KabarNet

Aktual Tajam

Jimly: Antasari Korban Bobroknya Hukum

Posted by KabarNet pada 17/09/2011

JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, menilai kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, adalah gambaran bobroknya sistem hukum di Indonesia.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran buku berjudul “Testimoni Antasari Azhar untuk Hukum dan Keadilan” di Aula Universitas Al Azhar, Jakarta, hari ini. “Mari kita jadikan kasus Antasari ini sebagai potret carut marut dan bobroknya sistem penegakan hukum dan peradilan di negara kita. Dia merupakan korban dari suatu proses peradilan yang saya namakan peradilan sesat,” ujar Jimly yang juga pernah menjabat sebagai Anggota Watimpers ini.

Menurut Jimly, ada grand design yang salah dalam penanganan kasus Antasari. Salah satunya adalah ditolaknya rekomendasi Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim dalam persidangan Antasari oleh Mahkamah Agung. Menurut dia, seharusnya sesama lembaga negara saling menghormati keputusan satu sama lain.

“Saya sedih MA tidak mau menerima rekomendasi KY. Saya bertanya sebagai sesama pejabat, agar antar pejabat itu saling menghormati keputusan masing-masing. Memang kita tidak suka, tapi terkadang, untuk tertib hidup bernegara kita harus tetap saling menghormati. Hanya rakyat yang boleh menolak keputusan kita sebagai penyelenggara negara,” katanya.

Seperti diketahui terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, Antasari Azhar, menyerahkan memori Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (15/8) lalu. Rencananya memori PK Antasari tersebut, diserahkan langsung oleh kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail.

Maqdir menjelaskan, memori PK tersebut berisikan novum atau bukti baru yang meringankan terpidana Antasari. Selain itu ada pula pertimbangan yang dinilai sebagai kekhilafan hakim.

“Ada novum baru berupa pesan singkat (SMS) bersifat ancaman yang terkait dengan korban. Ada juga pertimbangan hakim dimana Antasari dinyatakan ikut serta menganjurkan. Itu sesuatu yang janggal,” papar Maqdir. WASPADA

ANTASARI KORBAN POLITIK BALAS DENDAM

4 Tanggapan to “Jimly: Antasari Korban Bobroknya Hukum”

  1. Kalau ada istilah nama lain diatas kemunafikan adalah nama paling cocok bagi Predikat seorang Presiden SBY-Budiyono

    Mungkin rakyat Indonesia melihat sepak terjang Pemerintahan SBY yang mengulang-ngulang untuk menjungkir balikan paradigma hukum ditanah air sudah pada level menganggap rakyat Indonesia super “Goblog” yang gampang digoblogi pemerintah.

    Coba anda perhatikan Lembaga penegakan hukum ditanah air praktis tidak lagi dicuci otaknya tetapi sudah dibuat “Gila”

    Salah satunya KPK, mana mungkin ter[pilihnya Busro Muqudas sebagai ketua KPK atas loby Partai Demokrat berani mendepak para komplotan yang ada di Kubu Demokrat.

    Kalau Kroni2 SBY yang seolah-olah menyerahkan sepenuhnya pada penegak hukum yang rakyat disuruh mempercayai kalau para penegak hukum ditanah air lebih idenpenden Profesional !!

    Yang pasti mereka para perampok uang Rakyat hanya semata-mata untk menciptakan opini pembodohan rakyat !

    Saya ini orang miskin tetapi saya siap dibunuh dan siap digantung diBundaran Thamrin dulu demi tegaknya hukum ditanah air,
    Jangan bodohi rakyat dengan opini seolah-olah Pemerintah SBY adalah pelopor perang melawan Koruptor !!

  2. Seto said

    Media sekarang lebih banyak mengangkat kasus korupsi dan politik dibanding masalah-masalah pembangunan yang mendidik masyarakat luas agar bisa maju dan modern, sampai pusing pembaca membacanya.

  3. pakne keisha said

    sby tu drakula,penghisap darah rakyat,mukanya baiknya tu di olesin tai ayam.krna dah g’ pnya mlu lagi,mlutnya baiknya di msukin tai kebo krena omonganya dah g’ prnah bner,sby tai kucing lo,..

  4. pakne keisha said

    sby tai asu

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: