KabarNet

Aktual Tajam

Cirus Marah Saat Ditanya soal P21 Kasus Gayus

Posted by KabarNet pada 23/09/2011

JAKARTA – Jaksa nonaktif di Kejaksaan Agung, Cirus Sinaga, mendakan emosional saat ditanya jaksa penuntut umum (JPU) mengenai penerbitan P21 kasus Gayus Tambunan. Bahkan, terdakwa kasus penghilangan pasal itu yang semula tampak lemas karena penyakit diabetes yang dideritanya, sampai berteriak dan berdiri saat sidang pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (22/9).

“Kenapa menerbitkan P21? Kenapa gak buat cek list?” tanya jaksa Eddy Rakamto.

“Cek list yang pertama ada, sama halnya dengan P21 karena kalaupun saya dianggap kurang, itu karena saya kecapekkan kasus Antasari. Wartawan selalu memburu-buru saya untuk perkara itu. Jadi saya tidak sanggup hidup,” kata Cirus sambil berteriak.

Sambil menggebu-gebu ia menceritakan anak istrinya menderita akibat kasus tersebut. Cirus mengatakan semuanya mengejar-ngejarnya, tetapi tidak ada yang memperhatikannya. “Sakit gak ada yang kasih obat. Hancur ini. Saudara jaksa pernah memberi obat kepada saya,” teriaknya sambil berdiri dan menunjuk ke arah jaksa penuntut umum.

Melihat hal tersebut, ketua majelis hakim Albertina Ho pun sampai memperingatkan Cirus agar tenang. Ia pun langsung memerintahkan agar persidangan dihentikan sementara dan terdakwa diberi minum. “Kalau berteriak-teriak nanti akibatnya bagi saudara gak baik. Sidang saya skors dulu,” kata Albertina.

Kemudian persidangan dihentikan sekitar 2 menit. Meski sidang telah dihentikan, saat diberi minum Cirus masih saja ingin menyampaikan keluh kesahnya di hadapan majelis hakim. MediaIndonesia

2 Tanggapan to “Cirus Marah Saat Ditanya soal P21 Kasus Gayus”

  1. Cirus yang menebar angin, cirus yang menuai badai. Jadi tidak perlu marah2…

  2. taUbat said

    MA HARUS JELASKAN ALASAN PEMINDAHAN ALBERTINA HO

    Polhukam / Sabtu, 24 September 2011 06:32 WIB

    Metrotvnews.com, Jakarta: Mutasi terhadap hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Jakarta Selatan, Albertina Ho, menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Sungai Liat, Bangka Belitung, menuai kontroversi. Publik menganggap promosi itu tak ubahnya sebagai penghukuman.

    Menurut Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu Kh, Mahkamah Agung masih tertutup mengungkapkan alasan mutasi kepada hakim. Sebab, masih bisa tersamarkan antara promosi dengan penghukuman.

    “Jadi tanda tanya juga mengapa dipindah ke daerah yang kelasnya berbeda. Jenjang karir hakim itu pusatnya di Jakarta. Jadi ini ada apa,” kata Wahyu di Jumat (23/9).

    Dia khawatir MA akan melakukan langkah serupa terhadap hakim yang bersikap kritis dan berseberangan dengan atasan. Hal itu, menurut Wahyu, menunjukan MA tidak mau berbenah untuk menciptakan lingkungan peradilan yang bersih.

    “Cara seperti itu tidak akan menciptakan peradilan yang bersih. Kesannya promosi, padahal itu bentuk penghukuman. Masih banyak hakim bersih dan progresif di luar sana yang bernasib sama dengan Albertina,” ujar Wahyu.

    Mengenai pendapatnya soal kualitas Albertina, Wahyu berpendapat hakim ketua kasus Gayus Tambunan itu bersih dan kritis dalam memimpin sidang. “Jadi sangat disayangkan kalau dia dipindah ke daerah yang terpencil seperti itu. Sosok Albertina masih dibutuhkan untuk menangani kasus-kasus besar,” kata dia.(MI/****)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: