KabarNet

Aktual Tajam

Habib Rizieq: Kontras Ngurus Kasus Munir Saja Tidak Becus!

Posted by KabarNet pada 27/06/2011

Jakarta – Ketua Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab mengecam keras pernyataan LSM Kontras termasuk Amnesti Internasional yang mengkritik penerapan hukuman cambuk di Serambi Mekkah, Aceh. Habib menegaskan, bahwa ucapan tersebut berbahaya dan sesat menyesatkan. LSM Kontras beranggapan, penerapan hukuman cambuk yang diterapkan di Serambi Mekkah, Aceh, termasuk kategori penyiksaan dan melanggar ketetapan pasal 16 dari Konvensi Menentang Penyiksaan, Badan HAM PBB.

Padahal, Pemerintahan Daerah Istimewa Aceh dengan Hak Otonomi Daerahnya,  memiliki kekhususan dalam pembuatan perundang-undangan sesuai dengan Syariat Islam (qonun), yang merujuk pada Alquran dan Sunnah.

“Pernyataan Kontras tentang Hukum Cambuk di Aceh langgar HAM, begitu juga pernyataan Amnesti Internasional tentang Hukum Pancung di Arab Saudi langgar HAM  adalah pernyataan berbahaya dan sesat menyesatkan sekaligus menghina Islam. Karena pelaksanaan Hukum Cambuk dan Hukum Qishash sudah sesuai dengan ajaran Islam”, tegas Habib dalam pesannya kepada redaksi fpi.or.id, Senin (27/06).

“Dalam kasus Ruyati, kalau ada yang menilai bahwa Pemerintah Saudi melanggar HAM karena tidak ada pemberitahuan kepada keluarga Ruyati dan Pemerintah RI, itu benar. Atau kalau ada yang menilai bahwa pemerintah RI melanggar HAM karena tidak maksimal melakukan pembelaan terhadap Ruyati, itu tepat. Tapi kalau ada yang  menilai Hukum Pancung-nya yang langgar HAM, itu ngawur dan keblinger, karena Hukum Islam bukan hanya bicara Hak Manusia, tapi yang lebih utama adalah Hak Allah SWT”, lanjutnya.

Habib Rizieq menegaskan, LSM Kontras dan Amnesti Internasional agar tidak sembarangan bicara soal hukum Islam, kalau tidak memahami sebaiknya diam.

“Kasihan, Kontras dan Amnesti Internasional mengidap penyakit ‘Keterbelakangan Intelektual’, sehingga tidak bisa bedakan mana Hak Allah SWT dan mana Hak Manusia. Saran saya untuk Kontras dan Amnesti Internasional jangan sembarangan bicara soal Hukum Islam, kalau tidak faham diam saja-lah. Kalau tetap ngotot mau musuhi Syariat Islam, ya Kontras dan Amnesti Internasional dibubarkan saja. Kontras dan Amnesti Internasional apa sih kontribusinya buat rakyat dan Negara Indonesia?, ngurus kasus Munir saja tidak becus!”, ujar Habib.

Dalam kesempatan yang sama, Habib Rizieq menyinggung ucapan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang ikut mencampuri persoalan internal umat Islam. Ruhut mengkritik hukum cambuk yang diterapkan di provinsi Aceh, ia sepakat dan mendukung LSM Kontras.

“Itu jelas melanggar HAM, kalau yang ini aku dukung bos, harusnya kan hukuman di Nusantara sama. Nah Aceh saja kan yang bikin hukuman cambuk,” kata Ruhut, seperti yang dimuat di harian online okezone.com, (26/06/2011).

Ucapan sinis Ruhut Sitompul mendapat tanggapan santai dari Habib. Ruhut dianggap tidak kompeten menanggapi masalah Hukum Islam meski pun ia angggota DPR RI.

“Ruhut itu politisi idiot, hanya mampu ngotot untuk bikin orang sewot. Dia jadi anggota DPR RI itu suatu kecelakaan dan petaka buat bangsa Indonesia”. Ucap Habib.

Dengan dialek Betawinya, Habib menyinggung agar Ruhut tahu diri tidak bicara soal Hukum Islam, dimana dia bukan pengikutnya. “Die itu kan kafir, kudu tau diri dong, jangan cecongoran-nye bebacot soal Hukum Islam, mau nantang ye?! Sok jago die!. Ikan bawal buah terong, ente jual ane borong” Lanjutnya.

fpi.or.id

13 Tanggapan to “Habib Rizieq: Kontras Ngurus Kasus Munir Saja Tidak Becus!”

  1. Aditia said

    Masukkan pedang yang berlumuran darah itu kembali ke dalam sarungnya; sebab barang siapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang..!

  2. Hukum Islam jangan dipandang dari kacamata Kerdil semata

    Hukuman yang diambil dari ajaran Islam atau dari Hukum yang menciptakan Al-Qur’an yang benar2 murni dalam kesuciannya karena tidak ditemukan teks yang bertentangan dengan saint dan tehnologi apalagi dengan akal sehat disaat semua kiatb2suci agama lain yang kaya dengan ajaran Doktrin maupun apologetic. sudah tidak dihiraukan lagi oleh pengikutnya.

    Sekali lagi Zat yang akan menggemparkan manusia diseluruh jagat raya memberikan konsep mengenai syareat hukum Islam adalah untuk meminimalkan dari kejahatan2 Kriminal atau efek jera sebagaimana yang ada dinegeri bedebah ini yang waktunya penjara dibangun seperti gedung2 pencakar langit, karena sebentar lagi indonesia pemecah record dalam negara terbanyak produksi Nara pidananya

    Jadi hukuman cambuk, Rajam hingga ke hukuman pancung semuanya sudah dipertimbangkan oleh Zat yang telah menciptakan ber-milyard2 matahari dan bertrilyun2 Planet yang besarnya melebihi besarnya matahari yang ada ditata surya kita, jadi tidak akan salah kalau hanya membuat konsep aturan hukum yang harus dipatuhi oleh seluruh mausia dan khususnya orang2 yang mengatasnamakan orang berakal

    Mungkin saja Tuhan akan mempersilahkan kepada anda untuk mencari hukum yang lebih baik selain hukum2 yang telah ditetapkan oleh Tuhanmu,
    Dan Tuhan yang telah menciptakan planet bumi yang besarnya seperti butiran pasir bila dibandingkan dengan besarnya matahari yang anda lihat setiap harinya

    Dan anda tidak akan bisa membuat aturan hukum yang lebih baik dari aturan hukum yang dibuat oleh pemilik Neraka yang bahan bakarnya batu dan manusia

  3. Aditia said

    Hukum yg anda agungkan tersebut adalah hukum mutilasi. Tangan yang Mencuri harus dipotong. Anda terlalu lebay, Merasa Ahli Surga. karena Anda sudah merasa termasuk satu golongan yang akan masuk surga. Tapi ternyata Bpk. Bima itu hanya seorang fansnya Dinasti Monarki Saud.

  4. SHARING said

    Gini-gini-gini ….

    Pro dan kontra mengenai hukum pancung Qisas ala Arab (Islam) ini memang telah menguras energi kita akhir-2 ini. Namun begitu tak ada salahnya di sela-2 perbincangan ini kita mencoba untuk menganalisinya dengan menggunakan akal sehat kita.

    Barat menerapkan hukum SUNTIK MATI hingga KURSI LISTRIK.
    Arab (Islam) menerapkan hukum PANCUNG LEHER.

    Dari kedua hukum di atas, mana yang TERLIHAT PALING KEJAM dan mana yang SEBETULNYA PALING KEJAM ? Ingat kata ‘terlihat’ tidak sama dengan ‘sebetulnya’ TERLIHAT merupakan kata yang pantas diucapkan oleh penonton (awam), sedangkan SEBETULNYA merupakan kata yang pantas diucapkan oleh seorang yang ahli, profesional atau berpengalaman.

    Menurut kacamata penonton :
    Hukum pancung leher ala Arab (Islam) TERLIHAT jauh lebih kejam daripada suntik mati atau duduk di kursi listrik.

    Menurut kacamata ahli :
    Hukum pancung leher ala Arab (Islam) SEBETULNYA jauh lebih manusiawi daripada suntik mati atau duduk di kursi listrik.

    MANA YANG BETUL ?

    Sekarang kita coba telaah satu per satu :

    ALASAN PENONTON :
    Hukum pancung leher ala Arab (Islam) dianggap lebih kejam daripada suntik mati atau duduk di kursi listrik karena membunuh manusia (yang telah divonis bersalah) dengan cara memisahkan kepala dari badannya secara paksa dengan menggunakan sabetan pedang. Jadi ada unsur melukai badan secara fisik. Sedangkan suntik mati atau duduk di kursi listrik dipandang sama sekali tidak melukai badan secara fisik.

    Kesimpulannya :
    Pandangan awam ini lebih menonjolkan tinjauannya pada aspek LUKA SECARA FISIK.

    ALASAN AHLI :
    Hukum pancung leher ala Arab (Islam) dianggap lebih manusiawi daripada suntik mati atau duduk di kursi listrik karena walaupun melukai secara fisik, yakni memisahkan kepala dari badannya, namun hukum pancung leher dapat membunuh manusia (yang telah divonis bersalah) seketika (dalam hitungan sepersekian detik) tanpa merasakan sakit sama sekali akibat terputusnya jutaan urat-2 saraf perasa dengan pusat syarafnya, yakni otak siterhukum. Sedangkan suntik mati atau duduk di kursi listrik walaupun tidak melukai secara fisik, namun membunuh si terhukum jauh lebih lama daripada hukum pancung leher, sehingga siterhukum akan sempat merasakan sakit luar biasa (sakaratul maut) cukup lama (hitungan menit).

    Kesimpulan :
    Pandangan ahli ini lebih menonjolkan tinjauannya pada aspek SAKIT YANG DIRASAKAN.

    Dari kedua pendapat di atas, sekarang kita akan coba untuk meninjaunya dengan menggunakan AKAL SEHAT KITA SEBAGAI MANUSIA YANG BERAKAL tentunya. Namun sebelum kita berpendapat, maka tak ada salahnya kita mencoba untuk menebak kira-kira jawaban apa yang akan keluar dari mulut siterhukum mati ketika di tanya :

    Jika ada 2 macam hukuman mati, mana yang akan anda pilih :
    A. Yang bisa menjaga keutuhan fisik anda ?
    B. Yang bisa menghilangkan rasa sakit anda ?

    Saya rasa kita semua sepakat bahwa jawaban yang akan keluar dari mulut siterhukum mati adalah lebih condong pada JAWABAN B, YAKNI MEMILIH JENIS HUKUMAN MATI YANG BISA MENGHILANGKAN RASA SAKITNYA alias langsung mati.

    Pertanyaannya, logiskah jawaban siterhukum mati ?
    Disinilah akal sehat kita sema akan berbicara, bahwa seorang terhukum mati TIDAK MUNGKIN akan memikirkan bagaimana keutuhan jasadnya setelah mati, karena setelah mati siterhukum sudah meninggalkan dunia alias hidup di alam yang berbeda dengan yang masih hidup. Ia tak mungkin lagi bisa berhubungan dengan fisik jasad yang ditinggalkan ruhnya. Jadi intinya ruhnya itu sudah tidak perduli lagi dengan rupa jasadnya di dunia, mau utuh atau tidak, mau hancur atau tidak.
    Justru yang ia fikirkan adalah bagaimana agar ketika ajal merenggutnya, maka ajalnya itu akan terenggut dari dirinya tanpa perasaan sakit sama sekali, sehingga ia hanya bagaikan tidur dan pindah ke alam mimpinya saja. Pada kasus Suntik mati, siterhukum tetap merasakan sakit dalam hitungan menit, yakni saat racun menghentikan detak jantung. Sijantung yang sebelumnya sehat tetap memaksa bekerja keras memompa darah walaupun racun telah mencemarinya dalam hitungan menit.

    KESIMPULAN UMUM

    Hukum pancung bagi siterhukum, walau terlihat kejam secara fisik namun ternyata jauh lebih manusiawi ketimbang jenis hukuman mati lainnya, karena mampu menghilangkan rasa sakit dari tubuh manusia (siterhukum). Oleh karena hukum pancung (qisas) yang ternyata jauh lebih akurat dalam menghilangkan rasa sakit pada manusia (siterhukum) itu berasal dari kitab suci Al-Quran yang notabene adalah kumpulan firman-2 Allah SWT, maka TERBUKTI SUDAH BAHWA ALLAH SWT ITU MAHA BENAR DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA. Namun begitu Allah SWT, tetap memberikan kesempatan kepada siterhukum Qisas untuk lepas dari jerat hukum pancung ini manakala ia telah mendapatkan maaf dari keluarga korban dan bersedia membayar uang pengganti (diat) sebesar yang diminta kepadanya. Dan bagi keluarga sikorban Allah SWT juga memberikan petunjuk agar dalam meminta uang penggganti itu tidak berlebihan atau melewati batas kemampuan sipembunuh yang telah dimaafkannya.

    Menurut anda semua, jika memang hukuman mati terpaksa memang harus dilakukan terhadap siterhukum, maka manakah yang harus lebih dipentingkan bagi si calon terhukum mati, apakah MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN FISIKNYA atau MENGURANGI RASA SAKITNYA ?

  5. Ratna said

    @SHARING
    uraian anda sngt cerdas, logis, & ilmiah.
    sy btl2 mndpt pencerahan.
    boleh yah copas utk forum diskusi di blog lain?
    thx.

  6. Jin Islam said

    @SHARING

    Wkwkwkwkwk….
    Sayangnya komen Nt yg cerdas-logis-ilmiah itu hanya, dan HANYA, bs dimengerti oleh kaum yg BERPIKIR dan BERHATI BERSIH.
    Wkwkwkwkwkwk… Nt ngerti lah maksud ane.
    Trims.

  7. Bawor said

    bagus……. kita jadinya bertengkar sendiri.Inilah yang diharapkan orang2 sana supaya kita selalu bertengkar dan sibuk mikir diri sendiri dan sampai kiamatpun tetap jadi negara pengekspor pembantu.Disemua bidang, kita dibuat supaya terus bertengkar sendiri karena ada juga yang berpendapat mumpung orang bertengkar dia kan dapat keuntungan.

  8. riszkisick said

    SELESAIKAN KASUS MUNIR

  9. abu ahmad said

    masya Allah…….”semua yang bernyawa akan mati…..dan semua yang telah mati dialam sana Minta kembali kedunia Unutk bertobat…..mudahan kita tidak termasuk didalamnya….nauzubillah summa nauzubillah……

  10. abu ahmad said

    HAbib Riziq /…ana pendukung beratmu…majulah walaupun ana tidak berada disam[ping antum….tapi doa ana akan selalu menyertaimu…ISTIQOMAH……ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR

  11. suta said

    apa kabar>..

  12. ansyori said

    meski aku agak trlmbat tentang ini….. tetap q ucapkan trmksih untuk @SHARING, URAIAN ANDA MENEMBAH KETIDAK MENGERTIANKU TENTANG HUKUM PPANCUNG DAN SETRUM

  13. aLY QID,. WONG AWAM said

    maju terus HABIB, borong abis ampek ke akarnya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: