KabarNet

Aktual Tajam

KPK : DPR Sering Intervensi Kasus

Posted by KabarNet pada 20/08/2011

JAKARTA – Kasus Nazaruddin terus membuka fakta-fakta tersembunyi. Yang terbaru, Wakil Ketua KPK M Jasin akhirnya mengakui pihaknya kerap mendapat intervensi dalam penanganan kasus korupsi. Intervensi itu terutama dari kalangan DPR.

“Intervensi biasanya dilakukan melalui telepon,” ujar Jasin di kantornya kemarin. Soal Nazaruddin, Jasin berjanji akan kebal meski ditelpon sana-sini. Menurutnya, kalangan DPR kerap mengiba agar kasus-kasus yang ditangani KPK diperlunak , dihentikan atau bahkan pesanan-pesanan lainnya.

Biasanya yang menjadi permintaan anggota DPR adalah meminta KPK menyerahkan beberapa kasus yang ditanganinya dilimpahkan ke penegak hukum yang lainnya. Tapi Jasin menjamin semua intervensi dan tawaran yang ditujukan untuk KPK tidak akan digubrisnya. “Tak hanya kasus Nazaruddin, di kasus lain kami juga kebal meski ditelpon sana-sini,” katanya.

Lima pimpinan KPK, menurut Jasin adalah orang yang paling sering mendapat intervensi. Jasin membocorkan trik untuk menolak tekanan oknum DPR terhadap sebuah kasus. Salah satu cara untuk menghindari intervensi itu adalah dengan mengatakan bahwa dirinya hanya satu diantara pimpinan KPK lainnya. “Jadi saya tidak bisa melakukan apapun kecuali ada kesepakatan yang dilakukan secara kolektif kolegial,” katanya.

Namun saat ditanya kasus apa saja yang diintervensi, Jasin menolak menjelaskan. Menurutnya, jika dia mengungkapkan, maka akan timbul polemik yang berkepanjangan. Yang penting, lanjutnya, KPK akan berupaya maksimal mengungkap kasus-kasus korupsi yang ditanganinya.

Untuk itu, KPK tak mau berlama-lama untuk segera mendatangkan Neneng Sri Wahyuni, istri Muhammad Nazaruddin ke tanah air. Setelah permohonan red notice yang dikirim ke Interpol Polri ditolak lantaran belum dilengkapi sidik jari, kemarin (19/8) lembaga yang dipimpin Busyro Muqoddas itu memastikan pihaknya sudah mengirim kekurangannya tersebut.

“Hanya sidik jarinya yang kurangnya, tapi sudah dikirimkan hari ini,” kata Wakil Ketua KPK M Jasin di gedung KPK kemarin. Selain sidik jari, menurutnya, KPK telah melengkapi semua kekurangan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan status red notice Neneng.

Menurutnya dengan segara terbitnya red notice untuk Neneng, maka harapan selanjutnya tersangka kasus proyek pengadaan pembangkit listrik tnaga surya (PLTS) di Kemenakertrans ini bisa segera ditangkap dan dihadirkan untuk segera diperiksa dan diadili.

Nah, dengan keseriusan KPK memburu Neneng ini membuktikan bahwa KPK tidak tebang pilih dan tidak terpengaruh dengan tawaran-tawaran Nazaruddin agar istrinya dilindungi. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Jasin selalu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan keder dengan intervensi atau permintaan-permintaan pihak-pihak lain yang meminta agar KPK menghentikan kasus-kasus yang ditanganinya.

Bahkan, KPK tetap akan meneruskan dan menuntaskan sebuah kasus meski nantinya akan menyeret-nyeret para petinggi negeri ini. Yang penting, katanya semua harus berdasarkan alat bukti yang cukup. “Ngapain harus takut. Yang penting kami sesuai prosedeur,” ucapnya.

Sementara itu, kemarin Mindo Rosalina Manulang kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Namun kali ini kondisi Rosalina sangat berbeda dengan saat menjalani persidangan sebelumnya. Kemarin, Rosalina tampak tenang dan tak ragu melempar senyum kepada wartawan.

Bahkan saat ditemui seusai sidang, Rosalina pun menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan wartawan tanpa ragu. Bahkan beberapa kali dia mengatakan, “Hayo mau tanya apalagi,” katanya lalu tersenyum.

Tentu saja hal itu berbeda dengan sebelumnya, dimana Rosalina lebih banyak diam dan menghindar dari wartawan. Bahkan Rosalina juga kerap menangis dalam persidangan.

Saat ditanya tentang Neneng yang menurut Nazaruddin hanyalah ibu rumah tangga biasa, Rosalina membantah. “Kemarin waktu menjadi saksi saya, bu Yulianis (Wakil Direktur Keuangan Permai Grup) kan sudah memberitahu posisinya (Neneng) seperti apa. Beliau kerja juga,” katanya.

Memang, dalam persidangan sebelumnya, Neneng menerangkan bahwa posisi Neneng di Permai Grup adalah sebagai Direktur Keuangan. Selain itu dia menerangkan bahwa Neneng adalah salah satu orang, selain Nazaruddin yang memiliki akses sendiri untuk membuka brankas-brankas Permai Grup. Namun saat ditanya apakah dirinya pernah bekerjasama secara langsung dengan Neneng menangani sebuah proyek, Rosalina mengaku tidak pernah.

Tentang janji bungkam dan ketidaktahuan Nazaruddin, Rosalina mengaku bingung. “Tapi mungkin karena dia baru dipenjara,” katanya. “Dia pun berharap, pelan-pelan Nazaruddin bisa mengingat baik-baik. “Saya harap tidak ada itu yang namanya rekaya dan cuci otak,” imbuhnya.

Di bagian lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengetahui adanya permintaan tentang perlindungan istri dan anak Nazaruddin. Namun, menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, presiden tidak memberikan respon apapun terkait permohonan itu. “Justru presiden menanyakan, kenapa dikaitkan ke tingkat saya,” kata Julian menirukan SBY di Bina Graha, komplek Istana Kepresidenan, kemarin (19/8).

SBY, lanjut dia, telah menyerahkan permasalahan tersebut kepada proses hukum. “Ada mekanisme hukum di sana yang ditangani langsung penegak hukum,” ujar Julian.

Hingga saat ini, surat yang disebutkan ditulis oleh Nazaruddin tersebut belum diterima Istana. Namun anehnya, kata Julian, surat tersebut justru telah beredar luas ke publik. “Justru ini yang agak lucu, karena kami yang berada di dekat presiden sampai saat ini belum menerima surat yang dimaksud. Jadi ini agak aneh,” urai lulusan Hosei University, Tokyo, Jepang, itu.

Menurutnya, di lingkungan kepresiden ada mekanisme terhadap surat masuk. Misalnya Setneg dan Seskab. “Jadi Bapak Presiden tidak serta merta langsung menerma surat dari siapapun kecuali melalui jalur-jalur formal tadi,” katanya.

Sementara itu, Seskab Dipo Alam menilai, surat yang ditujukan kepada Presiden SBY itu adalah salah alamat. Sebab, presiden bukan penegak hukum seperti halnya KPK yang berhak memerikan Nazaruddin. “Saya yakin bahwa “Presiden tidak akan menanggapi surat itu, karena Nazarudin sudah dalam proses hukum oleh KPK,” katanya.

Terkait permohonan Nazaruddin itu, kata dia, lebih tepat jika diajukan kepada KPK. Menurutnya, presiden memang berkewajiban melindungi setiap warga negara tanpa pilih kasih. Namun dalam kasus Nazaruddin, hal itu sudah dalam proses hukum.

“Saya kira sebaiknya Nazarudin akan kita hargai bila ia bisa membongkar tuntas kasus korupsi yang dituduhkan, dan mempertanggung jawabkannya,” katanya. Dia mengatakan, Nazaruddin tidak perlu mengkahwatirkan keluarganya, karena Indonesia adalah negara yang menghormati hukum, keadilan dan hak asasi manusia.

Di Mabes Polri, Kadivhumas Irjen Anton Bachrul Alam menjelaskan proses red notice Neneng sedang diproses di Divisi Hubungan Internasional Polri. “Mungkin Senin akan dikirim lagi ke Perancis,” katanya usai salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri kemarin.

Polisi juga ancang-ancang membantu KPK menyidik pihak-pihak yang membantu pelarian Nazaruddin. Termasuk warga Singapura Eng Liam Kim Garret. “Informasinya dia itu pengacaranya. Nanti kita tunggu perkembangan penyidikan di KPK,” katanya. JPNN.COM

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: