KabarNet

Aktual Tajam

FPI Heran Tidak Diundang ‘Joy Flight’ Sukhoi

Posted by KabarNet pada 11/05/2012

Jakarta – KabarNet: ADA hal yang aneh dari penerbangan promosi (joy flight) Sukhoi yang berujung petaka. Baru kali ini FPI tidak diundang untuk hadir, sehingga tidak bisa melakukan penilaian secara langsung mengenai kondisi pesawat.

ADA hal tidak biasa dari penerbangan promosi (joy flight) Sukhoi yang berujung petaka. Baru kali ini Federasi Pilot Indonesia (FPI) tidak diundang untuk hadir, sehingga sulit menakar sejauh mana standar keselamatan dari pesawat komersial buatan Rusia tersebut.

Presiden FPI Hasfrinsyah HS mengatakan sulit melihat sejauh mana kehebatan pesawat Sukhoi Superjet 100, karena baru kali ini pihaknya tidak diundang dalam joy flight. “Baru kali ini kami tidak diundang. Jadi tidak bisa melakukan penilaian secara langsung mengenai kondisi pesawat, walaupun di dalamnya ada beberapa pilot yang ikut terbang,” kata Hasfrinsyah, Kamis (10/5).

Menanggapi komplain FPI, Konsultan dan Pengembangan Bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo menyatakan promosi diutamakan terhadap pelaku bisnis penerbangan. Peserta joyflight yang ada pun sifatnya mendaftar sendiri-sendiri. “Manifes penumpang juga berubah karena manifes yang pasti terbawa oleh pesawat. Sehingga kemarin kami agak kesulitan mengumumkannya,” ujar Sunaryo.

Kendati begitu, menurut Hasfrinsyah, sebagai pesawat yang canggih, sudah seharusnya Sukhoi Superjet 100 memenuhi kualifikasi dan standar penerbangan. Dalam hal penerbangan di atas pegunungan, lanjut Hasfrinsyah, terdapat jarak ketinggian tertentu yang harus diperhatikan oleh seorang pilot. Kondisi terbang harus berada di atas 2.000 kaki dari atas gunung. Apabila ketinggian gunung salak adalah 7.000 kaki, penerbangan harus dilakukan di atas 9.000 kaki.

Sunaryo menilai ketinggian puncak Gunung Salak diketahui mencapai 7.253,93 kaki (2.211 meter) sementara ketinggian terakhir pesawat SSJ 100 yang diminta oleh pilot menurun dari 10.000 kaki (3.048 meter) menjadi 6.000 kaki (1.828,8 meter).

Ia menjelaskan, dalam ketinggian 6.000 kaki, kabut akan menyelimuti pandangan mata. Akibatnya, pesawat harus turun lagi ke ketinggian 4.000 kaki (1.219,2 meter) agar dapat melihat dengan jelas dan tidak terhalang kabut. Namun, hal itu hanya contoh, kepastian akan diberikan oleh Komite Nasional Kecelakaan Transportasi KNKT).

Area aman joy flight
Pada penerbangan joyflight, ungkap Hasfrinsyah, sebelum terbang, pilot dan awak kabin wajib melakukan briefing office. Di situ areal penerbangan ditentukan berikut ketinggiannya. Hasfrinsyah mencontohkan, area aman untuk melakukan joyflight adalah 25 mil laut (1 mil laut sama dengan 1.852 kilometer). “Harus dipastikan Gunung Salak itu berada dalam 25 mil laut atau tidak. Kalau masih berarti itu clear area. Tapi kalau tidak maka itu akan keluar dari radar,” ucap Hasfrinsyah.

Hasfrinsyah juga membantah jika Gunung Salak angker untuk penerbangan. Adapun kesalahan biasanya terjadi seputar teknis pesawat, prosedur penerbangan dan cuaca. “Jika dikaitkan dengan asumsi keangkeran ya nggak ketemu,” ucapnya.

Selain itu, Hasfrinsyah juga memastikan bahwa pilot sudah pasti profesional. Sebab, tidak ada yang namanya jual beli lisensi untuk profesi ini. Orang yang sudah mendapatkan sertifikat pun akan diuji kembali kemampuannya. “Pilot adalah satu-satunya profesi yang tidak bisa diperjualbelikan izinnya,” tegas Hasfrinsyah.

Sunaryo memastikan Sukhoi dalam keadaan baik dan pihaknya hanyalah sebagai agen representatif terkait promosi yang dilakukan oleh Sukhoi Company. Ia memastikan kondisi pesawat dalam keadaan bagus dan baik saat tiba di Indonesia. Peralatan yang ada di dalamnya juga sesuai dengan standar internasional. Sunaryo juga memastikan di dalam pesawat itu ada alat ground warning proximity system (GWPS). “Jadi ada briefing terlebih dahulu. Peralatan untuk menentukan jarak dengan benturan juga ada,” ujar Sunaryo, seperti dikutip gresnews.com.

Namun, ia menyayangkan tidak berfungsinya ELT (emergency locattor transmitter) di menara pengawas yang seharusnya terhubung dengan pesawat. Alat ini seharusnya bisa memberitahukan dengan sebuah sinyal jika terjadi kecelakaan. “Sehingga seharusnya bisa cepat mendapatkan lokasi kecelakaannya,” ujar dia. [KbrNet/GresNews.COM]

5 Tanggapan to “FPI Heran Tidak Diundang ‘Joy Flight’ Sukhoi”

  1. tukang sayur said

    kirain FPI nya habib, andai FPI habib tentu gak bakal ada tuh lapak champagne di kabin pesawat .

  2. ANTI MIRAS said

    FPI (Front Pembela Islam) ga bakalan diundang. Sebab mereka ga mau minum minuman keras. Soalnya MINUMAN KERAS SENGAJA DISUGUHKAN pada penerbangan Sukhoi itu sebelum pesawat nabrak gunung Salak.

    Nih beritanya:
    Pramugari bagi-bagi MIRAS di Sukhoi Superjet sebelum Menabrak Gunung Salak

    http://nasional.inilah.com/read/detail/1859774/pramugari-bagi-bagi-sampanye-di-sukhoi-superjet

  3. avtomats said

    karena pengaruh alkohol
    http://syariahmarketing.com/?id=yuwonoyekti

  4. Ugie Khan said

    Inilah BUKTI MINUMAN KERAS membunuh, dan mengacaukan…….
    HUMAN ERROR……

  5. Joan said

    untuk penerbangan ke luar negeri dari maskapai asing biasa lah kalo penumpang dikasih wine, champagne, bir, sampai soft drink atau air mineral ……… yang penting pilot nya tidak minum alkohol pada saat mengemudikan pesawat. Kalau penumpangnya minum alkohol apa berarti pilotnya juga minum ??? Jadi menurut ane gak ada hubungannya lah antara minuman beralkohol dengan jatuhnya pesawat, lagian itu cuma welcome drink segelas kecil ………

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: