KabarNet

Aktual Tajam

Rektor UIN: Benarkah Kitab Suci Itu Firman Allah?

Posted by KabarNet pada 12/09/2011

Komaruddin Hidayat Ragukan Kebenaran Alqur’an ?

Semua agama memiliki kitab suci sebagai dokumen dan rujukan doktrin serta ajarannya. Hanya saja tidak semua ajaran yang diwariskan oleh pendiri agama terdokumentasikan secara komplet, otentik, dan akurat dalam kitab suci sehingga banyak ajaran rasul Tuhan yang kemudian sulit ditelusuri oleh generasi di belakangnya.

Ini sangat bisa dipahami karena ketika awal mula agama disebarkan oleh pembawanya, tradisi baca-tulis belum kuat dalam masyarakat. Jadi, kalau sekarang muncul pertanyaan dan perdebatan ilmiah-historis tentang mata rantai dan otentisitas dokumentasi kitab suci sebuah agama, itu merupakan hal yang wajar dan logis saja.

Dalam kajian filsafat agama muncul pertanyaan, apakah yang dinamakan kitab suci itu redaksi dan kandungannya semuanya dari Tuhan ataukah spirit dan makna dari Tuhan lalu redaksinya disusun oleh manusia yang dipengaruhi oleh budaya setempat? Perdebatan itu tak kunjung selesai. Masing-masing memiliki argumen dan keyakinan iman.

Kalau sudah memasuki wilayah keyakinan, kepercayaan, dan iman, maka argumen rasional tidak menjamin bisa mengubah iman seseorang. Dari sekian kitab suci yang menjadi kajian ilmiah serius adalah asal-usul dan otentisitas kitab suci yang menghimpun ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Di universitas Barat diskusinya bisa sangat liberal karena iklim akademisnya memang memungkinkan.

Mereka sudah terbiasa berpikir kritis, sulit menerima dan memercayai doktrin agama tanpa penalaran. Sebagai kajian ilmiah, baik kitab suci Perjanjian Lama, Perjanjian Baru maupun Alquran yang merupakan Perjanjian Ketiga diposisikan sebagai objek yang diinterogasi secara kritis dan bebas. Tiap kitab suci mesti mampu membela dirinya sendiri dalam proses pengujian dan seleksi ilmiah-historis.

Salah satu pertanyaan fundamental adalah, benarkah ungkapan yang terkandung dalam kitab suci itu firman Allah? Secara historis tentu saja tidak mungkin bisa dibuktikan karena Allah yang Maha Gaib berada di luar sejarah, sementara kitab suci hadir, eksis, sebagai realitas bahasa dan budaya.

Kalaupun pertanyaan pertama tidak bisa dijawab, pertanyaan berikutnya adalah, benarkah kalimat-kalimat dalam kitab suci itu otentik keluar dari lisan para rasul Tuhan? Ataukah karangan, tafsiran, dan rekaan murid-muridnya saja? Demikianlah, masih banyak pertanyaan kritis yang dihadapkan pada kitab suci dalam sebuah kajian ilmiah.

Kitab suci sangat vital posisinya dalam agama karena kitab suci merupakan pintu gerbang dan sekaligus pemandu untuk memahami doktrin dan ajaran agama. Objek keimanan dalam agama hampir semuanya abstrak, tak dapat dilihat dan diraih oleh indra, kecuali kitab sucinya. Kita disuruh beriman kepada Tuhan, kepada malaikat, hari akhir, dan nabi yang semuanya itu tidak pernah kita lihat dan jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Satu-satunya yang bisa kita akses hanyalah peninggalan kitab suci. Jadi, karena sangat vitalnya peran kitab suci, maka logis kalau seorang pencari kebenaran sejati bertanya kritis tentang otentisitas, asal-usul, dan transmisi kitab suci yang sudah melewati lorong waktu berabad-abad.

Bagaimana perjalanan kitab suci yang melewati sekian ratus generasi dan mengunjungi bangsa serta pembaca yang berbeda bahasa, pendidikan, dan budaya bisa meyakinkan orang? Dalam konteks Islam, terdapat dua sumber utama yang berbentuk teks atau tulisan untuk mencari pesan-pesan Nabi Muhammad. Pertama, ucapan-ucapan Muhammad yang dikategorikan sebagai Alquran dan kedua himpunan ucapan dan laporan tindakannya yang masuk kategori hadis.

Sepengetahuan saya, hanya dalam Islam terdapat dua kategori kitab suci yang demikian besar perannya, yaitu Alquran yang diyakini firman Allah yang disampaikan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril dan himpunan hadis yang merupakan penjelasan kandungan Alquran serta berbagai catatan kesaksian kehidupan Rasul Muhammad yang menjadi model dan anutan umat Islam.

Kajian kritis terhadap sebuah kitab suci ada yang muncul karena dorongan iman, ada yang muncul dari sikap ilmiah, tetapi ada juga yang didasari rasa kebencian pada satu agama. Jika kitab suci sebuah agama terbukti banyak kelemahan dan kepalsuannya, maka kandungan ajarannya juga pantas diragukan.

Semua agama sesungguhnya pantas berterima kasih pada kajian ilmiah-historis yang berusaha melakukan pembelaan dan klarifikasi seputar keberadaan kitab sucinya. Dalam kajian hadis, misalnya, ditemukan mata rantai periwayatan yang lemah dan palsu yang jumlahnya ribuan. Untungnya, dalam tradisi Islam baik hadis yang otentik maupun yang lemah kesemuanya terdokumentasikan dengan baik sehingga mudah diakses bagi para peneliti.

Adapun otentisitas Alquran memang terjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Benarkah Alquran yang ada ini otentik keluar dari lisan Muhammad? Namun diyakini bahwa argumen yang memandang valid lebih kuat ketimbang yang membantahnya. Lagi-lagi, di sini bantuan ilmu sejarah sangat besar. Bagi sebagian orang, apakah berbagai kitab suci agama yang ada sekarang ini otentik ataukah tidak dianggap tidak urgen dipersoalkan.

Yang penting bagaimana menjadi orang beriman dan berbudi mulia. Tapi bagi sebagian orang pemahaman dan keyakinan tentang otentisitas dan kebenaran kitab suci itu sangat penting. Bagi umat Islam, jika ada pihak-pihak yang mencoba menghina dan menghujat kemuliaan Alquran, umat Islam di berbagai penjuru dunia pasti akan bangkit melawan, terlepas mereka memiliki kedalaman ilmu ataukah tidak.

Umat Islam masih bisa menoleransi terhadap mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, tetapi jika Alquran dan Rasulullah Muhammad dihujat dan dihina, pasti mereka akan bangkit membela dan melawan. Eksistensi dan posisi kitab suci sangat besar perannya sebagai rujukan ajaran dan penjaga tradisi serta semangat beragama.

Muncul pertanyaan, betulkah pemahaman kita terhadap kitab suci hari ini sama dengan pemahaman generasi awal? Pasti ada yang sama, tetapi mungkin sekali ada bagian-bagian yang berbeda karena adanya jarak ruang dan waktu serta bahasa dan budaya yang jauh berbeda. Jadi kalau terdapat perbedaan penafsiran dan ekspresi beragama semua itu bisa dimaklumi.

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah
  [OKEZONE]

54 Tanggapan to “Rektor UIN: Benarkah Kitab Suci Itu Firman Allah?”

  1. abu nabil said

    smua pertanyaan diatas lbh tepat ditujukan buat selain AlQur’an. Sbb bg yg meragukn keotentikanx ditantng untk membuat 1 ayat aja yg semisal. pasti lo gak bisa.

  2. alwi ali md said

    Seharusnya sebagai Rektor UIN dia tidak menulis kalimat: “Objek keimanan dalam agama hampir semuanya abstrak, tak dapat dilihat dan diraih oleh indra, kecuali kitab sucinya. Kita disuruh beriman kepada Tuhan, kepada malaikat, hari akhir, dan nabi yang semuanya itu tidak pernah kita lihat dan jumpai dalam kehidupan sehari-hari”.

    Sebab seingat saya, pembahasan tentang kebenaran adanya Allah swt dan Hari Akhir telah lama (berapa ratus tahun) hingga saat ini dibahas dalam pelajaran tingkat dasar dalam Ilmu Filsafat ketuhanan, dan sebagaimana maklum pembahasan Filsafat tidak membawa-bawa argument dari kitab apapun, sebab hanya Logika satu-satunya alat yang digunakan untuk menjawab pertanyaan2 yang tidak mungkin dapat dijawab oleh Ilmu selain Filsafat.

    Yang lebih mengherankan, ternyata pernyataan itu keluar dari seorang yang menyandang gelar Rektor, semoga Pak Rektor tidak keberatan untuk mempelajari Ilmu “Dasar Filsafat ketuhanan” karena pertanyaan2 yang dianggapnya tidak terjawab ternyata telah lama terjawab dan bukan seperti yang dia khayalkan.

  3. alwi ali md said

    Diantara pernyataan KOMARUDDIN HIDAYAT (Rektor UIN Syarif Hidayatullah).

    “Umat Islam masih bisa menoleransi terhadap mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, tetapi jika Alquran dan Rasulullah Muhammad dihujat dan dihina, pasti mereka akan bangkit membela dan melawan. Eksistensi dan posisi kitab suci sangat besar perannya sebagai rujukan ajaran dan penjaga tradisi serta semangat beragama”.

    Pertama:
    Umat Islam masih bisa menoleransi terhadap mereka yang tidak percaya kepada Tuhan.
    Kedua:
    tetapi jika Alquran dan Rasulullah Muhammad dihujat dan dihina.

    Komentar:
    Apakah si komaruddin tidak dapat membedakan antara TIDAK PERCAYA dengan MENGHUJAT DAN MENGHINA ???
    Umat Islam dapat menoleransi terhadap mereka yang tidak percaya kepada Allah swt juga terhadap mereka yang TIDAK PERCAYA akan kebenaran Nabi Muhammad saw dan Al-Qur’an. Tapi Apakah ada Umat Islam yang bisa menoleransi orang yang MENGHINA TUHANNYA (Allah swt) ???

    Kalau masalahnya tidak percaya, itu bebas, asal tidak menghina. Seandainya ada Rektor dari universitas lain yang tidak percaya UIN Syarif Hidayatullah sebagai universitas resmi, si komaruddin tidak akan marah, Tapi apabila UIN Syarif Hidayatullah dihina oleh Rektor dari universitas lain sebagai universitas yang tidak resmi dan hal itu disebarkan di mana-mana, Apakah si komaruddin tidak akan menanggapinya dengan marah ???

    Nasehat saya:
    Pak Komaruddin, coba selain anda perlu belajar Ilmu Dasar Filsafat, juga jangan lupa belajar membedakan kalimat “Tidak Percaya” dengan kalimat “Menghina atau Menghujat”.

    Semoga bermanfaat.

    Terima Kasih.

  4. alwi ali md said

    Diantara pernyataan KOMARUDDIN HIDAYAT (Rektor UIN Syarif Hidayatullah).

    Kita disuruh beriman kepada Tuhan, kepada malaikat, hari akhir, dan nabi yang semuanya itu tidak pernah kita lihat dan jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

    Pertanyaan:
    Apakah si komaruddin ingin melihat “hari akhir” di dalam kehidupan sehari-harinya ?
    Apakah umat yang dahulu hidup pada masa Nabi-nabi as tidak melihat Nabi dalam kehidupan sehari-hari mereka ?

  5. Bukan Rektor said

    Apa yg dsampaikn oleh pak Komarudin sgt mencerahkan…
    K@barnet, anda gak tuntas mengutip dr sumbernya (okezone.com). Sy paham tujuan anda menampilkan tulisan ini….
    Buat umat islam yg mau brfkir, apa yg dsampaikn Komarudin ga da masalah…
    _________________________________

    Isi Artikel di atas sesuai sumber aslinya. Berikut kami tampilkan link artikel:

    http://news.okezone.com/read/2011/09/09/58/500606/menimbang-kitab-suci
    http://suar.okezone.com/read/2011/09/09/58/500606/menimbang-kitab-suci

    Salam, Admin

  6. Adoel said

    Rektornya aja kaya gini?… Kacau nich orang MARI SELAMATKAN UIN DARI ORANG2 SEPILIS!!!! ALLOHU AKBAR…..

  7. Eling said

    Buat sepilis, tolong jawab :
    Mungkinkah manusia terpinter sedunia menciptakan seekor semut ?
    Jika jawabannya gak bisa, maka tolong jawab :
    Mungkinkah sekor semut tercipta dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan ?
    Jika jawabannya teryata juga gak bisa, maka tolong jawab pertanyaan terakhir berikut ini : Siapakah yang bisa menciptakan seekor semut ?

  8. Adoel said

    @ Eling,
    Gue dulu pernah nanya spt itu paling2 jawabannya : “DUNIA INI TERCIPTA DENGAN SENDIRINYA DAN SECARA KEBETULAN” jadi semut juga tercipta secara kebetulan he he he … (Jawaban yg aneh..) kalo begitu si komarudin ini juga tercipta dengan sendirinya kali ya?…

  9. alwi ali md said

    @Bukan Rektor,

    Ternyata ada orang yang membenarkan si komaruddin yang tidak dapat membedakan antara “Tidak Percaya” dengan “Menghina atau Menghujat”.

    Anda bebas membenarkan atau membela si komaruddin, tapi tidak ada salahnya jika anda menjawab pertanyaan2 saya di atas, itu pun kalau ada kesanggupan, sebab jika hanya membenarkan saja tanpa tahu apa yang anda benarkan, maka komentar anda tidak lebih dari “Lara’an”.

  10. Eling said

    Gak usah pada jauh-2 memikirkan kebenarannya yang sudah tidak perlu diragukan lagi, tinggal mengamalkannya saja masih pada gak becus, oalaaaaah …… cape deeeh !

  11. Stmarajo said

    Usul untuk Admin, tulisan model ini ndak usahlah dimuat, cukup mereka diskusikan di panel2 akademisi ,bisa bikin pertengkaran yang nggak ada ujungnya dan menambah rasa benci antar umat.Kita ingat saja surah Al Kafirun yang selalu kita baca saat salat witir setiap malam (salat tahajud).

  12. Eling said

    @Alwi Ali MD,

    Itulah faktanya, di dunia ini ada manusia yang pintar dan ada yang cerdas.

    Yang pintar itu terampil tetapi tidak selalu dijalan yang benar, yakni yang diridhoi oleh Allah SWT, yang akan menyelamatkannya dari kerugian di akherat nanti.
    Contoh : pintar berbohong, pintar memfitnah, pintar mencuri, pintar tamak, pintar bersilat lidah, pintar memalsukan dan sejuta kepintaran lainnya yang negatif yang menunjukkan kebodohannya sebagai manusia.

    Sedangkan yang cerdas adalah selalu terampil di jalan yang benar, yakni jalan yang diridhoi oleh Allah SWT, yang akan menyelamatkannya dari kerugian di akherat nanti.
    Contoh : pintar membaca, pintar menghitung, pintar berfikir, pintar memilah, pintar menimbang, memilih jalan, pintar memutuskan, pintar bertindak, pintar mengantisipasi, pintar membaca situasi dan sejuta kepintara lain yang positif, yang menunjukkan kecerdasannya sebagai manusia.

    Maka dari itu, berbahagialah yang sudah termasuk kategori cerdas, yakni yang sudah menyadari dirinya sebagai mahlkuk ciptaan Allah SWT, yang bersifat tidak kekal dan pasti akan kembali ke hadapan-Nya dan yang berfikir bahwa setiap perilakunya sebagai orang dewasa yang normal pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat. Logikanya, untuk apa manusia dengan segenap kemuliaan akal berfikir dan perasaannya diciptakan dan ditempatkan di dunia yang sifatnya sementara ini ? Apakah cuma untuk makan, tidur, berkarya, bergaya, bersseneng-2, berleha-2 dan berkembang biak ? Tentu saja tidak, karena itu hakekat binatang. Sebagai satu-2nya mahluk hidup yang diberikan kemuliaan akal berfikir dan perasaan, manusia diciptakan dan diberikan kesempatan hidup oleh Allah SWT adalah untuk diuji keimanannya dan dimintai pertanggungjawabannya atas perilakunya semasa diberikan kesempatan hidup yang terbatas oleh Allah SWT. Jadi jelas yang mampu memanfaatkan kesempatan hidupnya di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT-lah cerdas.

  13. jakajaya said

    Wahai ..
    saudara-saudaraku kaum muslimin, jika menghadapi argumen apapun yang merendahkan derajat agama islam jangan gusar apalagi marah, hingga kita kehilangan daya dan upaya untuk membelanya. RETORIKA sejenis sudah ribuan menerjang agama kita dan dalam kurum waktu ber-abad-abad lamanya.kenapa harus gusar, ga perlu dan kurang efektif..
    Orang jenis ini memang senantiasa ada dan terus-menerus akan ada, sebagaimana firman ALLAH di sura al-an’am (surat ke 6)..bahwasanya ALLAH akan mencampur adukan golongan-golongan yang bersengketa sebagai ujian dari ALLAH..agar nyatalah kebenaran bagi orang yang menggunakan kebenaran..dan nyata juga kesalahan bagi orang yang berpedoman dengan kesalahan.,jadi biar saja beliau yang pintar-pintar itu ngoceh..ga masalah..
    Mereka berpedoman dengan filsafat, yang dasar pegangannya adalah ”logika,” yang mengandalkan pembuktian kebenaran berdasarkan hubungan(asosiasi) sebab dan akibat..dengan proses yang panjang semua catatan -catatan proses ini dibukukan jadi tesis, literatur dll. yaa akhirnya jadi kitab juga.,namun dikalangan mereka sebuah tesis dan literatur dapat direvisi, jika ada penemuan baru yang mengungguli tesis sebelumnya..
    kini mereka menguji kitab suci, apalagi al-quran..yaa silahkan saja..pasal /ayat/zuz..yang mana yang mereka mau gugurkan, yaa silahkan…
    tata susunannya /redaksinnya, juga silahkan..mereka harus ada pembanding buat menggugurkannya..
    yaa udah kita sama-sama suruh mereka latihan dulu..suruh mereka untuk merobah isi deklarasi amerika. jika mereka sanggup ,baru boleh coba-coba menggarap AL-QURAN.

  14. Nia said

    Tergantung masing2 orangx saja….

  15. Rina said

    Jadi potongan artikel lain toh! Ilegal berarti..

  16. Abdullah said

    berharaplah pada otak rasionalitas yang terbatas itu prof.. dan Kami hanya berharap pada Penjaga kesucian dan kemurnian NYA selama lebih dari 1400 tahun ini. Inilah bukti yang nyata bagi kami, SEJARAH!! jadi kami tunggu pembuktian ucapanmu Proffessor!

  17. Eling said

    Itulah kelebihan-2 dari Al-Quran Nur Karim sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT ke dunia untuk hamba-2-Nya melalui pewahyuan kepada Rasul Utusan-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW sejak tahun 632 SM hingga 23 tahun lamanya di kota Mekah dan Madinah. Saking sempurnanya isi dan cara penyajiannya telah menjadikan sebagian manusia di dunia ini takjub dan tidak mau langsung mengakui dengan kebenarannya. Sudah terlampau banyak banyak fenomena dan kenyataan di dunia ini baik langsung maupun tidak langsung diupayakan oleh manusia telah terbukti kebenarannya.
    Di antaranya yang terkenal adalah pembuktian atas :
    1. Dua jenis air laut yang tidak tercampur baur dalam satu lokasi.
    2. Kepekaan kulit sebagai indera perasa.
    3. Gerak edar benda-benda langit di tata surya dengan gaya-2 yang bekerja di dalamnya.
    4. Sum-sum tulang belakang yang mengandung sel-2 yang mempunyai sifat memperbaiki jaringan tubuh.
    5. Ruang antariksa yang tidak sekosong dan sehampa yang terlihat.
    6. Proses terjadinya alam semesta.
    7. Proses pertumbuhan janin hingga lahir.
    8. Adanya unsur bintang yang mampu memindahkan materi ke tempat yang super jauh.
    9. Sifat dan kegunaan penciptaan berpasang-pasangan.
    10.Rahasia kekuatan dan manfaat besar unsur logam di dunia.
    11.Kisah-2 terkenal : bahtera Nuh, Firaun dan lain-2.
    12.Rahasia perjalanan kilat Nabi Sulaiman AS dengan piring terbangnya.
    13.Pengetahuan bintang sebagai sumber cahaya dan planet lain sebagai penerima dan pemantul cahaya.
    14.Pengetahuan tentang bintang berekor
    15.Rahasia dan kekuatan air.
    16.Rahasia jin dan mahluk sebelum manusia diciptakan.
    17.dan lain-lain.

    Permasalahannya walaupun semua itu telah dibuktikan oleh mereka dengan biaya yang seringkali teramat besar, tapi hati mereka yang sekeras batu tetap saja tidak mau mengakui kebenaran mutlak Al-Quran sebagai kitab suci Ilahi yang murni dan paling sempurna untuk manusia hingga akhir jaman. Karena apa ? Akal mereka telah terkunci oleh kesombongan-2 mereka yang selalu dibisikan syeitan ke telinga mereka, hingga Allah SWT pun kahirnya mengunci hati mereka, hingga akhirnya mereka walaupun terlihat maju peradabannya namun terlihat seperti bak berjalan di dalam kegelapan yang tak tent arah. Menabrak sana menabrak sini dan hanya menampilkan keberhasilan yang tidak membawa berkah dan manfaat positif bagi peradaban manusia, seperti : penciptaan senjata nuklir dan perlombaan senjata yang menghantui kehancurannya setiap saat. Amat jauh sekali dengan pencapaian yang berhasil dicapai oleh Nabi Sulaiman AS di jamannya, sebelum akhirnyua juga hancur oleh ketamakan sebagian manusia sepeninggal Beliau.

    Itulah ksebagian kecil dari kelebihan kitab suci Al-Quran yang memberikan jaminan petunjuk yang benar kepada manusia yang mengimaninya hiongga akhir jaman kelak.

    Wassalam.

  18. Eling said

    Pertanyaan yang menggelitik umat manusia hingga kini :

    Mengapa perjalanan dan observasi ke bulan tidak dilanjutkan lagi hingga berhasil membangun berbagai fasilitas di sana ?

    Ada apa dengan bulan ?

    Apakah karena ada perompaknya, yakni Alien atau karena di sana ada jalur melingkar bekas kejadian membelahnya bulan menjadi dua bagian oleh telunjuk Nabi Muhammad SAW atas seijin Allah SWT ?

    Itulah pertanyaan besar yang menggelitik umat manusia hingga akhir jaman terkait dengan yang diisyaratkan dalam kitab suci Al-Quran.

  19. Eling said

    Benarkah petunjuk Al-Quran tentang Ke-Esa-an Allah ?

    Marilah kita buktikan !

    Jika dalam suatu negara ada lebih dari satu orang yang mengklaim sebagai presiden atau raja, apa yang akan terjadi ? Kekacauan dan perpecahan negara bukan ?! Jadi terbukti !

    Jika dalam suatu rapat ada dua kubu yang merasa benar dan berhak mengambil keputusan, apa yang akan terjadi ? Perpecahan organisasi bukan ?! Juga terbukti !

    Bagaimana jika di dunia ada lebih dari satu Tuhan ?
    Apa yang akan terjadi ?
    Kekacauan dan perpecahan duniakah ?
    Kiamat duniakah ?
    Mungkin, manusia pun akan tercipta dalam bentuk yang kacau, yakni separuh berbentuk manusia dan separuh bukan sesuai kehendak yang menciptakan masing-2. Akan kacau sekali bukan ?

    Maka amat jelas terbukti bahwa keteraturan dan kesempurnaan alam semesta ini beserta isinya adalah terjadi semata karena Sang Maha Pencipta ini bersifat Maha Esa. Tiada beranak dan tiada diperanakan dan tiada sekutu bagi-Nya. Dialah Allah SWT Yang Maha Esa. Ini semua tersirat dengan amat jelas dalam kitab suci Al-Quran.

    Allah Maha Besar dengan segala firman-Nya.

  20. Anonim said

    BUAT SI REKTOR, rupanya saudara belum mengenal dan tidak pantas menjadi seorang rektor, saya harap anda belajar lebih banyak mengenai Alqurán bung, coba teliti yang seksama kejadian-keajadian yang telah di jelaskan dalam ayat-ayat Allah semisal ilmu antariksa, adakah yang mampu membuat peristiwa dan keajdian di jagat raya ini??? Allah itu maha sempurna dan ayat-ayat yang ada dalam alqur;án saat ini banyak hal -hal yang telah dijelaskan di dalam Alqurán dan saya yakin akan isi dan makna semua isi yang ada di Alqurán itu betul dan haq, kecuali pemikiran bagi orang -orang yang dzolim seperti gaya berfikir anda, tidaklah pantas seorang rektor universitas ternama mengeluarkan statemen yang menghujat keraguan isi Alqurán, kalau anda kurang kerjaan hubungi saya, disini banyak kerjaan yang menanti ketimbang anda membuat kerjaan yang mengeluarkan statmen yang menyesatkan umat?? berlaknatlah bagi orang orang yang dzolim.

  21. Anonim said

    Stupid….tapi kok bisa jadi rektor di UIN ya….bener-bener stupid

  22. Eling said

    Jika ada pertanyaan,
    Mungkinkah Al-Quran adalah semata perkataan Nabi Muhammad SAW (bukan firman Allah SWT) ?

    Maka jawabannya adalah berupa pertanyaan balik :
    Mungkinkah Nabi Muhammad SAW yang buta aksara dan tak berpendidikan tinggi di jamannya yang serba sederhana (tidak secanggih saat ini alias jaman onta gigit besi) itu mengetahui :
    1. Rahasia gerak lintas benda-2 langit di tata surya dengan segala hukum geraknya ?
    2. Rahasia matahari sebagai sumber cahaya ?
    3. Rahasia dua jenis air laut yang tetap tidak menyatu dalam suatu wadah.
    4. Rahasia kepekaan kulit mahluk hidup.
    5. Rahasia terjadinya alam semesta ?
    6. Rahasia awal manfaat dan kekuatan logam ?
    7. Rahasia dan manfaat kekuatan air.
    8. Rahasia pertumbuhan janin manusia ?
    9. Rahasia antariksa ?
    10.Rahasia kemampuan sel-sel tulang belakang ?
    11.Rahasia jin dan mahluk-2 penghuni bumi sebelum manusia diciptakan Allah ?
    12.Rahasia kemampuan unsur bintang dalam memindahkan materi ke tempat yang jauh ?
    13.Rahasia pembagian huukum waris yang adil ?
    14.Rahasia pengadilan yang hakiki ?
    15.Rahasia susunan atsmosfir bumi dan lapisan kerak bumi ?
    16.Rahasia kecepatan perjalanan ?
    17.Rahasia-2 lain yang tak terhitung jumlahnya ?

    Jangankan seorang rakyat biasa yang buta huruf, seorang guru besar manusia yang paling kesohor sekalipun dan yang ditunjang oleh berbagai kecanggihan teknologi sekalipun belum tentu mampu mengetahui segitu banyak rahasia alam semesta dalam satu waktu yang singkat dengan segala keterbatasannya yang akhirnya dikemudian hari terbukti secara ilmiah satu persatu hingga menggugurkan berbagai asumsi-2 manusia yang mencoba untuk membantahnya. Itulah dia sifat Al-Quran sebagai kitab suci yang bukan perkataan yang lahir dari pemikiran Nabi Muhammad SAW semata, melainkan Kalamullah, kalimah Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Utusan-Nya. Dalam kitab suci diistilahkan sebagai

    “Tuhan telah meletakkan firman-Nya dimulutnya” sehingga kata-2 yang keluar dari mulut beliau saat firman Allah disampaikan kepada umatnya tak lain adalah kata-2 dari firman-2-Nya yang tak dapat dipungkiri kebenarannya. Allahu Maha Besar !

  23. Eling said

    Pertanyaan tambahan sebagai PR :

    Di dalam Al-Quran terdapat ayat-2 suci tentang rahasia lebah dan madu.
    Pertanyaannya :
    Mungkinkah Nabi Muhammad SAW yang buta huruf di jamannya, yakni jaman belum ada teknologi modern itu mampu menemukan rahasia ajaib tentang khasiat lebah dan madu sebagai zat yang mengandung berbagai unsur kimia yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit ?

    Jika bingung boleh dicoba dulu madunya dan dirasakan sekian waktu, dengan syarat yang asli ya …..

  24. Rina said

    Umat Islam sudah yakin seyakin-yakinnya dengan kitap suci Alquran, malah umat lain banyak yg minat mempelajariNya. Sudah gicu mereka juga berani masuk Islam secara diam-diam. Mereka cuma frustasi, byk penganut agamaa lain masuk Islam.

  25. Saya yakin ADminnya (pengelola blog ini) benci ISLAM,,,pinter juga ni orang,,,judulnya tu buat kesan seakan Pak Qomar RAGU pd alquran,,
    tp kalu sy gk bisa di bodohin,,,,,he

  26. Eling said

    Mengutip uraian bung Logika pada jendela lain di situs KObarnet ini, maka mungkinkah Nabi Muhammad SAW yang tuna aksara dan tak pernah merasakan pendidikan modern ala masa kini itu mampu mengarang ayat-ayat ini yang diuraikan oleh bung Logika sbb :

    LOGIKA berkata
    23/08/2011 pada 14:16
    …..
    Melanjutkan REHAT SEJENAK DALAM BLOG DISKUSI INI tak ada salahnya kita berselancar sejenak mengarungi analisa terhadap BERBAGAI PETUNJUK ILAHI YANG TERKANDUNG DALAM KITAB SUCI AL-QURAN KHUSUNYA SURAT SABA’ :

    AYAT 10, yang artinya :
    Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung ! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (QS 34:10)

    Petunjuk Ilahi :
    Allah SWT memberikan karunia-Nya yang amat berharga kepada manusia (melalui perantaraan Rasul-Nya, Nabi Daud AS), yakni berupa petunjuk tentang adanya kegunaan dan manfaat besi yang luar biasa bagi kehidupan manusia.

    AYAT 11, yang artinya :
    (yaitu) BUATLAH BAJU BESI YANG BESAR-BESAR dan ukurlah anyamannya; dan KERJAKANLAH KEBAJIKAN. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 34:11)

    Petunjuk Ilahi :
    Dengan pengetahuan tentang kegunaan dan manfaat besi itu, manusia (Nabi Daud AS) antara lain bisa membuat alat-2 kerja, sarana hingga persenjataan untuk melindungi diri dari musuh atau membela kebenaran sesuai petunjuk Allah SWT.

    AYAT 12, yang artinya :
    Dan KAMI (TUNDUKKAN) ANGIN BAGI SULAIMAN, YANG PERJALANANNYA DI WAKTU PAGI SAMA DENGAN PERJALANAN SEBULAN DAN PERJALANANNYA DI WAKTU SORE SAMA DENGAN SEBULAN (PULA) dan KAMI ALIRKAN CAIRAN TEMBAGA BAGINYA. Dan SEBAHAGIAAN JIN ADA YANG BEKERJA DIHADAPANNYA (DIBAWAH KEKUASAANNYA) DENGAN IZIN TUHANNYA. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.(QS 34:12)

    Petunjuk Ilahi :
    Allah SWT telah memberikan karunia-Nya lagi yang besar kepada manusia (melalui Rasul-Nya Nabi Sulaiman AS) berupa pengetahuan tentang hukum-hukum alam-Nya, sehingga dengan mengkombinasikannya dengan pengetahuan tentang besi yang dikaruniakan melalui ayahnya sebelumnya Nabi Sulaiman AS mampu menciptakan sarana angkut yang mampu mengangkut manusia dan barang-2 bawaannya (muatan/kargo) dalam jumlah besar dengan cara terbang (melesat) dengan kecepatan sangat tinggi seperti hembusan angin atau perjalanan di waktu pagi atau sore hari (3 jam) = sebulan.

    Jika waktu pagi selama 3 jam dipersamakan dengan waktu perjalanan sebulan, dimana :
    1 bulan = 30 hari (rata-rata)
    1 hari = 24 jam
    1 jam = 60 menit
    1 menit = 60 detik
    Maka kita akan memperoleh waktu perjalanan sebulan dalam satuan waktu terkecil, yakni detik sbb :

    Waktu Perjalanan Pagi (WPP) = 3 jam x 60 menit x 60 detik = 10.800 detik.
    Waktu Perjalanan Sebulan (WPS) = 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 2.592.000 detik.

    Sesuai dengan perbandingan interval waktu yang diisyaratkan dalam ayat suci di atas, yakni PERBANDINGAN ANTARA PERJALANAN NABI SULAIMAN AS (DENGAN KENDARAAN BESINYA) DI WAKTU PAGI ATAU SORE YANG BERINTERVAL WAKTU KURANG LEBIH 3 JAM) ITU DISAMAKAN DENGAN PERJALANAN SELAMA SEBULAN, sehingga KECEPATAN PERJALANAN PESAWAT TERBANG NABI SULAIMAN AS ADALAH 240 KALI KECEPATAN PERJALANAN NORMAL alias 240 DETIK ATAU 4 MENIT WAKTU YANG DIBUTUHKAN DALAM MENEMPUH PERJALANAN NORMAL ITU = 1 DETIK WAKTU PERJALANAN NABI SULAIMAN AS.

    Jika satuan kecepatan suara saat ini = 334 meter/detik, maka kecepatan pesawat Nabi Sulaiman AS diperkirakan mendekati 240 x 334 meter per detik atau setara dengan 80.160 meter per detik atau 80,16 km perdetik. Dalam satuan km/jam maka perkiraan kecepatan pesawat terbang Nabi Sulaiman AS menjadi :

    = 80.160 meter per detik x 1 jam
    = 80.160 meter per detik x 3.600 detik
    = 288.576.000 meter/jam
    = 288.576 km/jam !

    Jika dikembalikan kepada satuan kecepatan suara dalam satuan km, yakni 1 Mach = 1.238,4 km/detik, maka kecepatan pesawat terbang Nabi Sulaiman AS bisa disamakan dengan :

    = 288.576 km/jam : 1.238,4 km/jam
    = 233,023 Mach !
    = 233 kali kecepatan suara yang diukur manusia saat ini.

    Sebagai catatan, teknologi manusia modern saat ini hanya mampu menciptakan pesawat terbang (jet) dengan kecepatan terbang kurang dari 10 Mach.

    ALLAHU AKBAR !

    Catatan :
    Kecepatan suara dapat dirumuskan dengan persamaan a = 20.047sqrt(T), di mana T adalah temperatur udara (K), dan a adalah kecepatan suara (m/s). Persamaan tersebut berlaku untuk gas sempurna. Harga kecepatan suara untuk atmosfer standar berdasarkan U.S. Standard Atmosphere, 1962

    Selain itu jika diketahui dari hasil penelitian ilmiah modern, KECEPATAN CAHAYA dalam sebuah ruang hampa udara saat ini didefinisikan sebesar :
    = 299.792.458 meter per detik (m/s)
    = 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h)
    = 186.282.4 mil per detik (mil/s)
    = 670.616.629,38 mil per jam (mil/h)
    = 299.792,458 km/detik,
    = 300.000 km/ detik,

    yang ditetapkan pada tahun 1975 dengan toleransi kesalahan sebesar 4×10−9, maka kecepatan pesawat terbang Nabi Sulaiman AS sebenarnya telah mencapai :

    = (288.576 : 1.079.252.848,8) km/jam
    = 0,000267 km/jam
    = 0,03 % dari kecepatan cahaya sebesar 300.000 km/detik !

    Allah SWT juga memberikan petunjuk bahwa dalam pembuatan pesawat berkecepatan 233 kecepatan suara ini, Nabi Sulaiman AS juga diberikan pengetahuan tentang manfaat dan kegunaan Tembaga (Cuprum/Cu). Tembaga adalah sejenis unsur kimia yang mempunyai sifat menghantarkan panas nomor 2 terbaik setelah timah dan jika kedua jenis logam ini digabung menjadi perunggu. Dengan sifat kimia seperti ini, maka perunggu sangat masuk akal jika menjadi salah satu komponen berharga yang bisa mendorong terciptanya pesawat terbang berkecepatan tinggi. hal ini menjadi tugas kita umat Islam untuk meneruskan karunia Ilahi yang teramat berharga ini bagi kemaslahatan umat manusia di dunia.

    Ayat 13, yang artinya :
    PARA JIN ITU MEMBUAT UNTUK SULAIMAN APA YANG DIKEHENDAKINYA DARI GEDUNG-GEDUNG (MIHRAB) YANG TINGGI, PATUNG-PATUNG DAN PIRING-PIRING YANG (BESARNYA) SEPERTI KOLAM DAN PERIUK YANG TETAP (BERADA DI ATAS TUNGKU). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.(QS 34:13)

    Petunjuk Ilahi :
    Allah SWT memberikan karunia-Nya lagi kepada Nabi Sulaiman AS berupa kemampuan untuk menundukkan para jin untuk membantunya dalam mengerjakan pekerjaan-2 sulit (di luar kemampuan manusia biasa) termasuk membuat sejenis pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan sangat tinggi (asumsi 233 kecepatan suara) yang berbentuk piring terbang (pesawat terbang berbahan baku besi berbentuk bulat pipih/gepeng yang berukuran besar sebesar kolam-kolam air besar) yang saat ini banyak digambarkan sebagai UFO.

    Namun sayang, Allah SWT mengingatkan bahwa sebetulnya sedikit sekali manusia yang bersyukur atas nikmat karunia-Nya yang besar yang telah dilimpahkan-Nya ini, yakni berupa wawasan pengetahuan tentang teknologi serta hukum-2 alam yang bekerja didalamnya, yang membuat bahan baku besi menjadi sejenis pesawat yang mampu mengangkut manusia dan barang dan terbang dengan kecepatan sangat tinggi.

    …….dst.

    Sekali lagi, walahualam, karena hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Mungkinkah ?

  27. Eling said

    Akhirnya marilah kita semua sama-sama menyempatkan merenungi isi kitab suci Al-Quran dengan hati yang jernih. Insya Allah kita semua akan jauh dari mispersepsi tentangnya. Amin.

  28. Blokosuto said

    Fakta sejarah membuktikan bahwa musuh2 Islam tidak pernah bisa menghancurkan Islam dari luar. Cara efektif untuk menghancurkan Islam adalah dengan cara menggerogoti nilai2 Islam dari dalam tubuh Islam itu sendiri. Maka menyusuplah musuh2 Islam sebagai orang munafik berbaju muslim yang menyamar sebagai: cendekiawan muslim, kiyai liberal, dsb.

    Satu2nya cara untuk mengindentifikasi para munafikun ini adalah dari ucapan, tulisan dan kiprah mereka. Kalau ada orang mengaku muslim namun ucapan, tulisan dan kiprahnya:

    – tidak menunjukkan ghirah islamiyah,
    – mereduksir nilai2 Islam,
    – menyimpang dari tuntunan dan pemahaman Islam dari patron yang sudah ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW,

    …..maka mereka itulah kaum munafik yang sudah sering disebutkan dalam Alqur’an dan Hadis Rasulullah SAW.

  29. Eling said

    Sebagai manusia yang dikaruniai Allah dengan kemuliaan akal fikiran sebagai kelebihan dibandingkan dengan mahluk-2 hidup lainnya di dunia, seperti tumbuh-2an dan binatang, saya sempat bertanya-tanya mungkinkah Rasulullah SAW yang tuna aksara di jamannya yang masih kuno (berperang semata mengunakan kuda, pedang, tumbak atau anak panah), berzirah besi ala Romawi kuno, berumah batu dan semen tanah dan sebagainya itu mampu mengarang ayat-2 suci tentang pembagian waris yang elegan dan sangat adil di mata Sang Maha Pencipta sbb :

    1. Jika kedua orang tua meninggal dan punya anak-2, maka anak-2 mendapat 100% (1), yang lain gugur.
    2. Jika Bapak meninggal tapi punya anak-2, maka Ibu mendapat 1/8 dan sisanya untuk anak-2nya.
    3. Jika Ibu meninggal tapi punya anak, maka Bapak mendapat 1/4 dan sisanya untuk anak-2nya.
    4. Jika kedua orang tua meninggal, tidak punya anak, punya 1 saudara perempuan maka mendapat 1/2.
    5. Jika kedua orang tua meninggal, tidak punya anak, punya 2 saudara perempuan maka mendapat 2/3.
    6. Jika kedua orang tua meninggal, tidak punya anak, punya 1 saudara laki-laki maka mendapat 1.

    Yang sepintas seperti asal-asalan, tapi begitu ditelaah dengan kajian logika matematika perhitungan modern ternyata dalam aplikasinya menjadi sbb :

    Contoh kasus 1 :

    Jika kedua orang tua meninggal dunia dan meninggalkan harta senilai 1 milyar dan 1 orang anak laki-2 serta 2 orang anak perempuan. Kakek nenek dan saudara-saudara dari orang tua yang meninggal ini ternyata masih hidup. Bagaimanakah pembagian warisannya ?

    Ingat bahwa :

    1. Jika ada ahli waris anak, maka bagian kakek nenek menjadi gugur alias 0 bagian.
    2. Jika ada ahli waris anak, maka bagian saudara-2 menjadi gugur alias 0 bagian.
    3. Jika bagian kakek-nenek dan saudara gugur, maka anak-2 mendapat seluruh harta.

    Secara matematis dapat dirumuskan sbb :

    H = Harta
    Al = Anak laki-2
    Ap = Anak perempuan
    N = jumlah anak laki-2 atau perempuan
    TN = Total jumlah anak

    Sehingga :

    Jumlah anak laki-2 = N x Al
    Jumlah anak perempuan = N x Ap
    Total jumlah anak (TN) = N x Al + N x Ap
    = 1 x Al + 2 x Ap
    = Al + 2Ap

    Karena Al = 2 x Ap, maka jumlah anak (TN) = 2 Ap + 2 Ap = 4 Ap

    Dengan gugurnya kakek-nenek dan saudara-2, maka 100% harta (H) jatuh ke tangan anak-2 (TN) atau

    H = TN

    Oleh karena TN = 4 Ap, maka H = 4 Ap

    Sehingga :

    Bagian 1 orang anak perempuan (Ap) = 1/4 x H = 1/4 H
    = 1/4 x Rp 1.000.000.000,-
    = Rp 250.000.000,-

    Bagian 2 orang anak perempuan = 2 x Rp 250.000.000,-
    = Rp 500.000.000,-

    Bagian 1 orang anak laki-laki (Al) = 2 x Ap = 2 x 1/4 x H = 2/4 H = 1/2 H
    = 2 x Rp 250.000.000,-
    = Rp 500.000.000,-

    Jika semua bagian anak laki dan semua bagian anak perempuan dijumlahkan kembali menjadi :

    H = 1/2 H + 1/2 H
    = 500.000.000,- + Rp 500.000.000,-
    = Rp 1.000.000.000,-

    Contoh kasus 2 :

    Jika Istri meninggal dunia dan meninggalkan harta gono-gini senilai 1 milyar, 1 orang istri, 2 orang anak laki-2 dan 3 orang anak perempuan dengan masih memiliki ayah ibu dan 2 orang saudara kandung, maka perhitungannya :

    Karena ada anak-anak yang ditinggalkan, maka ayah-ibu dan 2 orang saudara-2nya menjadi gugur.

    Suami mendapat 1/4 bagian dari seluruh harta peninggalan isteri.
    Sehingga Hak suami (Hs) = 1/4 x H = 1/4 H.
    = 1/4 x Rp 1.000.000.000,-
    = Rp 250.000.000,-

    Sementara sisanya adalah menjadi hak semuanya, yakni (Ha) = H – 1/4 H = 3/4 H.
    Oleh karena H = Rp 1.000.000.000,- maka Hak anak (Ha) = 3/4 x Rp 1.000.000.000,-
    = Rp 750.000.000,-

    Diketahui bahwa anak laki-2 berjumlah 2 orang dan perempuan berjumlah 3 orang.
    Sehingga jumlah anak-2 (TN) = 2 Al + 3 Ap

    Di sisi lain diketahui bahwa Al = 2 x Ap, maka :
    Total jumlah anak menjadi TN = 2 Al + 3 Ap
    = 2 x 2Ap + 3 Ap
    = 7 Ap

    Sebelumnya telah diketahui bahwa Hak seluruh anak (Ha) = Rp 750.000.000,- dan jumlah anak perempuan dianggap 7 Ap.

    Maka Ha = 7 Ap = Rp 750.000.000,-

    Jika disubtitusikan menjadi :

    Bagian 1 anak perempuan (Ap) = 1/7 x Rp 750.000.000,-
    = Rp 107.142.857,-

    Dengan diketahuinya bagian seorang anak perempuan (Ap) sebesar Rp 107.142.857,0, maka :

    Bagian 1 orang anak laki-2 (Al) = 2 x Ap = 2 x Rp 107.142.857,-
    = Rp 214.285.714,-

    Sehingga jika seluruhnya bagian harta yang diterima masing-2 dijumlahkan kembali menjadi :

    Bagian Ibu = Rp 250.000.000,-
    Bagian 2 orang anak laki-laki = 2 x Rp 214.285.714,- = Rp 428.571.429,-
    Bagian 3 orang anak perempuan = 3 x Rp 107.142.857,- = Rp 321.428.571,-
    ——————
    Total seluruhnya = Rp 1.000.000.000,-

    Contoh kasus 3 :

    Seorang pria meninggalkan isteri, 2 orang anak laki-laki, 1 orang anak perempuan dan harta gono-gini Rp 1.000.000.000,- serta masih memiliki kedua orang tua serta saudara-2 kandung. Perhitungannya menjadi :

    Sesuai ketentuan bahwa isteri yang ditingalkan suami akan mendapat 1/8 bagian dari seluruh harta yang ditinggalkan, maka :

    Hak Isteri (Hi) = 1/8 x H = 1/8 H.
    = 1/8 x Rp 1.000.000.000,-
    = Rp 125.000.000,-

    Dengan keberadaan anak-anak, maka kakek-nenek dan saudar-2 kandung menjadi gugur.

    Sisa harta yang menjadi bagian anak = H – 1/8 H = 7/8 H
    = 7/8 x Rp 1.000.000.000,-
    = Rp 875.000.000,-

    Jumlah anak (TN) = 2 anak laki-2 dan 1 anak perempuan
    = 2 Al + 1 Ap

    Karena Al = 2 x Ap, maka

    TN menjadi = 2 x 2 Ap + 1 Ap
    = 4 Ap + 1 Ap
    = 5 Ap

    Diketahui bahwa Hak anak (HA) = TN = 5 Ap = Rp 875.000.000,-

    Sehingga diperoleh :

    Bagian seorang anak perempuan (Ap) = 1/5 x Rp 875.000.000,-
    = Rp 175.000.000,-

    Bagian seorang anak laki-laki (Al) = 2 x Ap
    = 2 x Rp 175.000.000,-
    = Rp 350.000.000,-

    Jumlah seluruh anak (TN) = 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan
    Total bagian anak = 2 x Rp 350.000.000 + 175.000.000,-
    = Rp 875.000.000,-

    Jika dijumlahkan dengan yang masih menjadi hak Isteri (Ibu), maka :
    Total Harta = bagian Ibu + Bagian anak-2
    = Rp 125.000.000 + Rp 875.000.000,-
    = Rp 1.000.000.000,-

    Allah Maha Benar dengan segala firman-Nya.

  30. Rina said

    Bener Islam tidak bisa dihancurkan dari luar tapi dari dalam. OO..Jadi mo mainkan isu liberal lagi nih “NU LIBERAL” gicu. NU sering ngelakuin bid’ah, mensolatkan mayat , baca qunut, salawatan, tidak suka memusuhi agama lain, tidak mendukung aksi terorisme. Sebagai warga Nadliyin, ane pasrah aza apa kata mereka. uhu uhu uhu

  31. Eling said

    Intinya adalah bahwa bertanya tentang isi Al-Quran adalah benar sepanjang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan memalui pengaguman dan perenungan atas segala hasil ciptaan-Nya yang tidak mungkin bisa ada dengan sendirinya dan berproses dengan sendirinya dari ada, berjalan dan berakhir tanpa ada yang menciptakan, menguasai, mengatur dan menentukan takdirnya. Dialah Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha benar dengan segala petunjuk-2-Nya.

  32. Rina said

    Kagak usah banyak2 beri komentar, ilmu itung-itungan seperti itu udah diajarin di Ponpes ane. Kagak nyambung jadina..

  33. Blokosuto said

    @Alwi Ali Md
    @Eling
    Terima kasih atas komentar2 Anda yang cerdas dan mencerahkan.

  34. Eling said

    Sebagai hamba Allah kita seharusnya bersyukur luar biasa kepada-Nya dengan diturunkannya karunia terbesarnya, yakni berupa kitab suci Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia hingga akhir jaman, karena di dalamnya terkandung berbagai rahasia besar kehidupan semesta yang tidak akan pernah habis digali dan tak akan pernah basi hingga kapanpun, yang amat berguna bagi kemaslahatan dan keselamatan hidup manusia di dunia dan akherat kelak. Tanpanya, manusia diibaratkan seperti berjalan dalam kegelapan atau terombang-ambing di tengah lautan luas tanpa arah dan penerangan (petunjuk). Jadi Al-Quran dan hadist nabi itu bak pelita dalam kegelapan akhir jaman.

  35. internet memang bagaikan rimba belantara luas yg bebas dimasuki oleh siapapun.
    ada makhluk” cerdas didlmnya.
    ada juga keledai.

    Subhanallah.

  36. Eling said

    Hubungannya mbak Rina, bahwa seorang nabi Muhammad SAW yang lahir dari kalangan amat sederhana dalam berbagai sisi serta tak berpendidikan modern bahkan diisyaratkan tuna aksara itu mampu menyampaikan berbagai rahasia kehidupan yang luar biasa kepada kaumnya saat itu (menguasai berbagai ilmu pengetahuan : fisika, astronomo, biologi, matematika, filsafat, sejarah, kerohanian, tata negara dan lain-lain hanya dan hanya dalam waktu kurang lebih 23 tahun lamanya di kota Mekah dan Madinah ! Mungkinkah seorang dengan kondisi baginda rasulullah SAW itu mampu mendapatkan seluruh ilmu pengetahuan yang sebagian besar belum pernah ada itu secara otodidak dan menemukan sendiri bak Profesor berbagai jurusan ?

    Tentu saja sangat tidak masuk akal bukan, selain karena mendapat petunjuk atau wahyu dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT yang telah menegaskan dalam surat Al-Ahzab ayat 40 bahwa Beliau (nabi Muhammad SAW) adalah Utusan-Nya dan Nabi Penutup (khataman Nabiyyin) dan pada ayat dan surat lain ditegaskan bahwa Al-Quran adalah kitab suci-Nya yang telah disempurnakan oleh-Nya untuk dijadikan pegangan hidup manusia hingga akhir jaman.

  37. Rina said

    Itu yang baru ada kaitanya. Ane setuju aza! Cuman yg kgk setuju bila NU dikatain seolah liberal atau pro liberal dan NU sebagai organisasi yang menghancurkan islam dr dalam. Yg benar NU pingin aman..

  38. Mat Solar said

    35. Indah Wuryani berkata
    12/09/2011 pada 19:38

    internet memang bagaikan rimba belantara luas yg bebas dimasuki oleh siapapun.
    ada makhluk” cerdas didlmnya.
    ada juga keledai.

    Subhanallah.
    _________________________________

    12. Eling berkata
    12/09/2011 pada 11:31

    @Alwi Ali MD,

    Itulah faktanya, di dunia ini ada manusia yang pintar dan ada yang CERDAS.
    __________________________________

    Waw…waw…waaaw…. @Indah Wuryani, sindiranmu tajam bagaikan sembilu. Tapi sayang orang (kalo mnrt istilah kamu KELEDAI) yang kamu sindir ga paham juga tuh. Komentarnya masih kesana kemari ga nyambung. Soalnya kembali spt yang dikatakan Sdr @Eling diatas, dibutuhkan karunia Allah yg bernama “KECERDASAN” utk bisa memahami makna tulisan dan komentar orang di blog ini.

    ‘lam kenal.

  39. Mat Solar said

    @Eling

    Percuma.

  40. Rina said

    Bener! Kgk nyambung cxckcx.. dari dulu emang bersimpangan. Cuma sekali ane liat Din Syasudhon sholat mayit. Bidah lho!

  41. Mat Solar said

    Kasihan…
    😉

  42. Gus Hamid said

    Komaruddin Hidayat adlh slh seorang dengdengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) dan AKKBB pengusung paham SEPILIS, sebuah paham yang telah difatwakan sebagai paham sesat oleh Majelis Ulama Indonesia MUI.

    Waspadalah umat Islam.
    MEREKA MENYERANG DARI DALAM TUBUH ISLAM!!

  43. Komaruddin Hidayat sebenarnya manusia yang berpura-pura sok ragu2 tentang keberadaan Al-Qur’an.
    Hanya saja karena ada faktor uang recean supaya mendapat kesan dari kelompok Zionisme supaya dianggapnya menjadi penerus generasi Gus Dur
    Siapa tahu hanya melecehnya Qalam Allah sdr Komaruddin Hidayat akan menerima milyaran rupiah dari Musuh-musuh Islam
    Kalau saja yang ngomong adalah kuli bangunan bisa jadi tidak mendapat renponsip dari masyarakat banyak
    Kalau yang ngaomong tokoh intelektual kampus bin manusia yang paham Islam tentu saja sdr Komaruddin Hidayat akan menjadi kaya raya.

  44. Kalau ingin membuktikan Al-Qur’an bagi manusia yang memiliki akal sehat cukup bisa menganalisa sebuah kandungan yang ada di dalamnya
    Bagaimana tidak seorang anak manusia yang mengenal sekolah dungu ternyata otaknya lebih cerdas dibandingkan dengan otaknya Rektor UIN Komaruddin Hidayat

    Anda bisa tidak membuat sebuat argumentasi yang bisa mengungkap fenomina 50 tahun kedepan.

    jangan heran kalau semua analisanya Nabi Muhamad bisa membuktikan 1500 tahun kemudian sagat mustahil kalau Al-Qur’an buatan manusia mampu menerobos dunia saint dan mengantarkan manusia ke gerbang peradaban termasuk anda !!!

  45. Kabayan said

    He, he, hee tambah seru aja nih !

    Namun demikian, tetap saja sekuat apapun upaya sipendosa untuk merusak isi Al-Quran, tetap saja Allah SWT menjamin bahwa hingga akhir jaman kemurnian kitab suci Al-Quran tetap akan terjaga, dalam arti walaupun banyak cetakannya yang mungkin dipalsukan atau dipelesetkan atau disalahtafsirkan, maka ayat-2 dan penafsiran yang benarnya tetap akan ada tersimpan aman di tempat-2-2 tertentu. Bisa jadi tersimpan dengan baik dalam memori otak sebagian kaum muslim dunia yang hatam dan hafal seluruh isi Al-Quran. Subhanaullah !

  46. Na’udzubillahi min zalik, si kamoaruddin ini telah buta hatinya mengenal kitab sucinya sendiri, (Q.S. Surat Al-Israa’ (17) : 72) Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya.

  47. taubat pak….

    semua yang ada dalam al-quran itu bnar adanya….
    kitab suci yang sangat sempurna

  48. estetis76 said

    begini ini kalau kita mengurus kitab, banyak yang koment, coba bahas masalah html atau code css yang free, pasti comentnya begini ” izin kompas gan, izin sedoot gan, izin….dll” … membahas sesuatu yang tujuannya tidak ada ujung pangkalnya, pasti pada pandai mengkomentari semua, coba bahas besi bahanya apa aja?… biji plastik bahanya apa aja?…. ntar pada diem semua…..he,he,he,….

  49. Anonim said

    HARI GINI MASIH MEMPERSOALKAN TENTANG DI ATAS (BERFIKIR TUA ITU)YANG LAIN SUDAH MEMEPERSIAPKAN MENGHADAPI KEMATIAN MEMPERTANGGUNGJAWABKAN AMAL DIHADAPAN YANG KUASA,INI MEMPERTANYAKAN QURAN (SEPINTAS PINTAR PADAHAL ORTODOK,TUA)ADA AJA

  50. roy elba said

    buat komaruddin botak………….kalo mao tau tentang al’quran tanya sama ulama jgn disini sama aja menebar prokator atao sara…….pasti di utus sma dajal……………….

  51. Juandi Freezestyle said

    si komarudinnya aja yang gak pernah diciptakan oleh Allah kaleeee… hahaha

  52. @alwi ali Md dan lainnya:
    Sesungguhnya si komarudin itu orang yang terdidik namun hatinya tidak dilandasi dengan ke istiqomahan dalam mengimani agamanya. Mungkin saja dia masih mengagungkan nalarnya atau sekedar untuk menunjukan status sosialnya (sebagai rektor) sehingga apa2 yang keluar dari mulutnya bagi dia bukan merupakan suatu kesalahan meskipun dari sisi agama hal itu tidak dibenarkan. Dan karena ketidak ihlasan dia, makanya muncul ucapan2 yang justru terlihat keteledorannya, bahkan sekedar menmbedakan antara “ketidak percayaan” dan “penistaan” saja dia tidak faham. Naudzubillah

  53. Muarif... said

    Keyakinan nggak bi5a kita ukur oleh Ilmiah………..

  54. sheva said

    Apakah saudara/i yang berseberangan pendapat dengan Bapak Komaruddin Hidayat sudah benar-benar paham dengan maksud tulisan di atas? Ataukah salah dalam menafsirkan maksud tulisan di atas?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: