KabarNet

Aktual Tajam

Duet “Kiyai Remang-Remang”, Mencampur Haq dan Bathil

Posted by KabarNet pada 24/05/2012

Jakarta – KabarNet: Sangat disayangkan, ketika menghadapi orang kafir dan munafik, umat Islam terbelah menjadi dua. Ada yang terang-terangan dan bersikap tegas terhadap kemungkaran, ada yang membela kefasikan dan kebobrokan dengan sepenuh jiwa, ada yang remang-remang alias tidak jelas membedakan mana yang haq dan mana batil. Padahal, tegas di dalam Al Qur’an, Allah Swt memberi panduan kepada kaum muslimin dalam menghadapi orang-orang munafik: “Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (QS. An-Nisaa: 88). Ayat ini mengingatkan agar orang beriman jangan terpecah menghadapi kaum munafiqun.

Lalu Allah melanjutkan lagi dalam surah yang sama (QS An-Nisa: 89): “Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan diantara mereka sebagai teman-teman (mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. ….” Ayat ini lagi-lagi menjelaskan, sesungguhnya orang munafik itu menjadi kafir, dan mereka ingin agar kamu ikut-ikutan kafir. Tapi apa yang kita saksikan hari ini, ketika ada duet seorang kiai (maaf, belum bisa dikatakan ulama sesungguhnya) yang memecah belah barisan kaum muslimin dengan argumen yang sangat menyakitkan hati.

Dalam sebuah diskusi publik pada hari Selasa (15/5/2012) di sebuah stasiun televisi swasta, seorang Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yakub, dan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj membuat pernyataan bias, dengan mengambil posisi yang tidak jelas alias remang-remang, antara hak dan batil.

Saat menyikapi Lady Gaga dan Irshad Manji, kedua kiai tersebut tak menunjukkan kemarahannya melihat kemungkaran dan kefasikan di depan mata. Rupanya kiai ini memakai Manhaj “JAIM” alias jaga image agar dianggap demokratis, intelektual, akademisi, toleran, sehingga mencoba bersikap netral, tidak pro maupun kontra. Parahnya, ada yang mengeluarkan statemen-statemen yang terkesan mengaburkan kemungkaran itu sendiri. Bukankah bersikap netral terhadap suatu kemungkaran sama saja berpihak pada kemungkaran itu sendiri?

Ulama Penguasa

Prihatin bila kita menyaksikan “Ulama Penguasa” dengan ulama bisikan BIN (Badan Inteljen Negara) saat bicara. Setiap pernyataannya sangat tidak mengenakkan hati. Ulama Su’ (ulama buruk) itu bukannya membongkar setiap kebobrokan dan kemungkaran yang jelas-jelas nyata, tapi malah menghardik barisan umat Islam yang hendak menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Tentu saja sikap kedua kiai “remang-remang” itu dimanfaatkan musuh, dalam hal ini kelompok liberal dan media-media sekuler.

Ali Mustafa Yakub pun menyodorkan Kitab Ihya Ulumudin karya Imam Ghazali, yang menjelaskan soal menegakan amar ma’ruf nahi mungkar. Mencegah kemungkaran tidak boleh dilakukan dengan kemungkaran. Begitu kiai itu mengutip Imam Ghazali.

Ulama penguasa itu mengatakan, menegakkan nahi mungkar itu harus dirumuskan minimal oleh tiga ulama besar, yakni: Imam Ghazali, Ibnu Taimiyyah (Kitab al hisbah fi Islam) dan Prof. DR Abdul Karim Zaidan (Guru Besar Universitas Baghdad di Irak). Kesimpulan yang ditarik Ali Mustafa Yakub adalah, menjalankan amar maruf nahi mungkar tidak boleh dengan membuat kemungkaran yang baru. Ini menurut sang kiai.

Rupanya, Kiai Ali lupa, bahwa pemerintah Indonesia, bukanlah seperti yang ada di masa Imam Ghazali. Pemerintah Indonesia faktanya tidak peka untuk cepat memberantas kemungkaran. Bagaimana mungkin, kemungkaran tidak dilawan dengan cara yang tegas. Lha, pemerintahnya saja diam, tidak bertindak. Begitu juga dengan segelintir ulama yang remang-remang dalam menyikapi kemungkaran.

“Yang mengajukan keberatan silahkan, tapi jangan anarkis. Yang berdosa bukan gedungnya. Dulu, ketika Islam masuk ke Syiria (Damskus) tahun 14 H, dimasa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, ada gereja Romawi Timur, yang tidak dirusak sama sekali,” katanya.

Sultan Al-Fatih ketika masuk ke Konstantinopel, lanjutnya, gereja telah diubah menjadi masjid, tidak dirusak sama sekali. Bahkan, sampai sekarang, masih ada gambar Maryam menggdong Yesus. Gambar itu tidak dirusak. “Saya keberatan dengan istilah ormas anarkis, jangan-jangan ada provokaor yang melakukan tindakan anarkis,” kata Ali.

Dengan lisannya, Ali Mustafa Yakub mengatakan, di Indonesia ada lima agama, pluralitas agama. Tapi, kenapa kita sumpek dengan perbedaan. Sesama Islam saja, atau sesama NU saja, sumpek dengan perbedaan, hanya karena beda partai. “Rasulullah punya mertua yang beragama Yahudi lho. Islam itu rahmatan lil’alamin. Kita boleh berbeda, tapi tidak boleh berkelahi,” kata sang kiai.

Berkali-kali Kiai itu tergiring dengan pertanyaan presenter TV untuk menghantam FPI. Dan berkali-kali pula Kiai ini menyebut FPI anarkis. Kiai remang-remang itu ternyata begitu keras terhadap sesama kaum muslimin, tapi lembut dan melunak terhadap kaum munafik dan kafir.

Kiai yang menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istri itu di Masjid Istiqlal, menyatakan kelompok Islam yang memerangi pemerintah pusat harus diperangi. Ya, seperti itulah ulama penguasa yang menjilat.

Sementara itu Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dengan lisannya mengatakan, “Ada satu juta Lady Gaga atau satu juta Irshad Manji, iman warga NU tidak akan berkurang, akhlaknya tidak akan rusak. Sejak dulu setan dan iblis selalu ada, ada Musa ada Fira’un, ada Muhammad ada Abu Jahal. Warga NU jangan khawatir dengan kedatangan Lady Gaga.”

Muslimah NU, katanya, tetap akan berjilbab, warga NU tetap tidak akan minum arak, tidak berzina, selalu tahajud. Ini semua, bukan doktrin, atau pun perintah, tapi kesadaran warga NU dalam beragama. Jika Indonesia NU semua, selesai masalah,” ujar Kiai NU ini takabur.

Seharusnya duet kiai “remang-remang” ini bersikap tegas untuk membongkar kebobrokan kemungkaran Lady Gaga dan Irshad Manji yang jelas-jelas mempropagandakan hubungan sejenis dan perilaku pornografi. Kedua kiai itu seharusnya menyampaikan ayat-ayat tentang ancaman dan azab Allah terhadap kaum yang ingkar. Bukan malah memojokkan sesama umat Islam sendiri. Inilah yang diinginkan kaum munafik kelompok liberal dan pendukungnya. [KbrNet/VOAI/adl]

Sumber: VOA Islam

18 Tanggapan to “Duet “Kiyai Remang-Remang”, Mencampur Haq dan Bathil”

  1. epapo said

    Iyalah ngapain repot. Saya mah mendukung pak said aja ahhh…. Mantap. Mau lady gaga sejuta gak masalah. Semua kan juga ciptaan Tuhan.

  2. ΜusƖim РΛLSU said

    Oh.. KH Ali Mustafa Yaqub dan KH Said Agil Siraj. Anda berdualah kiyai idola kami. Bimbimglah umat Islam ini agar tahu bersikap toleran dlm menghadapi perbedaan.

    Nanti kalau pemilihan ketua NU, kami dari BANSER, GP Ansor, dan fans2 Lady Gaga dan pengikut IMAM kami (Irshad Manji) akan memberikan dukungan penuh kpd Anda berdua.

    Teruslah berjuang utk liberalisme agama dan kebebasan berpendapat. Jangan mau dikuliahi oleh Ro’is Syuriah PBNU KH Sahal Mahfudz yg kolot dan anti modernisasi itu.

  3. Anonim said

    inilah potret kecil kyai di indonesia….
    penampilan seperti kyai benaran,tapi dalam hatinya yahudi..

  4. Setuju sekali dengan ungkapan di atas. Hendaknya kita tegas seperti islam dalam menentukan mana yang haq dan yang bathil, setidaknya kita akan lebih tau perbedaan antara ketentuan hukum islam yang Haq
    (dan harus ditegakkan) dengan toleransi. Dengan adanya perkembangan dan situasi saat ini sifat remang-remang dinilai suatu kemunduran dan tentu kita tau efek yang ditimbulkan dari kemunduran. maka menilai sesuatu akan lebih baik saat kita instropeksi diri akan atas apa yang akan dilakukan. dengan apa manfaat serta tujuannya untuk membentuk akhlak yang islami dan santun di Indonesia ini. Sebenarnya bukan hanya terkait masalah agama saja namun bisa di kaitkan masalah sosial dimana hal tersebut menjadi suatu wacana sehubungan dengan permasalahan etika moralitas suatu bangsa yang ada di Indonesia saat ini.

  5. Kiyai remang-remang yang berpihak kepada Yahudi.

  6. lady go..gowes said

    Yah susah2 amat, knapa lagi mesti di jkt, lha di Bali aja kan bisa, gitu aja kok repot…. ini strategi adu domba yahudi….

  7. Arip said

    Udah ga usah polemik lg, n jgn buat fitnah.
    Si LG Akhirnya Resmi Membatalkan Konser di Jkt. Baca di(tribunnews.com)

  8. zack said

    …Innal baathila kaana zahuuqo…. Aamiin…

  9. bendot said

    Beginilah kalau sudah mulut tertutup “Dollar” agama di perjual belikan dengan murah, hanya cari sensasi dan hanya karena di janjikan tiket gratis di bagian depan, mereka mencopot gelar kyai nya, biar dapat melihat aurot Lady gagal secara jelas dan gamblang….!!!

  10. RAKYAT said

    Kayak warung aja remang-remang …

    TOBATLAH PAK !!! Indonesia ini jadi bubar spt ini, karena sikap sampeyan2 itu … BENCI PADA SESAMA MUSLIM TAPI CINTA MATI SAMA MUSUH2 ISLAM …

  11. ada kyai yang mau diadu domba dengan fpi dengan pihak mana de el el..katanya enak masuk tv, padahal sang kyai lagi dipecundangi…aduh kasihan..jangan silau dengan terkenal dan masuk tv serta dapet amplop, he..he…lebih baik harus tahu dulu, ada motif apa di balik acara talk show dengan mengajak jadi pembicara…betul gak?

  12. sasa said

    kyai amplop…

  13. Ulama itu ada 3 golongan :
    1. Ulam Suu’ (Ulama jelek)
    2. Ulama Sulthon (Ulama Penguasa)
    3. Ulama KHoir (ulama Baik)
    Kategori yg mana ya……..
    ato mungkin ada tambahan,
    Ulama BODOH, ga corsscheck atau Tabayyun mengenai apa itu Lady Gaga, langsung comeent yg penting MASUK TV, DAPET DUIT, TERKENAL, PERSIAPAN PEMILU 2014 ………..
    Innalillahi wa innailaihi rooji’uunn

  14. Yazid said

    Kajian islam rahmatal lil ‘alamin sering di ttinjau sempit, terutama penulis di diatas, yang bias adalah memang dari statemen t penulis, mengaku islam namun tetep dalam kebodohan yang nyata. bagaimana harus menilai seseorang- nilailah sebagai “manusia” jangan menggunakan agama untuk diskrimnasi. Kalao memang Anda “penulis” tidak menghendaki, demo saja kepada Tuhan yang telah menciptakan seluruh alam… Lady Gaga…manusia-nilailah manusia!!! Toleranssi dalam keberagaman adalah “Islam”, akidah tidak akan mampu dipaksakan (secara pribadi-meyakini nasrani, sathanisme dan lainnya akan runtuh dengan sendirinya dengan berkembangnya IPTEK). Kalo memang “penulis” ingin lari dari doktrin dan paradigma – Insya Allah akan menemukan – memahami – haqqul yakin minimal secara historis bagaimana sejarah Kenabian Muhammad sebagai deklarator Islam dari Tuhan, bagaimana perkembangan kebudayaan Islam yang luhur, dan yang saya harapkan disini adalah penulis mampu menemukan bahwa Islam adalah indah tanpa KEKERASAN-tidak menakutkan dengan menonjolkan Azab Tuhan – keyakinan lain dari saya adalah FPI -JII -HTI dan mereka adalah bentukan YAHUDI (berdasar telaah historis) – dengan atas nama AGAMA- dengan Jargon2 Islam, syariat, sungguh sangat disayangkan….semoga mereka segera sadar untuk berhenti menjadi pengikut YAHUDI dan kembali ke jalan RahmatNya!!!!

  15. Anonim said

    bersikaplah yang ARIF, saya yakin pak kyai itu orang yang sangat arif dan bijaksana,.. jangan kedepankan nafsumu… Nabi mengajarkan agar umat islam berakhlak, yaitu santun bicara, dan tidak berburuk sangka, apalagi sampai memfitnah, astaghfirullooh……

  16. Anonim said

    WAHAI SAUDARAKU…..BERBURUK SANGKA ITU DOSA, YANG TAU ISI HATI MANUSIA ITU HANYA ALLOH……. BUKAN MANUSIA YANG MASIH SUKA MEMBENCI SESAMA…. SIAPA ITU?….. MUNGKIN HATI KITA SENDIRI….

  17. lare.oseng said

    WAH PADA PIDATO SEMUA KAYAK KIAI SAJA . YANG PENTING JAGA IMAN KITA SENDIRI 2 TOH BAGI KALIAN YANG MENGHUJAT JUGA TAHU JUGA TENTANG LADY GAGA. ITU JUGA SAMA SAJA BRO. SEMUA ITU HANYA UPAYA SETAN UNTUK MERUSAK IMAN KITA SEMUA . KALAU KITA SUKA YA MONGGO KALAU TIDAK SUKA YA SILAHKAN . ITU SEMUA KEMBALI PADA UKURAN KADAR IN AN KITA……! OKE SEMUA .

  18. wong goblog said

    orang indonesia emang pinter2 apalagi kyai-kyainya…. ahli surga dunia semuanya…… ha… ha…. ha… ha….. inget mbah surip jadinya..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: