KabarNet

Aktual Tajam

Mantan Menteri BUMN Terseret Kasus Korupsi Merpati

Posted by KabarNet pada 21/08/2011

NAMA mantan Menteri BUMN Sugiharto terseret kasus dugaan korupsi sewa-menyewa pesawat maskapai nasional PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari sebuah leasing di Amerika Serikat pada 2006. Nama Sugiharto ramai disebut setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) mencium adanya praktik kolaborasi merugikan negara dalam proses sewa-menyewa dua pesawat jenis Boeing tersebut.

“Saat ini kami terus mencari dan mengumpulkan bukti baru atas dugaan keterlibatan pihak lain seperti mantan Menteri BUMN dan pejabat Kementerian BUMN dalam kasus sewa menyewa-pesawat yang digunakan oleh PT MNA. Sebab, proses sewa-menyewa ini dilakukan lintas departemen,” ungkap juru bicara Kejagung Noor Rochmad, di Jakarta, Sabtu 20 Agustus 2011.

Sugiharto yang menjabat Menteri BUMN pada saat proses sewa-menyewa itu berlangsung, sejauh ini belum berhasil didapatkan konfirmasi atas dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Merpati, Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Direktur Utama PT Merpati, Hotasi Nababan, dan mantan Direktur Keuangan Merpati Guntur Aradea.

Keduanya diduga bertanggungjawab atas kerugian negara yang mencapai USD 1 juta atau setara dengan Rp 9 miliar. Namun, penetapan ini sempat diprotes kuasa hukum kedua tersangka, Lawrens TP Siburian, yang menganggap bahwa kasus korupsi ini bukanlan pelanggaran pidana korupsi, melainkan hanyalah kasus perdata.

“Silakan saja kuasa hukumnya berkoar-koar seperti itu, penetapan kedua tersangka sudah sesuai mekanisme. Bagi penyidik apa yang diungkapkan para tersangka dan kuasa hukumnya sama sekali tidak ada artinya. Jangan mimpi ada SP3 untuk kasus ini,” tegas Noor.

Kasus ini bermula dari perjanjian sewa antara Merpati dengan Thirdstone Aircaft Leassing Group Inc (TALG) pada Desember 2006. Perusahaan penyewaan pesawat asal Amerika Serikat itu berjanji menyiapkan dua pesawat untuk Merpati berjenis Boeing 737 seri 400 dan 500.

Merpati mengirimkan US$ 1 juta atau setara dengan Rp 9 miliar ke TALG sebagai jaminan atau security deposit penyewaan. Tetapi, hingga tenggat waktu yang disepakati, yakni Januari 2007, pesawat tak kunjung datang. Begitu pula dengan duit jaminan penyewaan US$ 1 juta tak bisa ditarik kembali.

Dari beberapa bukti malah menunjukkan adanya keterlibatan pejabat Kementerian BUMN atas proses sewa- menyewa ini, dimana ada surat dari Kementerian BUMN yang ditujukan pada Direksi maupun Komisaris PT Merpati pada 14 November 2006.

Surat itu diteken Menteri BUMN saat itu, Sugiharto, dimana dalam poin-poin surat itu antara lain menyetujui penyertaan modal Rp 450 miliar ke Merpati untuk penyewaan 10 unit pesawat. Kemudian Kementerian akan melakukan monitoring terhadap penerapan anggaran.

Ada pun rencana penggunaan dana, seperti tertera dalam dokumen itu, terlebih dulu dikonsultasikan dan disetujui Kementerian BUMN. Apabila pengadaan armada sebanyak 10 unit mengalami kendala, harus segera dilaporkan kepada kementerian.

“Pokoknya kami tetap akan berusaha dengan mencari bukti-bukti kelayakan bahwa kasus ini masuknya ke ranah perdata,” ungkap kuasa hukum Hotasi dan Guntur, Lawrens TP Siburian. matanews.com

2 Tanggapan to “Mantan Menteri BUMN Terseret Kasus Korupsi Merpati”

  1. taUbat said

    PILOT CURHAT MERPATI PERNAH JADI PERUSAHAAN BESAR

    Rabu, 12/12/2012 17:34 WIB

    Jakarta – detikfinance – Sebuah kalimat dari Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan, “Merpati merugi, kalau tidak bisa diperbaiki, ya sudah tutup saja. Kami kasih kesempatan kepada direksinya. Kalau direksinya angkat tangan, ya tutup saja,” sampai ke telinga pilot Merpati Kapten Roy Yulius Rumuat.

    Menurut penuturannya, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mempunyai citra baik bagi penerbangan domestik terutama penerbangan Indonesia Timur.

    “Orang-orang Indonesia Timur selalu bilang Merpati itu ‘ekor kuning’ dan sampai saat ini masih terdengar tetapi sekarang berubah pesawat pedalaman Merpati kalah dengan Susi Air ,” katanya saat ditemui di Kawasan Kemayoran Jakarta, Rabu (12/12/2012).

    Roy mengingat perjalanan Merpati saat tahun 1991 yang penuh dengan kejayaan. Kebesaran Merpati saat itu mengalahkan PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) baik dari sisi armada maupun gaji yang diterima pegawainya.

    “Tahun 1991 itu masa jaya Merpati. Bahkan Garuda Indonesia kalah pada saat itu. Kami survive dan naik gaji tanpa bantuan pemerintah sekalipun dan dapat armada Boeing 737 Classic dari dana Merpati,” tutur Roy.

    Menurut Roy saat ini Merpati berada pada ketidakjelasan nasib. Ia mengungkapkan hanya 280 pilot Merpati yang saat ini masih bertahan dari total 600 pilot yang pernah menukangi pesawat Merpati dulunya.

    “Pilot-pilot nyaman kalau mereka terbang. Mereka mungkin pindah ke tempat atau ke perusahaan lain. Dari 600 pilot tahun 1997 sekarang hanya 280 pilot saja yang bertahan dan banyak menjadi bos di tempat lain.”

    “Apalagi selama Dirut yang sekarang yang menjabat saya bingung tidak ada pesawat baru yang masuk. Selain itu rute dipotong dan dirut baru bilang jangan terbang kalo ga mau rugi itu pendapat Dirut yang sekarang,” cetus Roy.

    Wiji Nurhayat (wij/ang)

  2. taUbat said

    PEMERINTAH SEGERA BEKUKAN IZIN OPERASIONAL MERPATI

    MERPATI TAK LAGI MEMILIKI DANA UNTUK KESELAMATAN PENUMPANG.

    SABTU, 8 FEBRUARI 2014, 10:26

    VIVANEWS – PEMERINTAH BERENCANA SEGERA MEMBEKUKAN IZIN OPERASI PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES. MENURUT DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DARI KEMENTERIAN PEHUBUNGAN, HERRY BAKTI, MERPATI SUDAH TIDAK BISA DIOPERASIKAN SECARA KESELURUHAN.

    “KITA PERTIMBANGKAN AKAN BEKUKAN IZIN OPERASI. KARENA TIDAK ADA LAGI KEMAMPUAN. KEUANGAN, OPERASI TIDAK MAMPU LAGI,” KATA HERRY DALAM DISKUSI DI JAKARTA, SABTU 8 FEBRUARI 2014.

    BAHKAN MENURUT DIA, SEBENARNYA MERPATI BISA DIANGGAP SUDAH TIDAK ADA LAGI. SEBAB, OPERASIONAL SUDAH BERHENTI DAN TAK MUNGKIN LAGI UNTUK BEROPERASI.

    “SECARA SAFETY TIDAK ADA, TIDAK ADA UANG YANG MENUNJANG DAN SECARA OPERASIONAL TEKNIS DIA TIDAK LAYAK,” UJARNYA.

    NAMUN, KATA DIA, JIKA MENTERI BUMN, DAHLAN ISKAN INGIN MENERBANGKAN MERPATI LAGI PADA AWAL MARET, PIHAKNYA AKAN MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI. DENGAN, MELAKUKAN EVALUASI, APAKAH MERPATI SUDAH SIAP MELAYANI PENUMPANG. SEBAB, KATA DIA, PERLU DIINGAT BAHWA MERPATI TAK LAGI MEMILIKI DANA UNTUK KESELAMATAN PENUMPANG.

    “ASURANSINYA TIDAK ADA,” KATA DIA.

    SEBELUMNYA, DAHLAN ISKAN, MASIH OPTIMISTIS PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES, YANG SAAT INI TERBELIT UTANG BISA DISELAMATKAN. SAAT INI, MASKAPAI PENERBANGAN PELAT MERAH ITU MENGHENTIKAN SEMENTARA OPERASIONALNYA. SAAT INI MERPATI SEDANG MELAKUKAN KONSOLIDASI.

    “TETAP OPTIMISTIS DAN NANTI FEBRUARI ADA BEBERAPA POLA KERJA SAMA OPERASI BARU,” KATANYA.

    MENGAPA MERPATI TERUS MERUGI?

    HERRY MENJELASKAN, BAHWA AWALNYA, MERPATI BISA BERJALAN NORMAL HANYA DENGAN LIMA PESAWAT. MERPATI JUGA MENJADI SATU-SATUNYA PESAWAT PERINTIS YANG MELAYANI DAERAH-DAERAH KERING. NAMUN, DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN, ADA PERSAINGAN DARI BEBERAPA AIRLINE BARU.

    “BELUM LAGI SEJARAH TADI, DIA HARUS LEBIH EFISIEN, MANAGEMEN HARUS LEBIH TERTIB, DI PAPUA JAMAN DULU SEOLAH-OLAH PILOTNYA YANG PUNYA, SEENAKNYA SAJA, KONTROL MANAGEMEN SALAH,” KATA DIA.

    HERRY MENEGASKAN, SAAT ITU PEMERINTAH TIDAK PERNAH CAMPUR TANGAN DALAM MENGELOLA MERPATI. DIREKSI PUNYA HAK LEBIH. “MEREKA YANG BERTANGGUNGJAWAB, PILIHAN APAPUN JUGA, PESAWAT BESAR ATAU KECIL,” KATA DIA.

    SEMENTARA, PENGAMAT BUMN YANG PERNAH MENJADI KOMISARIS BUMN PADA TAHUN 2005-2007, SUNARSIP, MENGATAKAN, BAHWA MERPATI SUDAH BERKALI-KALI MENDAPAT INJEKSI MODAL.

    PADA TAHUN 2007 SEBANYAK RP460 MILIAR. BAHKAN, OPSI MERPATI DITUTUP SUDAH ADA, NAMUN, TIDAK DIAMBIL SEBAB, JIKA DITUTUP SAAT ITU PEMERINTAH HARUS MEMBAYAR TALANGAN SEBESAR RP3 TRILIUN.

    “UNTUK BAYAR UTANG, DAN PESANGON KARYAWAN, DANA PENSIUNANNYA MANFAAT PASTI JADI AKAN BESAR YANG DITANGGUNG PEMERINTAH. SEMENTARA ASET MERPATI SAAT ITU YANG BISA DIJUAL HANYA RP200 MILIAR, TANGGUNG HUTANGNYA RP2 TRILIUN,” KATA SUNARSIP.

    AKIBATNYA, PEMERINTAH MENGINJEKSI RP460 MILIAR, DENGAN HARAPAN BISA TERBANG KEMBALI. SEBENARNYA, KATA DIA, HUTANG MERPATI LEBIL SEDERHANA KETIMBANG GARUDA SAAT ITU. KETIKA ITU, GARUDA HUTANG KEPADA INVESTOR ASING, SEMENTARA MERPATI HUTANG KEPADA PEMERINTAH DAN BUMN.

    “JADI 100 PERSEN ADA DITANGAN PEMERINTAH, JADI TIDAK PADA TEMPATNYA KALAU MANAGEMEN MERPATI, DISURUH UPAYA PEMBENAHAN, PADAHAL KUNCI UTAMANYA PEMERINTAH, JADI PENYELESAIAN DITANGAN PEMERINTAH,” KATANYA. (EH)

    EKO PRILIAWITO | NILA CHRISNA YULIKA

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: