KabarNet

Aktual Tajam

DPR: Saya Mendukung Umar Patek Ajukan Banding

Posted by KabarNet pada 23/06/2012

Jakarta – KabarNet: Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat RI, Martin Hutabarat, mendorong agar terdakwa kasus pidana terorisme Hisyam bin Ali Zein alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab alias Umar Patek, untuk mengajukan banding atas vonis 20 tahun penjara pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Menurut dia, dua alasan Umar Patek untuk dapat mengajukan banding yakni demi asas keadilan karena Umar Patek bukan pelaku atau aktor utama. Berdasarkan fakta selama persidangan, justru Umar Patek meminta agar rekan-rekannya tidak melakukan perbuatan yang biadab.

“Saya mendorong agar Umar Patek untuk melakukan banding karena perlu keadilan,” kata Martin, dalam dialog bersama Radio Republik Indonesia (RRI), Jumat (22/6). Adapun alasan lain yakni penyesalan Umar Patek yang sudah disampaikan secara terbuka.

Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Barat memvonis Umar Patek 20 tahun penjara karena dia terbukti bersalah menyembunyikan informasi tentang terorisme, terlibat dalam pengeboman disejumlah gereja pada 2000 dan pengeboman Bali pada 2002 yang menewaskan 192 orang, menggunakan identitas palsu dan menggunakan bahan peledak tanpa izin dari pejabta berwenang.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang mengganjar seumur hidup. Melalui pengacaranya, pria berusia 46 tahun itu mengaku kecewa dengan keputusan hakim, pasalnya rekan-rekannya yang justru aktor utama serangkaian bom dihukum ringan.

Martin yang juga merupakan Politikus senior Partai Gerindra mengaku terenyuh dan heran. Pasalnya Umar Patek merupakan dari kalangan terdidik. “Saya terenyuh dengan Umar Patek yang berpendidikan bisa terpengaruh untuk melakukan tindakan biadab,” katanya. [KbrNet/Slm]

Source: muslimdaily

6 Tanggapan to “DPR: Saya Mendukung Umar Patek Ajukan Banding”

  1. Sang Kata said

    FAKTOR PENYEBAB NEGARA GAGAL

    Akar permasalah atau penyebab Indonesia masuk kategori negara gagal :
    (1) Kawanan parpolis dari berbagai paltform, kalah menang pemilu/pilpres, masuk koalisi atau oposisi, bertingkah laku seperti anak KURANG AKAL, menghalalkan segala cara, tindakan dan omongannya serba brutal.

    (2) Wakil rakyat dari semua fraksi, komisi bertingkah laku bak orang gila KEHILANGAN AKAL. Utamakan kesejahteraan diri, dahulukan kemakmuran keluarga, pentingkan kembali modal. Kinerja politisnya mirip tukang jagal.

    (3) Media massa dan geng jurnalis yang hidup dari bencana politik dengan dalih menaikkan peringkat, gelar acara dialog, diskusi dan debat, tanpa merasa malu bergaya mirip orang pikun TANPA AKAL, memainkan peran sebagai tukang jagal. Membentuk opinis sesuai selera, lebih kejam daripada fitnah.

    (4) Penyelenggara dan pelaku ekonomi, mampu pesan pasal sampai jual beli pasal, mereka KELEBIHAN AKAL, mereka selalu menang modal. Tak perlu jadi birokrat, jadi aparat keamanan, jadi hamba hukum.

    (5) Rakyat pemilih yang dibutuhkan suaranya saat coblosan dalam sehari, setelah itu, di sisa waktu dalam lima tahun disuruh berjuang sendiri, menjadi korban para pemain akal, minimal ketiban sial.

  2. Alwi Ali said

    umar patek mungkin tertipu oleh tiga media (VOA, ERA dan satu lagi) yg selalu menebar fitnah.

  3. amroni said

    Untung2 tidak dihukum mati.
    Dia sudah membunuh 192 jiwa, membuat Islam kelihatan jelek.
    Manusia tak berguna !
    Heran masih ada tokoh politik yang membelanya. Dasar cari nama saja, konyol dan tolol.

  4. Anonim said

    ternyata ada jg perwakilan teroris di DPR…teroris jg kn rakyat jd hrs pny wakil donk…

  5. erensdh said

    Benar, orang berpendidikan masih bisa terpengaruh untuk melakukan tindakan biadab atas sesama manusia, contohnya seperti umar patek ini. Masih banyak lagi ajaran-ajaran tidak masuk akal yang mampu menggerakan orang untuk melakukan tidakan seperti itu. Mulai dari sikap rasisme, kebencian, pembunuhan dan perbagainya hanya karena ‘keyakinan’!

  6. Anonim said

    jangan dendam, bukan membela orang, tapi meluruskan hukum. kan sudah disebutkan kawan2 umar patek lebih ringan, padahal dia kan bukan otaknya. biarlah yang maha kuasa yang menghukum.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: