KabarNet

Aktual Tajam

Novi Amelia Mabuk, Polwan Dicakar dan Ditendang

Posted by KabarNet pada 23/10/2012

Jakarta – KabarNet: Berbagai suka dan duka dialami para anggota yang turut menjaga dan mengamankan fotomodel mabuk ekstasi, Novi Amelia, pasca yang bersangkutan menabrak 7 orang di Tamansari beberapa waktu lalu.

Kapolsek Tamansari, Kompol Maulana Hamdan mengatakan dua anggota Polwan di tempatnya bertugas yang selama ini mendampingi Novi paling banyak mengalami suka dan duka.

Dikatakan Maulana, saat diamankan dari TKP menuju ke Polsek, Novi dalam keadaan labil sehingga petugas harus memborgol wanita kelahiran Medan tersebut. Saat itu kondisi Novi sangat memprihatikan, tangannya terborgol, labil, matanya liar melotot, berteriak-teriak dan Novi tengah datang bulan.

“Saat diamankan di ruangan serse, saya masuk dan melihat dia (Novi) dalam keadaan labil. seperti yang difoto, berdiri dan fisiknya begitu. Yang bersangkutan lari-lari kesana-kemari di kursi hitam,” ucap Maulana di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/10/2012).

Tak hanya itu, Novi juga selalu berupaya menabrakkan dirinya ke kaca dan meja kaca. Lalu Maulana memerintahkan anggotanya untuk mengeluarkan meja kaca tersebut agar tidak dijadikan sasaran oleh Novi.

Maulana juga mengaku memerintahkan tiga orang anggotanya yang adalah polisi pria agar segera mencari sarung untuk menutupi aurat Novi dan tidak diperbolehkan meninggalkan Novi demi menghindari adanya isu asusila. “Saya perintahkan jangan sampai anggota melakukan hal-hal lain. Saya juga perintahkan untuk panggil polwan. segera meminjamkan baju dan membelikan baju untuk Novi,” terang Maulana.

Kemudian dikatakan Maulana, saat dua polwan tengah memakaikan baju pada Novi, model majalah pria dewasa tersebut selalu meronta dan melepaskan kembali pakaian yang dipakaikan padanya. Dua polwan itu, juga sempat kewalahan untuk memakaikan pakaian yang layak dan menutup aurat bagi Novi. Kemudian, Maulana memanggil dua polwan tersebut dan menanyakan apa kendalanya.

“Saya panggil polwan, saya tanya apa kendalanya. Katanya mereka kesulitan memakaikan baju. Polwan dicakar, diludahi, ditendang. Meski begitu saya tetap perintahkan, pokoknya harus pakaikan baju. Baju kuning sponerbob itu ya baju pinjaman milik polwan,” tutur Maulana.

Setelah dikenakan pakaian yang layak. Anggota akhirnya langsung membawa Novi ke RS Husada untuk dilakukan pengecekan tes urin dan model yang menjadi tulang punggung keluarga ini sempat mendapatkan suntikan penenang dari dokter.

Bahayanya Narkoba

Psikiater rehabilitasi narkotik, Dr.Dadang Hawari, mengatakan pengaruh penyalahgunaan obat dan konsumsi minuman keras secara bersamaan akan memberikan perilaku terganggu. Hal ini dialami oleh Novi Amilia, model berbikini yang menabrak tujuh orang. “Minuman keras dan narkoba dicampur. Akibatnya jiwa, perasaan, dan perilakunya terganggu,” katanya ketika dihubungi, Senin, 15 Oktober 2012 lalu.

Campuran maut tersebut menyerang otak sehingga perilakunya di luar kendali. “Itu berpengaruh pada saraf otak,” katanya.

Dadang mengemukakan percampuran dua zat berbahaya itu memicu penggunanya mengalami delusi, halusinasi, maupun ilusi. Pengaruh tersebut bisa dialami pemakai kapan saja, termasuk saat mengemudi, seperti dalam kasus Novi. Berdasarkan hasil pemeriksaan urin, gadis itu memang terbukti menenggak alkohol jenis Chivas dan mengkonsumsi ekstasi sebelum mengemudi.

Dadang mengatakan, inilah menjadi faktor penyebab Novi melepas pakaiannya saat mengemudi. “Bisa jadi dia berhalusinasi, pengalaman panca indera yang tidak ada sumbernya. Misalnya, dia mendengar suara-suara, padahal itu tidak ada.”

Orang yang sedang di bawah pengaruh campuran itu, kata dia, bisa menurut jika diminta melakukan apa pun. “Disuruh membunuh anggota keluarganya saja bisa.”

Dadang menjelaskan, lamanya pengaruh buruk itu tergantung banyaknya takaran dan jenis campuran. “Bisa berpengaruh tiga sampai empat hari,” kata psikiater yang sering menangani pasien narkoba ini.

Bukan itu saja, Dadan menjelaskan masih ada lagi faktor frekuensi konsumsi. Semakin sering seseorang mengkonsumsi narkoba, semakin banyak jumlah obat yang diperlukan untuk membuatnya tak sadarkan diri. “Ada orang yang baru sebotol sudah mabuk. Ada juga yang setelah lima pil masih biasa saja.”

Untuk mencegah kasus pengemudi mabuk terulang, Dadang mengimbau kepolisian mengetatkan razia berkendara, yaitu dengan mengukur kadar alkohol seseorang. “Dengan alat khusus, persentase kadar alkohol dalam tubuh seseorang bisa diketahui.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Novi Amilia, mengendarai mobilnya dalam keadaan setengah bugil pada Kamis, 11 Oktober 2012 sore. Dia menabrak tujuh orang di Jalan Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat. Kini, model majalah Popular itu masih menjalani pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Polri. [KbrNet/adl]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: