KabarNet

Aktual Tajam

Dihambat DPR, Rakyat “Saweran” Bangun Gedung KPK

Posted by KabarNet pada 26/06/2012

Jakarta – KabarNet: Langkah tidak populer Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tak kunjung menyetujui permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membangun gedung baru, akhirnya direspon oleh masyarakat. Sejumlah elemen masyarakat melakukan “saweran” (patungan pengumpulan dana) yang hasilnya akan diserahkan ke KPK agar bisa membangun gedung baru. Seperti sedang ramai diberitakan, pembangunan gedung KPK terganjal pengesahan anggaran di DPR. Anggaran senilai Rp 166 miliar itu masih dibintangi (belum disetujui) oleh Dewan. Akibatnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak bisa menyalurkan anggaran tersebut kepada KPK, padahal Kemenkeu sudah menyetujui.

KPK sendiri mengaku sangat membutuhkan gedung baru untuk meningkatkan kinerja lembaganya. Pasalnya, kantor yang ditempati KPK saat ini telah berusia 31 tahun, alias sudah uzur. Padahal KPK bermaksud untuk menambah jumlah pegawainya yang saat ini berjumlah 750 menjadi sekitar 1.000 orang. Sementara gedung KPK yang sekarang didisain hanya cukup untuk menampung 350 orang. Belum lagi kondisi gedung yang sudah tua dinilai tak memadai untuk mendukung peningkatan kinerja KPK.

Anggaran pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi sebetulnya sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan sejak tahun 2008. Tapi dana tersebut tak kunjung mengucur sebab DPR tak kunjung mengetuk palu. “Sudah disetujui sebesar Rp 90 miliar oleh Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, tapi diberi bintang (tidak disetujui, red.) oleh DPR,” ujar Sekertaris Jenderal KPK Bambang Sapto Pratomosunu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR, Senin (25/6/2012).

Dalam surat bernomor 3988/AG/2008 tertanggal 4 Desember 2008 dari Dirjen Anggaran Kemenkeu kepada Sekjen KPK disebutkan bahwa dana pembangunan gedung baru KPK telah dialokasikan. “Namun harus dikoordinasikan dengan DPR terlebih dahulu,” kata Bambang.

KPK sempat menagih anggaran itu agar bisa dimasukkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2009. Namun anggaran tersebut akhirnya tak dimasukkan dalam DIPA 2009.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandupraja mengatakan kondisi kantor KPK tak lagi memadai. “Kantor KPK itu sudah kumuh,” ujar Adnan di hadapan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (25/6/2012).

Dia bercerita ribuan dokumen berserakan di sepanjang koridor. “Padahal itu seharusnya menjadi dokumen rahasia,” tuturnya.

Begitu pula dengan kondisi ruangan pemeriksaan KPK. “Banyak yang tidak memadai,” tambahnya.

Untuk menyiasati dokumen yang sudah menggunung itu, KPK sempat berencana untuk menyewa sebuah kontainer. “Semata-mata agar kerahasiaan dokumen kami dapat terjaga,” katanya.

Agar anggota DPR percaya, Adnan pun mengajak mereka untuk berkunjung. “Bapak-bapak mungkin bisa berkunjung dan melihat sendiri kondisi kantor kami,” ujar Adnan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Senin (25/6/2012)..

KPK mengaku sempat mengajukan anggaran pembangunan gedung baru sejak tahun 2008. Kementerian Keuangan melalui Dirjen Anggaran sempat menyetujui sebagian permintaan KPK dengan anggaran sebesar Rp 90 miliar.

Namun anggaran tersebut ditahan Komisi Hukum. Begitu pula anggaran yang muncul dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran 2012 sebesar Rp 91,1 miliar.

Masyarakat Melakukan “Saweran” untuk membangun gedung KPK

Langkah tidak populer Komisi III DPR yang tak kunjung menyetujui permintaan KPK untuk membangun gedung baru akhirnya direspon oleh masyarakat. Sejumlah elemen masyarakat melakukan saweran (patungan pengumpulan dana) yang hasilnya akan diserahkan kepada KPK agar bisa membangun gedung baru. Pada hari Senin (25/6/2012) sekelompok orang yang mengaku dari Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan sebuah amplop putih yang ditujukan pada Ketua KPK Abraham Samad. Di dalamnya terdapat sepuluh lembar duit seratus ribuan yang masih tampak baru. Uang senilai Rp 1 juta itu, kata Sekretaris Jenderal Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia Junaedi Sitorus, adalah hasil saweran sejawatnya yang miris melihat rencana KPK membangun gedung baru, tapi belum terpenuhi lantaran selalu dihalang-halangi oleh DPR.

“Kami menyumbang agar KPK dapat terus berjuang bekerja keras membasmi korupsi, dan jangan terhalang oleh ulah Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Junaedi saat mendatangi gedung Komisi, Senin (25/6/2012).

Junaedi yakin, jika pedagang kaki lima kompak patungan untuk KPK, lembaga anti korupsi itu bisa membangun kantor baru tanpa harus menunggu uluran tangan DPR. Ia memperkirakan, jika 54 juta warga Indonesia yang usahanya bergerak di bidang PKL sudi menyumbang yuran Rp 1.000 selama tiga hari, akan terkumpul duit Rp 162 miliar.

Ia menyebut dirinya dan kawan-kawannya sesama pedagang kaki lima hanya berharap KPK bisa segera mendapat gedung baru, sehingga misi pemberantasan korupsi tidak terhambat. Jangan sampai, kata dia, rencana KPK memiliki kantor baru terhalang ulah pihak lain yang alergi dengan KPK.

“Buktikan kerja KPK. Walau dengan segala kekurangannya, basmi terus koruptor. Jika perlu, hukum mati atau hukum gantung, dan tidak mentolerir mereka,” ujarnya.

Saweran para pedagang kaki lima, menurut Junaedi, dilatarbelakangi kegundahan lantaran ulah koruptor telah membuat rakyat hidup miskin. “Koruptor ”mematikan” PKL yang harus berjuang membiayai hidup dan pendidikan anak-anaknya,” kata dia.

Menyikapi penyerahan uang saweran tersebut, Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua, mengatakan lembaganya belum bisa menerima berapa pun duit sumbangan masyarakat. Meski sebenarnya komisi menyambut baik perhatian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Menurutnya, KPK baru akan membahas mekanisme sumbangan warga untuk gedung baru dengan cara meminta pendapat sejumlah pihak. “Saya kembalikan amlopnya. Tadi saya bilang akan mengontak mereka nanti kalau sudah ada mekanisme soal sumbangan dari masyarakat itu,” ujarnya.

Menteri BUMN Dahlan Islan sumbang 6 bulan gaji untuk pembangunan gedung KPK

Menyikapi ulah DPR yang tak kunjung menyetujui pengucuran dana untuk pembangunan gedung KPK, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memutuskan menyumbangkan gajinya sebagai menteri selama enam bulan untuk menambah dana pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia beralasan sikapnya ini untuk kebaikan bersama. “Saya secara pribadi menyerahkan gaji saya jadi menteri selama enam bulan untuk pembangunan gedung KPK,” kata Dahlan Iskan, Senin (25/6/2012).

Di tempat lain, Ketua DPR Marzuki Alie menepis anggapan kalau institusinya menjadi batu sandungan bagi terealisasinya pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ditemui wartawan di Kuala Lumpur setelah mengadakan kunjungan resmi ke gedung parlemen Malaysia, Senin (25/6/2012), Marzuki meminta semua pihak tidak emosional dalam masalah ini. “Jangan emosional, seolah DPR menghambat pembangunan gedung KPK. DPR tak pernah menghambat ” kata Marzuki menegaskan.

Menurut Marzuki, jika ada kebuntuan komunikasi antara KPK dengan Komisi III DPR, ia menyarankan KPK mengadakan rapat konsultasi dengan pimpinan DPR. “Saya sarankan KPK buat surat permohonan kepada pimpinan DPR untuk membuat rapat konsultasi agar kebuntuan komunikasi dapat segera teratasi” kata Marzuki. [KbrNet/Tempo/adl]

3 Tanggapan to “Dihambat DPR, Rakyat “Saweran” Bangun Gedung KPK”

  1. SEHARUSNYA ANGGOTA DPR CEPAT TANGGAP DAN MERESPON KEINGINAN RAKYAT UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG KPK YANG BARU…ANGGOTA DPR ADALAH BAWAHAN RAKYAT.

  2. Anonim said

    Udah… DPR g usah kasih aja…rakyat masih mampu kok bikin gedung buat KPK…g usah mengemis ke DPR

  3. Herry oroh said

    Saya setuju dengan atau di bangun kantor KPK.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: