KabarNet

Aktual Tajam

Makelar Banggar DPR

Posted by KabarNet pada 29/09/2011

PERANG argumen antara pimpinan Badan Anggaran DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, belum usai. Pimpinan Banggar tetap pada sikap tidak mau diperiksa lagi oleh KPK. Sebagai taruhannya, banggar memboikot pembahasan RAPBN 2012 yang menurut undang-undang harus diselesaikan sebelum reses bulan Oktober.

Boikot itu kemarin dipertahankan. Dua pemimpinnya, Tamsil Linrung (F-PKS) dan Olly Dondokambey (F-PDIP) mangkir dari pemeriksaan KPK. Pekan lalu KPK memeriksa empat pemimpin banggar. Dua pemimpin banggar lainnya adalah Melchias Mekeng (F-PG) dan Mirwan Amir (F-PD).

Argumen yang dibangun pimpinan banggar dan mendapat dukungan pimpinan DPR, terlalu dicari-cari dan kekanak-kanakan. Memakai argumen imunitas untuk menghindari pemeriksaan KPK, mengada-ada. Imunitas yang dijamin adalah imunitas bicara, bukan imunitas dari perbuatan melanggar hukum.

Yang paling konyol adalah sikap pimpinan DPR yang memanggil KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung untuk menyamakan persepsi tentang ranah kebijakan dan ranah penyelewengan, sebelum pimpinan banggar mau diperiksa lagi. Ini adalah pikiran sesat karena mau menyelesaikan tugas hukum ke wilayah politik. Sebuah kasus hukum tidak bisa diselesaikan melalui konsultasi politik dengan pimpinan atau lembaga apapun di DPR.

Pimpinan banggar diperiksa KPK berkaitan dengan pengakuan tersangka suap di Kemenakertrans tentang dana yang mengalir ke sejumlah anggota banggar. Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet juga menyuarakan hal yang sama, bahwa ada aliran dana ke lembaga ini. Bahkan anggota banggar sendiri, Wa Ode Nurhayati (F-PAN), menyebut pimpinan DPR bersama pimpinan banggar sebagai penjahat anggaran.

Pikiran sesat diperlihatkan juga sejumlah anggota DPR yang berpendirian ‘mengapa mereka boleh, kami tidak boleh’. Kalau eksekutif bisa mencuri uang negara, mengapa DPR dilarang?. DPR dipilih dan dipertahankan untuk mengawasi agar pencurian uang negara tidak berlanjut. Bukan untuk menuntut supaya DPR boleh juga mencuri uang rakyat.

Alasan bahwa kebijakan tidak bisa digugat juga adalah argumen yang mengada-ada. Sebuah kebijakan yang mengandung niat jahat sejak dibuat, harus dicabut. Dan bila kebijakan jahat itu menimbulkan kerugian banyak orang, pembuat kebijakan harus diadili. Ingat, korupsi itu jahat, tetapi jauh lebih jahat adalah kebijakan yang menyuburkan korupsi.

Betapa celakanya ketika sebuah rezim mempertahankan kepura-puraan dan muslihat untuk melanggengkan korupsi. DPR harus ditarik kembali agar keluar dari jalan sesat yang menyengsarakan publik.

Aneh, sebuah rezim yang bertekad memerangi korupsi berkutat di jalan sesat untuk menyuburkan korupsi. Sesat pikir dan muslihat inilah yang menyebabkan korupsi semakin diperangi semakin menjadi-jadi.

Karena itu KPK , Kapolri, Jaksa Agung tidak perlu memenuhi undangan pimpinan DPR untuk konsultasi tentang pembangkangan pimpinan banggar. Panggil terus siapa saja yang dicurigai menjadi makelar di banggar. Bila membangkang, panggil paksa. EDITORIAL MI

Satu Tanggapan to “Makelar Banggar DPR”

  1. taUbat said

    Sebagai negara hukum, adalah setiap warga negara itu menghargai hukum dan peraturan yang berlaku, sehingga setiap tindakan penyimpangan hukum harus bisa diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,

    Artinya tidak ada yang kebal hukum, tapi kalau sudah di politisi nuansanya jadi berbeda.

    Contoh diatas di Banggar tidak menuntut kemungkinan ada juga yang bermain kotor tapi tidak semua, karena dipolitisi jadi dipukul ratalah kesemuanya.

    Yang bermain di belakang siapa yang kena getahnya siapa ….. berimbas pada yang tidak mengetahui seluk-beluk permainannya.

    Alangkah baiknya tidaklah perlu diperdebatkan boleh/tidaknya untuk dipanggil KPK, biarkan proses berjalan …….

    Masyarakat belum sejahtera, pikirkanlah …..

    dan kalaupun ada yang terindikasi terlibat di banggar segera di selesaikan, peduli…. walau dari Partai apapun. (transparan).

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: