KabarNet

Aktual Tajam

PT Pupuk Iskandar Muda Bagaikan ‘Keledai’

Posted by KabarNet pada 24/09/2011

BERBUAT KESALAHAN YANG SAMA TERUS MENERUS, PT. PIM BAGAI “KELEDAI”

Ada pepatah bijak yang mengatakan “Jangan seperti keledai yang masuk ke lubang yang sama kedua kali”. Julukan keledai mungkin cocok ditujukan kepada PT Pupuk Iskandarmuda, Lhokseumawe karena telah berkali-kali “melepaskan” gas beracun amoniak. Kamis (22/9/2011), amoniak PT PIM kembali memakan korban masyarakat sekitar. Tak ada tanda bahaya atau sinyal yang dikeluarkan oleh perusahaan provit ini sehingga masyarakat bisa waspada.

“Kali ini 90-an korban timbul dari masyarakat, syukurnya tidak sampai memakan korban jiwa. Bagaimana protokol perusahaan untuk menghindari bencana yang sama? Bagaimana peran pemerintah untuk mengawasi perusahaan nakal ini,? kata Direktur WALHI Aceh, Teuku Muhammad Zulfikar.

Sekitar pukul 19.30 WIB, katup amonia PT PIM Lhokseumawe kembali bocor, sehinggar sekitar 20-an warga Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara harus dilarikan ke rumah sakit. Gas beracun amoniak telah meracuni paru-paru mereka sehingga membuat sesak nafas.

Peristiwa bocornya amoniak menjelang malam ini mengingatkan kita pada kasus kebocoran gas di Bhopal India tahun 1984 yang menewaskan sekitar 3.500 orang. Kebocoran gas beracun yang terjadi menjelang pagi berasal dari sebuah pabrik yang berada disekitar pemukiman.  Warga yanga selamat pun mengalami masalah kesehatan yang parah hingga hari ini, 25 tahun setelah insiden terjadi.

“Yang kami sampaikan ini bukan hal yang berlebihan. PT PIM telah berkali-kali bocor, dan tanpa ada dilakukan penanganan khusus untuk mencegahnya. Apa mau tunggu Bhopal terjadi di Lhokseumawe?” ucap Teuku Muhammad Zulfikar.

Bocornya amonia dari PT PIM rutin terjadi setiap tahun, terutama saat start-up mesin, sebuah masa yang genting dalam proses pengaktifan mesin-mesin di pabrik. Seharusnya, berkaca pada pengalaman yang lalu-lalu, jika start-up hendak dimulai harus dilakukan persiapan yang memadai. Mulai dari pemberitahuan kepada masyarakat akan  resiko bahaya, penyiapan tenaga emergency yang stand by dan penanganan secara teknologi yang mumpuni untuk mencegah kebocoran gas.

Tahun lalu, pada tanggal 28 April, terjadi kebocoran amonia yang menyebabkan puluhan warga harus dirawat di rumah sakit perusahaan, di samping 12 orang dirujuk ke Kesrem Lhokseumawe karena kondisinya tergolong gawat akibat terpapar amonia. [KbrNet/Walhi Aceh/slm]

———————–

catt:

Tragedi Bhopal merujuk pada sebuah peristiwa pada tanggal 3 Desember 1984, terjadi ledakan besar di pabrik pestisida Union Carbide milik Amerika yang terletak di kota Bhopal, di negara bagian Madhya Pradesh di India. Ledakan terjadi akibat kebocoran 40 ton gas methyl isocyanate (MIC) dan gas-gas kimia lainnya itu telah membunuh 4,000 orang hanya dalam beberapa jam. Hingga kini, angka korban yang tewas telah meningkat sampai 20.000 orang. Ratusan ribu lainnya yang masih hidup dengan menderita dampak gas berbahaya itu. Para korban tregedi Bhopal ini masih mendapat kesulitan dalam mengklaim ganti rugi dari perusahaan AS itu.

Hingga kini, pabrik Union Carbide terus berdiri meskipun kepemilikannya sudah beralih tangan. Pemilik baru dari perusahaan itu (Dow chemical) menolak bertanggung jawab atas kehidupan para korban tragedi Bhopal. Union Carbide sepakat membayar ganti rugi 470 juta dollar tahun 1989; tapi para korban mengatakan hanya mendapat sebagian kecil saja dari ganti-rugi itu.

Pabrik Union Carbide ini dibuka pada 1969 dan diperluas untuk menghasilkan karbaril pada 1979. Methyl Isocyanate (MIC) merupakan produk perantara untuk memproduksi karbaril. Pabrik ini awalnya dimiliki oleh Union Carbide India, Limited (UCIL). Pada tahun 1994, kepemilikan saham UCIL beralih ke MacLeod Russell (India) Limited of Calcutta, dan UCIL pun mengalami perubahan nama menjadi Eveready Industries India, Limited (Eveready Industries).

Penyebab terjadinya ledakan adalah dimasukkannya air ke dalam tangki-tangki berisi MIC. Reaksi yang kemudian terjadi menghasilkan banyak gas beracun dan memaksa pengeluaran tekanan secara darurat. Gasnya keluar sementara penggosok kimia yang seharusnya menetralisir gas tersebut sedang dimatikan untuk perbaikan.

Penyelidikan yang dilakukan menyatakan bahwa beberapa langkah keselamatan lainnya tidak dijalankan dan standar operasi di pabrik tersebut tidak sesuai dengan standar di pabrik Union Carbide lainnya. Selain itu, ada kemungkinan langkah-langkah keselamatan tersebut dibiarkan sebagai bagian dari “prosedur penghematan” yang dilakukan perusahaan tersebut di pabrik itu. [triyono-infokito]

3 Tanggapan to “PT Pupuk Iskandar Muda Bagaikan ‘Keledai’”

  1. doelsbarbakosa said

    why ?

  2. Anonim said

    kritiknya terlalu satu pihak. harus juga dilihat apakah perusahaan lepas tangan terhadap insiden ini? apakah mengulang dengan kesengajaan? apakah memang kondisi pabrik yang sedang rusak? saya rasa kata ‘Keledai’ terlalu berlebihan.

  3. Anonim said

    Yang menulis terlalu tendensius, nampak sekali punya “kepentingan”. Contoh yang dibuat ibarat membedakan buah apel sama jeruk, pasti beda, mestinya apple to apple.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: