KabarNet

Aktual Tajam

Penulis Buku “Lapindo File” Dikabarkan Hilang

Posted by KabarNet pada 24/06/2012

Kemanakah Ali Azhar Akbar ?

MENGHILANG atau DIHILANGKAN ?

Ali Azhar Akbar, penulis buku Lapindo File dikabarkan hilang. Dia tidak hadir di acara peluncuran Buku dan Diskusi Publik Nasional “Lapindo File” Konspirasi SBY-Bakrie, di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB). Ali dikabarkan menghilang sejak tiga hari lalu tanpa alasan yang jelas.

Ketidakhadiran penulis yang merupakan alumni Teknik Perminyakan ITB ini membuat peserta diskusi tanda tanya. Terlebih, Ali dikabarkan menghilang sejak tiga hari lalu tanpa alasan yang jelas.

Direktur Penerbit IndoPetro Publishing, penerbit buku berjudul “Lapindo File Konspirasi SBY-Bakrie”, membenarkan jika Ali menghilang. “Tiga hari ini saya lost contact dengan Pak Ali,” kata Kusairi, saat dikonfirmasi di sela diskusi buku di ITB, Bandung, Jumat (22/6/2012).

Kuasiri berusaha menghubungi nomor HP sang penulis, namun selalu mailbox. Kontak terakhir dengan Ali terjadi Selasa 19 Juni lalu. Saat itu Ali menyatakan akan hadir di acara bedah bukunya di ITB.

Lanjut Kusairi, dirinya terakhir bertemu dengan Ali pada Jumat 15 Juni pekan lalu di Mahkamah Konstitusi (MK) ketika mengajukan judicial review terkait pasal 18 UU APBN. “Terakhir ketemu waktu di MK, dia katakan akan ke Bandung,” katanya.

Namun, hingga kini Ali tak kunjung nongol. Dia khawatir, hilangnya Ali terkait dengan buku yang ditulisnya dan judicial review yang diajukannya. Kata Kusairi, setelah menulis buku yang diterbitkan pada 28 Mei lalu, sehari sebelum peringatan enam tahun Lumpur Lapindo (29 Mei 2012), dan mengajukan judicial review ke MK, Ali sering menerima teror berupa SMS.

“Sejak ajukan judicial review ke MA, dari situ ada ancaman. Misalnya ‘Kalau pemerintah engga nanggung ya bagaimana, Anda mau nanggung?’ Dan ancaman bersifat fisik. ‘Misal ketemu saya di sini,’ dan lain-lain,” kata Kusairi, tanpa mau menyebut ancaman fisik tersebut.

Maka ketika di acara ini kehilangan kontak, Kusairi mengaku curiga khawatir ada hal yang tidak diinginkan menimpa Ali. “Teror selain terkait buku juga terkait dengan pengajuan judicial review ke MK,” tambahnya.

Dalam judicial review ini, pihaknya dan Ali menggugat pasal 18 UU APBN yang menggelontorkan uang ke korban lumpur Lapindo. Tujuannya, membuktikan bahwa kasus Lumpur Lapindo sebenarnya tanggung jawab perusahaan. “Dalam pengeboran sendiri ada indikasi pelanggaran SOP dalam pertambangan migas tersebut. Ketika pemerintah menggelontorkan dana APBN, seharusnya sebagai pembayar pajak kita protes. APBN seharunya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, ketika itu dilakukan oleh perusahaan, ya perusahaanlah yang menanggung. Bukan kemudian rakyat kebanyakan yang menanggung,” bebernya.

Disinggung mengenai hilangnya penulis buku karena strategi pemasaran supaya buku laku, Kusairi membantahnya. “Enggak. Tidak ada. Kita tidak mungkin mengkhianati publik,” tegasnya.

Selain itu, saat ini pihaknya sengaja menguji buku lewat roadshow ke berbagai kampus di Indonesia agar bisa dibedah secara ilmiah. Bahkan dalam roadshow pihaknya juga sengaja mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya. “Kalau tidak ilmiah kita mana mungkin dibedah di kampus-kampus. Itu logikanya,” tukasnya.

Meski begitu, dia tidak memungkiri buku setebal 449 itu berdampak politis. Karena menyangkut nama-nama seperti Aburizal Bakrie dan SBY. “Politiknya tidak dipungkiri bagi pihak-pihak yang punya kepentingan politik. Tapi Buku ini sebenarnya pure ilmiah. Bebas diperdebatkan,” tuturnya.

Buku tersebut hasil penelitian selama empat tahun sejak 2006 hingga 2010. Covernya memuat gambar Aburizal Bakrie dan SBY. Di bagian cover buku juga tertulis “Dilengkapi Transkrip Rekaman Ekslusif di “Istana” Cikeas.”

Buku yang pertama kali di launching di Universitas Nasional (Unas) Jakarta itu, juga sudah roadshow di Universitas Gadjah Mada (UGM). Rencananya akan terus roadshow di beberapa kampus lagi di Surabaya, Sumatera, Makassar.

Namun dengan adanya kejadian hilangnya penulis, pihak penerbit belum tentu akan melanjutkan roadshow. “Kita cari tahu kondisi penulisnya dulu. Jika dalam waktu 2×24 jam tidak ketemu, kami akan lapor polisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ali memang dikenal sebagai seorang aktivis yang kerap bersuara lantang mengenai lumpur lapindo. Siapa dia?

Ali merupakan alumni Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat. “Ali lulusan Teknik Perminykan ITB. Lalu melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Beliau rumahnya di Bekasi,” kata Kusairi, di sela diskusi buku di ITB, Jumat (22/6/2012).

Kusairi Pemimpin Redaksi Majalah Indopetro menambahkan, Ali juga sebagai aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan juga di YLBHI. Buku berjudul “Lapindo File Konspirasi SBY-Bakrie” ini hasil penelitian Ali dan kawan-kawan selama empat tahun, yakni dari 2006-2010. “Dan buku ini setengahnya berisi data yang selama ini tidak dipublish ke publik, data yang sangat sulit mencarinya,” ungkap dia.

Misalnya, laporan harian perusahaan Lapindo, tentang SDM-nya dan pertambangan migasnya. Buku Lapindo File yang ditulisnya pertama kali terbit pada 28 Mei 2012, sehari sebelum peringatan Lumpur Lapindo yang ke-6. Buku ini dicetak sebanyak 15 ribu eksemplar yang disebar ke berbagai toko buku di Indonesia.

Ali juga seorang pegiat HAM yang memiliki kepedulian terhadap persoalan-persoalan lingkungan. Lelaki kelahiran Jakarta 31 Agustus 1961 merupakan lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia melanjutkan studinya pada Pendidikan Lanjutan Bidang Hukum Minyak dan Gas Bumi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. [KbrNet/Slm]

Source: Okezone.COM

2 Tanggapan to “Penulis Buku “Lapindo File” Dikabarkan Hilang”

  1. Sang Kata said

    FAKTOR PENYEBAB NEGARA GAGAL
    Akar permasalah atau penyebab Indonesia masuk kategori negara gagal :

    (1) Kawanan parpolis dari berbagai paltform, kalah menang pemilu/pilpres, masuk koalisi atau oposisi, bertingkah laku seperti anak KURANG AKAL, menghalalkan segala cara, tindakan dan omongannya serba brutal.

    (2) Wakil rakyat dari semua fraksi, komisi bertingkah laku bak orang gila KEHILANGAN AKAL. Utamakan kesejahteraan diri, dahulukan kemakmuran keluarga, pentingkan kembali modal. Kinerja politisnya mirip tukang jagal.

    (3) Media massa dan geng jurnalis yang hidup dari bencana politik dengan dalih menaikkan peringkat, gelar acara dialog, diskusi dan debat, tanpa merasa malu bergaya mirip orang pikun TANPA AKAL, memainkan peran sebagai tukang jagal. Membentuk opinis sesuai selera, lebih kejam daripada fitnah.

    (4) Penyelenggara dan pelaku ekonomi, mampu pesan pasal sampai jual beli pasal, mereka KELEBIHAN AKAL, mereka selalu menang modal. Tak perlu jadi birokrat, jadi aparat keamanan, jadi hamba hukum.

    (5) Rakyat pemilih yang dibutuhkan suaranya saat coblosan dalam sehari, setelah itu, di sisa waktu dalam lima tahun disuruh berjuang sendiri, menjadi korban para pemain akal, minimal ketiban sial. Kehidupan penuh aral.

  2. Wahyono said

    Kepada yang Saya Hormati Bapak Abu Rizal Bakrie “InsyaAllah Ini Jalan tuk Masalah Lumpur Lapindo” Aamiin

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Bismillahirrahmanirrahim…
    Assalamu’alaikum Bapak Abu Rizal Bakrie saya hormati… InsyaAllah ada jalan tuk penyelesaian masalah Lapindo…( Lapindo tidak dapat diberhentikan dengan kecanggihan teknologi, yang hanya kan menambah beban perusahaan Bapak semakin membengkak dan Rakyat disana semakin menderita karenanya ).. Tentu Bapak Yang Terhormat sangat ingin masalah Lapindo cepat terselesaikan… Mohon dengan segala kerendahan hati kepada Bapak tuk menindaklanjutinya…
    Segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat-Nya hingga saat ini.
    Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya dan umatnya yang setia hingga akhir zaman. Teriring doa semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT… Amin allahuma yarobbal alamin.
    Dalam sejarah terbentuknya Pulau Jawa, telah ada dalam ilmu pengetahuan yang tersurat maupun yang tersirat dari sekian banyak macam versinya.
    Tuk masalah Lapindo, InsyaAllah itu berkaitan erat dengan Agama terdahulu / tertua di Pulau Jawa ( Hindu-Budha dan Islam ). Pada masanya, diadakan sebuah musyawarah / perjanjian antara tokoh – tokoh Agama tersebut sehingga terwujudlah sebuah janji / kesepakatan yang pada akhirnya salah satu dari tokoh tersebut mengingkarinya ( keturunan – keturunan / generasi penerus beliau – beliau yang bersangkutan seiring berjalannya waktu atau Redjane Jaman “ istilah orang Jawa “).
    Mengingat semakin banyak korban karena Lapindo dan sangat menderitanya kehidupan Rakyat disana, berbagai macam penyakitpun sudah banyak menjangkit ( penyakit kulit, pernapasan dll ), begitu juga semakin meningkatnya / meluasnya semburan lumpur tersebut hingga menghilangkan sejarah kehidupan penduduk disana…
    Untuk meredam – menghentikan amarah Lapindo, InsyaAllah kan diadakan perjalanan dengan adab – adab / tata cara dalam ziarahnya ke Makam – makam beliau para Aulia, Raja – raja di Pulau Jawa ( Indonesia ), yang mempunyai pengaruh besar terhadap NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ). Dimana beliau – beliau adalah penganut Agama Hindu- Budha dan Islam.
    Dalam perjalanan tersebut, diadakan tawasul dan dibarengi dengan memberikan hak – hak fakir miskin dan yatim piatu disetiap tempatnya… ( jumlah mereka yang berhak menerima dan berapa jumlah hak yang diberikan, sudah ada perhitungannya masing – masing sesuai dengan petunjuknya ), dan sampai pada akhirnya perjalanan ini kan berakhir di Ampel – Surabaya.
    Nb : Kebutuhan atau keperluan akan segala sesuatunya dalam perjalanan ini dan hak – hak untuk fakir miskin – yatim piatu, menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh pihak yang bertanggung jawab atas Lapindo ).
    Mudah2an saja dengan berkahnya dan juga karomah Para Aulia dan Para Anbia sapa’atnya Kanjeng Rasul Nabi Muhammad SAW, dan mukjizatnya Para Nabi serta idzin Allah SWT… Berkat doa Orang Tua semua, semua kebaikan – kebaikan tuk Ibu Pertiwi kan terlaksana dan menjadi nyata dalam berkah dan rahmat-NYA… Amin amin allahuma ya robbal alamin…
    Wassalamu’alaikum…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: