KabarNet

Aktual Tajam

SBY dan Any Yudhoyono Terbelah akibat Broker Grasi

Posted by KabarNet pada 28/05/2012

Jakarta – KabarNet: Koordinator Indonesia Developmet Monitoring (KIDM), Fahmi Hafel menilai, kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi kepada terpidana kasus kejahatan luarbiasa (narkoba) Schapelle Leigh Corby, WNA asal Australia, berlawanan dengan semangat Ibu Negara, Any Yudhoyono dalam pemberantasan narkoba.

Fahmi mengatakan, narkotika merupakan musuh bersama bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab dampak penggunaan narkotika dipastikan dapat merusak kehidupan dan masa depan bangsa.

“Kita cukup tercengang dengan aksi Pemberian Grasi oleh Presiden SBY untuk potongan masa tahanan terhadap terpidana kasus narkotika Schapelle Leigh Corby, warga negara Australia. Pemberian grasi tersebut telah menciderai komitmen pemerintah yang ingin memberantas narkoba di Indonesia”, kata Fahmi, melalui pesannya kepada KabarNet, Ahad (27/05/2012).

Hal itu disayangkan karena bertentangan dengan kebijakan pengetatan pemberian remisi pada napi kejahatan luar biasa, seperti korupsi, narkotik, dan terorisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2006.

Tidak hanya mencederai komitmen rakyat Indonesia untuk memberantas narkotika, tetapi pemberian Grasi kepada Schapelle Leigh Corby, warga negara Australia dalam kasus pidana narkotika secara langsung SBY telah mencederai dan menganggap remeh istrinya sendiri yaitu Any Yudhoyono sebagai Ibu Anti Narkoba.

“Any Yudhoyono telah banyak melakukan kegiatan untuk melawan peredaran narkotika dan pengunaan narkotika seperti program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba pada tahun 2010”, sambungnya.

Menurut Fahmi, pemberian Grasi kepada Corby terpidana kasus narkotika juga mengurangi efek jera terhadap para pengedar narkotika di Indonesia. Disamping itu, pemberian grasi juga dinilai akan menggagalkan program Indonesia yang bersih dari peredaran narkoba pada tahun 2015, yang digalang oleh Any Yudhoyono sebagai ibu Anti Narkoba dimana program Indonesia Bersih dari narkoba tahun 2015 adalah merupakan program usaha untuk pembelajaran bagi segenap elemen masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang bebas narkoba pada tahun 2015 yang didukung penuh oleh Polri dan Ibu Negara.

“Dengan diberikannya Grasi kepada Corby terpidana kasus narkoba juga bisa diartikan bahwa kegiatan dan tindakan Ibu negara dalam pemberantasan narkoba dicuekin/tidak dianggap oleh SBY demi kepentingan Image SBY dimata pemerintah Australia, karena itu seharusnya Any Yudhoyono juga harus masuk dalam barisan yang memprotes pemberian grasi kepada Corby terpidana narkotika oleh SBY”, tegasnya lagi.

Apalagi pernyataan Any Yudhoyono dalam peluncuran Program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba di sebuah mal di Jakarta, Sabtu [30/01/2010]. “Indonesia menghadapi ancaman narkoba yang cukup serius dewasa ini karena Indonesia bukan lagi sebagai konsumen narkoba, melainkan juga sebagai produsen,” artinya dengan diberikannya grasi kepada Corby maka Indonesia terancam akan semakin menjadi negara produsen narkoba sebab produsen tidak akan lagi jera dengan mudahnya pemberian grasi oleh SBY terhadap pelaku tindak pidana narkotika.

Dengan diberikanya grasi kepada Corby sebaiknya gelar Ibu Anti Narkoba yang diberikan Polri dan LSM penggiat anti narkoba harus di cabut karena sudah tidak relevan lagi dimana sang suami sebagai presiden memberikan grasi untuk terpidana kasus narkotika sementara sang istri menjadi penggiat anti narkoba juga.

“Untuk Any Yudhoyono agar rakyat simpatik harus mengembalikan gelar Ibu Anti Narkoba kepada LSM yang memberikannya, apalagi saat ini animo beberapa elit politik partai Demokrat untuk mencalonkan Any Yudhoyono sangat besar. Jika Any Yudhoyono diam saja dalam hal pemberian Grasi maka bisa menyebabkan popularitas beliau akan menurun, padahal popularitas adalah modal bagi rencana pencapresan Any Yudhoyono”.

Patut dicurigai juga pemberian Grasi kepada Corby terpidana kasus narkoba tidak lepas dari para mafia Grasi di seputaran SBY yang mendorong SBY untuk memberikan Grasi kepada Corby. “Tentu saja bukan dengan harga dan tarif yang murah agar presiden bisa memberikan Grasi, seperti pada kasus terpidana korupsi Syaukani yang mendapatkan grasi, konon nilainya hampir puluhan miliar yang di minta oleh para broker Grasi”, jelas Fahmi.

Keringanan hukuman atau grasi untuk terpidana 20 tahun penjara dalam kasus marijuana, Schapelle Leigh Corby, menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, warga negara Australia ini terbukti bersalah karena menyelundupkan ganja seberat 4,2 kilogram ke wilayah hukum Indonesia. Padahal, di ranah hukum Indonesia, ganja diklasifikasikan ke dalam narkotika golongan I, sehingga kepemilikan secara ilegal diancam sanksi pidana sangat berat.

Kuat dugaan, restu untuk pemberian grasi kepada Corby lantaran jajaran pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di lingkungan Istana, menjadi pembisik-pembisik yang kerap menyesatkan kebijakan Pemerintah demi kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu Indonesia Development Monitoring juga ingin meminta informasi kepada SBY terkait pemberian Grasi kepada Corby, mengenai prosedur dan pertimbangan SBY sampai pemberian Grasi kepada terpidana kasus narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa, karena ini menyangkut rasa ketidak adilan bagi rakyat Indonesia yang terkena tindak pidana akibat maling sandal maupun maling jemuran dan Ayam, permintaan Informasi kepada SBY terkait pemberian grasi diperbolehkan oleh UU Keterbukaan Publik.

Oleh karena itu, Koordinator Indonesia Developmet Monitoring, Fahmi Hafel, merencanakan hari ini, 28/05, surat permintaan informasi tentang pemberian grasi kepada Corby akan dilayangkan kepada Komisi Informasi Publik.

Perlu diketahui, pada tanggal 29 Juni 2005, Presiden SBY di Istana Negara menyatakan, grasi untuk jenis kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak akan pernah dikabulkan, termasuk bagi Corby. “Ini menunjukkan kita tidak pernah memberi toleransi kepada jenis kejahatan ini,” tegas Yudhoyono saat itu. [KbrNet/Slm/Hafel]

6 Tanggapan to “SBY dan Any Yudhoyono Terbelah akibat Broker Grasi”

  1. Mungkin. Bapak presiden mengharapkan timbal balik dari grasi yang di berikan

  2. Vie said

    giliran kasus tki yg terancam hukuman pancung krn berusaha membela diri dr majikan jahat ga ada action.. untuk urusan narkoba yg jls2 merugikan generasi muda bngsa ini mlh dikasih grasi… please dech/….

  3. Chadar taba Zed said

    sip saya sangat setuju dengan stetmen Ko Fahmi H karna tampa pengawasan dan desakan yg kuat tidak akan berhasil dalam memberantas kejehatan berat semacam di atas, dan jangan luput pula keterlibatan oknom” Tni Polri pun harus di ungkap karna mereka bisa mematahkan semangat kami dalam memberantasnya.

  4. Kalau bu Ani berani protes suaminya, apalagi sampai minta cerai gara2 hal ini, saya akan pilih bu Ani jadi presiden 2014.

  5. Ilham Ajam said

    Indonesia dahulux adlh Negara transit/ lalu lintas prdagangn gelap Narkoba krena ltak geografis negara yg sngat strategs (posisi silang), tlah brubah mnjadi Negara produsen Nrkoba. smua in trbukti saat trungkapx beberapa laboratorium narkoba di Indonesia.
    visi pmerintah untk melkukan upayah2 ksadaran msyarakt, sosisalisasi UU Narkoba srta mningkatkan ksadarn hukum msyarakat dlam upaya pnanggulangan pnyalahgunaan Narkoba di Indonesia tidak akan brhasil klau tdak d tndaki serius olh pmerintah (TNi & Polri),.,

    trimakasih kanda Fahmi (Koordinator Indonesia Developmet Monitoring) smoga ini menjadi tanggung jawab kita bersama , , , , ,

  6. daftar harga kambing aqiqah

    SBY dan Any Yudhoyono Terbelah akibat Broker Grasi « KabarNet.in

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: