KabarNet

Aktual Tajam

Jokowi – A Hok Menang karena “Dibantu” oleh Media

Posted by KabarNet pada 24/09/2012

Jakarta – KabarNet: Hasil hitungan Quick Count yang memenangkan pasangan Joko Widodo – Basuli Tjahja Purnama (Jokowi – A Hok) dalam Pilkada DKI pada 20 September 2012 lalu disinyalir berkat bantuan ekspose oleh hampir seluruh media secara besar-besaran yang cenderung lebih banyak memberitakan hal-hal positif pasangan tersebut. Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi menilai warga Jakarta lebih mudah percaya pemberitaan di media, baik media cetak, portal berita online, maupun televisi, bila dibandingkan dengan iklan maupun sosialisasi besar-besaran yang dilakukan partai-partai politik pendukung para calon gubernur.

.

.“Pemilu Kada DKI Jakarta secara empiris memperlihatkan semakin masyarakat membaca koran, lihat televisi, baca portal berita online, semakin positif melihat citra Jokowi sebaliknya semakin negatif citra Foke,” paparnya dalam Temuan Survey Pra-Pilkada dan Exit Poll Putaran Kedua di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, seperti dikutip oleh Media Indonesia, Ahad (23/9/2012).

Pemberitaan media massa dinilai sebagai faktor utama yang mendongkrak kemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Putra (Jokowi-Ahok). Survei dilakukan oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

Pengamat politik Universitas Indonesia Prof DR Salim Said menilai kemenangan Jokowi merupakan perpaduan kinerja petahana yang dinilai masyarakat tidak berhasil dipadu dengan figur Jokowi. Data survei, imbuhnya, menunjukkan warga Ibu Kota tidak terlalu peduli dengan rekam jejak “lama”.

“Yang penting rekam jejak yang baru. Masyarakat melihat di media banyak gebrakan di Solo. Pada saat yang bersamaan Foke tidak kelihatan lakukan apa-apa. Mungkin sebenarnya ada yang dilakukan tapi tak terlihat,” jelas Salim Said.

Menurut Said, hasil tersebut menunjukkan rendahnya identitas politik di Ibukota. Warga Ibukota lebih mudah terpengaruhi media dibandingkan dengan sosialisasi dari partai politik. “Jadi pada dasarnya warga ibukota itu swing voternya tinggi. Artinya peran kampanye dan media penting. Bukan partai yang berperan penting,” jelasnya.

Exit Poll dilakukan Kamis (20/9) lalu, 400 TPS dipilih secara acak dan proposional di seluruh DKI Jakarta. Di tiap TPS dipilih dua warga yang keluar dari TPS sebagai responden. Sebanyak 740 responden berhasil diwawancara dengan margin error 3,7% pada tingkat kepercayaan 95%. Sementara untuk survei pra-pilkada, SMRC menganalisis data dari 501 responden yang diwawancara dengan margin error 4,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei tersebut, 50% pemilih Jokowi mengakses televisi setiap hari, 55% membaca koran setiap hari, 51% mengikuti berita di media sosial dan 43% mendengar radio setiap hari. Sementara para pendukung Foke yang mengakses televisi setiap hari hanya 42%, 38% membaca koran setiap hari, 41% mengikuti berita di media sosial setiap hari dan 57% mendengarkan radio setiap hari. “Warga yang terekspos pada berita di berbagai media massa kecuali radio cenderung memilih Jokowi-Ahok,” papar CEO Saifulmujani Research & Consulting (SMRC), Grace Natalia.

Kesimpulan itu, lanjut Grace, dikuatkan dengan temuan tidak signifikannya dukungan parpol bagi masyarakat. Tren preferensi partai ternyata tak berubah sejak pemilu 2009.

“Dukungan kepada partai Demokrat belum pulih yakni hanya 19%, jauh dari Pemilu 2009 yang mencapai 36,2%. Begitu pula PKS yang saat Pemilu 2009 mencapai 19,1% sekarang hanya 17%. Sementara partai pendukung Jokowi, juga berbeda tipis dari Pemilu 2009. Gerindra hanya 13,4% dari 9,4% (2009) dan PDIP 6,5% dari 5,1% pada 2009. Tapi dukungan positif ini pun tidak terkait Pemilu Kada,” paparnya. [KbrNet/adl]

4 Tanggapan to “Jokowi – A Hok Menang karena “Dibantu” oleh Media”

  1. Sudahlah, kalau sudah kalah ya di terima saja. Siapa suruh di depan media bersikap arogan, makanya kalau di depan kamera itu senyumnya yang manis ! Gitu aja kok repot

  2. Tan Panama said

    Banyak pihak (khususnya parpol) sampai oknum yang membantu, mendukung Foke-Nara. Cuma masalahnya, yang memilih Jokowi-Ahok lebih cerdas dan lebih memilih masa depan.

    Sabar, Jakarta sudah tidak ada yang bisa dijual/dilego lagi. Bom waktu peninggalan Foke ….

  3. Anonim said

    Yang bantu terutama media kafir.. di bawah pimpinan surya polah, eh paloh dan KomPas…

  4. NKRI said

    NYET klo uda kalah ya udah nyerah aja ……. ga usah banyak bacot.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: