KabarNet

Aktual Tajam

FPI Deklarasikan Laskar Anti Korupsi Indonesia

Posted by KabarNet pada 23/09/2011

Jakarta – Ratusan Massa Front Pembela Islam dan beberapa simpatisan anti-korupsi mendeklarasikan Laskar Anti-Korupsi Indonesia Pejuang (LAKI Pejuang) di depan gedung KPK, Kamis (22/9/2011).

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memimpin acara pendeklarasian tersebut. Habib Rizieq menjelaskan bahwa deklarasi LAKI Pejuang merupakan bentuk keprihatinan FPI terhadap bangsa dan negara yang dikerumuni oleh para koruptor.

Dalam kesempatan tersebut LAKI Pejuang meminta pimpinan KPK tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi, lantaran telah membuat rakyat semakin miskin, menderita, dan kelaparan. Menurut LAKI Pejuang, hal tersebut disebabkan rezim penguasa berlindung di balik kapitalisme.

Dalam orasinya, Habib rizieq mendoakan agar rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera diruntuhkan. “Ya Allah runtuhkanlah rezim yang membuat rakyat sengsara ini,” doa Habib Rizieq.

Habib Rizieq menambahkan, “kami tidak akan membiarkan rezim terus berlanjut. Sudah saatnya kita melakukan revolusi karena Presiden SBY melindungi para koruptor, mengeruk kekayaan negara demi kesejahteraan keluarga.”

Menurut Habib Rizieq, LAKI Pejuang tidak akan pernah berhenti menggalang kekuatan untuk memberantas korupsi. “Kami tidak akan diam. Kami akan menggalang kekuatan ke sejumlah daerah,” pungkasnya.

Setelah orasi, Habib Rizieq bersama Habib Husein Alatas, Habib Husein Alhabsy, Permadi, dan Fuad Bawazier memasuki gedung KPK untuk menemui pimpinan KPK. SuaraIslam.COM

8 Tanggapan to “FPI Deklarasikan Laskar Anti Korupsi Indonesia”

  1. Bill Gates said

    Udah lupa pertemanannya, baru saja kemarin ketemu sambil senyam senyum, eeh malah sekarang ngomong rezim ini diruntuhkan. Pedahal saya mau tranfer duit buat bikin pabrik di Indon, Terpaksa ditunda dech lima taon lagi. Gimana mo maju Indon, bingung saya..

  2. basuki said

    @bill gates, uangnya jangan ditransfer atas nama perusahaan dong nanti ketemu sama KPK ( Kami Penggalang Korupsi), kirim ke yayasan saya saja, atas nama sumbangan panti asuhan adn pas dihari ulang tahun saya, khan jadi nggak bisa di selidiki. Lagian anda Kirim berapa juta dolar AS? satu kardus indomie cukup khan? ya sudah dimasukkan kardus indomie lalu dibungkus kado yang rapi setelah itu berikan pada hari ulang tahun saya. Itung-itung kado beneran lah.

    jangan lupa ditulis Selamat Ulang Tahun yah, …

  3. Bawor said

    Yach mudah2an yang menamakan dirinya anti korupsi kalau nanti punya kesempatan jangan pula lupa dengan slogan2nya dan malah lebih canggih korupsinya. Teladani saja Bung Hatta, ekonom bangsa yang ndak mau korupsi biarpun saat itu dia bisa dan punya kuasa.

  4. panci said

    Laskar Anti Korupsi atau Laskar Pemberi Peluang Korupsi? soalnya mereka yang korupsi saat ini bukankah mereka juga yang berteriak anti korupsi beberapa belas tahun lalu? Bukankah itu juga yang terjadi di Mesir? Mubarak memberikan slogan yang menjanjikan kepada rakyat, setelah terpilih bagaimana? sama ajh malahan dia menyingkirkan semua yang mengganggu korupsinya. Di negara timteng yang terjadi pergolakan bukankah juga sama.

    Mungkin Anda yang berteriak anti korupsi saat ini karena saudara belum merasa pernah pegang uang 10 milyard dalam rekening saudara. Coba jika ada mandat yang mempercayakan uang 1 milyard di rekening saudara, apakah Saudara masih bisa berteriak anti korupsi?

    tukang becak: iya yah uangnya kok gede banget.
    tukang bangunan: lumayan buat pensiun
    pemulung : serahkan kesaya deh, pasti saya gunakan dengan baik
    pengamen : belikan alat musik saja biar uangnya bisa berbunga terus.
    pengangguran : percayakan kesaya deh, semuanya jadi beres, setiap orang dapet.
    preman : serahkan ke gue atau gue pentung loe!
    kernet : boleh ngutang buat beli susu anak saya?
    sopir : saya bisa jalankan uang itu dengan baik, saya sarjana yang nyambi sopir.
    wong cilik : … ngimpi!

  5. Kompor said

    Korupsinya sih jangan dong Mas ah! Sistem kontrolnya itu lho diupgrade agar tidak mudah di korup. Contohnya di supermarket ada pelayan, ada kasir, ada tukang tulis nota, setiap ada transaksi harus ada kontrolnya berupa tanda tangan, setiap pembelian juga pake kontrol. Mungkin yang di korup itu gak ada kontrol2 dari Presiden dari Badan Pengawas dari KPK dari DPR, dari yang lainnya. Mereka sibuk berwacana saja sih, gak punya niat untuk memperbaiki Republik ini. Ya gitu jadinya..

  6. Penjual Nasi Bungkus said

    Sip aku setuju Kompor! Emang yang harus dibenahin itu sistem pengelolaan internal di Pemerintahan. Kalau di luar Pemerintah, sifatnya cuma mengingatkan, itupun harus disertai data akurat, jadi jangan main hakim sendiri.

  7. plagiator said

    memang @penjual nasi bungkus bagaimanapun butuh @kompor, tapi khan tetep masaknya pakai @panci,

    bener, mari kita bangun indonesia sehat!

  8. mas pentol said

    @ jagalfpiasu, @pentol, @yeni, @ster, getout !! please

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: