KabarNet

Aktual Tajam

Saya, Seorang Kristiani yang Mendukung FPI

Posted by KabarNet pada 20/02/2012

Siapa yang tak mengenal FPI? Tiga huruf itu adalah singkatan dari Front Pembela Islam. Ormas Islam yang sering dikait-kaitkan dengan ‘tradisi’ kekerasan. Pada dasarnya prinsip utama FPI adalah menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar [mengajak kebaikan dan memerangi kejahatan] tapi apa boleh buat, media sudah ‘berhasil’ mengekspos FPi dengan ‘budaya’ kekerasannya dan (kebanyakan) orang Indonesia sudah memberi nilai buruk terhadap FPI.

Saya sebagai seorang Kristiani (penganut Katholik) sedikit miris ketika media memberitakan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan saya pun sempat merasa tidak suka dengan keberadaan FPI di Indonesia. Mulai dari tragedi Monas, penutupan bar, demo anti miras, dll. Saya merasa bosan dengan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan masyarakat pun seakan juga tak setuju jika FPI memakai ‘embel-embel’ Islam. Karena menurut mereka, Islam itu damai, mencintai perbedaan dan bukan kekerasan.

Seiring berjalannya waktu, tak terdengar berita tentang FPI. Tiba-tiba Indonesia dikejutkan dengan berita ‘Penolakan FPI di Palangkaraya’. Sejenak saya tercengang. Seketika itu pula saya mulai penasaran dengan FPI. Mengapa FPI sampai ditolak di Palangkaraya?. Saya mencari info-info.

Hingga saya mulai merenung, mengapa masyarakat tidak berpikir ‘apa yang melatarbelakangi FPI untuk melakukan kekerasan’. Sejak itu saya menyimpulkan, bahwa pasti ada sebab yang membuat FPI beraksi. Contohnya, saat FPI melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia. Kemudian soal Demo Miras, itupun saya juga setuju. Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?. Itu saja dua contoh yang ‘me-miris-kan’. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh.

Dan pencarian info tentang FPI terus saya lanjutkan. Saya singgah di sebuah forum di internet yang notabene menghujat dan menolak FPI. Tapi ada satu komentar yang menarik menurut saya untuk dibagikan kepada member Kompasiana. User itu bernama adiet87smg, dia menulis:

“hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!”

Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kaum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal]. Wow. Pantas saja Ulil Abshar Abdalla menggerakkan massa untuk menolak keberadaan FPI, karena FPI telah mencatut namanya sebagai salah satu oknum yang bersembunyi di Partai yang kebanyakan anggotanya sedang terjerat kasus korupsi. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini. Padahal warga Dayak sendiri yang meminta FPI berdiri di Kalteng

Saya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan. Tetapi mungkin lebih indah jika diiringi dengan tindakan yang damai, tidak mudah tersulut emosinya dan kemudian mengadakan aksi-aksi yang dianggap meresahkan.

Lia Christine

Source:kompasiana.com

59 Tanggapan to “Saya, Seorang Kristiani yang Mendukung FPI”

  1. Dian Kurnia said

    Ini kisah yang perlu diperhatikan oleh elemen bangsa.
    Admin, mohon ijin untuk repost. Bolehkah?

    Salam
    Dian Kurnia
    ____________

    Yth Sdr. @Dian Kurnia

    Silahkan, semua artikel dan komentar di situs KabarNet halal untuk Reposting.

    Terima kasih, dan mohon maaf.

    Wassalam
    ADMIN KabarNet

  2. Polisi said

    Lia Christine penulis pengakuan di atas adalah nyata2 seorang yg cerdas, bijaksana, dan berpikiran WARAS.

  3. Dian Kurnia said

    @Admin: Terima kasih, Gan.

  4. adi said

    Sebenernye yang benar & yang salah jelas banget kok …. hati & mata kita bisa melihat dengan jelas.

    Namun kadang2x kita acuh & masa bodo….. namun bila sesuatu kejelekan menimpa kita… baru deh… kita merasa bahwa amar ma’ruf nahi mungkar… itu PENTING BANGET.

  5. setuju bgt, semoga Tuhan memberkati saudari Lia, bagi kita yg waras memang kebaikan dan keburukan itu jelas adanya, tp bagi para pengikut syetan, mereka telah buta, karena nafsu duniawi mereka. FPI itu hanya objek pengalihan issue sj, dari para penguasa yg sdg terjerat kasus korupsi, yg kemudian di sokong dananya oleh para koruptor, pelaku bisnis kotor dan para asusila, jd takada kata bubar buat FPI, maju terus, selamatkan bangsa ini dari kehancuran yg diperbuat oleh segelintir orang2 bejat!!!

  6. Subhanallah,… yang non islam aja berpikir seperti itu,.. harusnya kita malu dengan saudara kita itu,..
    Marilah kita berpikir bijak, utk menyikapi masalah FPI,.. kepada peliput berita, mohon lebih objektif utk menampilkan berita,.. jangan hanya kekerasan FPI saja yang ditonjolkan, bukan kah FPI juga sudah bnyak maslahatnya utk ummat di negeri ini,..
    Allahuakbar,.. kepada saudara-saudaraku di FPI jangan takut kepada yang membuat kemungkaran,.. Allah bersama kita kok,.. Bismillah…

  7. shopan diansyah said

    subhanallah umat lain saja bisa!!!
    kenapa kita sebagai umat Islam tidak bisa berfikir seperti itu?? seharusnya kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW merasa malu untuk membantu/mendukung membubarkan FPI.
    apakah ketakutan, malu, kehilangan akan pertemanan dan persaudaraan dengan umat non muslim? saya rasa tidak.
    saya rasa apabila ada suatu kejadian kenapa tidak melihat sebab dan akibat jangan hanya menyalahkan sesuatu yang tidak kita ketahui akar permasalahan.

  8. Penganut agama apapun yg menghayati nilai2 agamanya, seharusnya memahami apa2 yg dilakukan FPI, kondisi jaman yg serba tidak menentu di negara ini, tidak adanya kepastian hukum dari para penegak hukum yg masih rendah moralnya, nilai2 budaya luar yg merusak mudah tumbuh subur di negara ini dg berlindung pada nilai2 kebebasan dan demokrasi sungguh telah membuat saya merasa miris apabila dikaitkan dengan masa depan anak2 saya…………….tetapi untungnya masih ada FPI. Berjuanglah terus wahai FPI dan tetaplah tegak pada Sirotalmustaqim. Saran saya boleh keras tetapi dalam batas koridor yg benar dari syariah kita. (keras yg mendidik)

  9. fajar said

    Subhanallah walhamdulillah walla illahaillallah .. ALLAHHU AKBAR … ya ALLAH …. ampunilah kami, bukalah pintu hati kami, terangkan hati kami yang lemah ini, ya ALLAH … meski diri ini hanya setitik debu namun izinkanlah menjadi penopang utk tegaknya SYARIAT MU yakni SYARIAT ISLAM … Ya ALLAH kabulkanlah doa kami … hanya kepada MU kami memohon …. hanya kepada MU kami meminta …..La illa haillallah.

  10. virhan said

    Saudara/i lie, anda memiliki perpektif yg sangat objektif
    andai saja tiap umat mpunyai kejernihan bpikir seperti ini, insya Allah aman dunia ini

  11. prajurit said

    postinganya yang di kompasiana sudah di hapus…

  12. Anonim said

    saya yakin ad/rt dari FPI adalah sangat baik, tapi garis komando perlu di perbaiki….karena semua baik adanya, FPI juga baik adanya, usul saya! dikurangi aja kata “maaf” karena lebaran itu sekali setahun…..

  13. Haryanto said

    Apakah Saudari Lia akan tetap berpendapat demikian jika anda dipukul tanpa alasan sampai gegar otak, dan seumur hidup akan pusing kambuh-kambuhan smp pingsan dan muntah2 yg disebabkan saudara yg lain yg menggunakan atribut FPI. Itu yg tjd pd saudara saya di Monas pd peringatan hari lahir Pancasila 1 juni 2008. Kalau Anda atau org yg Anda cintai, smp menderita demikan, apa Anda akan diam? Sedangkan yg saudara saya lakukan adl merayakan hari lahir Pancasila. Kl kekerasan atas nama agama dibiarkan saja, apakah negara kita berdasar agama? Apakah anda mau dihukum berdasar hukum Islam di negara yg berdasar hukum Pancasia? Saya tidak akan pernah mau! Negara kita tdk boleh ada dualitas hukum. Renungkan kembali, bukan Islam atau Pancasila yg buruk, tapi para pelakunya yg tdk memahami makna Islam dan Pancasila shg mereka melakukan kekerasan. Solusinya bukan kekerasan, tapi pendidkan yg lbh baik. Ttg miras dan narkoba, kl pendapat saya tgt orangnya, kl kita sdh sadar dan tahu tdk bermanfaatnya narkoba dan miras, biarpun diberi atau ditawari miras dan narkoba, pasti juga menolaknya. Seperti hukum ekonomi, ada permintaan maka ada barang, kl semua org tdk ada yg beli miras, otomatis pabrik miras tutup juga. Maka pendidkan-lah yg hrs diperbaiki shg kesadaran kita akan meningkat dan otomatis kekerasan pun akan berhenti. Islam tdk perlu dibela, kita inilah yg goblok, menganggap bhw Islam hrs dibela, justru Islam yg akan membela kita, pemahaman yg salah tafsir spt inilah yg membuat kita jadi keras. Mari kita kembalikan citra Islam dan Pancasila dgn memperbaiki pemahaman kita, InsyaAllah saya yakin bhw Indonesia akan bangkit kembali sbg negeri yg jaya! Indonesia Jaya!

  14. Lukman said

    @Prajurit: Kenapa ya yang di kompasiana dihapus?

    Tapi memang seperti ini sering terjadi, contohnya debat antara HIDAYATULLAH.COM VS ISLAMLIB:
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150420003064105
    Postingan aselinya dihapus…

  15. BINTANG said

    Pak Haryanto,

    Sebaiknya anda tidak ikutan menilai secara subjektif dahulu, walau anda mengatakan punya saudara yang pernah terkena pukul dalam aksi Monas beberapa waktu lalu. Justru pertanyaannya, kenapa saudara anda bisa berada di tempat penuh kerumunan mas aFPI yang sedang berdemo ?

    Mengapa ?

    Karena di luar masalah atribut keagamaan yang disandangnya, sejauh ini memang cuma FPI sebagai organisasi sosial masyarakat yang paling tanggap terhadap keterbatasan pemerintah dalam mengatasi masalah berbagai penyakit sosial yang kian bertambah parah dari waktu ke waktu. Soal atribut keagamaan, FPI mungkin bisa saja menghilangkan huruf ‘I’ didepannya atau mengganti total nama organisasinya dengan nama SUPERMAN REPUBLIK INDONESIA atau disingkat SRI misalnya. Namun seperti kata pepatah “APALAH ARTI SEBUAH NAMA” jika tujuannya tetap sama, yakni sama-sama baik untuk memberantas berbagai bentuk kemaksiatan yang melanda di bumi Indonesia tercinta ini, seperti : perjudian, pelacuran, permabukan, penyesatan, premanisme, KKN dan sebagainya.

    Jika ada yang bertanya, mengapa FPI bisa bersikap lebih suci daripada negara-2 Arab yang sumbernya Islam ?

    Maka jawabannya, anda jangan salah, karena jika anda benar-2 berkunjung ke negara-2 Arab, seperti Arab Saudi misalnya, disana anda akan melihat bahwa hukum syariat Islam yang ketat dan keras, yang mewajibkan potong tangan bagi setiap pencuri, cambuk atau rejam bagi pelaku maksiat dan hukum pancung leher bagi pelaku pembunuhan itu benar-2 dilaksanakan tanpa pandang bulu, baik jabatan, jenis kelamin, status sosial maupun asal-usulnya. Tapi di Indoensia, apakah hukum-2 dalam syariat Islam itu ngotot ingin diberlakukan di negara berpenduduk mayoritas Islam ini oleh FPI ??? Tentu saja anda sudah bisa menjawab sendiri bahwa tidak !!! Sejauh ini terlihat bahwa FPI cuma bertujuan mencegah berkembangnya kemaksiatan yang merupakan penyakit sosial masyarakat yang kronis dan kompleks yang jika lambat dan setengah-2 ditindak akan sia-sia belaka hasilnya, dan malah makin tambah parah. Apalagi jika mengingat bahwa tidak kecil kemungkinan malah ada oknum-2 yang bermain di lapangan dengan para pelaku maupun pengusaha di bidang kemaksiatan. JIka sudah begini, jangan berharap negara Republik Indonesia punya generasi penerus masa depan yang baik yang bisa membawa bangsanya mencapai cita-citanya. Yang ada adalah generasi penerus bangsa yang rapuh dan rentan seperti saat ini.

    Gampangnya begini, sudikah kiranya anda jika suatu ketika ada sanak keluarga atau saudara anda yang karena kelemahan kontrol pihak yang berwenang oleh berbagai sebab terhadap kemaksiatan yang terjadi dilingkungan sekitar anda dan tiadanya kepedulian pihak lainnya telah terjerumus dalam lembah kemaksiatan, seperti :
    – pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.
    – mabuk di jalan hingga mencelakakan diri dan orang lain.
    – terkena AIDS dan penyakit kelamin lain dari prostitusi.
    – selingkuh hingga banyak anak lahir tanpa kejelasan siapa bapaknya.
    – bangkrut karena kalah dan ketagihan main judi.
    – malas, brutal karena salah pergaulan.
    – terjebak tanpa sadar dalam aliran-aliran sesat.

    Jika sudah begitu, siapa yang rugi ? Siapa yang mau anda salahkan ? Pemerintahkah ? Para pemuka agamakah ? Tuhankah ? Jelas jika akal sehat kita masih jalan, jelas karena salah kita sendiri dalam memanajemen keluarga dan lingkungan kita. Kalau kita cuek, lingkungan cuek, Pemerintah gak serius, oknum apalagi malah memancing diair keruh, maka kejadian apes tersebut jelas tak mungkin bisa dihindari. Kecuali semuanya perduli pada keselatana diri dan lingkungannya. Selamat karena jauh dari berbagai bentuk kemaksiatan. Bahkan saya yakin, kalau seharusnya tidak ada satupun agama benar di dunia yang tidak melarang atau membiarkan para pemeluknya terjebak dalam dunia kemaksiatan, betul ? Nah jadi saya, rasa karena itulah FPI berinsiatif, jadi bukan mau jadi sok pahlawan, sok suci apalagi bermaksud promosi atau berpropaganda bagi kaumnya. Terlihat bahwa diluar jubah putih keagamaannya, FPI sangat perduli dan memikirkan nasib masa depan bangsa dan negara. Cuma jika anda merasa kurang sreg dengan cara-2nya, menurut saya silahkan anda sampaikankepada mereka agar aksi mereka diperlembut sehingga tidak berefek negatif pada siapapun apalagi terhadap yang tidak terkait langsung.

  16. maria said

    Buat saya dalam memandang kekerasan yang kerap dilakukan oleh FPI, tidak ada kaitannya dengan agama apapun (so what, anda penganut katolik apa menurut anda anda lebih suci atau lebih bijak dari FPI??). Dengan kata lain bukan agama anda yang menjadi ukurannya. Karena tanpa agamapun di dalam diri setiap orang sudah ada yang namanya nurani yang menjadi pengukur atau pengingat atas perilaku. Dalam hal ini Yang dipermasalahkan bukanlah pada penolakan FPI terhadap beragam bentuk dosa yang lazim mereka sebut sesuatu yang maksiat. Tetapi kepada cara-cara yang mereka lakukan yang sering kali bertindak kayak orang kesetanan. Kalo seandainya cara-cara yang mereka lakukan lebih terkontrol, mungkin pada suatu saat nanti FPI bisa menjadi salah satu ormas yang dibutuhkan di Indonesia karna Indoensia ke depannya gak bakalan menjadi lebih baik. Kalo tidak, ya go to hell aja.

  17. Pemirsa said

    Berdasarkan hasil penelitian lembaga internasional yang berkompeten di bidangnya, telah diketahui bahwa 1 dari 10 orang anak di negara-2 barat tidak mengetahui siapa bapak biologisnya. Fenomena yang sangat menyedihkan ini menjadi salah satu bukti nyata hasil ketidakpedulian dalam pemberantasan kemaksiatan seperti yang dilakukan oleh FPI di Indonesia. Menghapuskan memang tidak mungkin, tapi setidaknya mengurangi masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

  18. fian said

    Saya bingung dengan saudara-saudara yang ingin membubarkan FPI.
    Saya sendiri ingin ikut FPI, tetapi jujur, silakan orang lain mengatakan saya ini pengecut, saya nggak berani ambil resiko (cedera atau bahkan nyawa) ketika harus berhadapan dengan bodyguard karaoke, diskotik, dan tempat dugem yang lain, padahal insya Allah syahid kalau mati karena nahi munkar (memberantas kemungkaran).
    Semoga saya masih memiliki iman, karena hati ini masih mendukung FPI (walau sebesar biji sawi).
    Seharusnya kalau yang berpikiran waras, kita harus salut, mendukung terhadap gerakan mereka…..weeealah malah ingin membubarkannya !!! mau jadi apa negara ini ?? mau jadi negara gangster ??!!
    Harusnya kita malu dengan sdri Lia yang non muslim, dari hati nurani yang dalam sdri Lia menyadari akan semakin parahnya kehidupan maksiat di negeri ini.
    Contoh yang ditulis oleh BINTANG sangat jelas…..kalaulah anak kita yang perempuan salah gaul sehingga hamil di luar nikah, karena akibat lingkungan yang penuh dengan maksiat (diskotik dll), apakah kita terima begitu saja ??? Nah semoga dengan adanya FPI, paling tidak perkembangan club malam dan sejenisnya dapat terhambat. Apalagi FPi sdh merambah ttg pemberantasan korupsi.
    Ck.ck.ck…mungkin yg tidak settuju dengan tulisan saya akan mengatakan : salahmu sendiri nggak bisa mendidik anak sehingga sampai hamil di luar nikah.
    Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan…marilah berpikir sehat, bukan untuk saling menghujat.

  19. fian said

    Semoga KPK sudah ada penyelidikan ke Gubernur Teras Narang dan Kapoldanya.
    Dugaan FPI terhadap korupsi dan bermain mata dengan para preman setempat harus ditindak lanjuti.
    Bukan tidak mungkin, penolakan pejabat setempat terhadap FPI, karena mereka di kemudian hari kawatir terungkap bermain korupnya…..karena daerah Kalimantan adalah daerah sumber daya alam yang sangat melimpah.
    Teras Narang dkk tidak mau direcoki, disibukkan dengan kehadiran FPI.
    Kita tunggu saja 1~3 tahun ke depan, pasti Allah swt tunjukkan mana yang benar dan mana yang salah.

  20. siddik said

    pake akal sehat bukan keegoisan semata, insyaallah kebenaran gak jauh2 dari diri kita

    SEMANGAT TERUS FPI

    sepakat dg bung fian, saya pun ingin menjadi bagian dari FPI akan tetapi belum siap dengan konsekuensinya.
    moga mereka tetap dikuatkan
    amiiiiiiiiiiiiiin

  21. smartf41z said

    Cari cara lebih damai, jangan pakai anarkis

  22. Bangsaku …..oh bangsaku

  23. wiskianom said

    Ternyata Lia Christin bukan Khatolik…..asem kapusan aku !!!!

  24. CITSONGA said

    @Wiskianom,sy jg sebelumnya sdh menduga bhw Lia Christin itu bkn Kristen/Katholik ,yg paling mungkin dia itu Lia Aminudin atawa Lia Eden.
    wkwkwk..Seandainya dia Kristen/Katolik,tentunya dia tdk setuju dgn kekerasan sbg alat utk menyelesaikan masalah.Krn inti ajaran Yesus adalah Cinta & Kasih pd sesama.Kekerasan hanya akan menimbulkan kekerasan lain.FPI jg tdk bisa disalahkan,krn menurut Ajran Islam Murni ya spt itulah,,sebab Muhammad pernah berkata:”Hidupku adalah dibawah bayang2 pedangku”Puncak dr ketaqwaan adalah berJihad di Jalan Allah.Jadi banyak umat yg salah mengartikan,Jihad=berperang secara fisik..Padahal utk memperjuangkan sesuatu tdklah selalu dgn pedang,bisa jg dgn Pena,Krn Pena lbh tayam drpd Pedang.

  25. Setan Dunia said

    makanya sekolah, biar nggak asalan mulutnya ngeluarin komentar………..

    Dasar mendirikan sebuah negara adalah kesamaan tujuan dan pemahaman untuk menuju sebuah kemajuan dan kemakmuran yang berdasarkan pada Pancasila dan Bhineka tunggal Ika……..

    Dalam UUD 45 jelas diatur perihal penegakkan hukum di indonesia,……

    So apapun itu baik individu, kelompok, ormas, yang berbasis plural, politik, atau agama apapun baik islam, katolik, kristen, hindu , budha dan agama lainnya yang nyata-nyata melanggar undang-undang harus ditindak, karena itu syarat berdirinya NKRI……

    masih banyak wilayah/daerah di indonesia yang penduduknya aman tentram tanpa ada FPI….

    Jika ingin hidup dengan aturan FPI, rubah saja ideologi negara kita dan ganti nama negara bukan lagi NKRI…..

    dan ini akan menjadi alasan tepat bagi beberapa wilayah/daerah untuk menyatakan diri Merdeka dan Lepas dari Indonesia………

    sadar bung sekalian, jangan hanya karena FPI, Terus NKRI yang susah payah dibangun oleh pendahulu kita akan dikorbankan………..

  26. manuk emprit said

    Yang jelas Lia ini bukan katolik

  27. Penonton said

    Bos,

    Apakah memahami dan menghargai hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsanya ini cukup dengan hanya mengingat-ngingat memori perjuangannya saja saja tanpa upaya nyata untuk mengisi dan menjaganya ?

    Tentu saja percuma alias omong kosong belaka !

    Karena negara merdeka manapun di dunia akan hancur masa depannya manakala kebejatan telah merusak moral bangsanya lantaran terpengaruh berbagai budaya liar yang mengatasnamakan kebebasan individu tanpa batas. Bangsa yang telah menjadi rusak moralnya karena ketiadaan filter etika dan agama telah menghasilkan kondisi yang sangat membahayakan kehidupan dan masa depan bangsa dan negaranya, yakni kondisi dimana terdapat 1 dari 10 orang anak lahir tanpa tahu siapa bapak kandungnya. Dan itu nyata terjadi di negara-2 yang mengekspor budaya hidup bebas dan tanpa batas tersebut.

    Nah, ketika aksi-2 pornograhi, sex bebas, perjudian, miras, narkoba, prostitusi, KKN, kesesatan dan sejuta kemaksiatan lainnya telah mulai mengancam kelangsungan hidup dan masa depan bangsa dan negara yang susah payah direbut oleh para pahlawan dari tangan para penjajah, apakah kita sebagai generasi penerus bangsa yang diamanahkan untuk menjaga hasil perjuangan para pahlawan itu cukup dengan hanya berdiam saja sambil berpangku tangan :
    – ketika tiada seorangpun yang berinsiatif melakukanya ?
    – ketika janji seorang pemimpin hanya menjadi penghias bibir belaka ?

    Seandainya para pahlawan kusuma bangsa ini bisa dibangunkan dari tidur panjangnya untuk menyaksikan kondisi hasil perjuangannya saat, tentu mereka akan sedih dan kecewa menyaksikan para pengemban amanah kemerdekaannya mengisinya dengan acara-2 yang penuh kemasiatan seperti : mabuk-mabukan miras dan narkoba, perjudian, prostitusi dan pornografi, kesesatan iman, KKN dan premanisme. Mereka pasti akan berujar :

    “”AKAN MENJADI SIA-SIALAH PERJUANGAN KAMI (PARA PAHLAWAN) DALAM MEREBUT KEMERDEKAAN BANGSA INI JIKA KEMERDEKAAN YANG TELAH SUSAH PAYAH KAMI PEROLEH DENGAN SEGENAP PENGORBANAN TEKAD, JIWA DAN HARTA ITU TIDAK BISA KALIAN (GENERASI PENERUS BANGSA) JAGA DENGAN BAIK”.

    Bahkan Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia Bung Karno pernah berkata :
    “KUTITIPKAN (KUAMANAHKAN/KUPERCAYAKAN) BANGSA DAN NEGARA INI …. KEPADAMU”

    Dari kata ‘menitipkan’ inilah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa yang sudah dititipi atau diamanahi kemerdekaan oleh para pahlawan bangsa ini intropeksi diri apakah sudah benar dalam mengisi dan menjaga kemerdekaan bangsanya menuju cita-citanya.

  28. Anonim said

    Amar ma’ruf nahil munkar bisa dengan cara2 damai, bukan dengan kekerasan !!! saya muslim tp tidak setuju dengan cara2 FPI, mhn maaf bila saya berbeda dengan kebanyakan dari anda…

  29. Pancasila, oh Pacasila setelah kubaca berulang-ulang ternyata pada dirimu tidak ada satu katapun yang melarang kemaksiatan, karena sila ketuhanan sekarang ini telah dimaknai sebagai urusan keimanan pada masing2 indifidu dan tidak memiliki kekuatan apapun untuk mencegah penyebaran penyakit sosial yang secara hebat merusak sendi2 moral masyarakat secara keseluruhan, …..lalu apa yang aku bisa harapkan darimu hai pancasila kecuali aku harus kembali pada nilai2 Tuhan yang sudah kuyakini kebenarannya berantas semua bentuk kemaksiatan dan kesesatan. Karena hana itu yang kuyakini dapat menyelamatkan bangsa ini.

  30. saya dukung terus FPI, Tetap maju…………

  31. Dedy said

    Pertama ; Lia Pasti bukan Katolik.
    Kedua ; Alinea pertama; Lia keliru, media tidak memberi label kepada FPI, tetapi FPI sendiri memilih jalan kekerasan dalam mengamar ma’ruf dan menahi mungkarkan orang sedunia.
    Ketiga ; Aline IV ; Lia betul-betul tdk tahu masalah. Pengusiran anggota DPRD dalam pertemuan keluarga eks PKI bukan dilakukan FPI. Perda-Perda Miras yang mau dicabut karena bertentangan dengan hirarki peraturan perundang-undangan Indonesia, apalagi Perda-Perda tsb konteksnya agama. Jadi tidak memenuhi syarat. Lia juga menyayangkan media tidak memberitakan kebaikan FPI mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh, dan mendirikan posko bencana gunung Merapi. Lia harus tahu, tdk seekorpun bajingan berjubah itu muncul di Aceh pasca Tsunami sampai Pasca Rekonstruksi. FPI bohong total. Saya salah seoprang koordinator relawan selama 3 tahun di Aceh pasca Tsunami sampai pasca rekonstruksi. FPI bikin Posko bencana Merapi? Ini juga bohong, gerombolan FPI hanya memata-matai pengungsi yang menggunakan gereja sebagai tempat pengungsian. Alasan FPI, ada Kristenisasi.
    Keempat ; Alinea VII ; Pernyataan Lia tentang peserta demo tolak FPI di bunderan HI yang menyebutkan demo diikuti kaum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya, sebagai “status” manusia yang bertentangan dengan agama, menunjukkan Lia pasti bukan Katolik…tdk ada satu kalimatpun dalam ajaran Katolik yang membagi manusia menurut perilaku seksualnya. Saya bisa memastikan Lia adalah orang FPI yang ingin memanfaatkan independensi Katolik untuk membela FPI ; baca saja kalimatnya tentang Ulil Absar Abdallah yang dikaitkan dengan JIL dan Demo HI, bahkan penolakan FPI di Kalteng disebut disponsori Ulil. Lia menyebut “ padahal warga Dayak sendiri yang meminta FPI berdiri di Kalteng”. Ini mempertegas identitas Lia sebagai warga Petamburan atau paling tidak seseorang dari Arrahmah.Com atau VOA Islam yang ngotot membela anggota DPRD Kalteng yang diburu Polisi karena terlibat kasus korupsi dan illegal logging.
    Kesimpulan, artikel Lia adalah manipulasi opini buatan FPI sendiri.

  32. didi said

    Sdri. Lia, hak anda untuk mendukung FPI, tapi dgn mencantumkan “kristen” pada judul tulisan koq saya mencium bau busuk ya, anda spt mencoba mencuci bangkai dgn sabun deterjen… silakan mencoba… semoga “ketulusan” anda direspon oleh tuhan, amin.

    @Musuh Munafik: saya heran dgn komentar anda yg seolah menyalahkan Pancasila? manusianya yg ngga bisa memaknai Pancasila, kalo memaknai udah ngga bisa apalagi mengamalkan?…. ngga perlu kata melarang kemaksiatan untuk orang2 yg BENAR2 BERTUHAN..karena orang yg benar2 bertuhan tau dan taat. Ironisnya negeri ini dikuasai oleh mereka yg TDK BENAR2 BERTUHAN… cara berpakaian, status di, KTP dan selalu hadir di rumah ibadah mungkin cukup menggambarkan bahwa kita orang yg taat kpd tuhan , dalam kacamata sesama manusia, tapi di mata tuhan belum tentu… hati orang siapa tahu

  33. rukito said

    yup bener kata temen2 disini. Lia BUKAN KATHOLIK. ada beberapa investigasi yg menunjukan bahwa pengetahuannya ttg Katholik sangatlah absurd. dan yg saya ingin komentari disini seputar FPI ialah

    – ada FPI dr dulu sampe skg juga ga guna. knp??? kalo memang FPI memerangi kemaksiatan kapa itu tempat2 panti pijat dan diskotik masih pada berdiri??? kalo memang FPI serius perangi kemaksiatan. tutup total-lah tempat2 tersebut. jgn cm pas bln puasa aja koar2. sok suci!

    – dalam kasus seperti penyiksaan TKI2 indonesia di Malaysia, kasus2 korupsi.. moncongnya FPI kemana??? kok gada? bukanlah korupsi itu jg diharamkan di semua Agama termasuk Islam???

    – perlu diketahui Habib adalah seseorg yg memang masih ada jalur keturunan dari Nabi. dan saya sangat menyanksikan status habib yg disandang para petinggi2 FPI.. jgn sampai mereka adalah habib2 palsu yg cm bisa koar2 saja.

    kalau skg banyak org yg ingin FPI bubar ya wajar… krn memang merekalah yg memasang citra seperti itu. hidup seperti berkaca didepan cermin. apa yg anda lakukan adalah cerminan gambar yg anda dapat.

    banyak yg bilang “kok yg demo anti-FPI masanya sedikit?, berarti rakyat gak stuju FPI dibubarkan” <— please! kami yg ga stuju FPI bukanlah org2 bermental binatang spt FPI yg bisanya teriak-teriak dan cari sensasi, kami org terpelajar dan punya otak sekaligus WARAS!!!
    Tidak setuju dgn FPI gak harus ikutan demo, sok2an disorot biar ada sensasi. ckup lewat media online, voting dan bahkan mendukung langkah pemerintah klo memang mau dibubarin

    sekali lg. kenapa saya FPI dibubarkan? ada FPI ga ada FPI sama saja! gak memberantas, bahkan gak mengurangi.tmpt mesum makin berjamur, tempat hiburan makin banyak.

  34. rukito said

    fcvgdf

  35. Wanda said

    FPI adlh ormas pembela nilai2 Islam penggiat amar makruf nahi munkar (penganjur kebaikan dan pencegah kemunkaran). Sesuai dgn arah pembentukan organisasinya, selama ini yg dibasmi oleh FPI hanya kemaksiatan dan aliran2 sesat.

    Tentu saja FPI tdk bisa membasmi semua kemaksiatan dan semua pelanggaran hukum di Indonesia, karena memang bukan tugasnya. Membasmi kemaksiatan dan pelanggaran hukum adlh tugas aparat pemerintah, bukan tugas FPI. Tapi karena aparat pemerintah penegak hukumnya mandul, tidak bisa diandalkan, maka tugas mereka diambil alih oleh kelompok2 masyarakat yg sudah tidak sabar lagi, dan bergabung membentuk ormas2 semacam FPI. Karena faktanya, kalau masyarakat lapor ke polisi tdk digubris, tapi kalau lapor ke FPI pasti langsung ditindak lanjuti.

    *

    Kalau ada tikus di dlm rumah, maka tikus2 itulah yg harus dibasmi (bukan rumahnya yg dihancurkan). Itulah langkah yang cerdas.

    Jadi buat mereka yg beranggapan bhw angota2 FPI sering anarkis dlm aksi2nya, mestinya kalian berteriak keras2 menuntut agar: —>> “Oknum2 anggota FPI yg bertindak anarkis agar dikenakan sanksi tegas, dipecat dari FPI, dan oknum anggota FPI tsb harus mempertanggungjawabkan perbuatan anarkisnya secara hukum.” (bukan ormasnya yg dibubarkan). Itu baru cerdas.

    Tapi lain lagi halnya kalau memang sudah tertanam rasa benci yang subyektif terhadap “embel-embel Islam” yg melekat pada nama FPI, tentunya ini masalah lain lagi. Karena yg terakhir ini masalah kekeruhan hati dan kegelapan batin yg harus diobati oleh dokter jiwa.

  36. Rosyidi said

    @Wanda

    Tulisan Anda sungguh cerdas. Pasti keluar dari pikiran yg cerdas. Namun sayang….. karena:

    “hanya bisa dipahami oleh orang yg cerdas!”

  37. anton said

    sayangnya sang Penulis bukan katolik asli alias tulisan ini palsu. ..

  38. anton said

    ini buktinya :
    http://unik.kompasiana.com/2012/02/22/investigasi-kebohongan-lia-christine-sang-katolik-yang-mendukung-fpi/

  39. Antoinette said

    @anton

    Pertama, kenapa penting untuk diinvestigasi? alasannya apa?

    Kedua, Investigasinya kurang mantap, dgn alasan berikut:

    1] Tidak semua orang Katolik atau Protestan paham betul dgn istilah2 khusus dlm Katolik ataupun Protestan dsb.

    2] Akun Facebook tidak mengharuskan seseorang pake nama asli, bisa saja nama yg digunakan (Lia Christine atau whatever lah) hanya sekedar nickname seperti 99,999% pengguna Facebook dan akun2 dunia maya lainnya (namanya aja “dunia maya”). Jadi saat di-cross Check dgn Unair ya tentu saja nama tsb ga ada, karena memang hanya sekedar nickname.

    Kesimpulan:
    Mungkin betul dia seorang Katolik. Atau mungkin juga tidak. (Tak ada jaminan).

  40. Ermenegildo said

    @Antoinette

    Pertama: Buat saya Itu suka-suka yang mau investigasi. Tapi justru saya ga suka kalo dia membawa-bawa agama asalnya, kalo itu benar agamanya. Kenapa? Karena itu bisa membawa persepsi orang lain. Bahwa tempat asalnya, latar belakangnya mendukung perbuatan dia. Dan jujur, saya yang seorang Katolik, ga setuju. Kalau mau mencegah kejahatan, mau meningkatkan kesejahteraan, jangan dengan berbuat kejahatan. Kalau anda berbuat seperti itu, berarti anda kontradiktif.

    Kedua:
    1) KEBERATAN!!!
    Itu bukan istilah-istilah khusus dalam Katolik. Itu adalah pengetahuan umum, yang harus didapatkan seseorang sebelum ia masuk ke dalam Gereja Katolik. (Dalam katekisme jika baptis dewasa, maupun pelajaran agama jika baptis bayi). Bukan masalah kepahaman. Tapi sekedar tahu.

  41. Willem said

    Saya setuju sama @antoinette. Ada ibu2 Kristiani tetangga saya yg ga tau apa itu istilah ‘paroki’, ‘kathedral’, tiberias, pantekosta, apokripa, deuterokanonika, dsb, dsb, dsb, dsb, dsb, dsb. Yg dia tau cuma dua hal: “G E R E J A dan A L K I T A B” Titik! and that’s all.

  42. dildaar80 said

    O O…. Kamu ketahuan… booohong lagi…

    Lia Katholik? hehehe.. sy yg netral aja dah membaca sebentar…

    itu mah warga FPI/simpatisan FPI, cowok, mungkin rumahnya sekitar petamburan..

    wkwkwkkwkwkwk….

    Bo’ong nggak kena kena….

    Segala sesuatu halal ya menurut anda?

  43. gambar peristiwa sejarah, silahkan dicopas:

  44. dildaar80 said

    Peristiwa Sejarah : Makin menguatkan sy atas indikasi diatas. Maaf opini anda diatas tidak atau bukan tema dalam bahasan artikel berita ini.

    Dari sini saja sudah ketahuan, kekurangilmiahan anda dan malah menguatkan pendapat sy tsb.

    Nama-nama seperti Peristiwa Sejarah, LOGIKA, PENONTON, Simpati FPI dan lain-lain orangnya itu-itu juga (satu tim atau satu orang).

    Saran saya : Sebaiknya membahas tema yang sedang dibahas jangan keluar tema.

    Kalau sudah keluar tema apalagi ada gambar dan kata-kata jorok. Sudahlah sy nggak percaya integritas orang tsb.

  45. Peristiwa sejarah, kisah tewasnya seorang nabi palsu di India. Berita ini dirilis oleh seluruh surat kabar India. Dimasukkan pula ke dalam berita negara di India. Dan dimasukkan di kurikulum pelajaran sejarah tingkat SMP di India.

    Silahkan meng-copas dan menyebarluaskan:

  46. KasKuser said

    @PERISTIWA SEJARAH

    Ijin copas Gan, buat forum diskusi di KasKus.
    Trims.

    http://www.kaskus.us/

  47. Ratih Dewi said

    Setuju 100% dgn @Wanda (#35) dan @Antoinette (#39)

  48. SinisMan said

    kasihan, segitu ngototnya ngebela ormas tengil ini, sampe berbohong. kagak lebih baik dari kelakuan paulus berbohong atas nama agama. ini sampe ngarang ada orang kristiani ngaku dukung fpi. hahaha. kasian. ini yg katanya kabarnet itu netral dan independen. independen myass

  49. Banyak orang bego tp sok pinter yah. Pantesan ga ngerti “kutipan” dlm dunia jurnalisme. Sengaja ga gw jelasin biar elo tetap bego.

    Maju terus Kabarnet. Species gagal yg bego biar makin ketinggalan.

  50. Unyil said

    SinisMan berkata
    05/03/2012 pada 21:08

    kasihan, segitu ngototnya ngebela ormas tengil ini, sampe berbohong. kagak lebih baik dari kelakuan paulus berbohong atas nama agama. ini sampe ngarang ada orang kristiani ngaku dukung fpi. hahaha. kasian. ini yg katanya kabarnet itu netral dan independen. independen myass

    ——–

    Mas, kalau suatu ketika ada sanak keluarga lelaki anda terlibat judi hinggga memusingkan keluarga karena menghabiskan harta di rumah atau pulang pagi sambil teler dan malas kerja atau diarak keliling kampung karena menghamili anak gadis orang atau digebukin orang sekampung karena terlibat kriminal atau menjadi bringas karena salah pergaulan dengan preman atau ngaco karena terlibat aliran sesat, apakah anda tidak sedih, rela alias tidak kecewa sebagai orang tua atau kerabat terdekat ?

    Jika sedih atau kecewa berarti jiwa dan fikiran anda masih normal dan agama yang anda anut pun tidak sesat.

  51. Buat para Pro-maksiat, Pro-SEPILIS dan Anti-FPI yg sdg stress dan frustrasi, lebih baik kalian berdangdut ria nyanyikan lagu ini spy sakit jiwa kalian tdk semakin parah.

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Sakit hatiku… sakitnyaaa haatikuuuu…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh…kau sakiti hatikuuuu…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Panas hatiku… panasnyaaa haatikuuuu…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh…kau panasi hatikuuuu…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Fakta FPI semakin berjayaaaaa…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh.. ohh.. sakitnya hatiiikuuu….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Makin difitnah… semakin berjayaaaaa…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh.. ohh.. dengkinya hatiiikuuu….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Jumlah FPI semakiin bertambaaah…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh… kini sepuluh jutaaaaa….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Makin dihujat… malah berkuasaaa…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh.. ohh.. irinya hatiiikuuu….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Fakta FPI semakin berjayaaaaa…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh.. ohh.. sakitnya hatiiikuuu…….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪ 
    Sakit hatiku… sakitnyaaa haatikuuuu…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Ohh…kau sakiti hatikuuuu…

  52. orangindoneisa said

    [INVETIGASI] KEBOHONGAN LIA CHRISTIANE, Sang “Katolik” yang Mendukung FPI
    mampir gan..

    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13383656

    kenapa gitu harus sampe bohong???

  53. Anonim said

    Ada yg jauh lbh penting dr Pancasila dan Pendidikan yaitu AKHLAK. Semua tindakan FPI tidak lepas dr para Intelektual dan Nasionalis bangsa yg tidak BERAKHLAK. Keras utk kebaikan jauh lbh baik dr pada beretika tapi utk kejahatan dan merusak.

  54. Samiloto said

    Orang yg non muslim spt mbak lia cristine aja bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, ini ngaku sbg orang Islam tapi dia membela orang2 fasik liberal (perusak Aqidah Islam).
    Muda2han mbak Lia diberi oleh Allah Hidayah Amin

  55. perkasa said

    http://unik.kompasiana.com/2012/02/22/investigasi-kebohongan-lia-christine-sang-katolik-yang-mendukung-fpi/

    Analisa, Lia Christine bukan seorang katolik. kemungkinan hanya adu domba

  56. adi said

    http://unik.kompasiana.com/2012/02/22/investigasi-kebohongan-lia-christine-sang-katolik-yang-mendukung-fpi/

    Benar-benar bohoong besar……..pasti 100% dia lia bodong ini bukan katolik…..menjijikkan sebenarnya sampai bohong pun dihalalkan untuk membela golongannya sendiri…..dan uniknya langsung teman2 sealirannya berbondong-bondong mendukung, membela bahkan menyebarkan kebohongan publik semacam ini……sebegitu rendahkan kalian merendahkan harga diri dan kehormatan demi sebuah idiologi yang kalian anggap sempurna? Untuk kabarnet, jadikan ini pelajaran betapa mudahnya redaksi kalian dibohongi hoax semacam ini dan kalian pun menjadi ikut menyebarkan kebohongan…menyedihkan sekali…..

  57. Kaum_Netral said

    banyak kaum Muslim yang tidak paham tata cara dan istilah2 dalam Katolik maupun Kristen, juga agama lain.
    banyak orang Kristen yang tidak paham tata cara dan istilah2 dalam Katolik maupun Islam, juga agama lain.
    banyak orang Katolik yang tidak paham tata cara dan istilah2 dalam Islam maupun Kristen, juga agama lain.

    mengapa masing-masing tidak paham tentang tata cara dan istilah2 yang dianut oleh agama lainnya..??
    tentu karena “memang bukan kapasitasnya untuk melakukan itu”, “untuk apa? gak penting. selama aku berpegang pada keyakinanku, aku gak peduli orang lain mau berkeyakinan seperti apa”
    hanya sedikit orang yang dengan itikad baik mau mempelajari secara mendalam konsep dari banyak agama (tidak hanya mempelajari satu agama saja),, lalu kemudian menentukan mana yang paling ia percayai.
    namanya saja ‘kepercayaan’, ‘keyakinan’ maka tentu saja berbeda-beda tergantung pilihan masing-masing individu.

    ——————————————————————————————————————————-

    oleh karena itu, tidaklah baik jika kita langsung saling mencela, tanpa dasar pengetahuan yang cukup, langsung menentukan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang jujur dan mana yang bohong.

    karena Lia Christine mengaku seorang Katolik, tentu saja beberapa orang Katolik tertarik ingin mengetahui latar belakangnya. itu bisa dimaklumi. kalau kemudian dalam perkenalan tersebut, ada orang Katolik yang curiga kepadanya lalu berniat menginvestigasi kebenaran ‘status agama’ Lia Christine, itu juga bisa dimaklumi kan?

    jika kita benar adalah orang yang taat pada ajaran agama, janganlah sekali-kali kita memfitnah orang lain.
    tidaklah baik jika kita berkata “pasti orang2 katolik itu bohong. kenapa juga harus diinvestigasi segala? gak terima ya kalo ada orang seiman kalian yang dukung FPI?”
    mereka bisa memutuskan Lia Christine berbohong pun didasari oleh pengetahuan mereka akan ajaran agama mereka kan? apakah umat Islam tahu dengan sebenar-benarnya bahwa apa yang ditulis Buster Bugs adalah palsu atau yang ditulis Lia Christine itulah yang palsu? tidak. kita tidak tahu. maka, akan lebih baik jika kita tidak berkomentar lebih jauh tentang ini dan menerima saja apa yang dinyatakan oleh mereka karena pernyataan mereka pun ada dasar alasannya. kalau yg kita persalahkan itu ternyata adalah yg benar, bagaimana? 🙂

  58. Miftah said

    Maju terus FPI..

  59. Radix WP said

    http://unik.kompasiana.com/2012/02/22/investigasi-kebohongan-lia-christine-sang-katolik-yang-mendukung-fpi/

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: