KabarNet

Aktual Tajam

FPI Siap Jebloskan Ratna Sarumpaet ke Penjara!

Posted by KabarNet pada 27/06/2012

Jakarta – Ucapan SALAM adalah salah satu syiar dalam Islam yang paling populer. Baginda Nabi Muhammad SAW, telah memerintahkan kepada setiap MUSLIM untuk menyebarkan syiar ini. Karena mengucapkan SALAM kepada sesama muslim dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang. Mengucapkan salam berarti mereka saling menghormati dan mendoakan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Disinggung dalam Al-Quran, maksud firman Allah: “Apabila kamu diberi penghormatan dengan salam penghormatan maka balas-lah dengan yang lebih baik atau balas-lah dengan yang sebanding. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” [An Nisa’ : 86]

Perlu diketahui, bahwa kedudukan ucapan “ASSALAMU ALAIKUM” berbeda dengan ucapan selamat lainnya seperti: Selamat Pagi, Selamat Petang, Selamat Tinggal dan sebagainya. Perbedaan itu karena kedudukan ucapan “ASSALAMU ALAIKUM” dalam agama Islam merupakan INDENTITAS SEORANG MUSLIM.

Dalam sejumlah hadits shahih, Nabi Muhammad SAW, mengajarkan bagaimana seharusnya seorang muslim mengucapkan dan menjawab salam, yaitu dengan mengucapkan ‘ASALAMU ALAIKUM’ dan wajib menjawab ‘WA ALAIKUM SALAM’. Jelas sekali terlihat bahwa, di dalam Islam, ucapan ‘ASSALAMU’ALAIKUM’ adalah sebuah IDENTITAS yang menunjukkan bahwa pengucapnya adalah seorang muslim.

Baginda Nabi Muhammad SAW, bersabda, maksud Hadits: “HAK muslim pada muslim yang lain ada enam”, Lalu ada yang bertanya, ”Apa saja keenam hal itu?” Lantas beliau SAW, bersabda, maksud Hadits: Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya. Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya……. Dst, (Hadits Riwayat Muslim).

Oleh karena itu, pernyataan Olga Syahputra yang menyebut “ASSALAMU ‘ALAIKUM” sebagai UCAPAN PENGEMIS adalah PELECEHAN dan PENISTAAN AGAMA yang telah menyakiti umat Islam, karena Olga telah melakukan penghinaan terhadap ajaran Islam terkait ucapan salam tersebut.

Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Bin Umar Al Attas (Habib Selon) mengatakan, apa latar belakang Olga mengucapkan kata-kata penghinaan tersebut. Apakah dia mengatakan hal itu dengan sengaja, atau mungkin juga hanya karena faktor ketidaktahuan saja.

Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Olga untuk BERTAUBAT dan meminta MAAF kepada umat Islam. Karena hal ini merupakan persoalan besar yang dilakukan Olga di hadapan publik, maka Front Pembela Islam (FPI), meminta Olga harus menyatakan TAUBAT dan meminta MAAF kepada umat Islam secara resmi dan terbuka di hadapan publik.

Apabila Olga tidak meminta MAAF secara terbuka kepada umat Islam, maka berarti ada unsur kesengajaan dalam ucapannya itu. Kalau itu yang terjadi maka ucapan Olga tersebut bisa dikategorikan sebagai PENODAAN AGAMA yang merupakan suatu Tindak Pidana. Dalam hal ini FPI akan mengajukan tuntutan hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Penodaan Agama.

Solusi atas persoalan ini sebetulnya sangat sederhana. Yaitu, kalau Olga merasa bersalah karena tidak sengaja (tidak mengerti tentang kedudukan ucapan ‘ASSALAMU ALAIKUM’), maka silahkan meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, dan selesailah masalah.

Namun, solusi masalah yang sebetulnya sederhana itu menjadi meluas kemana-mana tatkala seorang aktifis liberal Ratna Sarumpaet melakukan intervensi ke dalam hal yang bukan urusannya, dan memfitnah Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Al Attas (Habib Selon) dan FPI melalui media massa.

Dibawah ini adalah salah satu berita fitnah terhadap FPI yang disebarkan oleh aktifis liberal SEPILIS Ratna Sarumpaet sbb:

Ratna Sarumpaet: FPI Ancam Olga, Demi Raih Keuntungan

itoday – Upaya Front Pembela Islam (FPI) yang mengancam komedian Olga Syahputra, lebih kepada kepentingan tertentu, salah satunya urusan materi.

Komentar itu disampaikan pengamat budaya Ratna Sarumpaet kepada itoday (25/6) menyikapi ancaman FPI terhadap Olga Syahputra yang dianggap melecehkan Islam. Olga dalam banyolannya menyebut salam ‘Assalammu Alaikum’ sebagai ucapan pengemis.

“FPI di belakang meja selalu ada kepentingan. Kalau saya ngomong begini dibilang fitnah. Saya bergaul dengan orang-orang yang telah diperlakukan tidak manusiawi oleh FPI. Kita punya sejuta alasan untuk membubarkan FPI. FPI kerjanya hanya bikin gara-gara. Polisi kelihatan bodoh, presiden juga kelihatan bodoh, semua bodoh gara-gara FPI,” tegas Ratna.

Menurut Ratna, masalah Olga hanya masalah kesalahan teknis. “Saya yakin Olga tidak ada niat melecehkan. Saya kenal Olga. Olga tidak punya kepentingan. Saya anggap Olga tidak salah, dia tidak mungkin melecehkan Islam. Menyatakan salam seperti pengemis, kalau tidak dilihat dari konteksnya, akan jadi sensitif. Mari berlapang dada saja, ini hanya kesalahan teknis,” tegas Ratna.

Ratna juga mengingatkan agar Olga hati-hati jika berkaitan dengan agama, apalagi salam ‘Assalammu Alaikum’. Persoalan agama memang sensitif. Semua pihak bisa mencari-cari kesalahan dengan mudah karena sensitifnya agama.

“Buat saya, tugas KPI itu apa sih? Saya tidak ngerti, apakah jika Olga salah langsung ditabok? Rakyat harus dididik melihat konteks. Di satu pihak, saya minta warga yang memprotes untuk melihat konteks dan jangan menghakimi,” kata Ratna.

Lebih jauh Ratna juga meminta agar semua pihak berhati-hati karena masalah agama sering dipakai pihak-pihak tertentu untuk mengadudomba.

Secara khusus, Ratna juga mengecam sikap reaksioner Ketua FPI DKI Jakarta Habib Selon. “Selon kalau ngomong tidak pernah mikir. Selon merasa dirinya tokoh, tetapi sebagai tokoh tidak melihat persoalan secara dewasa. Ini orang selalu memanas-manasi kelompoknya saja. Kalau FPI mau membawa kasus ini ke masalah hukum, silahkan saja,” pungkas Ratna. (*)

Tuduhan Ratna Sarumpaet yang mengatakan bahwa FPI punya KEPENTINGAN MATERI dalam kasus Olga adalah FITNAH KEJI terhadap ormas FPI. Oleh karenanya, FPI akan membawa tudingan tak berdasar yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet tersebut ke ranah hukum atas fitnah terhadap FPI yang sudah disebar-luaskannya lewat media massa.

Menurut Habib Salim Bin Umar Al Attas, selaku Ketua FPI DKI Jakarta terkait tuduhan, bahwa saya selalu memanas-manasi kelompok saya, maka justru Ratna Sarumpaet-lah yang suka memanas-manasi masyarakat dengan menebar kebencian dan melawan pemerintah. Siapa pun tahu bahwa banyak mahasiswa yang ditunggangi oleh Ratna Sarumpaet untuk berdemonstrasi buat kepentingan diri dan kelompoknya. Jadi yang sebetulnya, Ratna Sarumpaet dalam hal ini seperti maling yang berteriak maling.

Dalam ucapan-ucapannya di media massa, Ratna Sarumpaet mengatakan ada SEJUTA alasan utk membubarkan FPI. Rupanya yang bersangkutan tidak sadar bahwa Habib Salim Selon pun memiliki SEJUTA SATU alasan untuk menjebloskan Ratna Sarumpaet ke dalam penjara.

Jawaban Resmi Untuk MEDIA dari Habib Salim (Selon) Alattas :

  1. Pernyataan Olga yang menyebut “ASSALAMU ‘ALAIKUM” sebagai ucapan PENGEMIS adalah PENISTAAN AGAMA yang telah menyakiti umat Islam.
  2. Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Olga untuk taubat dan minta maaf. Ini persoalan besar yang dilakukan Olga di hadapan publik, sehingga Olga harus menyatakan taubat dan minta maafnya secara resmi dan terbuka di hadapan publik juga.
  3. PENODAAN AGAMA adalah Tindak Pidana, maka FPI akan memprosesnya secara hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.
  4. Soal Tuduhan Ratna Sarumpaet, bahwa FPI punya KEPENTINGAN MATERI dalam kasus Olga adalah FITNAH, sehingga FPI juga akan memproses hukum Ratna Sarumpaet atas fitnah yang sudah disebar-luaskan lewat media Elektronik.
  5. Soal tuduhan bahwa saya selaku Ketua FPI DKI Jakarta selalu memanas-manasi kelompok saya, maka setahu saya justru Ratna Sarumpaet yang suka memanas-manasi masyarakat untuk benci dan melawan pemerintah, dan banyak mahasiswa yang ditunggangi untuk demo buat kepentingannya. Jadi Ratna Sarumpaet ini adalah MALING TERIAK MALING.
  6. Kalau Ratna Sarumpaet mengatakan ada SEJUTA alasan untuk membubarkan FPI, maka saya juga katakan ada SEJUTA SATU alasan untuk jebloskan Ratna Sarumpaet ke penjara.

Jakarta, 06 Sya’ban 1433 H/ 26 Juni 2012 M.

Habib Salim Bin Umar Al Attas/ Habib Selon
(Ketua DPD FPI DKI Jakarta)

Source: fpi.or.id

81 Tanggapan to “FPI Siap Jebloskan Ratna Sarumpaet ke Penjara!”

  1. Anonim said

    Ass.wr.wb…sbg manusia kadang dihinggapi khilaf..tdk ada manusia yg sempurna…mudah2an Olga sdh menyadari dan sy yakin Olga sbg seorang muslim yg mempunyai jiwa dan perasaan yg lembut insyaallah sdh langsung bertaubat kepada Allah SWT..amin3x YRA

  2. Suara Nurani said

    Memang sebaiknya FPI dibubarkan saja … sebab FPI adalah VIRUS PEMECAH BELAH BANGSA … Antek sesat dari Kaum Wahabi yang dinegerinya sendiri DITOLAK KEBERLANGSUNGAN ORGANISASINYA!!!

  3. †Anonymous† said

    HAHAHAHAAH BUSYET CUMA MASALAH SALAM AJA KAYA INI AKIBATNYA<<OK BUAT ISLAM SEMUA SELURUH DUNIA GW KASI SALAM ASOLOLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE

  4. Anonim said

    fpi benar-benar humas yang efektif bagi pencitraan umat islam… lanjutkan!!!

  5. I LOVE ALLAH said

    setuju apa yg d katakan Ratna Sarumpet, bersikaplah lapang dada… dan qt sebagai manusia kadang khilaf apa yg qt lakukan. ALLAH saja maha pemaaf masa FPI ga bs bersikap Sabar+Lapang dada+Bijaksana untuk menanggapi kasus Olga…. FPI jangan malu2in agama Islam ayow berpikirlah secara luas jangan tergesa2 dlm mengambil tindakan…
    You did not come to this life with your own will. also, you will not leave this world with your own will. Then why life this life according to your own will? A Muslim is he who submits himself to the will of ALLAH S.W.T….

  6. Anonim said

    semua orang punya hak untuk memberi penilaian terhadap FPI, tapi bagi seorang muslim / muslimah sejati FPI adalah ujung tombak dalam suatu perjuangan….COBA KITA RENUNGKAN ” sudah sampai dimana keislaman kita….
    maju terus FPI… bebaskan negeri ini dari pengaruh orang2 SEPILIS.

  7. Anonim said

    FPI,, kalo bertindak ini itu mikir dulu donk,,kalo ga pake mikir jgn bawa2 islam,,bawa aja nama sndr,,ga apke embel2,,islam bukan FPI,, apeek deeeh…olga berulah ,ditegur baik2 boleh aja,,tp ga usah main menghakim
    i segala,, LU KAN BUKAN TUHAN

  8. Anonim said

    Saya ingin menjadi kafir bila FPI terus-terusan begini . .

  9. kesadaran jiwa said

    ada kagak anggota fpi yg tak merasa berdosa u/ menghakimi si olga…??!

    gw yakin,,,
    pasti kagak ada. belagak aja sok tak berdosa sebagai penghakim. wkwkkwkw….|o|

    sampah kok teriak sampah….. |o|

  10. ordni said

    Makanya, bubarkan saja FPI; organisasi tak berguna – hanya menakut nakuti orang hidup, bikin onar dsb – misinya yg sebenarnya apa ?? mewakili siapa dan apa untuk menindas siapa ? itulah arah jawabannya.
    Indonesia sebelum 1962 damai dari keonaran berkedok kesakralan agama tanpa tanpa FPI.

  11. Anonim said

    ane gak terlalu senang ama si olga tapi ane lebih gak senang ama FPI yg selalu sok2an menghakimi orang dan selalu membawa2 nama islam.

    ….urus saja moral mu, urus saja akhlak mu …. (iwan fals)

  12. Anonim said

    ayo.. penjarakan ratna kutukupret eh salah ratna babi ngepet beserta kafir-kafir pendukungnya… sialan kafir2 makin besar kepala aja…

  13. Anonim said

    FPI ini kelakuannya kayak anak2 kecil dng ego tinggi n gak di ajar ortunya ckckc…

  14. Anonim said

    Sebagai orang yg beragama. Harus bersyukur masih ada orang/lembaga yg mengingat atas kesalahan atau ke khilafan kita. daripada malaikat nanti yg mengingat kita.

  15. Anonim said

    untung baru FPI yg tegor olga paling cuma dicaci maki dan disuruh bertaubat, coba klu Allah yg tegor olga……bisa2 nyungsep, gosang nantinya. cepet2 bertaubat…..sebelum ajal menjeput.

  16. Perkataan seseorang akan menunjukkan kemampuannya “berpikir”

  17. ...................... said

    Ratna sarumpaet muke lho serem kayak hantu, cocok lu jadi penghuni sel tahanan…

  18. Frost said

    kalian yg teriak teriak sebenernya ga ngerti apa itu as-salamu alaykum. yg ngomong as-salamu alaykum itu ga cuma orang Islam. Kristen, Katolik, atau Judaism yang tinggal di Arab semua ngomong begitu. Makanya kalo belajar agama jangan setengah-setengah. As-salamu alaykum artinya ‘Kedamaian bagimu’… dan itu bahasa Arab, bukan Islam. Coba aja ke Afrika sana, disana juga ngomong As Salamu Alaykum.
    http://en.wikipedia.org/wiki/As-Salamu_Alaykum

  19. NU Tulen said

    Kasian Ratna Sarumpaet ini, saking terlalunya membenci FPI, sampai-sampai dalam kasus Olga Justru FPI yang disalahakan…. Padahal kalau dilihat dan dipikir secara jernih…. Olga tinggal minta maaf saja ke Publik masalahnya pasti beres dan FPI tidak bakal melaporkan ke Polisi… dalam hal ini wajar kok kalau Olga minta maaf ke Publik karena dia memang salah dan sering berbuat seperti itu… Justru si Sarumpaet ini yang membuat masalah jadi melebar kemana-mana… hampir saja terpengaruh oleh pembicaraannya… Tolong Ratna, anda seorang wanita dan mungkin anda seorang ibu seharusnya anda memberikan nasehat yang bijak kepada si Olga agar mau meminta maaf pada Publik terutama dengan masyarakat Islam Indonesia bukan malah menguatkan Si Olga seolah-olah tidak ada masalah yang akhirnya malah masalah tersebut melebar kemana-mana… Apakah karena yang melaporkan hal tersebut FPI sehingga anda kekeh atau PENGKU (kata orang Jatim) membela hal yg keliru?
    Sebenarnya saya juga akan melaporkan Olga pada KPI dan Polisi tapi karena saya sudah merasa FPI mewakili saya sbg Ummat Islam saya rasa sdh cukup… Kalau laporan FPI tidak ditanggapi oleh oleh Olga, KPI dan Polisi saya sebagai ummat Islam juga akan melaporkan hal tersebut

  20. Alwi Ali said

    Yang sgt mengherankan Habib Rizieq Shihab yg memiki cukup ilmu, kenapa membiarkan si selon berkoar2 atas nama agama.

  21. Kaum Iblis yang melecehkan Islam sepertinya tak pernah puas……

  22. Anonim said

    Lanjutkan terus FPI, penjarakan itu si sarumpet..

  23. Anonim said

    Ie nich fpi udeh ambil nih haknya TUHAN masa fpi udah melebihi TUHAN. ati – ati fpi klo kasih comentar mane tau nich besok lo malah dipentung ama ORGIL

  24. joko said

    Memang dialektika haq dan batil akan selalu ada dan terus terjadi sampai hari akhir nanti, berusahalah untuk menjadi pendukung al Haq (kebenaran dg standart Ilahiyah), terus berjuang bersama para penerus kebenaran dan lawan kebatilan. Kalau ada kemunkaran benarkan dg kekuatanmu, kalau tidak mampu dengan lisanmu,kalau tidak mampu juga dengan hatimu, dan itu selemah-lemahnya iman. Selamat berjuang terus FPI.

  25. Anonim said

    yg ngomong as-salamu alaykum itu ga cuma orang Islam. Kristen, Katolik, atau Judaism yang tinggal di Arab semua ngomong begitu. As-salamu alaykum artinya ‘Kedamaian bagimu’… dan itu bahasa Arab, bukan Islam. Coba aja ke Afrika sana, disana juga ngomong As Salamu Alaykum.
    http://en.wikipedia.org/wiki/As-Salamu_Alaykum

    sungguh tidak tepat anda merasa tersinggung karena hal begini, logikanya dimana?
    Harusnya anda yang minta maaf karena telah bikin susah orang lain. Dan kalau ada orang yang bikin salah harusnya anda secara baik2 ajak ke jalan yang benar, bukannya di maki. belajar agama jangan setengah2, nanti jadinya cuma sok beragama.

  26. PEDULI BANGSA said

    Bentuk represi dari jaman orde baru memang tdk berubah, hanya berganti topeng. Sensitivitas lebay. Korupsi, pembodohan atas nama agama, dan seruan nama Tuhan untuk membunuh dan perbuatan ketidakmanusiawian tidak dianggap penodaan thdp agama. Tidak hanya bernegara, beragama pun kita gagal..

  27. Ratna sarung paet gambaran penjajah era modern,

    Setiap berhubungan dengan penistaan islam, dia berada tepat di balik sang penista,

    Untuk umat Islam, lebih pintar menilai sebuah masalah, yang benar hanyalah Allah, Alquran, hadist Sahih, para Nabi. Jika Alquran mengatakan sesat, haram, dosa, maka itulah kebenaran.

    Mungkin seorang Ratna sudah merasakan betapa nikmatnya rayuan Setan,hingga berani berbuat nista, Mari kita menjaga, saudara, keluarga dan diri kita dari rayuan setan dunia

  28. where's justice?? said

    FPI : udah pada suci…gk pernah dosa ya?? Mengingatkan dengan lembut dan memaafkan bukan ajaran Islam ya? Cara membela yang benar, ikut dialog, bicara lembut dgn olga…Olga pasti mau minta maaf….

    Yang di atas ane ini koplak juga, Ratna emang udah salah kasi pendapat tanpa bukti. Tp soal agama itu bisa buat adudomba, benar. Contoh? Ambon.

  29. anonymous said

    Agama itu udah kuno, apalagi brantem gara2 sesuatu yg ga bisa diliat dan cuma kita tau berdasarkan cerita orang dulu. Science is the new God!

  30. RAJA INFO said

    (1) Tertulis pada arikel di atas:
    {copas}
    Solusi atas persoalan ini sebetulnya sangat sederhana. Yaitu, kalau Olga merasa bersalah karena tidak sengaja (tidak mengerti tentang kedudukan ucapan ‘ASSALAMU ALAIKUM’), maka silahkan meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, dan selesailah masalah.

    http://id.omg.yahoo.com/news/olga-syahputra-dilaporkan-ke-kpi-062852409.html

    http://id.omg.yahoo.com/blogs/blog-editor/15-ribu-orang-tidak-bisa-memaafkan-olga-syahputra.html

    —>>> Olga udah minta maaf. MASALAH SELESAI! KASUS INI DITUTUP.

    _____________________________

    (2) Tertulis pada arikel di atas:
    {copas}
    Namun, solusi masalah yang sebetulnya sederhana itu menjadi meluas kemana-mana tatkala seorang aktifis liberal Ratna Sarumpaet melakukan intervensi ke dalam hal yang bukan urusannya, dan memfitnah Ketua DPD FPI DKI Habib Salim Al Attas (Habib Selon) dan FPI melalui media massa.

    —>>> INILAH YANG BELUM SELESAI krn oleh FPI dibawa ke ranah hukum dgn tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik

  31. あっちゃん said

    selon itu siapa sih? kok kalo ngomong kaya orang ga pernah dikasih pendidikan KWN/PKN?

    cara jawabnya itu lho. kaya anak kecil lagi berantem. -_-;

    paling epic waktu dy bilang “Olga tak pantas hidup di bumi”

    Tuhan ya dia?

  32. jack said

    mulutmu harimaumu………………………….. sadarlah, aku bukan FPI, Aku Bukan Olga, Aku Bukan Ratna Sarumpaet, tapi aku siap jihad bagi yanyg melecehkan agama Islam, assalamu alaikum wajib dijawab, tidak diganti dengan ucapan pengemis, apalagi itu acara live dilijat oleh masyarakat, buat mas olga bertaubatlah

  33. Anonim said

    : ini lagi akibat dari tak terpakainya PANCASILA secara murni dan konsekwen. Itulah sumber pokok permasalahan dari semua kemelut “ketidaksejahteraan” hidup di Indonesia. Akibatnya antar sesama rakyat saling berjibaku membela “sesuatu” yang di nilai sebagai kekayaan terakhirnya. Hidup penuh kecemasan dan curiga. Tidak ada lagi musyawarah untuk mufakat. Jujurlah kita melihat semua kenyataan ini, bahwa semua pihak, siapapun itu, berlomba kini menjadi nomor satu. Walaupun itu harus menggusur, menghisap harga tenaga rakyat, memanipulasi, dan lain-lain dengan berbagai alasan yang “mulia” Contoh seperti “kebijakan” menghapus becak di Jakarta dulu. Adakah rakyat yang kehilangan mata pencaharian nya itu terpikir untuk dibantu alternatif pengganti nya setelah becak tiada? Kejamnya semua diam tak menggubris. Musyawarah untuk mufakat harus kita akui “telah hilang” dalam pencapaian harmonisasi hidup berbangsa dan bernegara. Salam.

  34. Untuk kabat Net kobarkan terus berita fakta yang tidak pernah diangkat media sekuler, dan tetap waspada, banyak orang – orang Ratna Sarung paet yg mulai berkomentar.yang tatapanya silau oleh uang, dan hatinya tertutup oleh doktrinisasi sang penista.

    Muslim bersatu ta bisa dikalahkan.

  35. agus karim said

    RATNA SARUMPET GOO TO HELL

  36. someone said

    cuma Islam aja yang dikit-dikit tersinggung, urusan salam jadi masalah apalagi kalo nabinya dihina. coba agama-agama lain seperti apa diperlakukan sampai dilarang beribadah, gerejanya dibakar, dirusak dst..apa mereka heboh spt kebakaran jenggot apalagi angkat pedang….
    betul-betul agama damai 😦

  37. Anonim said

    satu lagi pelajaran: kalau akan menjalankan kepentingan pribadi mohon tidak menggunakan atribut/identitas suatu kaum, karena baik buruk kepentingan kita akan penjadi penilaian tersendiri bagi kaum itu. Berjualan monggo, menawarkan jasa silahkan asal pakai identitas dan cara elegan mu sendiri

  38. !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! said

    fpi gw yakn bakal konsisten dengan kata2nya,
    olga mahh bukan sekali dua kali dapat kasus kayak gini dan masih aja kagak didengerin
    emang dasar olga nya aja tuhh yang nggak punya kuping kali yee
    fpi lanjutkan kasusnya !

  39. qahwasitompul@yahoo.co.id said

    FPI LANJUTKAN KASUSNYA, DIMATA HUKUM AKAN KELIATAN SIAPA YANG BENAR SIAPA SALAH, UMAT ISLAM DIBELAKANG MU.

  40. Maria Sitompoel said

    Olga,, kamu untuk kedepan harus berhati hati untuk bicara, ucapan kamu menyinggung perasaan ummat Islam, untuk kasus RATNA SARUMPAET lanjutkan ke meja hijau.

  41. Saya sangat setuju kalau Fpi dibubarkan taoi dengan catatan, setelah dibubarkan masyarakat indonesia bebas bertukar pasangan suami istri,misalnya anda punya istri berarti istri gue juga, dan kalau ada wanita lewat didepan umum bebas untuk diciumi dan diperkosa, ha,,ha,,ha,
    enak tenan ???

    Hidup Liberal waktunya menikmati PSK harus gratis, dan selamat bertukar-tukaran istri, bila anda ibunya masih muda pun berarti bukan milik bapakmu,,

    Istrimu adalah istriku, ibumu adalah pemuas nafsuku,,Oke !!

  42. Anonim said

    untuk tanggapan no.1 jangan menulis Ass.wr.wb (Ass=Pantat) coba ketik di terjemahan google inggris ke indonesia. artinya sangat beda. ucapkan atau tulislah yang lengkap
    Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarikatuh

  43. Anonim said

    ASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

  44. CITSONGA said

    Solusinya:
    1.Olga agar diboikot utk penampilan disemua TV,krn selalu merendahkan/melecehkan org lain,dan caranya yg sangat norak klw jd presenter,entah dia laki atw cewe.org gak jelas gitu kok dipake?
    2.Ormas2 yg mengedepankan anarkisme Bubarkan saja,klw tdk RI akan terpecah belah,apalagi dibawah penguasa yg Korup & Pemimpin yg tdk punya ketegasan spt sekarang ini!!. Hayo siapa berani???

  45. Anonim said

    maju terus wahai mujahid ALLAH SWT,ingat BIB,bidadari menanti kita di surga,

  46. bjonk cool from jelambar said

    kami mendukung sepenuhnya perjuangan para MUJAHID ALLAH SWT,ALLAHU AKBAR!!!!

  47. Acep Nani said

    Aku mendukung FPI yang tidak bertindak secara anarkis dan menempuh jalur hukum. Bagus. Sikap seperti ini akan memperbaiki citra FPI. FPI tetap harus eksis!!!!!!!!

  48. Anonim said

    FPI >>> TAI KUCING

  49. dontjudgemyrules said

    sangat setuju sama Ratna Sarumpaet , saya juga yakin Olga pasti tidak bermaksud melecehkan islam . kalau tidak dilihat dari konteksnya, akan jadi sensitif. Mari berlapang dada saja .

  50. ustadz nyleneh said

    ANJING LOE SEMUA…………….GAK USAH LOE SEMUA BERTENGKAR SESAMA BANGSA SENDIRI……. BANGSAT…………….SAMA BANGSA SENDIRI AJA BERTENGKAR GIMANA LAGI KALAU LOE SEMUA NGADAPI NEGARA LAIN?????????????????????????

  51. ustadz nyleneh said

    ANJING LOE SEMUA…………….GAK USAH BERTENGKAR SESAMA BANGSA SENDIRI…………..BANGSAT………..SAMA SESAMA NEGARA SENDIRI BERTENGKAR GIMANA LAGI KALAU MENGHADAPI NEGARA LAIN

  52. Abah Anom said

    dutdut>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

  53. Abah Anom said

    pusing gini aja jadi rame…….aya….aya…wae ente dan anti

  54. apasaja said

    saya saja sebagai umat islam yang dilahirkan di INDONESIA engga suka sama FPI!!
    Katanya negara Demokrasi?? Masyarakatnya bebas berpendapat?

  55. kalau para saudara kita yang salah, hendaknya kita ingatkan.. supaya dia menyadari akan kesalahannya dan mengklarifikasinya…
    contohnya,, klo anak kita yang kecil hendak masuk sumur yg dalam yg akan membuatnya dalam keadaan berbahaya..
    tentunya kita wajib mengingatkannya atau langsung menggendongnya ke tempat yang aman…
    tentu akan lebih berbahaya jika kita tidak bereaksi dan bertindak dengan segera..
    itulah salah satu fungsi bersaudara…

  56. anomali said

    ratna sarumpaet pura2 jadi muallaf,,,,dan masuk islam liberal,,dengan masuknya dia di islam liberal,,,,maka dia sangat bebas menghujat islam,,,kalo dia masih di aagamanya yang dulu dia tidak akan berani bersuara lantang,,,kita ssebagai umat islam harus berhati hati dengan gerak gerik ratna ini,,,dia sepertinya mempunyai niat jahat baik kepada keutuhan negara NKRI maupun islam pada umumnya,,,,mari kita menegakkan islam,,,,orang ini sangat berbahaya bagi bangsa dan islam,,,,,,setiap langkah dan pandangannya akan selalu berusaha kontradiksi dengan kebaikan,,,,dia mempunyai rencana besar menghancurkan bangsa kita,,,,sekali lagi mari kita awasi terus langkah2nya di media

  57. Assalamu’alaikum…
    Mw sedikit berkomentar dari komentar dbawah” ane,kok mereka mencari arti assalamu’alaikum dari situs wikipedia yah??sbnarnya mereka itu mengimani apa?bung,bang,pak,bu..tolong hormati kepercayaan kami,kamipun bisa hormat kpd ap yg anda percayai dan tdk menggunjing apa yg ada imani..saling menjaga.FPI hny minoritas Islam yg sedikit mewakili suara hati umat Islam Indonesia,thanks smga kalian baca comment saya.wassalam

  58. Anonim said

    FPI mungkin dulunya didirikan sevagai lembaga yang memiliki fisi misi yang sangamemvangun,,
    dan untuk masa kini FPI seolah mendudukkan dirinya sebagai sekolompok orang yang suci dan tanpa nista,
    hingga aparat kepolisian, penegak hukum lainnya, bahkan prmimpin tertinggi di negara ini tunduk dan tal berkutik kepada FPI..

    hanya mengingatkan :
    bagi kamu orang yang suci dan tanpa noda nista si titik pun, kamu berhak menegur bahkan melempar orang bersalah dengan batu !!

    APAKAH KAMU SUDAH SUCI ??

  59. narnia said

    FPI mungkin dulunya didirikan sevagai lembaga yang memiliki fisi misi yang sangamemvangun,,
    dan untuk masa kini FPI seolah mendudukkan dirinya sebagai sekolompok orang yang suci dan tanpa nista,
    hingga aparat kepolisian, penegak hukum lainnya, bahkan prmimpin tertinggi di negara ini tunduk dan tal berkutik kepada FPI..

    hanya mengingatkan :
    bagi kamu orang yang suci dan tanpa noda nista si titik pun, kamu berhak menegur bahkan melempar orang bersalah dengan batu !!

    APAKAH KAMU SUDAH SUCI ??

  60. parmalim said

    negara maju tergantung pemimpinya kalau presidenya bodoh dan tkut beginilah

  61. hutahaean said

    Lebih baik saling memaafkan dari pada saling menghujat. Tidak ada satupun manusia yang sempurnya, sebab kesempurnaan itu milik ALLAH saja. FPI berhak untuk hidup dan meluruskan setiap kesalahan, yang ditegor hendaknya jangan tersinggung dan marah. Cara mereka memang terkadang keras, tetapi itupun harus kita hormati karena itu sudah menjadi ciri khas mereka. Bukan berarti ISLAM itu keras atau arogan.

  62. GuTsy said

    Demi Allah sy tidak suka FPI, skrg bukan jaman perang lg..,
    saya yakin FPI itu Beraninya hanya keroyokan..,

  63. Ratna Sarumpaet itu liberal…maunya liberal itu semua orang bebas melakukan apapun yg ingin dilakukan. Menurut JIL mau zinah, mau murtad, mau homo, mau menginjak-injak Alquran terserah orang aja. ujung2nya iu semua Hak asasi manusia. mrk sangat mengagung-agungkan HAM sesuai instruksi dari AS. Padahl anteknya pelanggar HAM itu AS jg. Makin sesat orang, duit mengalir makin banyak buat orang2 liberal. makanya gak kagegt kan, Olga dibelain. Kalau Olga tidak peduli, kita tunggu teguran Allah padanya. Dan saya sangat mendukung FPI untuk memperkarakan orang spt Ratna ini. klo tidak ada organisasi spt FPI yang melawan kemungkaran, tujuan JIL menghancurkan islam tidak akan ada yg menghalangi. hidup FPI!!!! Berkah Allah bersama FPI. amiiiin

  64. Anonim said

    hidup FPI…..allahuakbar3x……..

  65. ilove jesus said

    kuntilanak…..sarung kejepet…itu pura pura masuk islam padahal ada skenario besar untuk menghancurkan islam agar terpecah belah, kita ingat dia adalah penggerak demo anti pemerintahan yg sah.jd dia adalah biang kerok penggerak demo atas nama kebebasan berekpresi. hanya media liberal lah yg memberi julukan pengamat budaya, padahal si sarung kejepet ini tak berbudaya,mendkung para istri istri anda untuk telanjang atas nama kebebasan, waspada dengan gerombolan liberal.penjual kedaulatan negara kesatuan republik indonesia, kepada bangsa asing demi dollar……..

  66. Anonim said

    Klo tdk gerti artiunya liberal jgn ikutan sok tau ok.

  67. bubu pakebu said

    olga kan tidak berniat melecehkan Islam. dia gak sengaja dan gak tau, tapi ucapannya telah “salah dan melecehkan” Islam. walau tidak sengaja, layaknya orang salah, ya harus minta ma’af.

    nah yg bingung itu si trompet itu plopesinya apa ya??

  68. taUbat said

    RATNA SARUMPAET KELUARKAN PETISI BUBARKAN FPI

    01-01-2013 19:39

    Jakarta, Seruu.com – Karena resah dengan aksi – aksi anarkis yang dilakukan oleh Ormas yang mengatasnamakan Agama ini sejumlah aktivis membuat sebuah petisi yang ingin diteruskan kepada Presiden SBY dan Kapolri.

    Petisi yang dibuat oleh budayawan Ratna Sarumpaet ini dimuat dalam sebuah alamat website http://www.change.org. Dalam pernyataannya itu, Ratna mengungkapkan beberapa alasan kenapa FPI harus dibubarkan. Petisi tersebut dibuat untuk mencari dukungan dengan memparaf di dalam petisi tersebut.

    Inilah isi petisi yang dibuat oleh sejumlah aktivis yang menuntut pembubaran FPI :

    Adalah mustahil mengingkari amanat konstitusi bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat merupakan hak azasi manusia yang dilindungi undang-undang.

    Namun menjadi persoalan besar ketika hak azasi itu dipakai oleh Front Pembela Islam (FPI) untuk menekan hak azasi pihak lain, bahkan dalam jumlah yang mayoritas juga berkeinginan untuk berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat, bebas menganut agama serta beribadah sesuai ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing.

    
Sejak pertama beridri awal reformasi, rakyat menyaksikan dan media mencatat, FPI telah ratusan kali mengganggu keamanan / ketertiban, menyebarluaskan permusuhan dan kebencian antar suku, agama, ras, gender dan antar golongan bahkan perorangan.

    “FPI punya Laskar Pembela Islam (LPI), sayap paramiliter yang bertugas melakukan aksi-aksi kekerasan FPI dan itu diketahui Pemerintah/Kepolisian”.

    Meresahkannya perilaku FPI sudah berulangkali melahirkan tuntutan masyarakat agar Pemerintah membubarkan Ormas ini. Namun disinilah letak masalahnya. Negara/Polisi, termasuk Presiden seolah tidak punya wibawa menghadapi FPI. Seolah tidak punya kemauan membubarkannya, sampai-sampai kita merasa ada unsur kesengajaan atau pembiaran.

    Berikut 3 (tiga) contoh dari ratusan perilaku FPI yang menunjukkan Ormas ini terang-terangan menghina Negara. 


    1. Saat Pembuatan Film Lastri di Solo (2008), FPI menginjak-injak izin Produksi yang dikeluarkan Mabes Polri, dilakukan di depan mata para anggota Polri, namun Polisi diam.

    2. FPI mengancam akan bikin rusuh apabila Konser Lady Gaga digelar, Juni 2012, Polisi diam. Padahal Ancaman/terror adalah tindak pidana. Mana mungkin hal sesederhana itu tidak dipahami Polri. 


    3. FPI mengancam akan menggagalkan Natal di Semarang, Desember 2012, Polri menghadapinya dengan mengerahkan pasukan, yang pasti menelan biaya mahal dan tetap meresahkan. Padahal ancaman FPI sudah jelas adalah pelanggaran Hukum.

    Presiden SBY sendiri dua kali mengeluarkan pendapat mengenai ormas brutal.

    Pertama, pada perayaan hari Pers Nasional di Kupang NTT, 2011. Meski tak menyebut nama organisasi, Presiden memerintahkan agar organisasi massa yang menciptakan keresahan ditindak tegas, jika perlu dibubarkan. Sayang, Presiden hanya berhenti di pernyataan. Tidak diikuti dengan pengawasan, apakah perintah dalam pernyataannya dipatuhi aparatnya. Padahal tahun 2011, Mabes Polri mencatat, FPI melakukan aksi kekerasan dan pelanggaran hukum sebanyak 29 kali dari total seluruhnya 51 kali pelanggaran yang dilakukan seluruh ormas di Indonesia.

    Kedua, dilontarkan saat jumpa pers di Istana Negara, 13 Maret 2012. Presiden menyatakan ormas yang dianggap paling sering melakukan aksi kekerasan adalah Front Pembela Islam (FPI). Celakanya, Presiden hanya meminta FPI melakukan instrospeksi diri padahal introspersi diri adalah selemah-lemahnya gagasan dalam mengatasi kelompok sebrutal dan sesemena-mena FPI. Sialnya lagi, Presiden hanya meminta FPI melakukan introspeksi diri, tanpa meminta Pemerintah, dalam hal ini Kepolisian untuk melakukan introspeksi diri.

    Karena perubahan tidak akan turun begitu saja dari langit kecuali rakyat bangkit merebutnya, maka masyarakat Indonesia seharusnya menuntut dengan tegas pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

    “Membiarkan brutalitas FPI sama artinya dengan menghancurkan ke-Indonesia-an, dan menghilangkan nilai-nilai keadaban yang terangkum dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.”

    Secara yuridis pembubaran ormas brutal dimungkinkan dengan UU No 8/1985 tentang Ormas dan PP No 18/1986. Alternatif lain, dapat ditempuh melalui jalur pertanggungjawaban pidana korporasi. Korporasi, termasuk Ormas, sebagai suatu sistem harus dapat dipertanggungjawabkan fungsi sosialnya. Cara lain, seperti pernah dilontarkan ketua MK, Mahfud MD, pembubaran FPI tidak membutuhkan pengadilan. Cukup aparat kepolisian menyatakan aktivitas FPI dihentikan. Cara ini lebih efektif karena efisien dalam proses, terutama karena FPI tidak pernah terdaftar berbadan hukum formal. Ratusan tindakan brutal FPI selama ini bisa dijadikan dasar untuk meminta FPI menghentikan aktivitasnya.

    Beranjak dari pemikiran-pemikiran di atas, Ratna Sarumpaet Crisis Center melayangkan petisi ini pada seluruh rakyat / warga Negara Indonesia yang menghendaki pembubaran FPI, agar menandatanganininya untuk kemudian dilayangkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, c.q Kapolri, “Agar segera membubarkan Front Pembela Islam (FPI) serta membebukakan aktivitas-aktivitas kriminalnya.”

    Kepada Bapak Presiden SBY dan jajarannya kami ingin mengingatkan agar tidak ragu. Seluruh rakyat menghendaki bangsa ini memiliki kehidupan yang wajar, memiliki hubungan antar masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan damai, dan untuk kepentingan itu seluruh rakyat ada di belakang Bapak dan jajaran Bapak.

    Demikianlah petisi ini kami buat, dengan memohon pada Allah SWT agar melindungi bangsa ini untuk selamanya, amien.

    Ratna Sarumpaet

    Untuk:

    Presiden RI – Susilo Bambang Yudhoyono, Istana Negara Republik Indonesia
    Pimpinan POLRI – Timur Pradopo, Markas Besar Kepolisian Indinesia / POLRI
    Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia
    Bubarkan PFI Segera !.

    [Change/Wr]

  69. J.Sianturi said

    Kalau mengenal Tuhan, semoga mengenal :Damai, Cinta dan Kasih ! Kalau bikin kacau kan gampang ! Bikin Damai yg repot .Tetapi contoh sudah kita lihat spt: Rusia sdh terbuka, Jerman sdh bersatu. EROPAH Timur dan Barat sdh terbuka. Kapankah Indonesia kita terbuka ? Tentang kata Salam >Shalom /Jahudi, Salam/India, Salamat/Philipin, kita Ind. jadi Selamat ! Semoga dlm hati kita meresap apa itu Panca Sila !

  70. lalu rakuti said

    tolong jaga mulutnya
    Anonymous ,,,itu antek-antek provokator…..jahit mulutnya…Anonymous..tuh..ngucam salam tapi ko’ bilang anjing..kamu yang anjing,,babi,,bangsat….

    menurutmu spele yah mengucapkan salam tu….?? ne dah hasil adu domba dari agama non islam…..saya tau…kamu bakalan jadi musuh kami sampai kiamat.

    sesungguhnya ……………?…………dan………..?……….. tidak akan rela melihat islam itu maju sebelum mengikuti mereka.

  71. Anonim said

    FPI kan wakilnya TUHAN jadi wajar dong……lanjutkan bro…….Devil Blessing

  72. Anonim said

    Front Pembela Islam (FPI), ada apa dengan Islam??????? koq perlu pembela?

  73. Anonim said

    Negara butuh pembaharuan, kita butuh pemimpin yang merakyat dan memiliki moralitas demokrasi umum……siapa bersala harus di hukum dan tdk ada wewenang yang di limpahkan pada organisasi yang tak bermoral.

  74. Anonim said

    Presiden kita harus malu….!!!!! masa FPI melakukan sesuatu melampawi batas2 kewibawahan pemimpin negara n UUD dgn Pancasila…. atau k presiden kami takut ama FPI..????????
    jika ya kita ganti aja presiden kami dgn presiden yang berjiwa Demokrasi n memiliki martabat serta harga diri.

    Kata Iwan Fals. Negara di atas negara ( RI n FPI )

  75. Anonim said

    wakakakakkak aja lah ..
    kocak semua pendapat nya

  76. UrangTasik said

    Indonesia itu bhineka tunggal ika, dan agama itu sifatnya pribadi walaupun sejalan nggak bisa kita memaksakan kepercayaan pada orang lain, mudah2han FPI bisa berubah bisa menyejukan umat Islam khususnya dan umat lain pada umumnya …… Bunda Ratna : saya dukung terus perjuangannya bun, Indonesia tidak bolehh tercerai berai… salut ketegasannya mengalahkan kaum adam …. pemimpin2 sekarang gak seberani bunda …. FPI: yuk kita bersama2 bangun akhlak Indonesia dengan cara2 yang halus dan bijaksana …. Nusron Wahid : I like it ….

  77. UrangTasik said

    Indonesia itu bhineka tunggal ika, dan agama itu sifatnya pribadi walaupun sejalan nggak bisa kita memaksakan kepercayaan pada orang lain, mudah2han FPI bisa berubah bisa menyejukan umat Islam khususnya dan umat lain pada umumnya …… Bunda Ratna : saya dukung terus perjuangannya bun, Indonesia tidak bolehh tercerai berai… salut ketegasannya …. pemimpin2 sekarang gak seberani bunda …. FPI: yuk kita bersama2 bangun akhlak Indonesia dengan cara2 yang halus dan bijaksana …. Nusron Wahid : I like it ….

  78. Anti ulil said

    Ratna sarumpait…….. Hmmmm, teu nulus tunjung siah!

  79. Ro. said

    Berbuat lah hal hal yg baik jangan berpura pura baik sy rasa yg sederhana saja

  80. ganteng said

    tunggulah wahai kafir-kafir, yakinlah niscaya kerugian & laknat serta azab yang dahsyat pasti pasti bersamamu!!!!!!!!!!!!!!!!

  81. Hidup FPI…
    Saya Cinta FPI…
    Kami Bangga Indonesia punya FPI…
    .
    Ratna suka mengkritik FPI, tapi kritikan nya tak ber.bobot…

    Maling teriak Maling….!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: