KabarNet

Aktual Tajam

Tersangka Pembunuh Pelajar SMA Ditangkap

Posted by KabarNet pada 28/09/2012

Fitrah Ramadani alias Doyok

Fitrah Ramadani alias Doyok

Jakarta – KabarNet: Polisi akhirnya berhasil membekuk Fitrah Ramadani alias Doyok, tersangka pembunuh Alawy Yusianto Putra (16), siswa SMA 6 Jakarta dalam Aksi tawuran antar-pelajar SMA 6 dan SMA 70 yang terjadi di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (24/9/2012) siang lalu.

Usai melakukan penganiayaan terhadap  Alawy, Fitrah Ramadani melarikan diri ke Yogyakarta. Di Yogja, pelajar SMAN 70 itu bersembunyi di rumah teman dari kakak kandungnya.

“Ditangkap di rumah saudara Adi, teman dari kakak kandungnya di Yogyakarta,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Fitrah Alias Doyok ditangkap di Jalan Srayen Wetan, Kalimari RT 06/035 Condong Catur, Sleman, Yogyakarta pada Rabu (26/9/2012). Tadinya, Fitrah berencana melarikan diri ke tempat yang lebih jauh bila tidak segera tertangkap polisi. “Rencananya dia akan pergi jauh lagi, ada rekannya yang bawa dia untuk bawa lebih jauh lagi,” tutur Rikwanto.

Tidak ada perlawanan ketika Fitrah ditangkap polisi. Pukul 14.15 WIB, Fitrah sudah diterbangkan dan sudah mendarat di Jakarta. “Sudah berada di Polres Jaksel untuk diperiksa, sejauh mana keterlibatannya dan pelariannya,” kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, Polisi saat ini masih memeriksa Fitrah guna mengetahui siapa saja yang terlibat dalam aksi tawuran yang juga mengakibatkan dua siswa SMAN 6 lainnya luka-luka. “Termasuk kita dalami rekan-rekanya yang ikut terlibat, beri sumbangan pukulan dan tendangan terhadap korban,” jelasnya.

Fitrah Ramadani, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Alawy Yusianto Putra tewas, dijerat pasal berlapis. Pelajar SMAN 70 Jakarta itu tak hanya dijerat pasal penganiayaan, tetapi juga pasal pembunuhan yang akan memperberat ancaman hukumannya.

“Sanksi hukum terhadap FT (Fitrah, red.) jelas yah, dia dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan seseorang tewas, jo Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” papar Kombes Pol Rikwanto.

Dijelaskan oleh Rikwanto, Fitrah tidak hanya melakukan penganiayaan berat terhadap Alawy. Ia juga melakukan pengeroyokan secara bersama-sama dengan teman-temannya. “Tentu temannya akan ditelusuri siapa saja yang ikut terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban,” kata dia.

Pihak penyidik juga menjerat Fitrah dengan pasal yang memberatkan yakni pasal pembunuhan. Keterangan saksi di lokasi yang melihatnya membawa senjata tajam, memenuhi unsur untuk dijerat dengan pasal pembunuhan.

“Karena kesaksian guru sekolah yang melerai dan saksi-saksi dari sekitar TKP, FT dari jauh sudah membawa celurit sambil mengacung-acungkan dan mengejar korban,” jelas Rikwanto.

Aksi tawuran antar-pelajar SMA 6 dan SMA 70 terjadi di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (24/9/2012) siang lalu. Sejumlah siswa mengaku melihat Fitrah menusuk korban dengan sebilah celurit.

Usai melakukan penganiayaan, Fitrah melarikan diri ke Yogjakarta dengan dibantu teman-temannya. Namun, ia kemudian tertangkap ketika bersembunyi di rumah Adi di Jalan Slawer Wetan, Sleman, Yogyakarta pada Rabu (26/9/2012) malam.

Fitrah pada hari Kamis (27/9/2012) resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 6 jam. Dalam pemeriksaanya, polisi hanya memverfikasi data personal tersangka, belum mengarah pada kronologi tawuran berdarah pada 24 September lalu.

“Karena kondisi sudah capek kita minta mungkin besok atau lusa setelah ada materi pemeriksaan baru lagi, nanti kita beritahu lagi,” ujar pengacara tersangka, Zainudin Lubis, saat ditemui wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kamis (27/9/2012).

Dalam pemeriksaanya, lanjut Zainudin, Fitrah alias Doyok mengaku menyesal telah melakukan perbuatan keji itu kepada Alawy. Dirinya juga tidak menyangka bahwa pertikaian tersebut akan berujung pada kematian seseorang. “Dia mengaku menyesal dan tidak sangka akan fatal kejadiannya,” ungkapnya.

Zainudin menambahkan hanya ayahnya saja yang datang menemani tersangka. Rencananya esok pagi pemeriksaan akan dilanjutkan dengan materi kronologi tawuran. “Hanya ayahnya saja sama didampingi tim pengacara yang menemani pemeriksaan,” tutupnya. [KbrNet/detik.com/adl]

10 Tanggapan to “Tersangka Pembunuh Pelajar SMA Ditangkap”

  1. MADESU….

  2. ken said

    ini orang2 terdekat memang bisa dijadikan tersangka penyelundupan buronan. gak mungkin anaknya ke jogja tapi gak tau. mau anda ngomong apapun pak zainudin (pengacara tersangka), yang jelas tersangka tertangkap juga karena ada tim yang mengikuti&mereka lebih mengerti. penyesalan memang datang belakangan, tapi penyesalan itu bukan alat untuk tidak menghukum tersangka. jelas2 dulu juga tersangka pernah ngeroyok&ngebunuh orang juga,terus dibebasin gitu aja. sekarang mau gitu juga? bisa2 dia lebih tersiksa karena hukum sosial lebih berat dari hukum kriminal. keluar penjara,bisa aja langsung dikabarin meninggal esok harinya tanpa ada yang tau siapa yang membunuh. lebih baik di tangani secara maksimal jika polisi masih mau dianggap melayani masyarakat tanpa embel2 uang didalamnya.

  3. ini orang2 terdekat memang bisa dijadikan tersangka penyelundupan buronan. gak mungkin anaknya ke jogja tapi gak tau. mau anda ngomong apapun pak zainudin (pengacara tersangka), yang jelas tersangka tertangkap juga karena ada tim yang mengikuti&mereka lebih mengerti. penyesalan memang datang belakangan, tapi penyesalan itu bukan alat untuk tidak menghukum tersangka. jelas2 dulu juga tersangka pernah ngeroyok&ngebunuh orang juga,terus dibebasin gitu aja. sekarang mau gitu juga? bisa2 dia lebih tersiksa karena hukum sosial lebih berat dari hukum kriminal. keluar penjara,bisa aja langsung dikabarin meninggal esok harinya tanpa ada yang tau siapa yang membunuh. lebih baik di tangani secara maksimal jika polisi masih mau dianggap melayani masyarakat tanpa embel2 uang didalamnya.

  4. andimari said

    siap2 di mapras penghuni lapas senior

  5. dayone odie said

    menurut gw pengacara ga perlu ngebela pembunuh…sdh jelas dia yg membunuh…..buat semua pengacara…..jgn prnh membela seorang yg sdh jelas pembunuh….anda bisa bayangkan bgmn klu anak atau salah satu keluarga anda yg di bunuh??????????

  6. Rani said

    bener2 madesu..,,mw jadi apa ni anak..! kalo saja hukum qisas d kita d berlaku kan…mgkin akan mmbuat jera orang yang kesetanan kaya ni anak…!!, ko’ tega si bunuh orang.., udah 2 kali pula..?? kalo sy jadi orang tua nya,,,saya minta polisi penjara aja ni anak seumur hidup dari pada hidup nya nyusahin orang tua

  7. dayone odie said

    jaman skrg bkn otot yg dicari…..tp otak yg dicari sm perusahaan….makanya sering2 hadir di majlis ta’lim biar syetan dan ibliss ga bersarang di tubuh loeee doyok banci…klu aja gw yg nangkep udah gw cabutin tuh kuku tangan dan kuku kakinya doyok…..

  8. taUbat said

    => KPAI mencatat ada 46 orang tewas dalam tawuran pelajar

    => Generasi anak muda Indonesia adalah sportif / jantan tidak seperti yang dicontohkan pada tayangan televisi yang gemulai.

    => Pengakuan kesetaraan di bulungan ternyata ada SMAN 70 dan SMAN 6 (sekolah elit)

  9. is med said

    bwt aph orng kyk dia d bela ..
    kalo perilaku ny kyk hwean

  10. Anonim said

    kalau jumpa gue penggal kepala dia

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: