KabarNet

Aktual Tajam

HTI: Menkes ini dari Sono Fikirannya Sudah Rusak!

Posted by KabarNet pada 23/06/2012

JAKARTA – Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menilai program penggalakan kondom yang direncanakan Menkes baru Nafsiah Mboi, berangkat dari persepsi awal yang memang sudah hancur sebelum menjadi menteri.

“Saya lihat Menkes ini dari sono fikirannya sudah rusak, dari awal dia memandang masalah AIDS, masalah penanggulangan AIDS, ini sudah rusak. Ketika dia pertama kali mengeluarkan gagasannya, tentang program kondomisasi, enteng saja kan, ceplos saja, sudah gak difikirkan lagi dan gak ada beban. Jadi dari sononya sudah rusak,” kata Ismail Yusanto kepada arrahmah.com disela-sela Konferensi Tokoh Umat, di tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6).

Lanjut Ismail, melihat hal tersebut jadi sangat mengherankan sosok seperti Nafsiah Mboi dapat terpilih menjadi menteri kesehatan yang baru. “Makanya aneh orang seperti ini jadi Menteri Kesehatan, kayak di Indonesia gak ada lagi orang yang pantas jadi menteri,” ujarnya.

Padahal menurutnya, di sisi lain tidak pernah ada bukti bahwa kondom itu dapat menyelesaikan AIDS. “Kalau itu terbukti, AIDS di dunia ini harusnya berkurang. Tapi ternyata kan naik terus. Mereka akan bilang, itu karena tidak ada kondom. Salah, justru adanya kondom kemudian seks bebas itu menjadi-jadi dan penularan AIDS itu bukan hanya dari hubungan seksual, tapi lewat dari macam-macam,” ungkap Ismail.

Seperti diberitakan, menteri kesehatan baru mengeluarkan gagasan menggalakkan penggunaan kondom kepada seluruh kalangan masyarakat termasuk remaja pra nikah dengan harapan menjauhkan masyarakat dari seks beresiko. Hal ini mendapat tentangan dan kecaman keras dari berbagai kalangan. [KbrNet/Slm]

Source: Arrahmah.COM

5 Tanggapan to “HTI: Menkes ini dari Sono Fikirannya Sudah Rusak!”

  1. amroni said

    Udah betul itu program kondom.
    Komdom kan SALAH SATU alat pencegahan kehamilan dan penularan penyakit kelamin. Jadi itu salah satu tugas menteri kesehatan.
    Kalau tentang MORAL, itu tugas orang tua dan tokoh2 agama yg memgarahkan nya.
    Jadi jangan membabi buta dan asal jeplak mulut ikut2an protes tentang menyalahkan menteri kesehatan yg menganjurkan pemakaian kondom.
    Kalau penyakit AID makin meluas, bukan krn pemakaian kondom yg tidak efektif, tapi krn moral yg makin bemat rusak.
    Kalau tidak ada komdom, udah pasti penyakit AID dan kehamilan diluar nikah lebih besar dari sekarang.
    BERPIKIR DULU SEBELUM BICARA DAN PROTES ! TIDAK USAH IKUT2AN PROTES HANYA UNTUK MENONJOLKAN DIRI. KONYOL DAN MEMALUKAN

  2. SELON NGETOP TIADA BANDING said

    @Semua yg maw berkomentar baca yg dibawah ini dulu sblm nulis komentar: …

    https://kabarnet.wordpress.com/2012/06/23/dpr-ada-kepentingan-asing-dibalik-kondomisasi-remaja/

    https://kabarnet.wordpress.com/2012/06/22/komisi-kesehatan-dpr-kecam-kampanye-kondom-remaja/

    https://kabarnet.wordpress.com/2012/06/21/mui-tolak-kampanye-kondom-protes-ke-presiden/

    https://kabarnet.wordpress.com/2012/06/23/kpai-minta-pemerintah-batasi-peredaran-kondom/

  3. Sang Kata said

    FAKTOR PENYEBAB NEGARA GAGAL

    Akar permasalah atau penyebab Indonesia masuk kategori negara gagal :

    (1) Kawanan parpolis dari berbagai paltform, kalah menang pemilu/pilpres, masuk koalisi atau oposisi, bertingkah laku seperti anak KURANG AKAL, menghalalkan segala cara, tindakan dan omongannya serba brutal.

    (2) Wakil rakyat dari semua fraksi, komisi bertingkah laku bak orang gila KEHILANGAN AKAL. Utamakan kesejahteraan diri, dahulukan kemakmuran keluarga, pentingkan kembali modal. Kinerja politisnya mirip tukang jagal.

    (3) Media massa dan geng jurnalis yang hidup dari bencana politik dengan dalih menaikkan peringkat, gelar acara dialog, diskusi dan debat, tanpa merasa malu bergaya mirip orang pikun TANPA AKAL, memainkan peran sebagai tukang jagal. Membentuk opinis sesuai selera, lebih kejam daripada fitnah.

    (4) Penyelenggara dan pelaku ekonomi, mampu pesan pasal sampai jual beli pasal, mereka KELEBIHAN AKAL, mereka selalu menang modal. Tak perlu jadi birokrat, jadi aparat keamanan, jadi hamba hukum.

    (5) Rakyat pemilih yang dibutuhkan suaranya saat coblosan dalam sehari, setelah itu, di sisa waktu dalam lima tahun disuruh berjuang sendiri, menjadi korban para pemain akal, minimal ketiban sial.

  4. Anonim said

    @amroni
    mslh moral tanggng jwb orang tua&tkoh2 agama?naif skali..kondomisasi(umum penggunanya seks PRA NIKAH)=legalitas perzinahan!lntas dimana tanggung jwb moral(agama)menkes ini?trmasuk anda?menyedihkan..jangan asal koment ah.

  5. amry syihab said

    Amroni: ente pny. Akal sakit jiwa jg sakit’

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: