KabarNet

Aktual Tajam

Setahun, Rp 963 Juta Masuk Kantong Anggota DPR

Posted by KabarNet pada 09/05/2012

Jakarta – KabarNet: Anggaran reses menjadi salah satu lumbung uang anggota DPR. Dengan dalih menyerap aspirasi masyarakat, DPR terus meningkatkan anggaran reses tiap tahunnya.

TENGOK saja, anggaran reses untuk 560 anggota DPR pada 2012 melonjak menjadi Rp539 miliar. Sebelumnya pada 2011, anggaran tersebut menyedot kocek negara Rp343 miliar.

Hal itu dikemukakan Kordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, (8/5/2012). Menurutnya, kenaikan tersebut tidak diperlukan, sebab kegiatan itu, memang tidak ada gunanya bagi rakyat. “Jadi yang namanya reses, acaranya atau kegiatannya sangat seremonial dan sangat membosankan masyarakat. Jadi tidak membuat masyarakat terbantu oleh kegiatan tersebut,” kata Uchok

Salah satu pemicu persoalan dari penggunaan dana reses oleh anggota Dewan disebabkan oleh penerapan sistem langsam. Dimana, dengan sistem langsam ini anggota berhak menggunakan dana reses tanpa perlu dipertanggung jawabkan.

Ironisnya, Dewan kini menjadi satu-satunya lembaga negara yang masih memberlakukan sistem tersebut. Di era lalu, sistem tersebut digunakan hampir oleh semua kementerian dan lembaga. Namun kini, sistem langsam tidak lagi digunakan di banyak tempat. Hal itu dilakukan dengan semangat menekan kebocoran dan keborosan anggaran.

Terkait anggaran Dewan, Uchok juga memaparkan adanya alokasi anggaran untuk sejumlah kegiatan lain anggota Dewan, di luar reses, yang jumlahnya cukup spektakuler. Sebut saja, alokasi anggaran penyerapan aspirasi masyarakat yang pada T.A 2012 mencapai jumlah Rp57 miliar.

Dari jumlah itu, menurut Uchok, satu anggota Dewan mendapat Rp102 juta. Sedangkan pada 2011, alokasi anggaran sebesar Rp90 miliar sehingga untuk satu anggota Dewan mendapat sebesar Rp162 juta.

Untuk alokasi anggaran kunjungan kerja, pada 2012 sebesar Rp102 miliar untuk membiayai 6 kali kunjungan setahun per anggota Dewan. Dengan angka tersebut, berarti setiap anggota dewan mendapat alokasi sebesar Rp182 juta.

Sedangkan pada 2011, alokasi anggaran untuk 2011 sebesar Rp34 miliar. Di mana, anggota Dewan juga mendapat 6 kali kunjungan dalam setahun, sehingga setiap anggota dewan mendapat alokasi Rp62 juta.

Fitra juga mencatat, untuk kunjungan kerja perorangan anggota Dewan dianggarkan pada 2012 sebesar Rp22 miliar. Artinya, setiap anggota dewan yang hanya satu kali melakukan kunjungan mendapat anggaran sebesar Rp40 juta per orang. Total anggaran kunjungan ke daerah yang diterima seorang anggota DPR per setahun masa sidang mencapai Rp963 juta. [Monitor Indonesia]

3 Tanggapan to “Setahun, Rp 963 Juta Masuk Kantong Anggota DPR”

  1. rifdanella said

    Ironis sekali yakk dengan kenyataan yang sebenarnya,,
    Berdalih menampung aspirasi rakyat dengan harga yang sangat mahal,,tetapi tidak ada satu pun aspirasi rakyat yang terselesaikan dengan tangan DPR…

    😦

  2. Doni said

    makanya banyak yg berbondong2 jadi anggota DPR..meskipun jual ini itu,,,ujung2 ntar juga balik modal..:)

    menjadi DPR bukan untuk membantu rakyat, tapi kebanyakan nyari kerja alias penghasilan..

  3. Anonim said

    Genapkan saja 100 M untuk wakil – wakil rakyat kita di DPR.
    Nanti kalau ajal menjemput paling juga tahlilan : mereka gak bawa apa2, termasuk istri cantik juga jadi janda …….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: