KabarNet

Aktual Tajam

Bersorban Bantah Korupsi

Posted by KabarNet pada 23/06/2011

Tumben, Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana melilitkan sorban di leher, berpeci untuk melengkapi pakaian dinas untuk ngantor, pada Kamis pagi. Pukul 10.00 WIB, ia turun dari mobil mewahnya, Hummer H2 kuning yang diparkir di depan pintu masuk gedung.

Itulah penampilan pertama Wishnu setelah dua pekan absen atau ketika disebut Polrestabes Surabaya paling bertanggung jawab dalam dugaan korupsi dana bimbingan teknis (bintek) senilai Rp 3,7 miliar.

Di gedung dewan, Wishnu langsung menggelar rapat selama tiga jam bersama para pemimpin dewan lain, yaitu Wisnu Sakti Buana (PDIP), Musyafak Rouf (PKB), Suyanto (PKS), serta Hari Sulistyowati (Pelaksana tugas Sekretaris DPRD) untuk membahas dugaan korupsi itu.

Usai rapat, Wishnu menggelar jumpa pers. Juga dihadiri pimpinan DPRD serta Ketua Badan Kehormatan (BK) Agus Santoso. “Saya habis umrah dan ngaji di Mekkah. Sekarang kita di sini juga mengaji ini,” kata Wishnu sembari tertawa kecil dan menaruh tangannya ke tumpukan buku perundang-undangan sebelum memulai jumpa pers.

Ternyata, ketika ditetapkan sebagai tersangka kasus itu, Wishnu sedang umrah. “Umrah menghapus dosa selama satu tahun. Setiap tahun sejak 1995 saya menunaikan umrah,” tutur mantan ketua DPC Partai Demokrat Surabaya itu sembari menunjukkan belasan tiket pesawat ke Mekkah. Peci tetap melekat di kepala dan sorban putih tetap melilit lehernya.

Ia mengaku kaget, begitu tiba di Surabaya, Kamis pukul 03.00 WIB, dan membaca namanya disebut-sebut dalam dugaan korupsi. “Saya baca seperti Surabaya kiamat saja,” ceritanya.

Ia membantah ada korupsi di gedung wakil rakyat itu, meski secara administratif itu mungkin. “Tidak ada kongkalikong. Yang melakukan itu (kongkalikong) adalah teman-teman kita ketika bintek,” katanya dengan nada tinggi.

Wishnu juga bersikeras, pelaksanaan bintek sesuai prosedur, yaitu ada tawaran dari pihak ketiga, lalu komisi di DPRD Surabaya mengajukan surat tugas bintek dari pimpinan yang kemudian disetujui. “Di sini pimpinan hanya mengatur waktu, jangan sampai ada tabrakan,” tukas Wishnu.

Ia juga membantah adanya pemeriksaan dari Polrestabes Surabaya. ”Saya tidak pernah dipanggil Polres. Semua masih dugaan. Kalau tidak ada bukti, dan tidak sesuai ya kami katakan itu tidak benar,” tukasnya.

Soal rencana Polrestabes Surabaya menggeledah ruang pimpinan dan sekretaris DPRD, Wishnu menolak keras. “Tidak ada lagi harga diri wakil rakyat. Kalau ada korupsi orangnya saja yang ditangkap, jangan lembaga di-obok-obok,” paparnya.

Wishnu juga membela kebijakan bintek itu, karena sesuai dengan kebutuhan anggota DPRD. Tahun 2010, setiap anggota dewan dijatah 18 kali bintek dengan anggaran Rp 60 juta, tetapi hanya 14 yang terlaksana. “Tidak ada yang direkayasa. Yang direkayasa itu hanya cinta. Cinta direkayasa, akhirnya stroke dan lara,” celetuknya .

Izin Geledah
Sementara itu, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Kamis menerbitkan surat izin penggeledahan Gedung DPRD Surabaya oleh penyidik Polrestabes Surabaya. Humas PN Surabaya Agus Pambudi mengatakan, izin itu diteken Wakil Ketua PN Gusrizal dengan nomor 05/VI/Pen Pidsus/2011. “Izin ini kami keluarkan setelah kami telaah, permohonan Polrestabes Surabaya sudah sesuai syarat-syarat di KUHAP. Soal kapan penggeledahan terserah penyidik,” kata Agus.

Dengan penggeledahan itu, penyidik ingin mencari alat bukti lain untuk melengkapi bukti terkait dugaan tindak korupsi bintek. Terkait itu, PN juga mengizinkan penyitaan segala dokumen yang diperlukan.

PN juga mengizinkan penggeledahan rumah atau kantor di Perum Royal Residence Blok C V Nomor 22, Pulogebang, Jakarta Timur, melalui surat nomor 06/VI/ Pen pidsus/2011. Menurut sumber Surya, rumah itu milik Lembaga Pengembangan dan Potensi Nasional (LPPN) yang sering digunakan wakil rakyat untuk workshop.

Terkait tersangka, Agus mengungkapkan, sesuai permohonan izin yang diajukan Polrestabes ke PN tercatat jelas nama Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana dkk sebagai tersangka. “Sudah diperiksa atau belum, itu bukan urusan kami. Kami hanya memastikan syarat-syaratnya sudah sesuai seperti ada tersangkanya,” kata hakim alumni Unibraw Malang itu.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung mengatakan, belum menerima surat izin tersebut, karena itu Coki belum memastikan kapan penggeledahan itu dilakukan. “Sampai sekarang kami belum menerima, jadi belum bisa berkomentar,” tukas mantan Kapolres Bojonegoro itu. Berita & Foto: SURYA Online

3 Tanggapan to “Bersorban Bantah Korupsi”

  1. BOBROK said

    Dasar BOBROK, mental MALING !

  2. matablokus said

    Biasa……kalau sudah mencium gelagat bakal terbongkar korupsinya, jadi berlagak suci. Ibadah aja dipamer2in, jadi “ria”.

  3. Bawor said

    Iyalah,masa orang bersorban berpeci haji dan setiap tahun umrah masa melakukan korupsi?Yang korupsi itu pegawai yang baju dinasnya sudah lecek kena keringat,yang hanya bisa bermimpi naik haji dan mengayuh sepeda ontel atau naik motor kriditan.Kalau pegawai tnggi,apalagi ketua dprd ndak mungkin tuh,ndak mungkin. Mungkin orang sirik aja ,iri dia bisa punya mobil mewah. Mungkin ada yang tanya darimana dapat duit beli mobil mewah? Lho kan ada hujan mobil dan duit di tv kita? Lihat aja sendiri tiap hari ada hujan mobil dan duit.Negeri kaya dan makmur… segelintir orangnya.Bagi yang merasa belum mendapat apa2 selain kemiskinan dan kesengsaraan hidup,sampai2 sengsara juga biarpun sudah menggelandang ke negeri orang baik yang jauh dan yang dekat,satu2nya jalan ya bertawakal ke hadirat Allah swt semoga segera diakhiri kesengsaraan ini entah itu ditolongNya menjadi kaya atau segera dipanggil pulang oleh Nya.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: