KabarNet

Aktual Tajam

STOP FILM PERUSAK AQIDAH ! [REPOST]

Posted by KabarNet pada 28/08/2011

Salah satu film perusak aqidah adalah Film “?” yang disutradarai oleh HANUNG BRAMANTYO dan diproduseri oleh ERICK TOHIR pimpinan MAHAKA PICTURE dan MAHAKA MEDIA yang menerbitkan HARIAN REPUBLIKA. Film “?” diiklankan seperempat halaman berwarna di Republika hari Kamis 7 April 2011 dengan tulisan besar di tengah iklan : “Masih pentingkah kita berbeda ?” Dan dalam deretan sponsor tertera logo tulisan “Republika”. Sehari sebelumnya, dalam Wawancara Eksklusif Republika yang menghabiskan satu halaman penuh, Hanung Bramantyo mempropagandakan film “?” dan menolak stempel pluralis mau pun liberalis untuk filmnya tersebut, dengan dalih “maksud” yang ada dalam hati dan benaknya tidak seperti yang “dipahami” orang lain.

Dalam kesempatan lain, sang sutradara menyebutkan hal- hal positif dalam filmnya untuk “menjustifikasi” hal-hal negatif dalam film tersebut yang disorot dan diprotes keras oleh masyarakat. Sang sutradara lupa atau pura-pura lupa bahwa pokok persoalannya bukan terletak pada hal-hal yang sudah positif, tapi justru terletak pada hal-hal negatif yang diprotes umat Islam. Lagi pula, walau dalam film tersebut ada berjuta kebaikan, namun jika dengan sengaja diselipkan suatu propaganda kesesatan, maka tetap sesat dan tetap akan jadi persoalan. Bahkan berjuta kebaikannya akan dipahami sebagai kamuflase untuk menutupi kesesatannya, sekaligus untuk dijadikan alasan justifikasi atas kesesatan tersebut.

Masyarakat awam adalah tingkatan kelompok orang yang lugu dan polos dengan pola pikir yang sangat sederhana. Mereka hanya “memahami” dari apa yang mereka dengar, lihat, tonton dan saksikan dari film tersebut, bukan “menafsirkan” apa yang dimaksud sang sutradara atau produsernya. Film “?” telah menyajikan sejumlah statement dan agenda yang memberi kesan kepada masyarakat awam sebagai berikut :

  • 1. Dalam film “?” ada adegan pendeta ditusuk, gereja dibom, restoran Cina diserang secara anarkis oleh sekelompok masyarakat muslim di Hari Lebaran, dan sekelompok pemuda muslim bersarung dan berpeci mencerca seorang Cina yang dibalas dengan bahasa Jawa yang artinya “Dasar Teroris Anjing”.

Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya orang Islam itu bengis, biadab dan jahat. Walau pun dalam adegan penusukan pendeta dan pengeboman gereja tidak jelas pelaku dan motifnya, namun dengan rentetan adegan lainnya tersebut mengarahkan kesan kepada umat Islam.

  • 2. Dalam film “?” ada cerita tentang Rika yang semula muslimah, kemudian murtad masuk nashrani karena kecewa suami berpolygami. Rika pun berdalih bahwa kemurtadannya bukan berarti membenci atau pun mengkhianati Tuhan. Sepanjang cerita Rika ditampilkan sebagai sosok yang ideal, toleran, arif dan bijak. Ibu dan anak Rika yang semula menentang kemurtadan Rika, akhirnya bisa menerima. Dalam cerita ini ada narasi : “…semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”

Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :

a. Syariat polygami itu buruk karena merusak rumah-tangga dan menyebabkan orang murtad.

b. Murtad itu bukan mengkhianati Tuhan, sehingga tidak mengapa orang murtad.

c. Rika murtad tapi ideal, toleran, arif dan bijak, sehingga orang murtad pantas untuk diterima secara baik.

d. Sikap Ibu dan anak Rika yang menentang kemurtadan Rika adalah sikap “tidak toleran”, sehingga akhirnya dikalahkan oleh sikap “toleran” dengan menerima kemurtadan Rika.

e. Semua agama benar dan sama menuju Tuhan yang satu. (-Pluralisme-).

  • 3. Dalam film “?” ada cerita tentang Surya yang bermain drama pada Hari Raya Paskah di gereja dengan peran menjadi Yesus. Sebelum pentas, Surya latihan Yesus disalib di dalam masjid, lalu direstui oleh Ustadz yang mengajar di masjid tersebut. Saat pentas di gereja pun banyak orang berpenampilan muslimin dan muslimat yang ikut berpatisipasi menonton dan membagikan bingkisan Paskah kepada jemaat gereja.

Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :

a. Orang Islam main drama di gereja dan berperan sebagai Yesus tidak mengapa.

b. Latihan drama Yesus disalib dalam masjid juga tidak mengapa.

c. Orang Islam ke gereja untuk ikut merayakan Paskah pun tidak mengapa.

d. Islam ke gereja , Yesus dan Salib ke Masjid sama saja. (-Pluralisme).

  • 4. Dalam film “?” ada cerita tentang Menuk, seorang wanita muslimah berjilbab, yang kerja di restoran Cina yang menjual dan menyajikan Babi. Saat shalat Menuk melaksanakan shalat di tempat kerjanya, dan saat tugas Menuk menghidangkan Babi dengan nyaman tanpa ada sikap galau atau pun riskan.

Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya menjadi seorang muslim tidak harus menjadi halangan untuk menjual / memotong / menghidangkan Babi. Bahkan ada kesan untuk mengajak masyarakat untuk menghalalkan Babi. Walau pun pemilik restoran menyatakan dalam film tersebut bahwa alat masak untuk Babi harus dipisah dengan alat masak untuk Udang, Cumi dan Ayam, tapi ia juga menyatakan bahwa Daging Babi itu “lebih gurih”, tidak perlu bumbu apa pun seperti memasak Udang, Cumi dan Ayam.

  • 5. Dalam film “?” ada cerita tentang Tan Kat Sun pemilik restoran Cina penjual Babi, yang toleran terhadap karyawan muslimnya dengan mempersilahkan shalat, namun akhirnya mati pasca penyerangan restoran Cinanya oleh sekelompok orang Islam. Diceritakan juga bahwa restoran Cina penjual Babi tersebut di bulan puasa ramadhan merugi karena sepi pengunjung.

Kesan untuk masyarakat awam bahwa orang non muslim sangat toleran terhadap umat Islam, tapi tidak sebaliknya. Dan juga mengesankan bahwa pelanggan restoran Cina penjual Babi tersebut adalah umat Islam, sehingga ketika umat Islam sedang puasa Ramadhan maka restoran menjadi sepi pengunjung.

Selain itu semua, masih ada lagi adegan Asmaul Husna dibaca dengan nada sinis dan melecehkan oleh pendeta di dalam gereja. Lalu ibu kost berjilbab yang judes dan bakhil.

Berdasarkan itu semua maka Front Pembela Islam mengingatkan segenap umat Islam :

1. Bahwa agama yang benar adalah Islam, selain Islam tidak benar.
2. Bahwa Islam sangat menghargai perbedaan agama (Pluralitas), tapi menolak pencampur-adukan agama (Pluralisme).
3. Bahwa Islam menolak segala bentuk penodaan terhadap agama apa pun.
4. Bahwa “Murtad” bukan bagian kebebasan beragama, tapi merupakan penodaan agama.
5. Bahwa “Murtad” adalah perbuatan terkutuk dan merupakan dosa besar yang haram dilakukan oleh umat Islam. Pelakunya wajib bertaubat atau dihukum mati.
6. Bahwa Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) adalah paham sesat dan menyesatkan bukan dari ajaran Islam.
7. Bahwa umat Islam haram mencampur-adukan aqidah dan ibadah dengan agama apa pun, termasuk merayakan hari besar umat beragama di luar Islam.
8. Bahwa Liberal adalah musuh besar Islam dan pembangkangan Liberal terhadap Allah SWT lebih Iblis daripada Iblis.
9. Bahwa umat Islam wajib tunduk dan patuh kepada Hukum Allah SWT.
10. Bahwa umat Islam wajib membela agamanya dari segala bentuk penodaan.

Selanjutnya Front Pembela Islam menyatakan :

  • 1. Bahwa Film “?” adalah FILM LIBERAL yang sesat dan menyesatkan, sehingga haram ditonton oleh umat Islam dan harus dilarang pemutarannya oleh pemerintah RI.
  • 2. Bahwa Erick Tohir dengan Mahaka Picture dan Mahaka Media serta Republikanya harus menarik film “?” dari peredaran, dan meminta maaf kepada umat Islam, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahannya. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk memboikot Erick Tohir dan semua medianya.
  • 3. Bahwa Hanung Barmantyo harus menghentikan peredaran film “?”, dan bertaubat kepada Allah SWT, serta menyudahi sikap Liberalnya selama ini yang selalu menyerang Islam. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk menjadikannya sebagai musuh Islam.
  • 4. Bahwa Lembaga Sensor Film (LSF) tidak boleh meloloskan film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, serta wajib melakukan reformasi kepengurusan agar tidak disusupi atau ditunggangi oleh unsur-unsur Liberal dari kelompok mana pun. Jika tidak, maka bubarkan LSF dan kembalikan wewenang perfilman kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi atau kementerian lain yang berkompeten.
  • 5. Bahwa semua anggota masyarakat diserukan untuk tidak membeli / menyewa / memutar / menonton / mensponsori film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, dan diserukan pula kepada segenap anggota masyarakat untuk memboikot semua pihak yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”.

Akhirnya, Front Pembela Islam menyatakan perang terhadap semua film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam.

                   Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !

Jakarta, 28 Ramadhan 1432 H / 28 Agustus 2011 M

fpi.or.id

19 Tanggapan to “STOP FILM PERUSAK AQIDAH ! [REPOST]”

  1. mustafic said

    ah lagi lagi ulah sutradara dan produser yang gak beragama islam islam sih islam tapi 2orang nih aliran islam keparat berasaskan komunis

  2. nn said

    Ane jg sangat tidak setuju sm film ini,tp Sebaiknya langkah yg diambil tak secara anarkis,ttp lbih kearah dialogis agar masyarakat tahu apa2 saja yang salah dari film ini. Soalnya org kita kan msh bnyk yg awam,kalu tak mau di bilang bodoh,biasanya kalau sbuah film di larang atau akan di larang malah semakin laris filmnya,nt malah ke GR an si sutrdara & produsernya. Masalahnya di negeri ini kita TIDAK PUNYA MEDIA ISLAM yg secara konsisten mengcounter gerakan2 Sepilis yang kelihatan semakin konsisten menyebar kerusakan.

  3. damar cheplix said

    ditunggu kapan fpi ngajak hanung and crew dialog terbuka difasilitasi republika.
    Untuk sementara status peredaran film pending sblm ad klarifikasi dari ybs

  4. Wah film yang terlalu
    nyari sensasi
    http://www.dezatorifu.co.cc
    @ll friends mampir ya

  5. ahmad said

    betul. kalau mau bikin film, ga usah di gabung2 gitu. kalau mau bikin film islam, ya islam aja, kalau mau film kristen, ya kristen aja. jangan ada unsur SARA nya. memang seru, tapi masyarakat awam bisa salah tanggap. ya ga usah bikin film menganai agama sekalian….

  6. miris miris said

    iki film opo to yoooo…………. isinya malah mencampuradukkan agama dan menginjak-injak agama Islam seolah selama ini agama Islam itu tidak toleransi pada agama lain. Hanung, kalau film itu mewakili apa yang ada dalam pikiran dan hati anda, sebaiknya anda saja yang murtad, mungkin dengan agama lain yang anda agung2kan dan anda bela dalam film anda itu lebih membawa kedamaian bagi anda. Tapi jangan mengotori akidah Islam dengan menyebarkan sesuatu yang anda tidak pahami betul.

  7. mas slamet said

    hanung ini orang muslim kok malah menghina agamanya sendiri demi keuntungan di dunia, orang dg agama lain aja malah sgt fanatik dg agamanya…

  8. Santoso Endro Soebroto said

    Sebaiknya tidak nonton film “?”, biar rugi bagi yang memproduksi film, dan jangan lagi membeli koran Republika, TITIK

  9. ALIEN said

    Jangan lupa saudara-2 ku, di dunia ini sekarang ada banyak type orang Islam, yakni :

    Orang Islam palsu :
    adalah orang yang sedang menyamar jadi orang Islam dengan tujuan tertentu.

    Orang Islam KTP :
    adalah orang Islam yang keislamannya cuma di bibir saja, tapi tidak sesuai dengan perilakunya.

    Orang Islam sejati :
    adalah yang ucapan dan perilakunya benar-2 sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

    Jadi sebenarnya tidaklah sulit untuk menilai ke-Islam-an seseorang, bukan ? Bisa dilihat dari ucpan dan perilakunya sehari-hari.

  10. manusia said

    Filem nya jelek, bagus, merusak akidah, merusak akhlak, merusak agama, merusak persatuan “BODO AMAT” yang penting
    Saya menonton filem ambil yang baik-baik nya saja.

    Saya tidak ada hak untuk melarang-larang, karena Tuhan sudah menciptakannya ber macam-macam.

    Saya hidup di dunia ini hanya bisa memilih yang baik-baik dan benar.

  11. Orang Pinggiran said

    @-Alien tull.

    satu lagi Islam Protestan yaitu :
    Islam yang slalu memprotes hukum2 Islam yg telah digariskan oleh
    Al-Qur;an dan Hadist.

  12. didi said

    Tapi hati hati lho ada ormas yg ngawal si hanung … kebal petasan lhoo…….

  13. Kalau memang benar film ini seperti yang dicertakan diatas, sepatutnyalah film ini jangan sampai dibuat. Atau kalau sudah dibuat lebih baik dimusnahkan. Kelihatannya tidak ada nilai manfaatnya sama sekali, malah merusak. Saya pemeluk islam yang tolerans sekali, tidak setuju dengan film ini, malah isteri saya yang kristen,juga tidak setuju mendengar bahwa ada film yang seperti ini. Alangkah indahnya apabila kita melakukan ibadah kita sendiri sesuai dengan agama masing2, tanpa mencampur adukkan seperti film ini yang tidak jelas apa maunya. Cuma kepada FPI yang membuat pernyataan yang bagus sekali, tidak melakukan tindakan2 kekerasan yang malah membenarkan apa yang diceritakan dalam film ini.

  14. atarakareba said

    he..he… kok pada ketakutan ya, pada kebakaran jenggot semua, padahal film “?” itu mengangkat kisah nyata, agar pelaku kejahatan yang mengatasnamakan agama, itulah yang terjadi sebenarnya di masyrakat, memang itulah perintah dari Allah SWT yang kalian sembah. membunuh orang kok yang diteriakin Allah wak bar….. Allah wak bar….. membunuh kok panggil nama Tuhan ya? apa Allah SWT senang kalau umatnya membunuh orang ya? wah ngeri sekale Allahnya, jadi kuatir saya. FPI forum beringas, bo ya kalian berkacakah, emang kalian udah sucikah? Munafik………

  15. ▲hmad® said

    Ya begitu ormas fpi yg tersisihkan pergaulan ormas2,cari2 perhatian dan kurang kerjaan.Watak semi teroris kan begitu berbuat tapi tdk mau disebut berbuat. Jadi orang kok sensitif dgn alasan inilah itulah.

  16. birrul walidain SVT said

    disaat negeri orang membuat filmseperti”my name is khan” yang memperbaiki citra islam d mata orang awam, malah d negeri indonesia yg terkenal dengn islmnya yg ingin mencoreng wajah sendiri,, saya secara pribadi mendukung FPI dlm mslh ini,,, termakasih saudara, krn masih ada orang2 yg sprt kalian yg masih mau peduli,, salam damai…

  17. abuzaenab said

    fpi ..maju terus…brantas kemungkaran !!!!!!!!!!!!

  18. ana said

    apa jadinya negara ini tanpa FPI ????????
    pasti jadi surganya ahli maksiat

  19. ISRAEL said

    kye negara indonesia ini negara islam z….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: