KabarNet

Aktual Tajam

Borok di Balik Proyek Ambisius Sukhoi Superjet

Posted by KabarNet pada 10/05/2012

Jakarta – KabarNet: Hilangnya Sukhoi Superjet 100 di wilayah sekitar Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5), pesawat penumpang pertama yang diproduksi oleh Sukhoi, merupakan pukulan telak bagi industri penerbangan sipil Rusia yang sedang ancang-ancang untuk tinggal landas. Pesawat itu merupakan pesawat sipil pertama yang diproduksi Sukhoi pasca-runtuhnya Uni Soviet dan menjadi andalan Kremlin untuk memajukan teknologi dirgantara Rusia, agar tidak kalah dari negara Eropa lainnya.

Pabrikan pesawat sipil Rusia lain seperti Tupelov, Antonov, dan Ilyushin sebelumnya dilanda oleh berbagai permasalahan mulai dari kecelakaan beruntun dan kebangkrutan. Pesawat-pesawatnya hanya laku di Iran, Kuba, sebagian Afrika, dan negara-negara pecahan Uni Soviet. “Pesawat itu sangat layak terbang.” kata pejabat kementrian transportasi Rusia kepada kantor berita Interfax.

Menurut dia sebelum terjadinya kecelakaan di Bogor, pesawat itu telah menjalani pengecekan dan tidak ada hal yang mencurigakan. Superjet telah mendapatkan sertifikat layak terbang dari badan keselamatan penerbangan Eropa (EASA) pada Februari 2012.

Superjet 100 dibangun dalam kerjasama dengan Alenia Aeronautica, sebuah divisi dari raksasa enginering Italia engineering, Finmeccanica. Dengan 25 persen saham dalam proyek Superjet, Alenia membantu menjual produk-produk Sukhoi ke Eropa Barat, Amerika Utara dan selatan, Jepang, dan Australia, melalui sebuah cabang perusahaan di Venesia, Italia.

Dalam soal harga, Superjet 100 sangat menggiurkan. Satu unit SSJ 100 yang mempunyai 98 tempat duduk dibanderol dengan harga $31,7 juta atau setara Rp.293,5 miliar – harga yang kira-kira dua pertiga lebih murah dari pesaingnya Embraer dari Brazil dan Bombardier asal Kanada.

Sukhoi sering mengklaim jika Superjet 100, yang tergolong pesawat berdaya jelajah menengah, mempunyai biaya operasional yang jauh lebih murah ketimbang produk sekelas. Akan tetapi jika melihat dimensinya, pesawat itu mempunyai bobot dua ton lebih berat dari yang disampaikan kepada para maskapai penerbangan. Berat yang berlebihan itu dipastikan akan membuat pesawat itu lebih boros dalam konsumsi bahan bakar sehingga membuatnya sangat tidak menarik bagi operator.

Masalah tidak berhenti di situ. Penelusuran NTV, saluran televisi Rusia, menemukan bahwa 70 orang insinyur yang terlibat dalam pembuatan pesawat itu mempunyai ijazah palsu. Mereka mendapatkannya setelah menyogok seorang akademisi lokal.

Sukhoi berkilah bahwa para “insinyur bodong” itu tidak terlibat langsung dalam perakitan pesawat. Dan ketika pesawat sipil perdana dari Sukhoi itu memasuki pasar tahun 2011, dioperasikan oleh maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot, masalah kembali muncul. Pesawat perdana yang akan terbang terpaksa dikandangkan karena ditemukan kebocoran pada pipa AC.

Superjet 100 adalah pesawat komersial satu-satuya dari Sukhoi. Delapan Superjet kini telah beroperasi dan perusahaan itu mengklaim bahwa telah ada 200 unit lagi yang telah dipesan.

Sukhoi berharap bisa menjual 1000 unit pesawat komersial dalam dua dekade mendatang sekaligus menguasai 20 persen pangsa pasar jet kategori 100 tempat duduk, yang kini didominasi oleh Embraer dan Bombardier.

Tetapi tampaknya dengan insiden di Bogor, rencana itu tidak akan berjalan mulus. Hilangnya Superjet 100 di sekitar Gunung Salak, Jawa Barat mungkin hanya akan menegaskan wajah asli industri penerbangan sipil Rusia.

Sukhoi Superjet 100 Pesawat Bermasalah
SSJ 100 hingga kini baru dioperasikan oleh dua maskapai yakni Aeroflot dari Rusia dan Armavia milik Armenia. Pesawat Sukhoi Superjet 100, adalah pesawat penumpang baru yang dibuat oleh Rusia untuk kembali menghidupkan industri penerbangan nasionalnya.

Jika pesawat yang hilang itu terbukti mengalami kecelakaan, itu akan menjadi pukulan besar bagi Sukhoi, produsen Superjet, karena perusahaan itu baru mulai memproduksi pesawat komersial tahun lalu. SSJ 100 hingga kini baru dioperasikan oleh dua maskapai yakni Aeroflot dari Rusia dan Armavia milik Armenia. Pesawat itu pertama kali digunakan oleh Armavia pada April 2011, lalu diikuti oleh Aeroloft di tahun yang sama.

Pesawat itu pernah bermasalah ketika dioperasikan oleh Aeroflot, maskapai penerbangan Rusia yang memang ditekan oleh pemerintahnya untuk lebih banyak menggunakan pesawat buatan Rusia.

Bulan Maret lalu misalnya, sebuah pesawat SSJ 100 harus memangkas jadwal penerbangannya setelah bermasalah dengan roda. Pesawat perdana yang digunakan oleh Aeroflot juga dilarang terbang selama beberapa pekan karena bermasalah dengan pendingin udara (AC).

Superjet sendiri merupakan sebuah proyek kerjasama antara Sukhoi dan perusahaan penerbangan Italia, Alenia Aeronautica. SSJ 100, yang dirancang untuk membawa 98 orang penumpang dan tergolong dalam pesawat dengan jarang tempuh menengah, merupakan pesawat yang dikembangkan untuk bersaing dengan Embraer dari Brazil dan Bombardier dari Kanada.

Demonstrasi penerbangan di Tanah Air merupakan bagian dari tur “Welcome Asia” yang dimulai 3 Mei silam dan dimulai dari Astana, Kazakhstan. Sebelum tiba di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pesawat itu juga sempat singgah di Pakistan dan Myanmar.

Selain itu kedatangan SSJ 100 ke Jakarta juga berkaitan dengan pemesanan 12 unit pesawat oleh PT Sky Aviation, sebuah maskapai penerbangan Indonesia dan pengiriman pesawat itu rencananya mulai dilakukan pada 2012.

Sukhoi adalah produsen pesawat utama Rusia yang didirikan pada tahun 1930an di masa Uni Soviet. Perusahaan yang terkenal dengan jet tempurnya mempekerjakan 26.000 orang dan bermarkas di Komsomolsk, Amur. [KbrNet/BeritaSatu]

5 Tanggapan to “Borok di Balik Proyek Ambisius Sukhoi Superjet”

  1. Alloh memberikan sinyal dan membuka tabir yang selama ini terselimuti kesuksesan TEKNOLOGI duniawi yang diraih orang 2 kafir sehingga muslim 2 yang cinta dunia terbawa arus dan mengidolakan technologi yang telah diraih orang kafir macam rusia dan USA, hari ini ALLOH SWT sekali lagi mengingatkan kepada kita supaya kita berusaha semampu kita sendiri untuk bersiap siap menghadapi perang akhir zaman.

  2. Anonim said

    hahahaha……Ridho, makanya hidup itu jgn pakai kacamata kuda

  3. Anonim said

    Tulisan diatas adl propaganda Amerika krn takut Sukhoi jd pesaing boeing…

  4. Dalam dunia bisnis apapun dilakukan termasuk menjelek2an produk pesaing…
    biarkan produk2 tersebut bersaing,karena pada akhirnya konsumen lah yang diuntungkan dari persaingan tersebut.
    saya kira demikian

  5. taUbat said

    Musibah terjadi dari izin turun dari 10.000 menjadi 6.000 ……

    Tiada yang dapat menterjemahkan seketika itu…..

    Jika akan diperdebatkan sulit untuk ketemu ….

    ————–

    http://pbs990.livejournal.com/88694.html

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: