KabarNet

Aktual Tajam

Mayoritas Pelaku Aborsi Siswi SMP dan SMA

Posted by KabarNet pada 27/09/2012

Cianjur – KabarNet: Kerusakan moral! Itulah fakta yang, suka atau pun tidak suka, harus diakui sedang melanda bangsa Indonesia. Ditengah maraknya pemberitaan tentang perilaku seks bebas dikalangan remaja Indonesia, kini muncul lagi berita yang membuat orang terpana. Yakni terungkapnya temuan baru bahwa mayoritas pelaku aborsi (penggugguran kandungan) di Kabupaten Cianjur adalah kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan peningkatannya cukup drastis dibandingkan tahun lalu. Meski data yang masuk baru dari Kabupaten Cianjur, namun dari penelusuran wartawan, trend yang serupa juga terjadi di daerah-daerah lain.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Yana Rosdiana Muchtar Soleh sangat memprihatinkan dengan banyaknya pelajar yang menjadi pelaku aborsi. Walaupun tidak memiliki data, tetapi faktanya ada.

“Memang kami tidak memiliki data yang rinci, tetapi setiap hari selalu ada informasi yang masuk tentang kasus aborsi. Apalagi yang lebih memprihatinkan, pelakunya sebagian besar para pelajar SMP dan SMA,” kata Yana di Cianjur, Senin 24 September 2012.

Menurut Yana, informasi maraknya kasus aborsi didapatkannya dari berbagai pihak. Salah satunya berdasarkan laporan kepolisian. Tentu saja hal tersebut menjadi fakta yang akurat, karena diberikan pihak kepolisian. “Mereka yang selama ini menangani kasus aborsi, sedang kami dari P2TP2A hanya sebatas memfasilitasi penyelesaiannya,” ujar istri Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh ini.

Yana menuturkan, untuk pelaku aborsi kebanyakan para dukun beranak dengan kisaran biaya bisa mencapai Rp 5 juta atau tergantung dengan usia kehamilan. “Tahun ini kasus aborsi memang cukup meningkat dengan korbannya anak-anak usia sekolah SMP dan SMA di Cianjur yang diakibat pergaulan bebas,” katanya.

Yana pun mengharapkan peran serta bidan, terutama yang berada di wilayah Cianjur selatan dalam menangani kasus dugaan aborsi. “Dikhawatirkan jika tidak adanya pengawasan, maka akan semakin marak kasus aborsi di Cianjur. Kami juga mewanti-wanti kepada para anak usia remaja untuk tidak melakukan seks bebas,” ujarnya. [KbrNet/Tempo/adl]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: