KabarNet

Aktual Tajam

Archive for September 30th, 2011

Obama Si ‘Presiden’ Kaum Yahudi

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Perjuangan Palestina untuk menduduki kursi anggota PBB tinggal selangkah lagi. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki, Kamis (29/9/2011) kemarin mengungkapkan, pihaknya sudah mengumpulkan delapan suara ‘ya’ dari dari ketentuan dukungan sembilan anggota Dewan Keamanan (DK) PBB. “Kami memiliki delapan negara yang akan memberi suara dukungan poada Palestina di DK-PBB,” kata Al-Maliki, seperti dikutip Antaranews dari sumber di AFP, Kamis malam. “Kami berusaha keras untuk mendapatkan suara kesembilan dan kesepuluh,” ia menambahkan.

Al-Malki mengatakan Palestina telah mendapat jaminan suara “ya” dari Lebanon, Rusia, China, India, Afrika Selatan dan Brazil, selain konfirmasi baru dari Nigeria dan Gabon. “Kami sedang berusaha memperoleh suara Bosnia, Kolombia dan Portugal,” tambahnya. Namun ada satu ganjalan yang bisa menjegal langkah Palestina, yakni veto dari Amerika. Jauh hari, presiden AS Barack Obama sudah mengancam bakal mem-veto Palestina. Amerika merupakan satu dari lima negara yang memiliki hak veto di DK PBB. Baca entri selengkapnya »

Posted in Analisa, Dunia | 13 Comments »

Pilot Pesawat ‘Lion Air’ Nyabu di Udara

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Tangerang – Bermain-main dengan nyawa penumpang. Itu mungkin kata yang cocok untuk pilot yang satu ini. Seorang pilot maskapai penerbangan Lion Air, Moh Nasri, didakwa sebagai pemakai Narkoba jenis shabu dan pil ekstasi diadili di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (27/9/2011). Ia mengaku nyabu di udara. Baca entri selengkapnya »

Posted in Kriminal, NARKOBA | 2 Comments »

Ternyata, Sopir Tim Pengacara OC Kaligis Bekas Sopir Pimpinan KPK

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Jakarta – Pengakuan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin yang bertemu Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah di kantor KPK masih berbuntut. Chandra sudah membantah keras tudingan itu. Tapi, mengapa Nazaruddin bisa bercerita detil ruangan Chandra? Kabarnya sopir pengacara Nazaruddin ternyata bekas sopir pimpinan KPK.

Hingga saat ini tidak ada bukti kuat bahwa Nazaruddin telah bertemu Chandra di ruang pimpinan KPK. Chandra juga telah membantah bertemu Nazaruddin di ruang kerjanya. Tidak ada catatan nama Nazaruddin di meja resepsionis. Padahal., untuk masuk ke ruang pimpinan KPK, semua tamu harus menulis data dirinya. Karena itu, pengakuan Nazaruddin pun dianggap janggal. Tersangka kasus suap proyek Wisma Atlet itu pun diyakini berbohong. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nasional | Leave a Comment »

FPI Sesalkan Pihak-Pihak Tertentu yang Sudutkan Polri

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Salatiga –  Sebagai salah satu upaya untuk lebih memberikan rasa aman bagi jemaat ketika beribadah, Forum Perjuangan Islam (FPI) Kota Salatiga mengimbau agar jemaat gereja membentuk pengamanan swakarsa. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nasional | 1 Comment »

Royalti Emas Freeport 1% Sangat Kecil dan Tidak Adil

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Jakarta – Pemerintah diminta tidak takut melakukan renegosiasi kontrak pertambangan. Tak ada pengecualian termasuk Freeport dan Newmont. Untuk Freeport, royalti 1% dianggap tidak adil dan sangat kecil. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel dalam keterangannya yang dikutip detikFinance, Jumat (30/9/2011).

“Jumlah royalti yang diberikan dalam kontrak karya Freeport kepada pemerintah sebesar 1% adalah sangat kecil dan kurang adil. Untuk itu harus dinaikkan agar adil. Dan saya kira dengan kenaikan yang wajar Freeport juga tidak akan rugi. Paling tidak harus mengikuti PP No.45 Tahun2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, untuk royalti emas sebesar 3,75% dari harga jual kali tonase. Jadi bisa sama-sama mendapat benefit,” tutur Kemal. Baca entri selengkapnya »

Posted in Analisa, Ekonomi | 30 Comments »

RUU Intelijen dan Bahaya Sekularisme!

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Oleh: Muhammad Rahmani
LAYAR kaca kita kembali ‘dihiasi’ dengan pemberitaan media atas kasus terorisme. Kali ini bom bunuh diri terjadi di Gereja Kepunton Solo. Malam harinya Presiden langsung melakukan jumpa pers dan mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi terorisme tersebut, terkait dengan jaringan teroris Cirebon (Antara, 25/09/11).

Tragedi ini bisa menjadi alasan kuat untuk melegalkan RUU Intelijen. Selama ini intelijen Indonesia dianggap kurang bertenaga bila dihadapkan dengan kasus-kasus terorisme. Kurang bertenaganya institusi intelijen, dinilai karena akibat terbatasnya kewenangan, sebab tidak memiliki kekuasaan untuk menangkap, memeriksa, dan menahan orang yang dicurigai merencanakan atau pun pelaku terror. Baca entri selengkapnya »

Posted in Analisa, Nasional | 5 Comments »

Ketika Rasa Keadilan Terkoyak Hukum Kolonial

Posted by KabarNet pada 30/09/2011

Mukanya nampak lelah. Di selasar pintu masuk Mahkamah Konstitusi (MK), mata Moestoro (65) menerawang ke langit-langit balkon ruangan. Berbekal berkas perkara seadanya, dari balik keriput matanya dia mencoba tegar. Dari tanah Kediri, Jawa Timur, dia mencari keadilan yang tersisa. “Kepada siapa lagi kami mengadu? Kepada siapa lagi kami memohon keadilan?” kata Moestoro di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Baca entri selengkapnya »

Posted in Nasional | 1 Comment »