KabarNet

Aktual Tajam

Kursi Haram Wakil Rakyat

Posted by KabarNet pada 17/09/2011

DI NEGERI korup yang semuanya bisa diatur, keanehan sekeji apa pun bisa terjadi. Kebijakan bisa dijungkir balik sesuai keinginan yang mengatur.

Pemilihan Umum 2009 yang merupakan puncak kedaulatan rakyat bisa berproses dan berujung pada pertikaian tentang sejumlah hasil haram. Surat keputusan yang dipalsukan hingga berujung pada tudingan kursi haram yang diduduki anggota dewan terhormat.

Ribut-ribut tentang kursi haram dan surat haram kini mencuat. Kasus surat haram sedang melilit Andi Nurpati dan kursi haram sedang memberondong Ahmad Yani, anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan.

Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR sekarang sedang membahas pengaduan tentang 7 kursi di DPR yang diduga diduduki secara haram. Salah satu yang mencolok ialah yang diduduki Ahmad Yani.

Perihal kursi Ahmad Yani bermula dari laporan calon legislatif urutan 1 PPP daerah pemilihan Sumatra Selatan 1, Usman Tokan. Yani sendiri adalah caleg PPP nomor urut 2 untuk dapil tersebut. Tokan curiga atas penggelembungan suara untuk PPP di dapilnya.

Alhasil pada 9 Mei 2009 KPU mengeluarkan daftar anggota DPR terpilih dapil Sumsel I. Dalam daftar itu Usman Tokan mendapat kursi. Namun, rapat pleno KPU menetapkan anggota terpilih atas nama Ahmad Yani.

Ketua KPU Hafiz Anshary berdalih bahwa penetapan kursi Yani didapat setelah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). KPU memang sudah menetapkan Usman Tokan memperoleh suara terbanyak.

Namun, ada gugatan dari PPP ke MK bahwa suara PPP di wilayah itu lebih banyak. MK pun menetapkan PPP memperoleh tambahan 10.417 suara. Penambahan suara itu diklaim milik Ahmad Yani.

Atas keputusan MK itu, KPU meminta penjelasan mengenai suara partai mana yang berkurang sebagai konsekuensi penambahan suara PPP. Namun, MK melalui surat yang ditandatangani Panitera MK Zaenal Arifin Hoesein tidak menjelaskan soal itu, malah menjawab bahwa caleg terpilih dari PPP adalah Ahmad Yani.

Begitulah jadinya jika kekacauan diberi ruang permakluman. Celakanya lagi, permakluman atas kekacauan itu terjadi pada jantung demokrasi, yaitu pelaksana pemilu.

Sejak awal, banyak pihak mengkritik keras kinerja KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2009 yang tidak kompeten. Ketidakberesan berkali-kali dikemukakan, tidak kunjung muncul tindakan atau sanksi konkret, misalnya perombakan KPU.

Maka, legitimasi hasil Pemilu 2009 pun bakal terus menuai gugatan. Kursi yang ditengarai diperoleh secara haram pun tidak akan pernah bisa diduduki secara nyaman. Kalau kian banyak wakil yang duduk di kursi haram, jelas produk-produk yang dihasilkan pun haram. Rakyat pun ramai-ramai disuguhi aturan yang haram. EDITORIAL MI

Satu Tanggapan to “Kursi Haram Wakil Rakyat”

  1. Stmarajo said

    Wakol rakyat haram menghasilkan undang2 haram, makn gaji haram dan keluarganya diberi makan secara haram.Tidak takutkah mereka akan azab dari Allah swt?Makin banyak orang yang menghalalkan segala yang haram karena mencari yang harampun sekarang sama susahnya dengan yang halal sehingga haram halal ya sama saja.Makin rendah ketakqwaan umat islam di Indonesia sekarang ini.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: