukti, maka pihak berwenang Arab Saudi baru boleh menetapkan hukum Qisas bagi sipembunuh. Namun begitu pada kata-2 berkapital selanjutnya di ayat ini ALLAH SWT TETAP MEMBERIKAN PELUANG PADA SITERSANGKA PEMBUNUH UNTUK BISA TERBEBAS DARI HUKUM QISAS
    DENGAN SYARAT KELUARGA KORBAN PEMBUNUHAN (SAUDARA/AHLI WARISNYA) BERSEDIA MEMBERIKAN MA’AF KEPADA SITERSANGKA PEMBUNUH. DAN SEBAGAI GANTINYA ALLAH SWT MEMBERIKAN HAK UNTUK MENUNTUT GANTI RUGI KEPADA PIHAK SIPEMBUNUH UNTUK MEMBAYAR PENGGANTI (DIYAT) MISALNYA BERUPA UANG SEBESAR YANG DIMINTANYA. SElain itu pada kalimat berkapital berikutnya Allah SWT juga memperingatkan kepada keluarga atau ahli waris korban pembunuhan AGAR TIDAK KELEWAT BATAS ATAU BERLEBIHAN DALAM MENUNTUT TEBUSAN PENGGANTIANNYA, yang artinya HARUS TETAP DALAM BATAS-BATAS YANG WAJAR ATAU SESUAI DENGAN KEMAMPUAN PIHAK DARI TERDAKWA PEMBUNUH UNTUK MEMENUHINYA. Katakanlah jika pihak sipembunuh hanya mampu mengganti 100 juta dari 5 milyar tuntutan keluarga korban, maka hendaknya keluarga korban bisa menerimanya dengan hati ihklas atas dasar ketentuan dan takdir Allah SWT. Jadi posisi kebersalahan sipembunuh yang meminta maaf untuk dibebaskan dari hukum Qisas janganlah lantas dijadikan ajang aji mumpung untuk sekalian mencari keuntungan selain menebus rasa sakit hati.

    Dengan penafsiran yang logis (tidak sempit), maka sebetulnya Allah SWT PADA INTINYA TETAP MENGHENDAKI HAMBA-2-NYA MEMILIKI SIFAT PEMAAF KEPADA SIAPAPUN TERMASUK PELAKU PEMBUNUHAN YANG SUDAH MENYESALI PERBUATANNYA DAN MEMINTA MAAF ATAU PENGAMPUNAN, APALAGI JIKA MEMANG MENURUT FAKTANYA YANG BISA DIBUKTIKAN DI PENGADILAN PERBUATAN MEMBUNUH YANG DILAKUKANNYA ITU BUKAN KARENA DIRENCANAKAN ATAU DIKEHENDAKINYA, MELAINKAN KARENA TERPAKSA MISALNYA KARENA MEMBELA DIRI DARI ANCAMAN, SIKSAAN ATAU PERCOBAAN PERKOSAAN SIKORBAN SEWAKTU MASIH HIDUP MISALNYA. Makanya pada ayat 179, Allah SWT menegaskan bahwa dalam hukum Qisas yang intinya nyawa dibayar nyawa itu tetap ada atau memberikan peluang (jaminan) kehidupan bagi kedua pihak, baik sipembunuh maupun yang dibunuh, dalam arti bagi sipembunuh tetap diberikan peluang untuk melangsungkan hidupnya asal diberikan maaf oleh keluarga korban, sedangkan bagi korban yang sudah meninggal dunia, Allah SWT tetap menjanjikan kehidupan di alam selanjutnya. Jadi pengorbanan nyawanya tidak akan sia-sia begitu saja di akherat, apalagi bagi keluarga korban yang ditinggalkan juga diberikan hak memperoleh ganti rugi materi guna membantu kelangsungan hidupnya walau tanpa sikorban. Pada akhir ayuatnya Allah SWT memberikan petunjuk bahwa PELUANG MENDAPATKAN MAAF DAN KESEMPATAN UNTUK MELANJUTKAN HIDUP BAGI SIPEMBUNUH YANG SUDAH MENGAKU, MENYESAL DAN MEMINTA MAAF SECARA TULUS ITU MEMANG HANYA AKAN BISA DIMENGERTI OLEH HAMBA-2-NYA YANG BERIMAN DAN BERAKALSEHAT. Tidak semata menuruti keinginan dan hawa nafsunya untuk membalas dendam atau sakit hati atas kematian saudaranya tanpa mau tahu latar belakang, motif dan sebab-sebab kasus pembunuhan yang menimpa saudaranya terjadi. Misalnya pembunuhan yang terpaksa dilakukan untuk membela diri atau lainnya yang sifatnya karena terpaksa, bukan karena punya niat jahat belaka.

    Dan terakhir Allah SWT juga memberikan petunjuk kepada hamba-2-Nya yang beriman agar sekiranya pintu maaf memang tidak bisa diberikan kepada pelaku pembunuh, maka HAK SIPEMBUNUH UNTUK BERWASIAT KEPADA SAUDARA-2NYA, KELUARGA ATAU AHLI WARISNYA TETAP DIJAMIN DIBERIKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA. Jadi tidak boleh dihalang-halangi apalagi jika sengaja tidak diberikan atau disampaikan. Bahkan Allah SWT juga mengehdaki hamba-2-Nya UNTUK MENYAMPAIKAN DAN MELAKSANAKAN WASIAT SIPEMBUNUH SEADANYA. jadi tidak boleh diubah-2 sedikitpun karenaAllah SWT Maha Mengetahui.

    JADI KESMIPULANNYA, PELUANGSIPEMBUNUH UNTUK LOLOS DARI HUKUM PANCUNG QISAS ADALAH SANGAT TERGANTUNG DARI SEBERAPA IKHLAS PERASAAN/HATI/BELAS KASIH KELUARGA KORBAN UNTUKMEMBERIKAN PINTU MAAF BAGI KESALAHAN SIPEMBUNUH APAPUN DAN SEBERAPA DERAJATPUN KESALAHANNYA. KEDUA PELUANG BAGI SIPEMBUNUH UNTUK LOLOS DARI HUKUM QISAS SANGAT TERGANTUNG DARI SEBERAPA BESAR TUNTUTAN KELUARGA KORBAN YANG BISA DIPENUHI PIHAK SIPEMBUNUH.

    Hikmah yang bisa kita tarik di sini adalah :
    1. Tidak semua orang Arab Saudi mampu menggunakan karunia akal sehatnya dalam melaksanakan hukum Qisas sesuai firman Allah SWT.
    2. Di Arab Saudi masih banyak orang yang mengartikan pembantu (TKI) sebagai budak belian yang berhak diperlakukan sekehendaknya.
    3. Hukum Qisas harus betul-2 diperkenalkan atau dijelaskan kepada semua calon TKI agar menyadari resiko keberangkatan dan pelanggarannya.
    4. Pihak Indonesia harus mendata dan memblaklist para majikan Arab Saudi yang suka memperlakukan TKI secara tak manusiawi.
    5. Sedapat mungkin mengalihkan tujuan pengiriman TKI ke negara selain Arab Saudi.
    6. TKI yang sudah terlanjur bekerja di Arab Saudi agar rutin wajib lapor ke KBRI dan melarang keras untuk memperpanjang kontrak kerjanya.
    7. Indonesia juga memberlakukan hukum Islam terhadap warga Arab Saudi jika kedapatan bersalah, misalnya rejam untuk pelaku kawin kontrak.
    8. Pemerintah mengketatkan pengawasan PJTKI dan elemen-2 pendukungnya dan memberikan sangsi keras bagi pelanggarannya.
    9. Membangkitkan kesadaran di kalangan penduduk Indonesia bahwa kesuksesan materi tidaklah selamanya menjamin kebahagiaan.

    Wassalam.

  12. Bawor said

    Saya terkesan atas tausiah Hamba Allah, betul2 membuka mata kita, tetapi tidak membuka mata orang2 Arab itu.Berapa banyak TKW yang pulang tinggal nama dan yang cacat seumur hidup?Mungkin sebagian mereka masih hidup dizaman jahiliyah karena kan enak memakai metode jahiliyah kalau kita punya kuasa?PRt bisa dianggap budak belian,kan sudah dibeli/dibayar,Bangsa kita kan terkenal bangsa pemaaf dan nerimo saja, mau diperlakukan se-weang2 ya silahkan, mau tidak dibayar (sampai harus ngungsi ke KBRI) ya terima saja,berapa banyak yang harus dipulangkan dengan kapal (beritanya beberapa bln yang lalu) ya tidak apa2. Selama kita tetap jadi bangsa yang pasrah saja, tukang nerimo saja, mau jadi kacung bangsa lain,atau cuma mikir diri dan keluarganya saja, akan begini terus kejadiannya.

  13. andre said

    ok

  14. andre said

    kasihan tkw

  15. andre said

    di belanda tingkat pejabat baru sanggup bayar pembantu karena gajinya sangat mahal dan harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemerintah setempat.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: