KabarNet

Aktual Tajam

Divonis 3 Tahun Penjara, Miranda Langsung Banding

Posted by KabarNet pada 28/09/2012

Jakarta – KabarNet: Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS) BI, Miranda Swaray Goeltom akhirnya divonis 3 tahun oleh majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) yang mengadilinya. Dalam amar putusannya, majelis hakim menjelaskan bahwa Miranda terbukti terlibat bersama-sama melakukan suap berupa cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Rangkaian tindak pidana ini kata hakim berdasarkan bukti travel cek yang diterima oleh para penerima suap yang terdiri dari anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004. Puluhan anggota DPR tersebut sudah terlebih dulu dijebloskan ke penjara karena terbukti menerima suap berupa cek pelawat terkait kasus ini.

Miranda sendiri mengaku syok menerima putusan majelis hakim yang memvonis dirinya 3 tahun penjara. Miranda membantah dirinya terlibat dalam kasus suap cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS) BI.

“Majelis hakim dan penuntut umum, saya ingin mengatakan saya kaget, saya tidak menyangka,” kata Miranda menanggapi vonis yang dibacakan hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Di hadapan majelis hakim, Miranda menegaskan akan mengajukan banding atas putusannya. “Saya tahu, saya tidak berbuat apa-apa dan Tuhan tahu saya tidak berbuat apa-apa. Oleh karena itu saya naik banding,” ujar Miranda disambut tepuk tangan pengunjung sidang yang kebanyakan keluarga dan kerabatnya.

Selain dihukum 3 tahun penjara, Miranda diwajibkan membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya hakim menjelaskan bahwa Miranda terbukti terlibat dalam suap berupa cek pelawat terkait pemilihan DGS BI. Rangkaian tindak pidana ini kata hakim berdasarkan penerimaan travel cek anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.

“Setelah adanya pemberian travel cek, maka malam harinya pada penghitungan suara terdakwa memperoleh suara mayoritas dan terpilih sebagai DGS BI,” kata Anwar, salah seorang hakim anggota yang mengadili Miranda.

Dalam pada itu Miranda mempertanyakan dasar pertimbangan hakim sehingga memutusnya bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Padahal saksi yang dihadirkan, kata Miranda, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam suap cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004.

“Mengapa saya langsung banding, bukan masalah lamanya. Tetapi masalah bahwa tidak dinyatakan apa buktinya. Bagi saya, yang terpenting adalah ingin mencari keadilan. Saya ingin mencari keadilan,” tegas Miranda. [KbrNet/adl]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: