KabarNet

Aktual Tajam

Misteri Hilangnya Satu Troli Dokumen Century

Posted by KabarNet pada 24/12/2011

Jakarta – KabarNet: Peristiwa ini terjadi pada bulan Mei, 2010. Awalnya Wakil Ketua KPK saat itu, Chandra M Hamzah mengatakan belum pernah menerima dokumen hasil investigasi DPR atas kasus Bank Century, yang ia terima hanya beberapa lembar surat dari DPR. Kejadian ini luput dari pemberitaan media, hingga kabarnya lenyap bak ditelan bumi.

Hal ini tentunya dapat mempengaruhi hasil audit forensik yang telah diserahkan BPK kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari kemarin (Jumat, 23/12). Dengan kata lain, BPK mendapat informasi yang tidak sempurna dan hasil audit forensik yang diterima DPR pun menjadi bermasalah.

Boleh jadi apa yang diungkap oleh Ketua BPK Hadi Purnomo itu terganjal dengan adanya dokumen yang tidak sampai atau dihilangkan. Hadi mengatakan, bahwa ada lima hambatan dalam melakukan audit investigasi ini.

Pertama, BPK tidak memperoleh akses ke sebagian personel kunci dalam kasus Bank Century antara lain AT, DT, HT, RAR, HAW, HH dan KJ, yang diantaranya berstatus DPO (daftar pencarian orang) atau dalam proses hukum. Karena tidak adanya akses hingga sampai dengan laporan dibuat, BPK tidak memperoleh keterangan maupun dokumen terkait pemeriksaan dari personel kunci tersebut. Kedua, BPK tidak memperoleh akses atas transaksi di luar negeri yang terkait dengan kasus Bank Century karena terkendala oleh ketentuan kerahasiaan transaksi perbankan di masing-masing negara. Ketiga, ketidaklengkapan data nasabah dan atau transaksi di Bank Century. Keempat, BPK kurang memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait kasus Bank Century yang sedang digunakan oleh aparat penegak hukum dalam proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan. Kelima, BPK tidak memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait PT. Antaboga Deltasekuritas Indonesia (ADI).

Dokumen Lenyap
Kisah lenyapnya dokumen penting hasil investigasi DPR atas kasus Bank Century yang banyaknya mencapai satu troli untuk belanja. Peristiwa ini terjadi saat pertemuan pertama antara Tim Pengawas Century DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan Mei 2010.

Terungkap bahwa selama ini KPK belum menerima dokumen hasil investigasi DPR atas kasus Bank Century. “Yang kami terima hanya surat lima lembar yang bertandatangan Ketua DPR, tidak ada data-data lain,” kata Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah menjawab pertanyaan anggota tim pengawas dari FPKS Fachri Hamzah dalam rapat tim pengawas dengan KPK di Gedung DPR, pada hari Rabu (5/5/2010) tahun lalu.

Mendengar pengakuan Chandra, pimpinan rapat Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso terkejut. Saat mengkonfirmasi Setjen DPR soal pengakuan Chandra, Priyo mendapat laporan data sebanyak satu troli itu memang belum diserahkan kepada KPK. “Saya dapat informasi dari Sekjen bahwa dokumen satu troli sudah diserahkan kepada Presiden, tapi untuk KPK dan penegak hukum lainnya tidak mendapat fotokopinya,” jelas Priyo.

Keterangan Priyo membuat anggota tim pengawas lainnya memanas. Misalnya anggota tim dari FPG menuding ada penggelapan dokumen. “Saya khawatir ada manipulasi sehingga lampirannya digelapkan,” protes Bambang. “Chandra kemudian menjelaskan. “Saya terima 8 Maret 2010 hanya lima lembar ditandatangani Ketua DPR dan Sekjen DPR”.

Pengakuan Chandra menuai kegemparan diantara para angggota Tim Pengawas. Pasalnya, substansi investigasi DPR atas kasus Century justru terletak pada berlembar-lembar dokumen yang sebanyak satu troli itu, bukan pada surat rekomendasi yang hanya berjumlah lima lembar.

Seharusnya, surat beserta dokumen investigasi satu troli tersebut dikirimkan dalam satu paket kepada KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dan Presiden. Tim Pengawas pun bereaksi keras dan meminta agar hal ini diusut tuntas, apakah kesalahan terletak pada DPR yang teledor dalam mengirimkan dokumen itu atau pada KPK yang menerimanya. “Kalau dokumen itu belum diterima KPK, jadi ke mana hilangnya?

Lebih lanjut, rapat ini pun jadi dipertanyakan, apakah masih relevan atau tidak, “Sebab KPK ternyata belum membaca hasil investigasi DPR,” ujar Mahfudz Siddiq, anggota Tim Pengawas dari Fraksi PKS saat itu. Fahri Hamzah bahkan secara tegas meminta agar rapat antara Tim Pengawas dengan KPK itu tidak lagi diteruskan.

Hal senada dikemukakan oleh Hendrawan Supratikno, anggota Tim Pengawas dari Fraksi PDIP. “Ini kejadian memalukan dan memilukan. Kami kira selama ini KPK mengeluarkan pernyataan-pernyataan berdasarkan dokumen investigasi DPR yang satu troli itu,” ujar Hendrawan.

Kemarahan lebih hebat diperlihatkan oleh Bambang Soesatyo, anggota Tim Pengawas dari Fraksi Golkar. “DPR telah bekerja selama dua bulan dan dibiayai oleh Rp 2,5 miliar uang rakyat. Tapi hasil kerja yang satu troli itu justru tidak diterima KPK. Saya khawatir ini ada unsur kesengajaan,” sindir Bambang.

“Padahal DPR kan meminta KPK untuk menindaklanjuti rekomendasi DPR. Jadi apa yang mau ditindaklanjuti kalau dokumen lengkap rekomendasinya saja belum diterima,” sambung Akbar Faizal, anggota Tim Pengawas dari Fraksi Hanura.

Data Century ke KPK Disembunyikan Oknum DPR?
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menduga adanya unsur kesengajaan atas tidak dikirimkannya dokumen hasil pemeriksaan kasus Bank Century oleh Pansus DPR ke KPK. Ia menilai hal itu bukan semata-mata permasalahan teknis di Sekretariat Jenderal DPR.

Pramono mengungkapkan, rapat pimpinan DPR sebelumnya sudah menyepakati agar dokumen hasil pemeriksaan beserta lampirannya dikirimkan ke lembaga terkait dan orang-orang yang disebut dalam rekomendasi. Surat pemberitahuan pengiriman dokumen, kata dia, juga ditembuskan ke seluruh pimpinan DPR.

Mantan Sekjen PDIP ini menambahkan, tidak boleh ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi atau menghambat diteruskannya rekomendasi DPR tentang kasus Bank Century. Atas dugaan ini, Tim Pengawas juga akan menelusuri dugaan kesengajaan tersebut. “Bagi oknum yang terbukti, harus bertanggung jawab secara politik,” tegas politisi PDIP ini.

Ditanya siapa kira-kira pihak yang diduga melakukan kesengajaan, Pramono menjawab diplomatis. “Pihak terkait yang berkepentingan agar proses ini (rekomendasi Century) tidak dilanjutkan,” jawab mantan Sekjen PDIP ini.

Mungkin Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Lupa atas peristiwa hilangny segepok dokumen yang ia ketahui saat itu. Hari Jumat (23/12/2011), ia mengakui hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kasus Bank Century belum memuaskan. “Hasil audit investigasi BPK ini tidak ada hasil yang luar biasa,” kata Pramono Anung di Gedung DPR RI di Jakarta. Seperti yang dikutip antaraNews.

Pimpinan DPR RI menerima penyampaian hasil audit investigasi BPK terkait kasus Bank Century. Audit investigasi BPK tersebut berangkat dari persoalan yang berkembang pada Panitia Khusus Kasus Bank Century yang hasilnya sudah menjadi keputusan DPR RI melalui rapat paripurna.

Semoga kasus hilangnya segepok dokumen penting hasil investigasi DPR atas kasus Bank Century pada bulan Mei 2010 tersebut tidak menguap begitu saja. Paling tidak, yang bertanggung-jawab untuk menindaklajuti dalam kasus ini adalah Tim Pengawas Century DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab perkara ini belum pernah diproses dan terkesan sengaja ditutup.

Bagi pihak yang memahami kasus ini, silahkan menambahkan bukti-bukti untuk melengkapi kekurangan informasi terkait. Dan bagi semua media hendaknya independen dalam memberitakan dan tidak dipengaruhi kepentingan politis sepihak.

KabarNet

4 Tanggapan to “Misteri Hilangnya Satu Troli Dokumen Century”

  1. VERNAL said

    jangankan….dokumen, nyawa saja sangat mudah dihilangkan di negri yg namanya NKRI. bubarkan saja negri ini bangun negara baru!!!! sepertinya revolusi bukanlah hanya wacana, mungkin sudah saatnya…!!!!

  2. Anti JIL said

    Hahay…..
    betul sekali

  3. bidadari_biru said

    @Vernal,, cocok !!!!

  4. taUbat said

    TIMWAS CENTURY AKAN SERAHKAN DOKUMEN TERBARU KE BPK

    RABU, 3 JULI 2013 − 16:05 WIB

    SINDONEWS.COM – TIM PENGAWAS (TIMWAS) REKOMENDASI DPR RI UNTUK KASUS BAILOUT BANK CENTURY, MEREKOMENDASIKAN KEPADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK), UNTUK MEMERIKSA SEJUMLAH DOKUMEN DARI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK).

    PIMPINAN TIMWAS CENTURY, SOHIBUL IMAN MENJELASKAN, JIKA BPK BERKENAN, MAKA DOKUMEN YANG AKAN DISERAHKAN, MERUPAKAN HASIL PEMERIKSAAN KPK TERHADAP KASUS SENILAI RP6,7 TRILIUN ITU.

    “PROGRESS REPORT (LAPORAN TERBARU) DARI KPK TERKAIT BANK CENTURY,” KATA SOHIBUL DI GEDUNG DPR RI, SENAYAN, JAKARTA SELATAN, RABU (3/7/2013).

    ATAS PERMINTAAN ITU, POLITIKUS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) INI MENGATAKAN, JIKA BELUM ADA JAWABAN DARI BPK TERHADAP KEINGINAN TIMWAS CENTUY UNTUK MENYERAHKAN DOKUMEN TERSEBUT. “KALAU KITA TIDAK KEBERATAN DAN BISA KASIH KE MEREKA. NAH BPK INI TIDAK TAHU, APAKAH BISA BERGUNA ATAU TIDAK (DOKUMENNYA), KALAU KITA SIH BISA SAJA MEMBERIKAN DOKUMEN ITU,” PUNGKASNYA.

    SEBELUMNYA, BPK MENGHADIRI KONSULTASI DENGAN TIMWAS CENTURY YANG DIHADIRI KEPALA BPK, HADI POERNOMO DAN DIPIMPIN SOHIBUL IMAN.

    HARIS KURNIAWAN (MAF)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: