KabarNet

Aktual Tajam

DPR: Ada Kepentingan Asing Dibalik Kondomisasi Remaja

Posted by KabarNet pada 23/06/2012

Jakarta – KabarNet: Rencana mengkondomi remaja dan pelajar usia 15-24 tahun yang akan dikampanyekan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi semakin menuai protes. Awalnya, pada saat rakyat di negeri ini seolah tertidur, adalah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang terlebih dahulu berteriak keras mengecam kebijakan menteri baru ini. Kemudian disusul protes-protes senada dari kalangan ormas Islam, diantaranya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kini gelombang protes justru bermunculan dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan Komisi IX DPR-RI akan memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, Senin (30/6/2012) mendatang, untuk dimintai penjelasan soal rencana kampanye penggunaan kondom di kalangan remaja dan pelajar.

Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning menegaskan, pihaknya mempertanyakan maksud kebijakan Menkes yang menuai protes berbagai kalangan tersebut. DPR menduga ada kepentingan asing di balik rencana kampanye mengkondomi remaja dan pelajar itu.

“Kan kita punya perusahaan kondom sendiri, itu yang 25. Jangan-jangan, biasanya NGO (organisasi non pemerintah, red.) masuk juga kondom-kondom dari asing. Ini apa menarget juga nih, titipan-titipan asing, kondom-kondom asing untuk berlomba?” ujar Ribka di Gedung DPR, Kamis (21/6/2012).

Menurut Ribka, pemegang kuasa penggunaan anggaran pengadaan kondom yang dibagikan gratis, berada di pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Tapi kan dulu, kalau Bu Nafsiah yayasannya itu ada dana dari luar negeri, NGO-NGO itu, yang kami dari DPR tidak bisa mengawasi. Itu sangat besar loh. Kan, kalau bantuan-bantuan dari luar negeri hanya menarget. Kami yang susah, enggak bisa mengaudit dan mengawasi. Langsung masuk ke kementerian. Jadi, jangan sampai ada mainan asing,” tutur Anggota Fraksi PDI-P tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung berpendapat rencana Menkes melakukan kampanye kondomisasi remaja dan pelajar sebagai langkah yang berlebihan. “Agak berlebihan, saya menganggap ya,” kata Pramono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).

Menurut Pramono Anung, pendidikan seks memang perlu diajarkan. Termasuk bahaya seks bebas, namun tidak perlu sampai mensosialisasikan penggunaan kondom. Pramono menyakini setiap orangtua bertanggungjawab kepada anaknya. Di kota pun pendidikan agama sudah diterapkan. “Saya melihat sebagai orang timur walaupun saya berpikiran modern, kita tidak perlu sosialisasi terbuka seperti ini,” kata politisi PDI-P ini.

Reaksi senada juga dilontarkan oleh Ketua DPR-RI Marzuki Alie. Politisi Partai Demokrat ini menilai program Kementerian Kesehatan yang mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko pasti sebetulnya memiliki tujuan baik. Hanya saja, Marzuki berharap agar pihak Kemenkes memikirkan dengan matang cara sosialisasi program itu agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Tujuannya baik. Mungkin caranya harus dikemas lebih baik. Jangan sampai tanggapan dari anak-anak muda bebas (berhubungan seks),” kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis ( 21/6/2012 ).

Marzuki dimintai tanggapan soal polemik program Menteri Kesehatan yang baru, Nafsiah Mboi, yang akan mengkampanyekan penggunaan kondom pada kelompok seks berisiko. Maksud dari seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang beresiko menularkan penyakit dan/atau berisiko menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan. Program itu dikritik lantaran dianggap melegalkan seks bebas di kalangan remaja.

Marzuki mengatakan, Kemenkes sebaiknya juga menjelaskan bahaya dari hubungan seks bebas. Menurutnya, perlu juga edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang norma-norma.

Sebelum ini, Anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, Herlini Amran, sudah terlebih dahulu memprotes rencana kampanye Menkes untuk kondomisasi remaja dan pelajar. Menurutnya, kampanye semacam ini sama halnya dengan mendorong legalisasi perilaku seks bebas. “Kami sangat menyesalkan statement Ibu Menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakan penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan seks bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom,” tuturnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/06/2012).

Menurut Herlini, seharusnya pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah usia 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65 persen. Realisasi yang terwujud hanya tercapai 11,4 persen pada 2011. “Karena berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, malah 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu,” tandasnya.

Herlini menambahkan, Kemenkes harus lebih mendorong penyusunan regulasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Kemudian penyuluhan penggunaan kondom di berbagai lokasi yang berisiko terjadinya penularan, seperti kafe, lokalisasi, lembaga pemasyarakatan dan tempat kerja di lepas pantai, pertambangan, dan kawasan hutan. Bukan kepada masyarakat baik-baik dari kalangan remaja dan pelajar. “Sosialisasi program kesehatan reproduksi kepada remaja dan mengkampanyekan larangan seks bebas di luar nikah,” pungkasnya.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, rencana kampanye penggunaan kondom akan dilakukan oleh Menkes Nafsiah Mboi. Kampanye tersebut dilakukan untuk berperang atau melawan penyakit HIV/AIDS disamping juga mencegah kehamilan yang tak diinginkan. Berdasarkan survei, penyakit tersebut menyebar akibat hubungan seks berisiko tinggi, bukan lagi atas penggunaan narkoba dari jenis suntikan.

Namun yang menuai protes, Menkes juga menargetkan remaja dan pelajar sekolah berusia 15-24 tahun sebagai sasaran kampanye penggunaan kondom. Hal mana dinilai banyak pihak “bernuansa” melegalkan hubungan seks diluar nikah dikalangan remaja dan pelajar… asalkan menggunakan kondom. [KbrNet/adl]

5 Tanggapan to “DPR: Ada Kepentingan Asing Dibalik Kondomisasi Remaja”

  1. Sang Kata said

    FAKTOR PENYEBAB NEGARA GAGAL

    Akar permasalah atau penyebab Indonesia masuk kategori negara gagal :

    (1) Kawanan parpolis dari berbagai paltform, kalah menang pemilu/pilpres, masuk koalisi atau oposisi, bertingkah laku seperti anak KURANG AKAL, menghalalkan segala cara, tindakan dan omongannya serba brutal.

    (2) Wakil rakyat dari semua fraksi, komisi bertingkah laku bak orang gila KEHILANGAN AKAL. Utamakan kesejahteraan diri, dahulukan kemakmuran keluarga, pentingkan kembali modal. Kinerja politisnya mirip tukang jagal.

    (3) Media massa dan geng jurnalis yang hidup dari bencana politik dengan dalih menaikkan peringkat, gelar acara dialog, diskusi dan debat, tanpa merasa malu bergaya mirip orang pikun TANPA AKAL, memainkan peran sebagai tukang jagal. Membentuk opinis sesuai selera, lebih kejam daripada fitnah.

    (4) Penyelenggara dan pelaku ekonomi, mampu pesan pasal sampai jual beli pasal, mereka KELEBIHAN AKAL, mereka selalu menang modal. Tak perlu jadi birokrat, jadi aparat keamanan, jadi hamba hukum.

    (5) Rakyat pemilih yang dibutuhkan suaranya saat coblosan dalam sehari, setelah itu, di sisa waktu dalam lima tahun disuruh berjuang sendiri, menjadi korban para pemain akal, minimal ketiban sial.

  2. habib said

    Menkes itu hanya pembantu.. Majikannya namanya presiden.. Kalo pembantu mengeluarkan statement seperti itu..tanya kemajikannya.. Pembantu yg lancang atau majikan yg suruh..

  3. […] BAYI AKIBAT KELAHIRAN YANG TIDAK DIKEHENDAKILaju Pertumbuhan Pendudukan Lebih Besar dari ProyeksiDPR: Ada Kepentingan Asing Dibalik Kondomisasi Remaja body.custom-background { background-image: […]

  4. […] .catablog-row {min-height:100px; height:auto !important; height:100px;} .catablog-image {width:100px;} .catablog-title {margin:0 0 0 110px !important;} .catablog-description {margin:0 0 0 110px; !important} .catablog-images-column {width:100px;} .catablog-gallery.catablog-row {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-image {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-image img {width:100px; height:100px;} .catablog-gallery.catablog-row .catablog-title {width:90px;} Pertama Dalam Sejarah Olimpiade, Semua Negara Ikutkan Atlet WanitaPolisi-Polisi Wanita dari IndonesiaGrosir Baju Wanita Murah untuk LebaranBaju Bagus MurahFewiit! Wanita Cantik…Busana Muslimah Gamis CLS-9661 (koleksi baju terbaru Galeri Busana Muslimah Online)Madu Bida dari, ‘Kembalikan Sensasi Malam Pertama di setiap malam mu (Dicari Reseller) !)[MV] Psy – “Oppa Is Just My Style” (ft. 4Minute’s HyunA)ET — HRD Manager — Banda AcehDPR: Ada Kepentingan Asing Dibalik Kondomisasi Remaja […]

  5. Anonim said

    Tujuan Islam adalah mayoritas dengan penduduk paling banyak diduia sesuai cita-cita komunisme.Meskpun ratus juta oan Islam lkelaparan minta makan di megara orang kafir Amerika.Eropa dan Ausralia sambil meninggalkan negara rahatan lil alaminya.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: