KabarNet

Aktual Tajam

Mantan Presiden Afganistan Tewas Dibom

Posted by KabarNet pada 21/09/2011

Kabul – Mantan Presiden Afganistan Burhanuddin Rabbani tewas diserang bom, Selasa (20/9), sekitar jam 6 sore waktu Kabul, Afganistan. Juru runding pemerintah Afganistan dengan Taliban itu tewas saat bom itu meledak di rumahnya di Kabul, yang berdekatan dengan Kedutaan Amerika Serikat.

Mohammad Aslan, seorang pembuat roti yang menjadi saksi mengatakan, ledakan terdengar dari dalam ruah. Sebab ledakannya tak terlalu kencang. “Sepertinya bom meledak dari dalam rumah,” ungkap Aslan.

Kepala Departemen Penyelidikan Kriminal Kepolisian Kabul Mohammed Zahir mengatakan, dua orang yang mengaku mewakili pihak gerilyawan Taliban datang ke rumah Rabbani untuk melanjutkan perundingan damai. Salah satu di antaranya kemudian mendekati Rabbani dan meledakkan bom yang ia sembunyikan di dalam serbannya.

Rabbani dan empat pengawalnya tewas seketika, sementara seorang ajudannya yang bernama Masoom Stanekzai menderita luka parah dan masih dirawat di rumah sakit. “Rabbani telah mati syahid,” kata Zahir.

Presiden Afganistan Hamid Karzai memutuskan memperpendek kunjungannya ke AS setelah mendengar kabar tewasnya tokoh yang sangat dihormati ini. Karzai menunjuk Rabbani sebagai Ketua Dewan Tinggi Perdamaian, Oktober 2010, dengan tugas menjembatani perundingan damai dengan pihak pemberontak Taliban.

“Ini adalah pukulan telak bagi proses perdamaian dan kehilangan yang sangat besar bagi Afganistan. Profesor Rabbani adalah pemimpin spiritual yang sangat berpengaruh, dan telah berhasil menarik para pejuang Taliban ke proses perdamaian ini,” ungkap Sadiqa Balkhi, seorang anggota Dewan Tinggi Perdamaian.

Rabbani adalah salah satu pemimpin pejuang Mujahidin yang disegani saat memimpin perlawanan terhadap pasukan pendudukan Uni Soviet pada era 1980-an. Ia kemudian menjadi Presiden Afganistan periode 1992-1996, sebelum digulingkan kelompok Taliban.

Berkunjung Ke Indonesia
Mantan Presiden Afghanistan ini pada bulan Juli 2011 lalu sempat berkunjung ke Indonesia. Burhanuddin Rabbani menyambangi Indonesia untuk berdiskusi mengenai konflik yang terjadi di negaranya. Burhanuddin berharap negara-negara Islam termasuk Indonesia membantu memyelesaikan konflik di negara timur tengah itu.

“Terima kasih kepada Nadhlatul Ulama yang mengundang kami, kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang peduli dan empati pada masyarakat Afghanistan,” ujarnya dalam jumpa pers di sela-sela acara ‘Consultation Forum For Peace in Afghanistan’ di Hotel Borobudur, Jakarta.

Burhanuddin menegaskan, pihaknya tidak sepakat jika kekuatan asing terus menerus berada di Afghanistan. Namun di sisi lain, Afghanistan masih dalam kondisi kritis sehingga memerlukan satu kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan konflik di negaranya. “Kita memerlukan bantuan Internasional dan bantuan negara Islam. Proses perdamaian yang berlangsung diharapkan mencapai hasil yang positif dan kondusif,” ungkapnya.

“Kunci keberhasilannya adalah persatuan dan kesatuan hati antara pihak yang bertikai. Meskipun 5 tahun lalu sudah diratifikasi undang-undang National Peace di Afghanistan dan 2 bulan lalu telah ditetapkan Dewan Perdamaian, semua butuh proses,” pesan Robbani.

Nah, dengan tewasnya Rabbani ini, ditengarai perundingan pemerintah Afganistan dan Taliban akan menemui jalan buntu. Ditengarai pula, Afganistan akan kembali terjerumus dalam krisis politik. [KbrNet/Lensa/slm]

Satu Tanggapan to “Mantan Presiden Afganistan Tewas Dibom”

  1. Anonim said

    Semuga Almarhum Beliau Disana Mendapat Rahmat Dan Hidayah Di Alam Baka…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: