KabarNet

Aktual Tajam

Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung

Posted by KabarNet pada 22/03/2012

Sekedar mengingatkan, 10 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.

SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG

Rieke Diah Pitaloka dalam situs resminya menyampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.

Berikut ini data yang dikompilasi oleh Ibu Rieke dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermazhab neolib!

Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
= (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
= 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
Lifting = 930.000 barel per hari,
atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun

Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun

Pertamina memperoleh dari Konsumen :
= Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
= Rp. 283,5 Trilyun

Pertamina membeli dari Pemerintah
= 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
= Rp. 224,546 Trilyun

Kekurangan yang harus di IMPOR
= Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
= 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
= Rp. 149,887 Trilyun

KESIMPULAN: ‎
Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
= Rp. 35,658 Trilyun

Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun
Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
= Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
= Rp. 126,591 trilyun

Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.

Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
= Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
= Rp. 97,955 Trilyun

Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?

JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!.

Demikian rakuman tersebut ditulis dalam situs resmi kader PDIP, Rieke Diah Pitaloka (riekediahpitaloka.com) pada tanggal 16 Maret 2012, lalu. [KbrNet/Slm]

17 Tanggapan to “Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung”

  1. taUbat said

    IMF dukung penaikan harga BBM
    bersubsidi

    Selasa, 20 Maret 2012 17:53 WIB

    Jakarta (ANTARA News) – Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung keputusan pemerintah
    menaikkan harga BBM bersubsidi. Sepanjang catatan, baru IMF-lah yang menyatakan dukungan atas
    langkah pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi kali ini.

    “Dalam jangka pendek dampak kenaikan harga BBM bersubsidi memang negatif, tapi keputusan ini
    sangat baik bagi ekonomi untuk jangka menengah dan panjang,” kata Senior Resident Representative
    IMF di Indonesia, Milan Zavadjil, di Jakarta, Selasa.

    Dalam RAPBN-P 2012, belanja subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp137,4 triliun atau meningkat
    sebesar 11,1 persen dari pagu dalam APBN 2012 yang sebesar Rp123,6 triliun, sedangkan belanja hanya
    tercantumkan Rp168,8 triliun.

    Namun pemerintah diminta mewaspadai kemungkinan inflasi putaran kedua, bila hal tersebut terjadi
    Bank Indonesia harus siap dengan kemungkinan meningkatkan BI rate.

    Menurut Milan, pihak yang paling banyak menikmati BBM bersubsidi saat ini bukanlah rakyat miskin
    melainkan masyarakat kelas menengah ke atas.

    “Bukan rakyat miskin yang mendapatkan manfaat paling besar dari subsidi BBM karena mereka
    tidak memiliki mobil atau motor. Mereka menggunakan transportasi umum, jadi pihak yang paling
    diuntungkan dari subsidi BBM adalah pemilik mobil dan motor,” ungkap Milan.

    Milan melihat rencana pemerintah untuk memberikan kompensasi berupa uang tunai dengan nilai
    Rp150.000 menjadi terobosan bagus membantu rakyat miskin.

    Dalam RAPBN-P 2012 pemerintah mengusulkan pemberian bantuan langsung sementara masyarakat
    (BLSM) sebesar Rp150.000 per bulan selama sembilan bulan kepada 18,5 juta rumah tangga sasaran
    atau 30 persen kelompok rumah tangga ekonomi terbawah.

    “Saya mendapat banyak telepon dari rekan IMF di negara lain karena melihat skema kompensasi
    berupa uang tunai Rp150.000 menjadi terobosan dalam distribusi pendapatan, dan ingin mencontoh
    Indonesia,” jelas Milan.a

    Selanjutnya dana dari subsidi BBM tersebut, menurut Milan dapat digunakan untuk membangun
    infrastruktur.

    “Sejak krisis Asia tidak ada pembangunan infrastruktur, tapi saat ini ada pembangunan infrastruktur
    tumbuh, artinya pemerintah Indonesia mulai membangun, termasuk dalam mekanisme kerjasama
    pemerintah swasta seperti pembangkit listrik 10.000 mega watt di Jawa Tengah,” tambah Milan.

    Tapi setidaknya ada dua prasyarat agar infratruktur di Indonesia tumbuh.

    “Harus ada mekanisme peningkatan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah dan percepatan pesetujuan anggaran pemerintah dan kedua adanya aturan yang baik dan bersahabat,” jelas Milan.(D017)

    =============

    A K A L – A K A L A N ….. I M F

  2. Dulkenyut said

    Itu kan masih hitung-hitungan di atas kertas Bos, validitasnya masih diragukan diragukan! Sementara SBY ngitungnya sudah menggunakan teknologi yang sangat sangat canggih sekali, jadi beda hasilnya dong Bos! hehe.. Maksudnya SBY nyimpen duit keuntungan hasil penjualan BBM? yah gitu saja kagak tau, ke kas negara dong Bos! Emang dimana?? Hehehe..

  3. # Orang Pinggiran # said

    ===============================
    Inilah Indonesia
    Dengan segala macam warna Hidupnya
    Tuk menggapai bahagia
    Segala macam ditempuhnya
    ===============================
    # oRaNg pInGgiran ooo ya iyooo #

  4. kampreto said

    @dulkenyut
    dasar sotoy lu, sok tau
    SBY pastilah dipuji IMF lha wong SBY kakitangannya trmsk budiono.
    inilah para komprador yg menjual negara

  5. RANCANG KENCONO said

    INI RIEKE DP NYARI SENSASI

  6. mau untuk atau rugi,harusnya setiap kenaikan baik BBM maupun lainnya,lebih mengedepankan kemampuan masyarakat terutama rakyat kecil.
    apa pemerintah tidak bisa mencari alternatif lain selain melakukan kebijakan kenaikan hrga ini yang jelas2 akan sangat mengsengsarakan rakyat kecil

  7. seharusnya pemerintah bisa berpikir jernih untuk menaikan BBM, apakah perlu atau tidak, disaat maraknya kasus korupsi yang terjadi. sehingga membuat rakyat ragu apakah benar dana subsidi ini akan dialihkan untuk kesejahteraan rakyat atau tetap masuk ke kantong para koruptor.

  8. Benci Panggung Sandiwara said

    makanya jangan percaya dengan kebijakan2 yang di ambil oleh SBY…..namanya juga pemerintahan perpanjangan tangan kafir…..inilah saat yang tepat untuk menumbangkan rezim peliharaankafir….yang selalu mengambil kebijakan dibalik topeng pemerintahan………………..untuk nyelamatin anak keturunan dari hidup melarat….makanya..diakhir2 masa jabatan numpukin kekayaan dengan dalih nyelamatin ekonomi negara…………………dasar rezim SBY anjing peliharaan kafir……..segala cara di halalkan, tak peduli halal haram …yang penting sikat………………….saatnya seluruh rakyat indonesia menumbangkan kekuasaan anjing peliharaan kafir………bergeraklah hai seluruh mahasiswa indonesia….berdampingan dengan seluruh rakyat indonesia, tuk menumbangkan kekuasaan perpanjangan tangan kafir….yang berani menduduki alqur’an demi mempertahankan kekuasaannya

  9. Benci Panggung Sandiwara said

    Wakil indonesia yang duduk di IMF itu kan juga anteknya anjing peliharaan kafir (si SBY)…..jelas membela tuannya….tapi rakyat tidak bodah lagi……rakyat sekarang sudah kritis,cermat dan teliti…….walau ajing peliharaan kafir berlindung dibalik jubah pemerintahan……tunggu saja kehancuran kalian…….hai peliharaan kafir

  10. Smash said

    He he he…ra sah galax² ..!! Tinggal tunggu waktu aja…

  11. Tan Panama said

    GERAKAN ANEH 1 APRIL 2012

    Aneh, sinetron picisan yang ditayangkan TV swasta, menampilkan pemain utama pria berbusana jas lengkap. Tidak sesuai dengan situasi cerita serta bertolak belakang dengan kondisi bangsa.

    Rakyat berjibaku menyingsingkan lengan baju, peras otak banting tulang. Mengkais rezeki untuk isi perut sehari. Kaki dijadikan kepala, kepala dijadikan kaki. Kencangkan ikat pinggang sampai ukuran terkecil.

    Adanya nasi kucing membuktikan betapa nilai ratusan rupiah masih laku. Di kehidupan lain, di panggung politik, uang milyaran rupiah dianggap biasa, lumrah dan wajar. Tidak ada kode etik antar kawanan parpolis dalam mengkeruk uang negara, mendulang uang rakyat.

    Urusan rupiah, tidak ada istilah sekutu abadi atau seteru sampai mati. Demi rupiah, apa pun dikorbankan, siapa pun dijadikan tumbal.

    Aneh lagi, pergerakan manusia dan barang, bisa mempengaruhi harga jual sembako. Semakin jauh perjalanan, semakin mahal harga jual sembako. Dari petani atau produsen untuk sampai ke pembeli, pemakai, pemanfaat memerlukan “perjalanan” birokratif. Setiap meja butuh sekian rupiah, setiap kilometer perlu sekian rupiah.

    Kalkulasi aneh, pesta demokrasi lima tahunan, dalam prakteknya berbasis untung rugi. Menjadi wakil rakyat hakekatnya beli kursi, karena no free lunch. Budaya korupsi belum bisa balik modal. Isi perut bumi dikuras habis oleh tangan asing, hutan kayu dibabat habis untuk kepentingan negara lain, laut dikuras langsung oleh mancanegara tanpa reaksi. Barang impor murahan tanpa kualitas jelas, demi perdagangan bebas.

    Sudah tidak aneh lagi, harga BBM, khususnya premium dibulatkan ke atas. Dampaknya, sangat aneh, bisa mempengaruhi ke semua aspek kehidupan. Orang beli motor dengan pertimbangan praktis dalam transportasi, sampai anak SD pun pakai motor ke sekolah.

    Apalagi yang aneh?

  12. Benci Panggung Sandiwara said

    hancurlah kalian hai anjing peliharaan kafir….kalian hanya menunggu detik2 kehancuran……kalian hanya menunggu waktu, kekuatan rakyat bergerak menumbangkan kekuasaan kalian….hai anjing2 perpanjangan tangan kafir……………….

  13. wen antoni said

    ouw,.. cukup tau ajj dahhh….
    nambah ilmu gua….

  14. amanda said

    KEDAULATAN ADA DI TANGAN RAKYAT.
    Sudah muak melihat prilaku dan keputusan pemerintahan SBY yang tidak bijaksana terhadap rakyat kecil. Mengapa harus kita bertahan dengan kemuakan ini. Mengapa kita harus sabar melihat para perampok kas negara berpestapora ? Sungguh rakyat ini telah diperbodoh oleh pemerintahan korup. Yang penting rakyat ini jangan sampai terjatuh kedalam lubang yang sama. Karena itu enyahkanlah rezim yang membawa rakyat ini sengsara. Mereka (Pejabat2 di negeri ini) adalah penghianat negara harus di gantung di tugu Monas. Kita yang punya kedaulatan, jangan sampai rela dijajah oleh siapapun yang berkuasa. Lebih kita berrevolusi …….. setelah reformasi tidak memberi harapan apa-apa.

  15. Wieka said

    Kita Berdoa Saja…………………….
    Semoga dengan desakan-desakan ini……..Suara Kita Mampu Menembus Istana…….
    SUBSIDI Apa??
    Ingat Pasal 33 Ayat 2 UUD 1945…..
    Janganlah Mengangkangi Pasal Ini……Hanya Karena Salah Menandatangi Perjanjian…..
    Mau dibawa Indonesia Kita…….
    Mau dibawa Kemana Kebesaran Kita……
    Jangankan Rakyat Mau Menepuk dada……Tuk Menengadahkan kepala ketas sj telah berat…..
    karena……..Menelan Janji-janji Busuk…….
    Ingatlah Allah Supaya Jernih Berfikirmu….
    Dekatkan Hatimu denganya Agar Kau Tidak Sebuas Egomu sekarang……………..

  16. taUbat said

    ASING BERPERAN PENTING KENDALIKAN HARGA BBM

    Rabu, 05 Juni 2013 22:45

    Starberita – Jakarta – Ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli tak memungkiri adanya pihak-pihak yang terus mendorong naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, harga BBM di dalam negeri masih jauh lebih murah dari harga di pasar internasional.

    Hal ini membuat investor asing yang menanamkan modalnya sektor bahan bakar minyak mengalami kerugian.

    Menurut dia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) maupun Kamar Dagang dan Industri (Kadin), selama ini telah menjadi kepanjangan tangan pihak asing yang ingin meraup banyak keuntungan dari pasar Indonesia.

    “Kalau Kadin atau Apindo memang setuju menaikkan BBM, karena ini digunakan sebagai alat asing untuk menekan Indonesia. Pihak asing ingin harga BBM di Indonesia sesuai standar internasional,” katanya saat audiensi dengan ratusan buruh Bekasi di Omah Buruh, Cikarang, Rabu (5/6).

    Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid itu menambahkan, untuk mewujudkan kemandirian di sektor minyak bumi, Indonesia perlu memiliki banyak kilang sendiri, serta industri pengolahan minyak bumi. Yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Pasalnya, selama ini, minyak mentah yang dieksplorasi dari dalam bumi Indonesia diekspor ke Singapura. Setelah diolah menjadi BBM siap pakai kemudian dibeli lagi oleh pemerintah untuk dikonsumsi.

    Langkah itu justru membuat pemerintah mengeluarkan lebih banyak anggaran dalam menyediakan BBM ketimbang dengan mengolah sendiri secara mandiri. Karena itu, lanjut Rizal, dibutuhkan pemimpin yang mampu menolak campur tangan kepentingan pemodal asing di Indonesia. Terutama soal kemandirian ekonomi, juga perpolitikan.

    “Kalau menjadi pemimpin dan diberi amanat, Insya Allah Rizal Ramli akan berani mengambil tindakan, dan akan membangun banyak kilang minyak di dalam negeri,” tegas Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) itu.(RMO/MBB)

  17. taUbat said

    HARGA BBM NAIK KARENA TEKANAN ASING?

    Friday, 21 June 2013 09:43

    Jakarta – waspada.co.id – Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM tahun ini tak lepas dari tekanan pihak asing. Pasalnya, pemerintah sudah berjanji untuk menghilangkan subsidi energi.

    “Sejak tahun 2008 dalam pertemuan G20 tampak sekali desakan internasional kepada Indonesia untuk menghapus subsidi BBM, dan di tahun ini kita akan menjadi tuan rumah pertemuan APEC dan WTO,” ujar peneliti Institute for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng di Jakarta, tadi malam.

    Menurutnya, dua forum internasional yakni APEC dan WTO telah mendorong negara-negara berkembang termasuk Indonesia menghapus subsidi energi, dan mengurangi konsumsi energi fosil negara anggota APEC hingga 45 persen pada 2035.”Sebagai tuan rumah APEC 2013 pada Oktober mendatang, rezim SBY hendak mencapai komitmen setinggi-tingginya dalam menghapus subsidi energi. Tidak peduli hal itu merugikan rakyat Indonesia,” jelasnya.

    Salamuddin menambahkan, penghapusan subsidi BBM terus didorong oleh World Trade Organization karena subsidi dianggap sebagai hambatan bagi perdagangan bebas. Subsidi merupakan faktor yang mendistorsi sistem pasar.

    “Adanya subsidi menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak dapat berkompetisi secara bebas lintas negara, dan perusahaan asing terhambat untuk memenangkan kompetisi melawan perusahaan domestik,” jelasnya.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi jajarannya yang memperjuangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013.

    RUU (rancangan undang-undang) APBNP 2013 disetujui Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat paripurna, hari ini. Kini, sudah diteken Presiden menjadi UU.

    “Saya senang, dan itulah yang harus kita lakukan. Rakyat mengerti untuk sebuah solusi yang baik,” ucapnya dalam sambutan sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Jakarta, tadi malam.

    Dalam APBNP 2013, diatur alokasi program bantuan untuk masyarakat miskin. Salah satu di antaranya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan kompensasi penaikan harga BBM (bahan bakar minyak) subsidi.

    Subsidi BBM sangat besar dan membebani APBN. Apalagi, yang menikmati subsidi adalah golongan mampu.

    Demi menyelamatkan perekonomian, harga BBM jenis premium dan solar perlu naik. Subsidi dialihkan dalam bentuk program pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.

    (dat03/inilah/okz)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: