KabarNet

Aktual Tajam

KPK Periksa Harry Tanoe Soedibjo

Posted by KabarNet pada 29/06/2012

Jakarta – KabarNet: Chief Executive Officer (CEO) PT Bhakti Investama Harry Tanoe Soedibjo, Kamis (28/06/12) petang, diperiksa penyidik KPK untuk kasus dugaan suap pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoardjo, Jawa Timur, yang diduga melibatkan salah seorang pegawainya.

Setelah dicecar pertanyaan selama 7 jam, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, Harry mengetahui kasus suap restitusi pajak PT Bhakti Investama oleh KPK. Dan Hary pun mengakui jika pemanggilannya dikatakan karena nama PT. Bhakti Investama muncul dalam kasus tersebut.

Namun, Harry kembali menegaskan kasus tersebut telah dipolitisasi untuk mendiskreditkan dirinya. Menurut Harry, dalam pemeriksaan tersebut dia lebih banyak ditanya seputar James Gunarjo dan Tommy Hendratno terkait praktik suap pada restitusi atau kelebihan bayar pajak perusahaannya. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci perihal itu. “Kepada penyidik keterkaitannya dengan dua orang yang tertangkap itu, James dan Tommy. Jadi berkisar ke situ saja,” kata Harry saat hendak meninggalkan Gedung KPK, kemarin.

Keterangan Harry diperlukan karena KPK menduga salah seorang komisaris di perusahaan finansial itu telah memberi perintah kepada James untuk menyuap Tommy. Tujuannya agar memuluskan pemeriksaan restitusi senilai Rp 3,4 miliar miliki PT Bhakti Investama.

Dalam kasus dugaan suap kepengurusan pajak PT. BI tersebut, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yaitu Tommy dalam kapasitas sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoardjo dan James Gunarjo yang diduga berkaitan dengan PT Bhakti Investama. Keduanya tertangkap tangan akan melakukan praktik suap. Selain menangkap mereka, petugas KPK juga menyita uang senilai Rp 280 juta.

Pada kesempatan itu, Harry mengungkapkan penilaiannya bahwa kasus pajak dimaksud dimanfaatkan lawan politik sedemikan rupa untuk memperburuk citra politik Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut. Dia menegaskan ada yang memanfaatkan kasusnya itu. “Sekarang kenapa saya dipanggil sebagai saksi karena nama PT. Bhakti Investama disebut. Kita ikuti di media-media massa nama PT. Bhakti Investama disebut itulah kenapa Saya harus memberi keterangan. Kalau Saya fikir pemberitaan media massa begitu keras dan cenderung tidak proporsional,” ujar Harry.

KPK saat ini sedang mendalami maksud pemberian uang yang diduga terkait pengurusan pajak tersebut. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah kantor PT. Bhakti Investama, Gedung MNC Tower, lantai 5, Kebon Sirih, Jakarta. Selain itu, juga menggeledah kantor PT Agus Tbk di gedung yang sama lantai 6.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita dokumen pajak BHIT yang banyaknya sekitar 20 gulung. KPK juga meminta Imigrasi untuk mencegah komisaris Independen PT BI, Antonius Z Tonbeng.

Saat Harry Tanoe Soedibjo memberi keterangan kepada penyidik KPK, sejumlah kader Partai Nasdem tampak menunggu akhir pemeriksaan itu di depan Gedung KPK. Mereka yang tampak hadir adalah Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Ainur Rofiq; IGK Manila dan Jeffrie Geovanie. Ainur Rofiq mengatakan, kedatangan para kader Partai Nasdem itu atas inisiatif sendiri, tidak ada arahan dari Partai.

Sebelumnya, Ainur pernah mengatakan Nasdem berkeyakinan Harry Tanoe tidak terlibat dalam persoalan restitusi pajak ini. Persoalan yang membelit Harry Tanoe itu, menurut Ainur tidak memberi dampak secara signifikan kepada Partai Nasdem karena memang persoalan ini hanya dikait-kaitkan saja. “Saya telah melakukan pengecekan di lapangan. Kasus ini tidak memberi pengaruh kepada Partai Nasdem,” kata Ainur.

Sementara itu, KPK terus mendalami berkas tersangka Lukman Abbas, mantan Kadispora Riau terkait dugaan suap pembahasan revisi Perda nomor 6 Tahun 2010 soal penyelenggaraan PON ke-18 di Riau. Kemarin, penyidik KPK itu meminta keterangan beberapa orang saksi.

Mereka yang dijadwalkan pemeriksaannya adalah Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Riau, Wan Syamsir Yus; Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Yuli Mumpini Windarso; serta seorang bernama Ernita Simanjuntak dan Anil Satbir Gill.

Pemeriksaan Wan Syamsir bukan yang pertama di KPK. Sebelumnya, dia pernah diperiksa untuk tersangka lain pada perkara yang sama. Pada perkara itu, KPK telah menetapkan enam orang tersangka, dua di antaranya telah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Riau.

Diduga suap-menyuap antara James dan Tommy memang mengarah pada adanya permainan dalam restitusi atau pengembalian pajak perusahaan dari pemerintah. PT Bhakti Investama tercatat sebagai pemegang saham PT Agis Tbk pada 2002 dan 2004. Profil dan laporan tahunan (prospektus) PT Agis menyebutkan, saham PT Bhakti Investama di perusahaan tersebut mencapai 41,3 persen atau Rp 138 miliar pada 2002 dan 40,74 persen atau Rp 152,9 miliar pada 2004. [KbrNet/Slm/SK]

2 Tanggapan to “KPK Periksa Harry Tanoe Soedibjo”

  1. Sang Kata said

    5 FAKTOR PENYEBAB NEGARA GAGAL
    Akar permasalah atau penyebab Indonesia masuk kategori negara gagal :

    (1) Kawanan parpolis dari berbagai paltform, kalah menang pemilu/pilpres, masuk koalisi atau oposisi, bertingkah laku seperti anak KURANG AKAL, menghalalkan segala cara, tindakan dan omongannya serba brutal.

    (2) Wakil rakyat dari semua fraksi, komisi bertingkah laku bak orang gila KEHILANGAN AKAL. Utamakan kesejahteraan diri, dahulukan kemakmuran keluarga, pentingkan kembali modal. Urusan dan kepentingan rakyat bukan prioritas utama. Nasib rakyat dalam satu periode ke depan sudah dibeli atau tergadaikan. Kinerja politisnya mirip tukang jagal. Fungsi legilasi, anggaran dan pengawasan dijalankan mati-matian demi keuntungan parpol.

    (3) Media massa dan geng jurnalis yang hidup dari bencana politik dengan dalih menaikkan peringkat, gelar acara dialog, diskusi dan debat, tanpa merasa malu bergaya mirip orang pikun TANPA AKAL. Memainkan peran sebagai tukang jagal. Membentuk opini sesuai selera, mencari sensasi demi ambisi. Lebih kejam daripada fitnah. Bahkan masa depan negara dipetaruhkan.

    (4) Penyelenggara dan pelaku ekonomi, mampu pesan pasal sampai jual beli pasal, mereka KELEBIHAN AKAL, mereka selalu menang modal. Tak perlu jadi birokrat, tak harus jadi aparat keamanan, tak wajib jadi hamba hukum. Kelompok ini bisa kebal hukum.

    (5) Rakyat pemilih yang dibutuhkan suaranya saat coblosan dalam sehari, setelah itu, di sisa waktu dalam lima tahun disuruh berjuang sendiri, menjadi korban para pemain akal, minimal ketiban sial. Kehidupan penuh aral. Hanya tunggu nasib. Kelompok rakyat tertentu masih bisa ditunggangi dan dimanfaatkan oleh parpol. Menjadi ahli unjuk rasa dan unjuk raga, di jalanan, dengan cara anarkis.

  2. ijin menyimak dan nitip tulisan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/07/03/bunda-jangan-kau-sia-siakanku/

    terima kasih

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: