KabarNet

Aktual Tajam

TOLERANSI SALAH KAPRAH ala SEPILIS

Posted by KabarNet pada 15/11/2011

APA…?! TOLERANSI ?!! NANTI DULU !!

Musuh – musuh Islam yang selalu bersembunyi dibalik kedok hak azazi manusia (HAM), dan LSM Komparador penggiat paham SEPILIS  (Sekularisme Pluralisme Liberalisme), tak pernah lelah untuk mengkerdilkan citra Islam di mata dunia. Ada-ada saja cara yang digunakan untuk kampanye pembusukan terhadap wajah Islam. Kali ini sebuah event internasional yang diberi nama berbau seolah pro-kemanusiaan, yaitu : “HARI TOLERANSI INTERNASIONAL” digelar.

Biasanya yang dituntut untuk bertoleransi adalah kelompok yang jumlahnya mayoritas. Dan karena populasi umat Islam di Indonesia ini adalah mayoritas, maka jelaslah siapa pihak yang dituju dan dituntut untuk bertoleransi dalam acara ini.

Direncanakan sebanyak 2.011 kartu pos akan dilayangkan ke alamat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyambut Hari Toleransi Internasional. Kartu pos tersebut akan berisikan tuntutan supaya Presiden SBY menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan di seluruh Indonesia.

Ketua LSM SETARA Institute, Hendardi, mengatakan bahwa kartu pos ini akan dikirim serentak pada tanggal 16 Nopember 2011 mendatang. “Kita akan menyerahkan 2.011 kartu pos kepada Presiden SBY,” ujar Hendardi dalam acara Peluncuran Kampanye Toleransi Hapuskan Diskriminasi Tegakkan Supermasi Kemanusiaan, di Warung Darmin, kawasan Duren Tiga Raya, Jakarta, Minggu (13/11/2011).

Ribuan Kartu pos yang akan dikirimkan tersebut berukuran sama dan formatnya juga sama persis dengan umumnya  kartu pos yang ada. Di bagian sudut kiri atas ada gambar perangko berwarna hijau bertuliskan ’16 Nopember 2011 Hari Toleransi Internasional’ dengan warna mencolok merah kuning.  Pada bagian kiri bawah tercetak alamat tujuan pengiriman berisikan tulisan yang sama semua yaitu:

Kepada Yth,

Presiden RI

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Jl.Medan Merdeka Selatan

[Isi lengkap Kartu Pos untuk Presiden SBY]

Kepada Yth,

Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Saya menyampaikan keprihatinan yang amat mendalam atas kondisi toleransi antar warga negara di mana kebebasan beragama/berkeyakinan saat ini samakin banyak mendapat banyak ancaman.

Kepada Bapak Presiden saya menuntut pemenuhan hak-hak konstitusional saya secara nyata dan penegakan jaminan kebebasan beragama berkeyakinan dari segala bentuk aksi kekerasan dan diskriminasi.

Demikian dan terima kasih.

Hormat saya,

(Bagian bawah diisi tanggal dan nama pengirim)

Siapapun orang cerdas yang mencermati perihal kampanye ini pasti memaklumi siapa yang dituju dan dimaksud “agar bertoleransi”, yakni umat Islam yang jumlahnya mayoritas. Karena secara logika, yang dituntut untuk bertoleransi adalah kelompok yang jumlahnya mayoritas. Dan karena populasi umat Islam di Indonesia ini adalah mayoritas, maka walau tanpa disebutkan secara spesifik pun sudah menjadi jelas siapa pihak yang dituju dan dituntut untuk bertoleransi dalam acara ini.

Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin (rahmat untuk alam semesta) yang mengajarkan kasih sayang dan toleransi kepada semua golongan tanpa terkecuali. Tumbuh dan berkembangnya agama-agama non-Islam ditengah umat Islam yang mayoritas di Indonesia adalah suatu indikasi bahwa umat Islam adalah umat yang toleran.

INDONESIA, SEBUAH NEGERI MUSLIM DENGAN PULUHAN RIBU GEREJA

Menurut catatan Data Resmi Kementrian Agama RI – tahun 1977 s/d 2004, Rumah ibadah umat Kristen melonjak 131,38% dari 18.977 pada tahun 1977 menjadi 43.909 buah pada tahun 2004.  Gereja Katolik naik 152,79% dari 4.934 pada tahun 1977 menjadi 12.473 buah pada tahun 2004.

Sementara itu, masjid, rumah ibadah umat Islam HANYA mengalami pertumbuhan sebesar 64,22% dari 392.044 pada tahun 1977 menjadi 643.834 pada tahun 2004. Jelas sekali pertumbuhan masjid lebih rendah ketimbang gereja.

Jika mengacu pada laporan Depag di atas, maka persentase orang yang beribadah di masjid jumlahnya juga jauh lebih padat ketimbang orang yang beribadah di gereja. Satu masjid akan dipadati sebanyak 4.050 orang Islam, jika asumsi jumlah umat Islam berdasarkan laporan Depag tahun 2004 sebesar 177.528.772 jiwa dengan jumlah masjid tahun 2004 sebanyak 643.834 buah.

Satu gereja Kristen dipadati 269 orang penganutnya, jika jumlah kaum Kristen tahun 2004 sebesar 11.820.077 dengan jumlah gereja Kristen sebanyak 43.909 buah. Sementara itu, satu gereja Katolik akan dipadati sebanyak 491 orang, jika jumlah umat Katolik sebesar 6.134.902 dengan jumlah gereja sebanyak 12.473 buah.

Data Depag tersebut belum termasuk gereja-gereja yang berdiri di mal-mal, di kantor-kantor atau gedung-gedung mewah di Jakarta. Atau gereja-gereja non permanen, gereja kapel dan rumah-rumah yang disulap menjadi gereja, terutama di daerah-daerah terpencil.

Jika gereja-gereja yang tak terdata dijumlahkan dengan data resmi Departemen Agama, maka bisa jadi jumlah gereja yang didapat akan fantastik dan mengagetkan banyak orang. Maka jadilah Indonesia ini NEGERI MUSLIM DENGAN PULUHAN RIBU GEREJA.

Dari fakta dan data tersebut di atas, menjadi jelas bahwa:

1-Kalau Islam bukan agama yang TOLERAN, mana mungkin fakta pertumbuhan rumah ibadah agama-agama minoritas bisa mengalahkan pertumbuhan rumah ibadah umat Islam yang mayoritas.

2-Kalau Umat Islam bukan Umat yang TOLERAN, mana mungkin umat agama lain dibiarkan membangun rumah ibadat yang pertumbuhannya FANTASTIS melebihi pertumbuhan rumah ibadat agama mayoritas (masjid-masjid).

Masalah Kelompok Ahmadiyah

Sebagaimana sudah umum diketahui bahwa LSM Komparador berpaham SEPILIS selalu membela kepentingan Ahmadiyah yang mengklaim sebagai kelompok “Islam”. Tentunya, rencana pengiriman 2.011 kartu pos kepada Presiden SBY yang akan dilakukan oleh kelompok SEPILIS, bukan saja sebatas toleransi terhadap kaum kristiani, jika dikaji dengan cermat maka tujuan mereka juga untuk memuluskan keberadaan Ahmadiyah di Indonesia dengan dalih toleransi.

Karenanya mereka menuntut umat Islam Indonesia untuk mengakui dan menerima Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam. Maka terlebih dahulu akan kita bahas apakah Ahmadiyah yang mengklaim kelompoknya sebagai bagian dari Islam itu betul-betul sama dengan Islam.

Ahmadiyah adalah sebuah ajaran yang mengklaim kelompoknya sebagai sekte dalam Islam, namun dalam kenyataannya mempunyai perbedaan-perbedaan sangat prinsipil dan bersifat mendasar dalam masalah aqidah yang membuatnya sangat bertolak belakang dengan Islam, dan karenanya tidak diakui oleh mayoritas umat Islam. Perbedaan-perbedaan prinsipil tersebut antara lain sebagai berikut:

  • 1] Berbeda dalam Syahadat: Dalam bersyahadat “niat” syahadat Ahmadiyah berbeda dengan kaum Muslimin pada umumnya.  Karena kata “Muhammad” dalam lafal ‘Asyhadu an la ilaha ilallah, wa asyhadu anna “Muhammad” Rasulullah’, – figur “Muhammad” dalam syahadat versi Ahmadiyah tersebut adalah bukan Nabi Muhammad SAW seperti halnya niat syahadat umat Islam pada umumnya. Melainkan Mirza Ghulam Ahmad yang diyakini merupakan bayangan / cerminan (buruz / zhil) dari Nabi Muhammad SAW yang datang untuk kedua kalinya dan telah melebur dalam diri Mirza Ghulam Ahmad. Karena diyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad telah berhasil melakukan peleburan dirinya yang sempurna bersatu dengan Nabi Muhammad SAW (fana’ fi rasul). (Baca kitab Eik Ghalati ka Izala, halaman 7)
  • 2] Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi / Rasul / Al-Mahdi / Almasih Almau’ud: Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabi ummati / nabi zilli / nabi buruzi bagi Ahmadiyah, disamping juga Rasul/Al-Mahdi/AlMasih Almau’ud.
  • 3] Adanya Wahyu selain yang ada di dalam Al-Qur’an: Mengimani dan meyakini bahwa pengalaman spiritual Mirza Ghulam Ahmad, yakni wahyu, mimpi dan kasyaf yang tercatat di kitab-kitab Ruhani Khazain, Barahin Ahmadiyah dan Tadzkirah sebagai datang dari Alah SWT dan diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
  • 4] Wahyu yang diterima Mirza Ghulam Ahmad setara dengan Al-Qur’an: Karena Ahmadiyah mengimani dan meyakini wahyu, mimpi dan kasyaf yang tercatat di kitab-kitab Ruhani Khazain, Barahin Ahmadiyah dan Tadzkirah sebagai datang dari Allah SWT, maka wahyu-wahyu yang tertulis dalam kitab-kitab  tersebut derajatnya sama dengan Al-Qur’an, karena dianggap sama-sama wahyu dari Allah SWT.
  • 5] Nabi Muhammad bukan nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT: Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW. Ahmadiyah beranggapan bahwa risalah kenabian terus berlanjut sampai hari kiamat. Bahkan Ahmadiyah beriman dan meyakini bahwa khalifah mereka yang hidup di pengasingan di London pun juga menerima wahyu seolah mempunyai “jalur hot line” yang memungkinkannya untuk setiap saat berkomunikasi dengan Allah SWT.
  • 6] Hanya Mirza Ghulam Ahmad dan khalifah penerusnya yang boleh menafsirkan Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW: Ahmadiyah mengimani dan meyakini bahwa penafsiran yang benar dan diakui terhadap Al-Qur’an dan hadits hanya (dan tidak selain) penafsiran Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah berkeyakinan bahwa yang boleh menafsirkan Al-Qur’an hanya (dan tidak selain) mereka yang telah disucikan oleh Allah (yaitu Mirza Ghulam Ahmad) berdasarkan klaim atas tafsir surat Al-Waqi’ah ayat 79 yang ditafsirkan secara sepihak, misal:

“Laa Yamassuhu illa Almuthahharuun”

“tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”. (Al-Waqi’ah : 79)

(Maksudnya tidak berwenang menafsirkan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai penjelas Al-Qur’an, kecuali “orang-orang yang disucikan”, yaitu Mirza Ghulam Ahmad dan para khalifah Ahmadiyah penerusnya).

  • 7] Memiliki Al-Qur’an versi Ahmadiyah yang berbeda tafsirnya dengan Al-Qur’an milik umat Islam di seluruh dunia pada umumnya: Berdasarkan pokok keimanan pada item no.6 di atas, Ahmadiyah menolak mempergunakan tafsir Al-Qur’an umat Islam pada umumnya, dan karenanya mencetak terjemah Al-Qur’an sendiri dengan terjemahan sesuai penafsiran ala Mirza Ghulam Ahmad, yang berbeda sama sekali dengan tafsir Al-Qur’an milik umat Islam di seluruh dunia pada umumnya.
  • 8] Nabi-nabi Ahmadiyah: Ahmadiyah tidak hanya mengimani dan menerima 25 orang nabi/ rasul seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an, melainkan juga menerima dan mengimani Mirza Ghulam Ahmad yang menyandang pangkat kenabian non syari’at sebagai Imam Mahdi/Masih Mau’ud., dan juga menerima dan mengimani Khong Hu Chu, Shri Krishna, Zarathustra,  Siddharta “Buddha” Gautama DAN LAIN-LAIN seperti yang banyak ditemukan dalam kitab-kitab berbagai agama, dan yang diyakini oleh para pemeluk agama tersebut, sebagai tokoh-tokoh yang dihormati, disucikan, dimuliakan serta memiliki keunggulan dan keutamaan dibanding manusia lain pada umumnya – dan karenanya Ahmadiyah beriman kepada tokoh-tokoh tersebut sebagai nabi/rasul/utusan Allah yang benar.”

Dan bukan hanya itu saja, karena masih banyak lagi perbedaan-perbedaan mendasar bersifat prinsipil yang membedakan antara Islam dengan Ahmadiyah.

Bagi umat Islam, tentu saja keyakinan keimanan Ahmadiyah tersebut merupakan penodaan dan penistaan terhadap ajaran Islam.  Seandainya Ahmadiyah tidak mengklaim ajarannya sebagai ajaran agama Islam, tentu tidak ada masalah bagi umat Islam.  Yang menjadi masalah adalah bahwa Ahmadiyah mengklaim bahwa ajarannya adalah ajaran Islam, mengklaim bahwa Ahmadiyah adalah Islam, dan mengklaim bahwa penafsiran Al-Quran dan hadits yang benar adalah penafsiran Ahmadiyah (yang selain penafsiran Ahmadiyah dianggap bathil) berdasarkan poin Nomor 6 di atas.

Kemudian atas semua perbedaan prinsipil yang provokatif tersebut, oleh Ahmadiyah dan kelompok SEPILIS pendukungnya, UMAT ISLAM DITUNTUT AGAR BERSIKAP TOLERAN, tidak boleh diskriminatif, dan agar menerima Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam.

DEFINISI KATA TOLERANSI

Menurut Perez Zagorin, dalam bukunya How the Idea of Religious Toleration Came to the West, terbitan Princeton University Press (2003), yang pendapatnya banyak dikutip oleh ensiklopedia dan dijadikan sebagai definisi umum dari makna Toleransi :

“Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat.”

Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

Tuntutan kepada umat Islam yang mayoritas agar bersikap toleran terhadap Ahmadiyah yang minoritas, terbukti sering mengakibatkan timbulnya TIRANI MINORITAS AHMADIYAH terhadap kelompok mayoritas umat Islam yang dituntut untuk bertoleransi itu.

Yang menjadi masalah adalah sejauh mana seseorang atau suatu kelompok (dalam hal ini umat Islam) itu dituntut untuk bersikap toleran? Apakah tanpa batas?

Sebagai misal, manakala terjadi penodaan dan penistaan  nilai-nilai dan akidah agama Islam yang dilakukan oleh minoritas Ahmadiyah, maka apakah kelompok mayoritas umat Islam yang akidah dan ajaran agamanya dinodai dan dinistakan itu dilarang protes dan harus diam berpangku tangan saja demi memenuhi tuntutan bertoleransi terhadap Ahmadiyah?  Kalau demikian halnya, kenapa logika berpikir para penggiat toleransi tidak dibalik saja menjadi sebagai berikut ini:

“Kelompok Ahmadiyah yang minoritas harus bersikap toleran terhadap umat Islam yang mayoritas, dan dilarang menodai/menistakan, atau membuat penafsiran yang menyimpang tentang agama Islam, dimana penafsiran tersebut menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam.”

Seharusnya tuntutan bersikap toleran diberlakukan secara adil dan sama bagi semua pihak baik yang mayoritas maupun yang minoritas,  Kalau kelompok mayoritas umat Islam dituntut untuk mengakui keberadaan kelompok minoritas Ahmadiyah, maka kelompok minoritas Ahmadiyah pun juga harus dituntut untuk bersikap toleran dan menghargai kelompok mayoritas umat Islam dengan cara tidak membuat penafsiran menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama yang dianut oleh mayoritas umat Islam pada umumnya.

Konflik antara umat Islam dengan pengikut Ahmadiyah

Umat Islam Indonesia pada dasarnya adalah kaum yang damai dan penuh toleransi kepada sesama umat beragama yang lain. Kaum muslimin dimana pun mereka berada sudah ribuan tahun terbiasa hidup berdampingan secara rukun dan damai dengan umat agama-agama lain yang mempunyai ajaran dan keyakinan yang beragam. Karena hal ini sudah sesuai dengan prinsip ajaran Islam : “La ikraha fiddin” (Tidak ada paksaan dalam beragama), dan “Lakum dinukum wa liya dien” (Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku”.).

Diantara bukti-bukti sikap toleran umat Islam Indonesia adalah:

  • Tumbuh subur dan berkembangnya agama-agama lain plus rumah-rumah ibadah mereka ditengah-tengah Umat Islam yang mayoritas (+\- 90% dari total populasi) di Indonesia adalah bukti nyata bahwa Umat Islam Indonesia adalah umat yang TOLERAN.
  • Diperbolehkannya halaman masjid Istiqlal, Jakarta dan banyak masjid-masjid lain, untuk dijadikan tempat parkir bagi  kendaraan umat Kristiani pada setiap acara misa Natal dan acara-acara gerejani lainnya sepanjang tahun adalah juga bukti nyata bahwa Umat Islam adalah umat yang TOLERAN dan bisa hidup bersama secara rukun dan damai dengan umat agama lain.
  • Puluhan ribu anggota NU, FPI, Ansor, dan ormas-ormas Islam lainnya yang setiap tahun terjun ke lapangan ikut membantu menjaga keamanan jalannya Misa Natal dan acara-acara Kebaktian di gereja-gereja di seluruh Indonesia adalah juga bukti nyata bahwa umat Islam Indonesia adalah muslim-muslim TOLERAN yang mau berbagi dan bisa hidup bersama secara rukun dan damai dengan umat agama lain.

Akan halnya hubungan umat Islam dengan penganut Ahmadiyah adalah berbeda dengan yang tersebut di atas.

Bagi umat Islam, yang menjadi masalah dengan Ahmadiyah bukan hanya ajarannya yang menodai ajaran Islam. Karena faktanya banyak aliran-aliran sesat berbau Islam di Indonesia,  namun tidak pernah terjadi konflik berkepanjangan dengan umat Islam seperti halnya dengan kelompok Ahmadiyah. Namun dengan Jemaat Ahmadiyah, yang menjadi akar permasalahan adalah:

  • Agresifitas Jemaat Ahmadiyah dalam menyebar-luaskan kesesatan ajaran mereka yang diberi logo Islam, dengan menjadikan kalangan umat islam yang masih rendah pengetahuan agamanya sebagai target penyesatan.

Hal itulah yang mengakibatkan reaksi keras dari pihak umat Islam, dan yang menjadi sebab konflik berkepanjangan antara Ahmadiyah dengan umat Islam di seluruh dunia.  Seandainya kegiatan keagamaan kaum Ahmadiyah hanya beribadah saja sesuai keimanan dan keyakinannya yang berbeda itu dan “tidak menganggu”  umat Islam dengan menyebarkan ajaran mereka kepada kaum muslimin sebagai target penyesatan, tentunya tidak akan terjadi konflik serius dan berkepanjangan antara Umat Islam vs Ahmadiyah seperti yang terjadi sekarang ini. Sayangnya akar permasalahan tersebut tidak kunjung disadari oleh Ahmadiyah dan kelompok berpaham SEPILIS pendukungnya.

Tuntutan Toleransi oleh LSM komparador penggiat paham SEPILIS

Kelompok Ahmadiyah dan LSM komparador penggiat paham SEPILIS sering kali merujuk pada pasal-pasal UUD 1945 di bawah ini sebagai dalih untuk menekan umat Islam agar bersikap toleran:

UUD 1945 Pasal 28E

(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

(2)  Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Namun Kelompok Ahmadiyah dan LSM komparador penggiat paham SEPILIS pendukungnya lupa (atau sengaja berpura-pura tidak tahu) bahwa Pasal 28E dari UUD 1945 di atas DIBATASI oleh pasal-pasal UUD 1945 dan KUHP di bawah ini :

UUD 1945 Pasal 28J

(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Undang-Undang No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Pasal 1 Undang-Undang ini berbunyi:

“Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang utama di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran dari agama itu.”

Maka sesungguhnya, dengan mengirim 2.011 buah kartu pos kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagaimana diuraikan di atas, adalah sama saja dengan SETARA Institute menyuruh Presiden SBY untuk mengubah Konstitusi Negara (UUD 1945) yang selama ini ditaati oleh umat Islam.

Pada akhirnya menjadi jelas bagi siapa pun yang berpikir sehat bahwa upaya SETARA Institute dan kelompok-kelompok SEPILIS sebagaimana disebutkan di atas adalah sebuah PROVOKASI TERHADAP UMAT ISLAM. Kampanye provokatif tersebut adalah sesuatu yang tidak perlu, karena sekali pun tanpa mengirim ribuan kartu pos kepada Presiden SBY, umat Islam di Indonesia sudah sangat bersikap toleran terhadap pihak non-muslim dan kelompok minoritas lainnya, terbukti dari data-data dan fakta-fakta sebagaimana diuraikan di atas.

Source: fpi.or.id 

[foto; video; free; film; dpr; sby; kpk; google; online; fashion; saham;]

23 Tanggapan to “TOLERANSI SALAH KAPRAH ala SEPILIS”

  1. Mas Raden said

    Kalau katanya toleransi, kenapa berita2 selalu isinya gereja dirusak, dibakar, ditutup paksa, dll. Tidak ada berita sebaliknya masjid dibakar, dirusak, dll.
    Orang Kristen masuk Islam, halal2 saja, tapi sebaliknya ? Bisa heboh mencak2 bakar sana sini.
    Agama bukan paksaan, biarkan individu yg memilih !

  2. Sun Rise said

    Yang Islam nyantai-nyantai aja tuh di belahan dunia Barat !

  3. Maaf, Indonesia bukan negeri muslim.
    Di lihat dari arti kata, Indonesia terdiri
    dari 2 kata, yaitu:
    ‘Indo’ yang diambil dari kata ‘Hindu’.
    ‘Nesos’ yang berarti kepulauan, ada
    juga yang mengartikan ‘pengaruh’.
    Indonesia, kepulauan yang dipengaruhi
    agama Hindu.

    Tetapi ingat, sesungguhnya Indonesia
    adalah negara Pancasila. Bukan
    negara agama tertentu. Jangan ber-
    sikap fanatis.

  4. juhaiman said

    mas raden :

    Wah mas raden keliling dulu baru asal cuap cuap,… jadi kuper kayanya .
    Lihat di Ambon .. masjid sudah biasa tuh jadi abu, di medan aja ada mesjid di gusur ….
    Jangan harap bikin masjid di Kupang ..bisa mulus gitu ….

    “Orang Kristen masuk Islam, halal2 saja, tapi sebaliknya ? Bisa heboh mencak2 bakar sana sini ” statemen kampungan tolong dibuktikan …..

    “Agama bukan paksaan, biarkan individu yg memilih !”… lho kok terbalik ,, saya pernah dengar ada mobil yang dimanfaatkan misionaris yang melakukan kristenisasi berkedok Mobil Pintar kepada ribuan siswa-siswi di 8 SD Negeri dan SD Islam ???? Piye masraden ?????????

  5. SAMBAR NYAWA said

    @PRO SEPILIS:

    Kenapa kalian sendiri kaum Sepilis nggak bersikap toleran thd Muslim? Kenapa kalian kaum Sepilis merusak ajaran Islam? Kalian menuntut Muslim bersikap toleran, smntra kalian sndiri nggak bersikap toleran thd Islam dan Muslim.

  6. SEPILIS said

    Kalian muslim2 harus toleran.

    —>>> KAMI TIDAK !

  7. Anonim said

    Pantesan …..

  8. ALIEN said

    Udah-2, kita jangan mau terprofokasi oleh hal-2 yang merusak persatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Ingat, bahwa banyak yang menginginkan kita pecah sebagai bangsa, karena negara kita NKRI termasuk negara yang sangat kaya ditinjau dari kandungan dan keragaman kekayaan alamnya, letak geografisnya, keragaman budayanya dan kekayaan intelektualnya. Denga pecah, kita akan menjadi lemah seperti ratusan lidi yang lepas dari ikatannya.

    Jadi ayo saudara-saudara ku sebangsa dan setanah air, kita arahkan energi kita semua untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptanya kemajuan pembangunan dan peradaban Indonesia. Tangan siapa lagi yang bisa menggapainya jika bukan tangan kita semua.

    Merdeka !!!

  9. DemangTaruna said

    ًًWah gawat………!

  10. PRO ZIONIS! said

    PANTAS AJA LHA WONG SUMBER ARTIKEL DIATAS DARI FPI. KAPAN YG NAMANYA HABIB RIZIIK DAN FPI ITU KENAL SAMA YG NAMANYA TOLERANSI?!

    ARTIKEL DIATAS ITU PEMBODOHAN KPD MASYARAKAT. TUNJUKKAN KEPADA SAYA AJARAN ISLAM YG MENGAJARKAN TOLERANSI KPD SESAMA!! ADA?! GA ADA!!!

    YANG ADA CUMA BUNUH!!! POTONG!!! PENGGAL!!!

    DASAR AGAMA TERORIS!!!

  11. PRO ZIONIS! said

    HAI MUSLIM2 GOBLOK!! KALIAN HARUS BERSIMPUH MENUNDUKKAN KEPALA DAN BERTERIMA KASIH KPD YAHUDI TAU!!
    KARENA JASA YAHUDI KALIAN BISA MENIKMATI TEKNOLOGI SEKARANG INI!!

    KALAU GA MAU BERTERIMA KASIH SAMA YAHUDI BUANG SAJA COMPUTER2 KALIAN ITU DAN KALIAN NULIS AJA PAKE BATU!!!

  12. PRO ZIONIS! said

    HAI .. KALIAN ORANG MUSLIM SIRIK YA SAMA KEMAJUAN KRISTEN??!!

    ORANG KRISTEN MEMBANGUN GEREJA PAKE DUITNYA SENDIRI!! GA NGEMIS DI JALAN2 SEPERTI KALIAN KALO MAU BANGUN MASJID. JADI KALAU KRISTEN MAJU BANYAK GEREJA DIMANA MANA YA WAJAR. UMAT BERAGAMA ITU KAN BUTUH TEMPAT UNTUK BERIBADAH. KALAU GA BOLEH MENDIRIKAN GEREJA TERUS ORANG KRISTEN DISURUH IBADAT DIMANA???? DI DALAM MASJID KALIAN??!!!

    DASAR MUSLIM GOBLOOOKKK!!!

  13. PRO ZIONIS! said

    ARTIKEL:
    Maka sesungguhnya, dengan mengirim 2.011 buah kartu pos kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagaimana diuraikan di atas, adalah sama saja dengan SETARA Institute menyuruh Presiden SBY untuk mengubah Konstitusi Negara (UUD 1945) yang selama ini ditaati oleh umat Islam.

    #

    BETUL!!! MEMANG HARUS DIRUBAH DAN DIAMANDEMEN!! KARENA YG MERANCANG UUD ORANG ISLAM SEMUA TANPA MELIBATKAN PIHAK AGAMA2 LAIN!!! COBA KALAU PIHAK AGAMA2 LAIN DILIBATKAN DAN DIBERI HAK YANG SAMA, PASTI BUNYINYA UUD ITU TIDAK BEGITU!!!

    KALIAN MENGGEMBAR GEMBORKAN AZAS KEADILAN PADAHAL AJARAN AGAMA KALIAN JAUUUUH DARI RASA KEADILAN!!!

    BELUM PERNAH SAYA MELIHAT UMAT EGOIS SEBURUK WATAK KALIAN!!!

  14. Mas, jangan lupa minum dulu obatnya ya …..

  15. Biar dingin kepala and ngomongnya jadi santun.

  16. PRO ZIONIS! said

    ARTIKEL:
    Diperbolehkannya halaman masjid Istiqlal, Jakarta dan banyak masjid-masjid lain, untuk dijadikan tempat parkir bagi kendaraan umat Kristiani pada setiap acara misa Natal dan acara-acara gerejani lainnya sepanjang tahun adalah juga bukti nyata bahwa Umat Islam adalah umat yang TOLERAN dan bisa hidup bersama secara rukun dan damai dengan umat agama lain.

    #

    DASAR PENULISNYA ORANG FPI GOBLOK.. BARU MINJAMIN HALAMAN MASJID SETAHUN SEKALI AJA SUDAH GEMBAR GEMBOR.!!

    HAI KAUM OTAK UDANG!!! KALIAN GAK MIKIR KALAU SETIAP JUMAT KENDARAAN KALIAN MEMENUHI HALAMAN GEREJA2, BAHKAN MENUTUP LALU LINTAS JALAN DAN MENGGANGGU UMAT AGAMA LAIN KARENA KENDARAAN2 KALIAN DIPARKIR SEENAKNYA MENUTUPI PINTU RUMAH ORANG2 AGAMA LAIN??!! AYO JAWAB!!

    BARU BERBUAT BAIK SECUIL SAJA DAN SETAHUN SEKALI SUDAH GEMBAR GEMBOR,,,, SEMENTARA GANGGUAN KALIAN SETIAP HARI JUMAT DAN SETIAP ADA ACARA TABLIGH AKBAR GA PERNAH KALIAN PIKIRKAN!!!

    KAN SAYA SUDAH BILANG,,, BELUM PERNAH ADA UMAT EGOIS YANG MAU MENANG SENDIRI DIDUNIA INI SEPERTI KALIAN ORANG2 MUSLIM!!!

    TAPI MEMANG HARUS DIMAKLUMI KARENA OTAK KALIAN RATA2 TOLOL SEBAB SUDAH DICUCI OTAK OLEH USTAD2 DAN KIYAI2 KALIAN ITU!!!

  17. Mas, kayaknya obat stresnya ketinggalan tuh ….. minum ya biar enakan dikit didengernya.

  18. PRO ZIONIS! said

    HAI @PETUGAS KESEHATAN!! KENAPA KAU PENGECUT GONTA GANTI NAMA?!! OH YA,,, ITU KHAN AJARAN AGAMAMU YA?!! AKU TAU KAU ADALAH @ALIEN ALIAS @OGAH DLL YG SELALU GONTA GANTI NAMA KARENA KAU PENGECUT!! KALAU KAU BISA KAU KOMENTARI SAJA TULISAN SAYA DIATAS KALAU MEMANG KAU MERASA TINDAKAN KALIAN TERHADAP MINORITAS SELAMA INI BENAR!!

    @ALL NON MUSLIM
    MARILAH KITA SETIAP HARI MENGIRIM KARTU POS SPT YG DIMAKSUD SETARA INSTITUTE ITU!! KALAU PERLU 1.000.000 KARTU POS SETIAP HARI SAMPAI HAK2 KONSTITUSIONAL KITA DIPENUHI OLEH PARA PENGANUT AGAMA TERORIS INI !!

  19. Muslim Ahmadi said

    Assalamu’alaikum,
    Sehubungan dengan tuduhan pelanggaran Undang-undang tentang Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama terhadap Jema’at Ahmadiyah, maka kita perlu kembali kepada dasar pemikiran bagaimana suatu keputusan bisa ditetapkan atas dasar bukti dari tuduhan atau dakwaan itu sendiri.
    Menuduh suatu kelompok agama sebagai menyimpang tanpa bukti adalah tidak diperkenankan oleh undang-undang. Jika menuduh suatu kelompok agama sebagai menyimpang dengan bukti yang keliru maka tuduhan itu menjadi batal. Jika bukti yang keliru itu dipaksakan untuk diterima maka hal itu bertentangan dengan kebenaran dan keadilan, dan jika tuduhan itu dicampuri dengan kebohongan dan fitnah maka tuduhan itu sendiri merupakan pelanggaran terhadap undang-undang.
    Negara sendiri tidak bisa menentukan apakah Ahmadiyah telah menyalahi Al Qur’an sebagai bukti adanya penyimpangan dari pokok-pokok ajaran Islam. Pokok-pokok ajaran suatu agama terdapat dalam kitab suci agama itu sendiri yakni dalam hal ini adalah Al Qur’an. Jadi Al Qur’an lah (didukung oleh hadits) yang bisa menjadi hakim untuk menentukan apakah Ahmadiyah menyimpang atau tidak, apakah menurut Al Qur’an ajaran Ahmadiyah itu ajaran Islam atau bukan.
    Dalam perjalanan sejarah agama-agama, semakin jauh masyarakat dari sumbernya akan terdapat kecenderungan penyimpangan terhadap ajaran agama justru antara lain dengan munculnya kelompok-kelompok ekstrimis. Bukti agama Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin tidak hanya bisa ditunjukkan dengan pernyataan, tapi apakah penganut agama lain merasa tentram hidup berdampingan dengan pemeluk agama Islam? Apakah penganut agama lain bersaksi bahwa Islam itu agama Rahmatan lil ‘Alamin.
    Ahmadiyah menyampaikan ajaran Islam di negara-negara mayoritas non Muslim sebagai agama damai, dan mereka mengakui melalui penjelasan Ahmadiyah bahwa Islam sebagai agama damai.
    Informasi tambahan lebih lanjut bisa anda dapatkan melalui situs sbb :



    http://www.youtube.com/user/NurunAllan

    situs resmi :
    http://www.alislam.org/
    http://www.ahmadiyya.or.id/

  20. Ahmadiyah adalah agama sesat berkedok Islam yang ditolak oleh umat Islam di seluruh dunia.

  21. ρ ǎ ח т ט и . Т ị Й Ј Δ said

    Pujangga Deli ahli pustaka,
    Walaupun tidur berbantal buku.
    Kalau Ahmadi tak propaganda,
    Tahrik e-Jadid pasti tak laku*

    ()

    * Kalau Tahrik e-Jadid tak laku, khalifah palsu nanti makan apa?

  22. ρ ǎ ח т ט и . Т ị Й Ј Δ said

    Rusa nan anggun tidak berdosa,
    datang pemburu berlari jua.
    Islam yang hanif telah sempurna.
    tak butuh “nabi berlumur tinja”

  23. ALIEN said

    Komen 18 :

    PRO ZIONIS! berkata
    16/11/2011 pada 20:32

    ………
    @ALL NON MUSLIM
    MARILAH KITA SETIAP HARI MENGIRIM KARTU POS SPT YG DIMAKSUD SETARA INSTITUTE ITU!! KALAU PERLU 1.000.000 KARTU POS SETIAP HARI SAMPAI HAK2 KONSTITUSIONAL KITA DIPENUHI OLEH PARA PENGANUT AGAMA TERORIS INI !!

    ________

    AGAMA TERORIS ?
    TUDINGAN SEPIHAK SIAPAKAH ITU ?

    Mari sama-sama kita buktikan !

    Akhir-2 ini kerap kita dengar adanya tudingan dari kalangan tertentu bahwa ajaran Islam identik dengan terorisme. Benarkah tudingan sepihak tersebut atau justru ini hanya propaganda negatif belaka dari kalangan tertentu yang kelewat ketakutan (phobia) dengan isyarat kebangkitan kembali Islam di akhir jaman sebagaimana diungkapkan oleh PM Israel bahwa yang paling menakutkan adalah munculnya kembali Muhammad kedua di akhir jaman ?

    Baiklah, kita akan segera bersama-sama membuktikan, apakah tudingan sepihak itu benar adanya atau tidak.

    Jika kita ingin membahas tentang kemuliaan dari ajaran Islam yang sesungguhnya sebagai agama yang diridhoi oleh Allah SWT, yang selama ini memang terkesan berusaha ditutup-tutupi kebenarannya atau dicemarkan citranya oleh mereka yang phobia Islam itu tidak bisa lepas dari kitab suci Al-Quran dan hadist nabi sebagai kumpulan perkataan atau firman-2 Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril di kota Mekah dan Madinah selama 23 tahun lamanya sejak tahun 632 SM. Sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasul terakhir-Nya untuk masa hingga akhir jaman (Khataman Nabiyyin : Surat Al-Ahzab ayat 40), kitab suci Al-Quran berisikan kumpulan firman-firman Allah SWT sebagai Sang Khalik secara murni (tidak tercemar oleh tulisan siapapun) yang merupakan petunjuk keselamatan hidup umat manusia di dunia dan akherat. Sebagai pedoman hidup yang terakhir diturunkan Allah SWT, Al-Quran dan hadist Nabi merupakan penyempurna dari kitab-kitab suci yang diturunkan Allah SWT sebelumnya, yakni :
    1. Dzabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS dalam bahasa Qibty
    2. Taurat (10 perintah Tuhan) yang diturunkan kepada Nabi Musa AS dalam bahasa Ibrani
    3. Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS dalam bahasa Suriyan (Suryani)

    Semua kitab suci Ilahi tersebut oleh karena diturunkan oleh Tuhan yang sama, yakni Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, Yang tidak beranak dan diperanakan dan Yang tiada sekutu apapun bagi-Nya, maka sejatinya mengajarkan hal mendasar yang sama pula, yakni HANYA MENYEMBAH KEPADA ALLAH SWT. Islam menyebutnya sebagai LA ILAHA ILLALLAH yang berarti TIADA YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH. Kata sandi ini pula yang menjadi salah satu pintu bagi umat Islam untuk masuk surga yang dijanjikan Allah SWT sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

    { مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ }

    “Barang siapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (H.r. Abu Daud no. 3118, Al Hakim no. 1299 dan dinilai sahih oleh Al Albani)

    Dalam kitab suci Al-Quran surat An-Nisa ayat 92, Allah SWT berfirman yang artinya :

    Dan TIDAK LAYAK BAGI SEORANG MU’MIN MEMBUNUH SEORANG MU’MIN (YANG LAIN), KECUALI KARENA TERSALAH (TIDAK SENGAJA) [334], dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat [335] yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah [336]. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya [337], maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Dari firman Allah yang kata-katanya dikapitalkan di atas jelas terlihat bahwa setiap muslim (umat Islam/mu’min) DILAARANG KERAS UNTUK MEMBUNUH SESAMANYA (SESAMA MUSLIM), kecuali JIKA TIDAK DISENGAJA. Tidak disengaja maksudnya adalah tidak direncanakan, tidak disadari atau tidak dikehendakinya, seperti misalnya dalam peristiwa kecelakaan kendaraan yang dikemudikan oleh seorang muslim dan mengakibatkan kematian muslim yang lain. Sedangkan alasan yang bisa diterima oleh hukum dan agama, antara lain adalah dalam rangsa membela diri dari serangan musuh, baik musuh negara maupun musuh kejahatan yang mengancam keselamatannya. Dalam suatu peperangan pun amat dibatasi, yakni tidak dilakukan terhadap musuh yang masih tergolong kakan-2, wanita, lanjut usia dan yang sedang sakit. Begitu ketatnya ajaran Islam, sehingga amat aneh jika terorisme dikait-kaitkan oleh pihak tertentu dengan ajaran atau bendera Islam.

    Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 190, yang artinya :

    “Dan PERANGILAH DI JALAN ALLAH ORANG-ORANG YANG MEMERANGI KAMU, (TETAPI) JANGANLAH KAMU MELAMPAUI BATAS, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.“

    Dari firman Allah di atas sangat jelas bahwa Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk hanya memerangi pihak-2 yang nyata-nyata telah terbukti memerangi dirinya terlebih dahulu. Artinya bahwa umat Islam dalam ajarannya sangat tidak diperbolehkan (dilarang keras) oleh Allah SWT untuk memerangi siapapun, termasuk mereka yang membencinya atau yang dianggap kafir sekalipun sepanjang yang bersangkutan tidak memeranginya terlebih dahulu. Jadi kata memerangi di sini dalam ajaran Islam yang sebenarnya adalah wajib diletakkan oleh setiap muslim pada posisi sedang membela diri dari serangan musuh saja dan bukan dalam posisi menyerang musuh lebih dahulu. dari penjelasan ayat ini jelas bahwa Islam sama sekali tidak mengajarkan penganutnya untuk membuat gara-gara, menyerang, merusak, merugikan, meneror, apalagi menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja dan tanpa tujuan yang dibenarkan oleh hukum dan agama. Dengan penjelasan ini pula kita bisa tahu bahwa Islam SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KEPADA PARA PEMELUKNYA UNTUK MENGHALALKAN SEGALA CARA DALAM MENCAPAI TUJUANNYA, seperti : tidak pernah mengajarkan untuk merusak milik dan kehormatan orang lain, memanfaatkan kelengahan orang lain, mengambil (mengeksploitasi) kekayaan orang lain tanpa seijinnya, berbuat licik atau curang dalam perniagaan, bahkan mengagresi atau menjajah kedaulatan orang lain sekalipun untuk tujuan agamanya sekalipun. Haram bagi Islam untuk melakukan cara-2 seperti itu.

    Kemudian pada surat An-Nisa ayat 93, Allah SWT berfirman yang artinya :

    Dan BARANGSIAPA YANG MEMBUNUH SEORANG MU’MIN DENGAN SENGAJA maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

    Dalam ayat ini jelas sekali Allah SWT selain melarang setiap orang (dari golongan manapun dia, muslim atau bukan) untuk membunuh hamba-2-Nya yang mu’min (beragama Islam) dengan sengaja. Dengan sengaja di sini maksudnya adalah yang dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan oleh hukum dan agama, seperti bukan dalam kasus kecelakaan atau bukan dalam keadaan membela diri dari ancaman musuh (negara atau penjahat) yang nyata-2 menyerang dan membahayakan keselamatannya. Jika aturan ini dilanggar oleh siapapun tanpa terkecuali, maka dalam ayat ini pula Allah SWT mengutuk keras dan mengancam pelakunya dengan azab (siksaan) yang sangat berat. Naudzubilahiminzalik !

    Kemudian pada surat Al-Maidah ayat 32, Allah SWT telah berfirman yang artinya :

    Oleh karena itu Kami TETAPKAN (SUATU HUKUM) BAGI BANI ISRAIL, BAHWA : BARANGSIAPA YANG MEMBUNUH SEORANG MANUSIA, BUKAN KARENA ORANG ITU (MEMBUNUH) ORANG LAIN [411], ATAU BUKAN KARENA MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI, MAKA SEAKAN-AKAN DIA TELAH MEMBUNUH MANUSIA SELURUHNYA [412]. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu [413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

    Artinya Allah SWT telah memberika aturan khusus bagi pengikut atau keturunan Bani Israil, yakni pengikut atau keturunan Nabi Yakub AS bin Nabi Ishaq AS bin Nabi Ibrahim AS bahwa mereka dilarang keras untuk membunuh sesama manusia jika manusia tersebut tidak membunuh manusia lain atau tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Jadi jika ada manusia (muslim maupun non muslim) yang dibunuh oleh kaum ini tanpa bukti yang meyakinkan telah membunuh manusia lain atau berbuat kerusakan di muka bumi, maka Allah SWT mengancam pelakunya dengan azab yang setara dengan dosa seseorang jika membunuh seluruh umat manusia di bumi. Naudzubilahiminzalik ! Betapa berat tingkatan azab (siksa) yang bakal ditanggungnya jika melanggar ketentuan Allah ini.

    Kemudian pada surat ayat Allah SWT berfirman yang artinya :

    “Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. (al-Quran, 4:90)”

    Dari ayat ini jelas bahwa dalam ajaran Islam Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk tidak memerangi musuh-musuh yang tidak memeranginya atau mengajak untuk berdamai. Dalam sejarah seringkali dikatakan bahwa yang seringkali melanggar perjanjian adalah musuh-2 Islam sendiri.

    Selain itu ditegaskan pula dalam firman Allah dalam surat ayat yang artinya :

    “ Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)“

    KESIMPULAN

    Dari seluruh firman Allah SWT di atas yang tertulis dalam kitab suci Al-Quran yang menjadi sumber utama (pokok) dari ajaran Islam ini TELAH TERBUKTI bahwa perbuatan terorisme yang harfiahnya adalah pelanggaran hukum dan agama yang dilakukan untuk menimbulkan rasa takut (kepanikan) pada orang lain itu TIDAK COCOK SAMA SEKALI ALIAS BUKAN BAGIAN DARI AJARAN ISLAM seperti tudingan sepihak dan asumsi-2 miring yang kerap dilontarkan oleh pihak-2 tertentu, khususnya mereka yang terlihat kelewat phobia dengan kemajuan dan isyarat kebangkitan Islam di akhir jaman. Tudingan miring atau sepihak yang mengatakan bahwa terorisme itu identik dengan ajaran Islam ini justru sangat bertentangan dengan pokok-2 dasar ajaran Islam sendiri yang mengatur masalah tersebut dimana ditegaskan didalamnya bahwa perbuatan menghilangkan nyawa orang lain itu AMAT DIHARAMKAN HUKUMNYA dilakukan oleh setiap muslim baik terhadap sesama muslim maupun non muslim dengan dalih apapun, kecuali jika berada dalam kondisi tidak disengaja (kecelakaan) atau membela diri dari serangan musuh. Jika musuh yang memerangi mereka kemudian mengajak untuk berdamai, maka diwajibkan hukumnya bagi setiap muslim untuk menerima perdamaian tersebut dan melindungi mereka. Akhir kata, Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, yang artinya berusaha untuk membawa para pemeluknya mencapai keselamatan hidup di dunia dan akherat. Untuk mencapai keselamatan dunia dan akherat itu umat Islam diperintahkan untuk berusaha semampunya melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya termasuk perbuatan yang masuk dalam kategori terorisme tersebut. Jadi jika ada yang mengaku Islam namun tetap melakukan perbuatan terorisme, maka status, pengakuan dan bukti keislamannya pantas diragukan kebenaran atau kelurusannya. Karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

    Demikian penjelasan ringkas mengenai pokok-pokok ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan hadist dalam rangka menjawab tudingan-2 miring atau sepihak terhadap ajaran Islam.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: