KabarNet

Aktual Tajam

Iran Hukum Gantung 10 Pengedar Narkoba

Posted by KabarNet pada 19/03/2013

Teheran – KabarNet: Otoritas Iran mengeksekusi mati 10 narapidana kasus narkoba. Para narapidana ini dihukum gantung karena terbukti mengedarkan narkoba jenis opium dan sabu dalam jumlah besar hingga mencapai berton-ton.

Eksekusi mati ini dilakukan di sebuah penjara di wilayah ibukota Teheran, Iran, hari ini. Para narapidana yang seluruhnya berjenis kelamin pria ini divonis mati oleh pengadilan setempat, setelah terbukti bersalah mengedarkan lebih dari 1 ton opium dan lebih dari 1 ton sabu. Demikian seperti dikutip dari situs kantor jaksa Teheran dan dilansir oleh AFP, Senin (22/10/2012).

Eksekusi mati ini menjadi sorotan dunia internasional karena dilakukan di tengah-tengah seruan organisasi HAM, Amnesty International, soal penghentian hukuman mati terhadap narapidana kasus narkoba di Iran. Amnesty yang berbasis di London, Inggris ini menilai, vonis mati tersebut terlalu berlebihan.

Menurut Amnesty, sekitar tiga-perempat eksekusi mati di Iran, dilakukan terhadap narapidana kasus narkoba. Amnesty mencatat, total ada sekitar ratusan orang yang dieksekusi mati di Iran per tahunnya.

Amnesty melaporkan pada 9 Oktober lalu, terdapat sekitar 344 orang yang dieksekusi mati di Iran sejak awal tahun ini. Sedangkan sepanjang tahun 2011 lalu, tercatat ada sedikitnya 360 orang yang dieksekusi mati di Iran. Dari angka-angka tersebut, sebagian besar merupakan para narapidana kasus narkoba.

Diketahui bahwa setiap tindak pidana pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata, pengedaran narkoba, dan perzinahan terancam hukuman mati di Iran. Selama ini, Iran tercatat sebagai negara dengan angka pelaksanaan eksekusi mati paling tinggi di dunia, bersanding dengan China, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Terhadap hal tersebut, Amnesty International telah berulang kali meminta otoritas Iran untuk menunda atau menghentikan eksekusi mati terhadap para narapidana narkoba. Amnesty mengkritisi undang-undang anti-narkotika di Iran yang mereka nilai ‘tidak bisa menjamin hak atas peradilan hukum yang adil’ terhadap para terdakwa. Bahkan Amnesty secara terang-terangan meminta orotitas Iran untuk menarik delik pidana peredaran narkoba dari daftar tindak pidana yang terancam hukuman mati dalam undang-undang setempat. [KbrNet/Detik.Com]

15 Tanggapan to “Iran Hukum Gantung 10 Pengedar Narkoba”

  1. Mantap seharusnya di Indonesia juga seperti ini supaya Narkobanya tidak beredar luas

  2. taUbat said

    USKUP AGUNG SEMARANG TOLAK JOKOWI HUKUM MATI GEMBONG NARKOBA

    KEBIJAKAN PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI) AGAR MENGHUKUM MATI TERPIDANA KASUS NARKOBA TAK SEPENUHNYA MENDAPAT DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK. USKUP AGUNG SEMARANG MGR JOHANES PUJASUMARTA MENENTANG PELAKSANAAN HUKUMAN MATI YANG MASIH DIANUT DI INDONESIA.

    “BANYAK NEGARA SUDAH MENGHAPUSKAN HUKUMAN MATI,” KATA USKUP DI SEMARANG, RABU (24/12), SEPERTI DILANSIR ANTARA.

    IA MENILAI HUKUMAN MATI BERTENTANGAN DENGAN PENDAPAT MORAL UMUM BAHWA KEHIDUPAN MERUPAKAN MILIK TUHAN.

    “KEHIDUPAN INI MILIK TUHAN, MANUSIA HARUS DILINDUNGI, DIRAWAT,” TAMBAHNYA.

    DENGAN ADA HUKUMAN MATI, LANJUT DIA, BERARTI HAK HIDUP SESEORANG AKAN DIPOTONG OLEH MANUSIA. IA MENYARANKAN JIKA SEBAIKNYA HUKUMAN MATI TERSEBUT DIGANTI DENGAN HUKUMAN PENJARA SEUMUR HIDUP, SEBERAT APAPUN KESALAHAN YANG DILAKUKAN SESEORANG.

    “KESALAHAN SEBESAR APAPUN, KITA HARUS MEMBERI PELUANG UNTUK MEMPERBAIKI HIDUP,” KATA SEKRETARIS JENDERAL KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA INI.

    ADAPUN NEGARA, MENURUT DIA, HARUS PULA BERPERAN SEBAGAI PELINDUNG DARI KEHIDUPAN WARGANYA.

    SEBELUMNYA, SEJUMLAH TERPIDANA MATI KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA AKAN DIEKSEKUSI.

    EKSEKUSI MATI PARA TERPIDANA KASUS NARKOTIKA YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TAHUN INI TINGGAL MENUNGGU SURAT DARI KEJAKSAAN AGUNG. EKSEKUSI MATI PARA GEMBONG NARKOTIKA INI MERUPAKAN BAGIAN DARI MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOTIKA PADA 2015.

    MERDEKA NEWS

    KUP……………JANGAN CUMA MIKIRIN HAM SI BANDAR NARKOBA, TAPI PIKIRIN JUGA HAM JUTAAN KORBAN PECANDU NARKOBA YANG TERCABUT KARENA KEJAHATAN MEREKA

    DHARMA8888

    m.kaskus.co.id/thread/549a48021a99750d478b456f/uskup-agung-semarang-tolak-jokowi-hukum-mati-gembong-narkoba/1

  3. taUbat said

    NU DAN MUHAMMADIYAH DUKUNG JOKOWI HUKUM MATI GEMBONG NARKOBA

    24 DESEMBER 2014

    BUGISPOS – PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI) MENGAWALI KEGIATANNYA PADA HARI INI, RABU 24 DESEMBER DENGAN MENGUNJUNGI KANTOR PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA (PBNU) PADA PUKUL 08.30 WIB, DAN DILANJUTKAN DENGAN MENGUNJUNGI KANTOR PENGURUS PUSAT (PP) MUHAMMADIYAH PADA PUKUL 09.30 WIB.

    SAAT TIBA DI KANTOR PBNU, DI KAWASAN SALEMBA, JAKARTA PUSAT, PRESIDEN JOKOWI YANG DIDAMPINGI MENTERI AGAMA LUKMAN HAKIM SAEFUDIN, MENTERI SEKRETARIS NEGARA (MENSESNEG) PRATIKNO, DAN SEKRETARIS KABINET (SESKAB) ANDI WIJAYANTO LANGSUNG DISAMBUT OLEH KETUA UMUM PBNU SAID AQIL SIRAJ BESERTA SELURUH JAJARAN PENGURUSNYA, TERMASUK MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI MARWAN JAFAR.

    SEUSAI PERTEMUAN YANG BERLANGSUNG TERTUTUP SEKITAR 45 MENIT, PRESIDEN JOKOWI MENJELASKAN, SILATURAHIM ANTARA DIRINYA DAN SEJUMLAH MENTERI DENGAN PBNU DIMAKSUDKAN UNTUK MEMINTA PENDAPAT MENGENAI SEJUMLAH MASALAH, DI ANTARANYA MASALAH HUKUMAN MATI UNTUK PENGEDAR NARKOBA, DAN MASALAH TERORISME.

    “KAMI MENYAMPAIKAN BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN HUKUMAN MATI, TERUTAMA UNTUK PENGEDAR NARKOBA. DI SITU KAMI MOHON PANDANGAN DARI NU,” KATA JOKOWI KEPADA WARTAWAN, RABU (24/12/2014).

    PRESIDEN JOKOWI JUGA MEMINTA PENDAPAT HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA TERORISME DAN RADIKALISME. “KETEGASAN KE DEPAN HARUS DITINGKATKAN SUPAYA KITA PUNYA KEWIBAWAAN,” UJAR JOKOWI DIKUTIP DARI SUARA PEMBARUAN

    PBNU SENDIRI MENYETUJUI PELAKSANAAN EKSEKUSI HUKUMAN MATI BAGI PENGEDAR NARKOBA. “NU MENDUKUNG HUKUMAN MATI KEPADA PENGEDAR NARKOBA, BUKAN PENGGUNA,” KATA KETUA UMUM PBNU SAID AQIL SIRAJ SERAYA MENYEBUTKAN BAHWA HUKUMAN MATI ITU SESUAI AL QURAN, DI MANA ORANG YANG BERBUAT MERUSAK DI MUKA BUMI, ITU HARUS DIBUNUH, DISALIB DAN SEBAGAINYA.

    SEUSAI MENGUNJUNGI KANTOR PBNU, PRESIDEN JOKOWI BESERTA ROMBONGAN LANGSUNG MELANJUTKAN PERJALANANNYA KE KANTOR PP MUHAMMADIYAH, DI KAWASAN MENTENG, JAKARTA PUSAT. KEDATANGAN PRESIDEN JOKOWI LANGSUNG DISAMBUT OLEH TOKOH SENIOR MUHAMMADIYAH PROF. K.H. MALIK FADJAR DAN BAMBANG SUDIBYO, DAN JAJARAN PENGURUS ORGANISASI MASSA ISLAM TERSEBUT.

    SEPERTI JUGA SAAT MENGUNJUNGI PBNU, PRESIDEN JOKOWI MENGATAKAN KUNJUNGANNYA KE KANTOR PP MUHAMMADIYAH DIMAKSUDKAN UNTUK MENDAPATKAN PANDANGAN DARI MUHAMMADIYAH YANG BERKAITAN DENGAN RADIKALISME DAN HUKUMAN MATI UNTUK PENGEDAR NARKOBA.

    KETUA PIMPINAN PUSAT (PP) MUHAMMADIYAH MALIK FAJAR MENYATAKAN, MUHAMMADIYAH MENDUKUNG PENUH KEBIJAKAN JOKOWI MENOLAK GRASI HUKUMAN MATI TERPIDANA NARKOBA. MENURUTNYA, NARKOBA SANGAT BERDAMPAK NEGATIF TERUTAMA BAGI GENERASI BANGSA YANG AKAN DATANG.

    “MUHAMMADIYAH MENDUKUNG SEPENUHNYA HUKUMAN MATI TERHADAP KEJAHATAN NARKOBA,” KATA MALIK SERAYA MENYEBUTKAN, PERTIMBANGANNYA BANYAK, TERUTAMA TENTANG GENERASI YANG AKAN DATANG. SEBELUMNYA, PRESIDEN JOKOWI TELAH BERULANGKALI MENYATAKAN BAHWA IA TIDAK AKAN MEMBERIKAN GRASI BAGI PENGEDAR NARKOBA (**)

    bugisposonline.com/nu-dan-muhammadiyah-dukung-jokowi-hukum-mati-gembong-narkoba.htm

  4. taUbat said

    USKUP AGUNG SEMARANG TOLAK JOKOWI HUKUM MATI GEMBONG NARKOBA

    KEBIJAKAN PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI) AGAR MENGHUKUM MATI TERPIDANA KASUS NARKOBA TAK SEPENUHNYA MENDAPAT DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK. USKUP AGUNG SEMARANG MGR JOHANES PUJASUMARTA MENENTANG PELAKSANAAN HUKUMAN MATI YANG MASIH DIANUT DI INDONESIA.

    “BANYAK NEGARA SUDAH MENGHAPUSKAN HUKUMAN MATI,” KATA USKUP DI SEMARANG, RABU (24/12), SEPERTI DILANSIR ANTARA.

    IA MENILAI HUKUMAN MATI BERTENTANGAN DENGAN PENDAPAT MORAL UMUM BAHWA KEHIDUPAN MERUPAKAN MILIK TUHAN.

    “KEHIDUPAN INI MILIK TUHAN, MANUSIA HARUS DILINDUNGI, DIRAWAT,” TAMBAHNYA.

    DENGAN ADA HUKUMAN MATI, LANJUT DIA, BERARTI HAK HIDUP SESEORANG AKAN DIPOTONG OLEH MANUSIA. IA MENYARANKAN JIKA SEBAIKNYA HUKUMAN MATI TERSEBUT DIGANTI DENGAN HUKUMAN PENJARA SEUMUR HIDUP, SEBERAT APAPUN KESALAHAN YANG DILAKUKAN SESEORANG.

    “KESALAHAN SEBESAR APAPUN, KITA HARUS MEMBERI PELUANG UNTUK MEMPERBAIKI HIDUP,” KATA SEKRETARIS JENDERAL KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA INI.

    ADAPUN NEGARA, MENURUT DIA, HARUS PULA BERPERAN SEBAGAI PELINDUNG DARI KEHIDUPAN WARGANYA.

    SEBELUMNYA, SEJUMLAH TERPIDANA MATI KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA AKAN DIEKSEKUSI.

    EKSEKUSI MATI PARA TERPIDANA KASUS NARKOTIKA YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TAHUN INI TINGGAL MENUNGGU SURAT DARI KEJAKSAAN AGUNG. EKSEKUSI MATI PARA GEMBONG NARKOTIKA INI MERUPAKAN BAGIAN DARI MENUJU INDONESIA BEBAS NARKOTIKA PADA 2015.

    MERDEKA NEWS

    KUP……………JANGAN CUMA MIKIRIN HAM SI BANDAR NARKOBA, TAPI PIKIRIN JUGA HAM JUTAAN KORBAN PECANDU NARKOBA YANG TERCABUT KARENA KEJAHATAN MEREKA

    DHARMA8888

    m.kaskus.co.id/thread/549a48021a99750d478b456f/uskup-agung-semarang-tolak-jokowi-hukum-mati-gembong-narkoba/1

  5. taUbat said

    Dukungan ulama terkait hukuman mati kepada pengedar narkoba

  6. taUbat said

    KMP SEPAKAT DENGAN PRESIDEN SOAL PENOLAKAN GRASI

    ARIEF NUGROHO | KAMIS, 11 DESEMBER 2014 18:29 WIB

    JAKARTA, WB – SIKAP MENOLAK GRASI YANG DILAKUKAN PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI) OLEH GEMBONG NARKOBA YANG DIVONIS MATI, TERNYATA DITANGGAPI POSITIF OLEH POLITISI DARI KOALISI MERAH PUTIH (KMP) YAKNI DESMON MAHESA.

    “UNTUK NARKOBA TIDAK ADA KATA GRASI-GRASI. SAYA SETUJU ITU HARUS DIHUKUM MATI UNTUK NARKOBA YANG BERSIFAT EKSTRA YUDISIAL,” TERANG DESMOND DI GEDUNG DPR, KAMIS (11/12/2014).

    POLITISI YANG LAMA TERJUN DI AKTIVIS INI MENAMBAHKAN, HUKUMAN MATI BAGI PENJAHAT NARKOBA BUKANLAH PELANGGARAN HAM. KARENA GEMBONGHG NARKOBA PENYEBAB RUSAKNYA MORAL ANAK BANGSA.

    “KAPAN BANGSA INI BISA JADI BAIK KALAU SELALU WACANA-WACANA INTERNASIONAL DENGAN SASARAN HANYA PEMBODOHAN KITA,” UJAR DESMOND.

    TERKAIT SIKAP TEGAS PRESIDEN JOKOWI YANG MENOLAK PENGAJUAN GRASI DARI PARA GEMBONG NARKOBA, DIKETAHUI SAAT PERAYAAN HARI HAK ASASI MANUSIA DAN HARI ANTIKORUPSI DI DAERAH YOGYAKARTA. SAAT ITU PRESIDEN JOKOWI MENYATAKAN SUDAH ADA 64 PENGEDAR NARKOBA YANG DIVONIS HUKUMAN MATI DI PENGADILAN DATANG KE MEJA JOKOWI UNTUK MINTA GRASI. SAAT ITU
    JOKOWI MENJAWAB DENGAN TEGAS,TIDAK ADA YANG AKAN DIA BERI PENGAMPUNAN UNTUK NARKOBA.[]

    ABDI TRI LAKSONO

    wartabuana.com/read/47622-kmp-sepakat-dengan-presiden-soal-penolakan-grasi-.html

  7. Grosir Sepatu

    Inspiring quest there. Whhat hapρened after? Take care!

  8. taUbat said

    EKSEKUSI MATI GEMBONG NARKOBA LAMBAT, PROF KRISNA: SEMA ITU JALAN KELUAR

    MINGGU, 4 JANUARI 2015 10:37

    PK HANYA SATU KALI

    DETIKNEWS – JAKARTA – JAKSA AGUNG PRASETYO BERDALIH LAMBATNYA EKSEKUSI MATI GEMBONG NARKOBA KARENA TERPIDANA MENGAJUKAN PENINJAUAN KEMBALI (PK) LAGI. ATAS HAL ITU, MAHKAMAH AGUNG (MA) MENGELUARKAN SURAT EDARAN JIKA PK HANYA SATU KALI, TIDAK BOLEH LEBIH. HINGGA AKHIR TAHUN 2014, TIDAK ADA GEMBONG NARKOBA YANG DIDOR.

    “KALAU BOLEH DUA KALI, TIGA KALI, EMPAT KALI DAN SETERUSNYA, KAPAN BISA DIEKSEKUSI?” KATA HAKIM AD HOC TIPIKOR PADA TINGKAT KASASI, PROF DR KRISNA HARAHAP SAAT BERBINCANG DENGAN DETIKCOM, MINGGU (4/1/2015).

    ATURAN PK SATU KALI YANG TERTUANG DALAM KUHAP DIHAPUS OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI (MK). AKIBATNYA, PARA GEMBONG NARKOBA SAAT HENDAK DIEKSEKUSI BURU-BURU MENGAJUKAN PK UNTUK MENGHINDARI TIMAH PANAS EKSEKUTOR. ATAS HAL ITU, MA MENGELUARKAN SURAT EDARAN MA (SEMA) NOMOR 7 TAHUN 2014 YANG DITANDATANGANI PADA 31 DESEMBER LALU OLEH KETUA MA HATTA ALI.

    DALAM SEMA ITU, MA MENGACU KEPADA UU KEKUASAAN KEHAKIMAN DAN UU MAHKAMAH AGUNG YANG MASIH MENCANTUMKAN PK HANYA SATU KALI DAN KLAUSUL ITU TIDAK DIHAPUS MK.

    “SEMA ITU JALAN KELUAR DARI MA,” UJAR KRISNA.

    KRISNA JUGA MENILAI SEMA BUKAN MENGESAMPIKAN PUTUSAN MK KARENA PUTUSAN MK TIDAK SERTA MERTA MENGHAPUS PASAL DI UU KEKUASAAN KEHAKIMAN DAN UU MA TERSEBUT. PUTUSAN MK TERSEBUT JUGA TIDAK MEMILIKI COVER YANG CUKUP KUAT UNTUK SERTA MERTA MENGHAPUS UU KEKUASAAN KEHAKIMAN DAN UU MAHKAMAH AGUNG. SEBELUMNYA, MK JUGA SEMPAT MENGHAPUS SIFAT MELAWAN HUKUM MATERIIL DALAM UU TIPIKOR DAN KERAP DIABAIKAN OLEH MA TAPI TEROBOSAN MA ITU DITERIMA OLEH MASYARAKAT.

    JIKA PUTUSAN MK YANG MEMBOLEHKAN PK BERKALI-KALI DITERAPKAN, MAKA BANYAK DITEMUI KENDALA DALAM PELAKSANAAN DI LAPANGAN.

    “KALAU KENA PERKARA NARKOBA, KORUPSI, TERORIS YANG EXTRA ORDINARY CRIME (KEJAHATAN LUAR BIASA), MAKA TIDAK ADA AKHIRNYA,” UJAR KRISNA.

    DALAM PUTUSAN MK, 9 HAKIM KONSTITUSI SEPAKAT JIKA PK BERKALI-KALI BISA MEMBERIKAN KEADILAN YANG MENJADI HAK ASASI MANUSIA SETIAP ORANG. NAMUN ITU DIMENTAHKAN OLEH KRISNA HARAHAP.

    “KEADILAN UNTUK SIAPA? KEADILAN ITU RELATIF, TIDAK MUNGKINLAH MENEMUKAN KEADILAN BAGI SEMUA PIHAK KARENA KEADILAN MUTLAK HANYA MILIK ALLAH. FAKTOR LAIN HARUS JUGA DIPERHATIKAN, TIDAK BISA DIKESAMPAINGKAN,” UCAP LELAKI KELAHIRAN SIBOLGA ITU. FAKTOR LAIN YANG DIMAKSUD YAITU KEMANFAATAN HUKUM DAN KEPASTIAN HUKUM.

    ASP | RVK

    analisadaily.com/news/read/eksekusi-mati-gembong-narkoba-lambat-prof-krisna-sema-itu-jalan-keluar/95120/2015/01/04

  9. taUbat said

    JAKSA AGUNG MASIH BIMBANG EKSEKUSI MATI NAPI NARKOBA

    SELASA, 06 JANUARI 2015 , 10:01:00 WIB

    RMOL. JAKSA AGUNG HM PRASETYO MASIH BIMBANG LAKSANAKAN EKSEKUSI MATI TERHADAP BEBERAPA TERPIDANA NARKOBA. KENDATI SUDAH KANTONGU SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG (MA) TENTANG ATURAN PENINJAUAN KEMBALI ALIAS PK, PRASETYO MEMILIH MENUNGGU ASPEK YURIDIS BAGI TERPIDANA BISA TERPENUHI SECARA KESELURUHAN.

    KAMI MENUNGU ASPEK HUKUMNYA TERPENUHI. JIKA SUDAH CUKUP NANTI TINGGAL MENUNGGU PEMENUHAN ASPEK TEKNISNYA,” KATA PRASETYO DALAM JAKSA AGUNG DALAM JUMPA PERS PENYAMPAIAN KINERJA TAHUN 2014 KEJAKSAAN RI, DI JAKARTA, KEMARIN.

    DIJELASKAN DIA, SETELAH ASPEK HUKUM BAGI TERPIDANA SELESAI DILAKUKAN, PIHAK KEJAKSAAN BARU AKAN MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN PIHAK TERKAIT DALAM PELAKSANAAN HUKUMAN MATI ITU. SETELAH SEMUA SIAP, KAMI AKAN KOORDINASI DENGAN POLRI, KANWIL KESEHATAN DAN KANWIL PIDANA, DI TEMPAT DI MANA EKSEKUSI AKAN DILAKUKAN,” UCAP DIA.

    DIAKUI PRASETYO, KELUARNYA PUTUSAN MAHKAMAH KONTITUSI YANG MEMBOLEHKAN PK LEBIH DARI SATU KALI MENJADI AKAL-AKALAN BAGI TERPIDANA UNTUK MENGULUR-ULUR WAKTU EKSEKUSI. KARENANYA, TAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN HARUS MENUNGGU PUTUSAN DARI PENGADILAN ATAS PK TERSEBUT.

    KITA TETAP AKAN MENUNGGU KETETAPAN-KETETAPAN ITU,” TANDAS DIA.

    KENDATI DEMIKIAN, JAKSA AGUNG BERPENDAPAT KELUARNYA SURAT EDARAN MA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PK HANYA SATU KALI, DAPAT MENJADI JALAN KELUAR BAGI KEBUNTUAN DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI TERPIDANA MATI TERHADAP SEJUMLAH PERKARA. “BAGAIMANAPUN INI LANGKAH MAJULAH KARENA MAHKAMAH AGUNG SUDAH MENYATAKAN BAHWA PENGAJUAN PK HANYA DIBERIKAN SATU KALI,” KATANYA.

    DIAKUI BEKAS POLITISI NASDEM INI, SURAT EDARAN MA TAK MENGGUGURKAN PUTUSAN MK. PRASETYO SENDIRI MEYAKINI SURAT EDARAN INI DIMAKSUDKAN APABILA PK KEDUA YANG DIAJUKAN TERPIDANA TERNYATA TAK ADA BUKTI BARU (NOVUM) ATAU LEBIH SIFATNYA MENGADA-ADA, TENTUNYA OLEH PENGADLILAN NEGERI SAH DITOLAK.

    KECUALI KALAU MEMANG DITEMUKAN BUKTI BARU YANG PATUT DIPERTIMBANGKAN, ITU BARU AKAN DILANJUTKAN DI MAHKAMAH AGUNG,” JELASNYA.

    DI TEMPAT YANG SAMA, JAKSA AGUNG MUDA PIDANA UMUM (JAMPIDUM) AK BASYUNI MASYARIF BERENCANA AKAN MENDAHULUKAN TERPIDANA MATI NARKOBA. EKSEKUSI PUN AKAN DILAKUKAN SERENTAK AGAR LEBIH HEMAT. KAMI INGIN MENDAHULUKAN NARKOBA, APALAGI (EKSEKUSI) RENCANANYA DILAKUKAN SERENTAK. ANGGARAN JUGA SATU,” KATA BASYUNI.

    DIJELASKAN DIA, SURAT PERINTAH (SPRIN) DAN BIAYA UNTUK EKSEKUSI DARI KEJAKSAAAN TELAH DISIAPKAN. NAMUN LANTARAN BEBERAPA TERPIDANA MATI MELAKUKAN PK, EKSEKUSI URUNG DILAKUKAN. KEJAGUNG SENDIRI RENCANANYA EKSEKUSI EMPAT NAPI NARKOBA.

    JADI PK SAJA YANG MENGHAMBAT. MESKI (PENGAJUAN PK) ITU HAK MEREKA,” KATANYA.

    SEBAGAIMANA DIKETAHUI, KEJAGUNG BERENCANA MELAKUKAN EMPAT EKSEKUSI MATI TERHADAP EMPAT TERPIDANA NARKOBA. DUA DIANTARANYA YAKNI AH DAN PL MERUPAKAN TAHANAN DARI KEJAKSAAN NEGERI BATAM, EKSEKUSI MENUNGGU PUTUSAN PK KEDUA PENGADILAN. SEMENTARA DIA LAINNYA, MERUPAKAN WARGA NEGARA ASING, YAKNI ND DAN MACM. ND WARGA NEGARA MALAWI DAN MACM WARGA NEGARA BRAZIL. EKSEKUSI JUGA MENUNGGU PROSES AKHIR MENYANGKUT KEWAJIBAN JAKSA EKSEKUTOR MENYAMPAIKAN RENCANA EKSEKUSI KEPADA NEGARA ASAL TERPIDANA ITU. ***

  10. taUbat said

    KWI: TOLAK HUKUMAN MATI!

    RABU, 7 JANUARI 2015 14:04 WIB

    HIDUPKATOLIK.COM – KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) MELALUI SEKRETARIS KOMISI KEADILAN, PERDAMAIAN, DAN PASTORAL MIGRAN PERANTAU, ROMO PAULUS CHRISTIAN SISWANTOKO, MENYAYANGKAN SIKAP PRESIDEN RI JOKO WIDODO YANG MENOLAK GRASI BAGI 64 TERPIDANA MATI KASUS PENGEDAR NARKOTIKA DAN OBAT-OBATAN BERBAHAYA (NARKOBA).

    “HIDUP INI MERUPAKAN ANUGERAH TUHAN DAN HAK ASASI MANUSIA.

    SIAPAPUN TIDAK BERHAK MENCABUT NYAWA ORANG,” TEGAS ROMO SISWANTOKO DALAM KONFERENSI PERS YANG DIGELAR DI KANTOR KWI CIKINI, JAKARTA PUSAT, SENIN, 15/12.

    MENURUT IMAM YANG KERAP DISAPA ROMO KOKO INI, GEREJA KATOLIK MENENTANG KEPUTUSAN TERSEBUT KARENA MASIH ADA KERAGUAN TERHADAP SISTEM HUKUM DI INDONESIA YANG MENYATAKAN 64 TERPIDANA MATI TERSEBUT BENAR-BENAR “GEMBONG” NARKOBA.

    “SISTEM HUKUM DI NEGARA KITA MASIH MEMPRIHATINKAN. MASIH BANYAK KASUS SALAH TANGKAP.

    SISTEM HUKUM KITA JUGA CENDERUNG KUAT DI BAWAH, NAMUN LEMAH DI ATAS,” TEGAS ROMO KOKO.

    ROMO KOKO JUGA MENYAMPAIKAN, JIKA HUKUMAN MATI DIGUNAKAN PEMERINTAHAN JOKOWI UNTUK MEMBUAT JERA PARA PELAKU, MAKA GEREJA KATOLIK MENUNTUT PENELITIAN YANG MEMBUKTIKAN HUKUMAN MATI BENAR-BENAR MAMPU MENURUNKAN TINGKAT KEJAHATAN.

    “SAMPAI HARI INI SUDAH ADA DELAPAN ORANG YANG DIEKSEKUSI, TAPI TOH TIDAK MEMILIKI EFEK JERA,” KATANYA. PEREDARAN NARKOBA TETAP ADA, BAHKAN CENDERUNG MENINGKAT.

    “GEREJA KATOLIK INDONESIA MENDESAK PEMERINTAH JOKOWI, AGAR MENGHAPUSKAN HUKUMAN MATI KARENA TIDAK MEMILIKI DAMPAK APA-APA DEMI TERWUJUDNYA PENEGAKAN HUKUM YANG BERMARTABAT DAN KEADILAN SEBAGAIMANA YANG DIHARAPKAN,” TANDAS ROMO KOKO.

    KWI MENYARANKAN AGAR HUKUMAN MATI DIHAPUSKAN, LALU DIGANTI DENGAN PENJARA SEUMUR HIDUP, TANPA ADA REMISI.

    YANUARI MARWANTO

    hidupkatolik.com/2015/01/07/kwi-tolak-hukuman-mati

  11. taUbat said

    REGU TEMBAK POLRI SIAP EKSEKUSI MATI NAPI NARKOBA

    RABU, 07 JANUARI 2015 , 12:01:00

    JAKARTA – KAPOLRI JENDERAL SUTARMAN MENGUNGKAP PIHAKNYA SUDAH MENYIAPKAN REGU TEMBAK UNTUK EKSEKUSI PARA NARAPIDANA (NAPI) KASUS NARKOBA YANG DIVONIS HUKUMAN MATI.

    SUTARMAN MENGATAKAN, REGU TERSEBUT SUDAH DIPERSIAPKAN MESKI HINGGA SAAT INI KEJAKSAAN AGUNG MASIH MENGALAMI HAMBATAN DALAM MELAKUKAN EKSEKUSI.

    “EKSEKUTOR ADALAH JAKSA AGUNG YANG LAKSANAKAN POLRI. POLRI SUDAH SIAP. REGU TEMBAKNYA SUDAH SIAP,” UJAR KAPOLRI DI KOMPLEKS ISTANA NEGARA, JAKARTA, RABU, (7/1).

    KEJAKSAAN AGUNG MENGALAMI KENDALA EKSEKUSI HUKUMAN MATI KARENA PARA NARAPIDANA TERSEBUT ADA YANG MENGAJUKAN PENINJAUAN KEMBALI (PK) PADA MAHKAMAH AGUNG.

    ATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI YANG MEMBERI KESEMPATAN NARAPIDANA BOLEH MENGAJUKAN PK BERKALI-KALI ITU MEMBUAHKAN KESULITAN BARU UNTUK PENEGAK HUKUM, TERMASUK KEJAKSAAN AGUNG. MENURUT KAPOLRI ATURAN ITU AKAN DIBAHAS LAGI DENGAN INSTANSI TERKAIT.

    IA KHAWATIR TIDAK EFEK JERA PADA KASUS NARKOBA JIKA EKSEKUSI MATI ITU TIDAK JADI DILAKUKAN KARENA KENDALA PK. “MAU DIRAPATKAN UNTUK BAHAS MASALAH PK SEHINGGA KEBIJAKAN PRESIDEN SEGERA BISA DILAKSANAKAN, KARENA DI LAPANGAN SEPERTI INI KALAU ENGGAK ADA EFEK JERA PARA PELAKU NARKOTIK AKAN TERUS BERUPAYA MASUK INDONESIA. APALAGI PERMINTAAN DARI INDONESIA MASIH BESAR. INI SALAH SATU UPAYA MEMBUAT JERA,” TANDAS KAPOLRI.

    FLO

    jpnn.com/read/2015/01/07/279872/Regu-Tembak-Polri-Siap-Eksekusi-Mati-Napi-Narkoba

    ==========================================

    PDIP TOLAK HUKUMAN MATI DITERAPKAN DI INDONESIA

    JUMAT, 5 OKTOBER 2012 15:59 WIB

    JAKARTA, JARINGNEWS. COM – KETUA BIDANG HUKUM DAN HAM DPP PARTAI PDIP TRIMEDYA PANJAITAN MENEGASKAN DIRINYA MENOLAK HUKUMAN MATI DITERAPKAN DI INDONESIA. DIA MENGATAKAN, HUKUMAN MATI DITERAPKAN DI INDONESIA JUGA MELANGGAR HAM.

    BAGINYA, MESKI VONIS HUKUMAN MATI ATAS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG DISEMATKAN KEPADA TERDAKWA NARKOBA HENGKY GUNAWAN, PEMILIK PABRIK SHABU-SHABU DI SURABAYA, JAWA TIMUR. NAMUN, MANTAN KETUA KOMISI III DPR INI SANGAT MENOLAK KERAS HUKUMAN MATI DIBERLAKUKLAN DI INDONESIA.

    “ORANG YANG DIHUKUM MATI ITU DARI TUHAN SAJA, SAYA TERMASUK YANG MENGANUT TIDAK SETUJU HUKUMAN MATI DALAM KASUS APAPUN,” UJAR TRIMEDYA PANDJAITAN DI GEDUNG DPR, SENAYAN, JAKARTA, JUMAT (5/10).

    KATA DIA, HUKUMAN MATI TIDAK MEMBUAT JERA PARA PELAKU KEJAHATAN. DIA MENCONTOHKAN NEGARA CHINA YANG MENERAPKAN HUKUMAN MATI PADA KOROPTOR, NAMUN KORUPTOR DI CHINA MENURUTNYA MASIH SAJA MERAJA LELA.

    “JADI HUKUMAN MATI BUKAN SATU-SATUNYA YANG BUAT JERA” KATANYA.

    TRIMEDYA MENGATAKAN, BATASAN HUKUMAN ANTARA 15-20 TAHUN, ATAU SEUMUR HIDUP.

    SUCI ASTUTI | SAT | RAL

    jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/24651/pdip-tolak-hukuman-mati-diterapkan-di-indonesia

  12. taUbat said

    JIMLY: TAK ADA LAGI ALASAN KEJAGUNG TUNDA EKSEKUSI MATI BANDAR NARKOBA

    SABTU, 10 JAN 2015 14:00 WIB –

    MEDANBISNIS – JAKARTA. MANTAN KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI (MK)JIMLY ASSHIDDIQIE MENGATAKAN TIDAK ADA ALASAN LAGI BAGI KEJAKSAAN AGUNG (KEJAGUNG) MENUNDA EKSEKUSI HUKUMAN MATI BAGI PARA GEMBONG NARKOBA. KEJAGUNG HARUS TEGAS DALAM MELAKUKAN EKSEKUSI.

    “NGGAK ADA ALASAN(DITUNDA), TINGGAL DILAKSANAKAN SAJA DENGAN TEGAS. INI KITA SUDAH DALAM KEADAAN DARURAT NARKOBA,” KATA JIMLY.

    HAL ITU DIKATAKAN JIMLY DALAM DISKUSI POPULI CENTER DAN SMART FM PERSPEKTIF INDONESIA DENGAN TOPIK “PK DIANTARA MA DAN MK” DI RESTO GADO-GADO BOPLO, MENTENG, JAKARTA PUSAT, SABTU (10/1).

    MENURUT JIMLY, SOAL ALASAN KEJAGUNG YANG MENUNDA EKSEKUSI KARENA PK BISA DIAJUKAN BERKALI-KALI ITU SUDAH DISELESAIKAN MELALUI PERTEMUAN TERBATAS ANTARA EKSEKUTIF-YUDIKATIF-AHLI HUKUM DI KEMENKUM HAM JUMAT (9/1/2014) KEMARIN. DALAM PERTEMUAN ITU DITEGASKAN JIKA EKSEKUSI HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA NARKOBA YANG GRASINYA DITOLAK BISA SEGERA DILAKSANAKAN.

    “EKSEKUSI BISA SEGERA DILAKUKAN,” UCAP JIMLY YANG JUGA IKUT DALAM RAPAT TERSEBUT.

    “SOAK PK BERKALI-KALI SEPERTI TIDAK PASTI, JIKA DIBACA PUTUSANNYA ITU TIDAK ADA KATA BERKALI-KALI. PUTUSAN MK ITU HANYA MEMBERI RUANG ORANG YANG TERPIDANA KALAU DIA MENDAPATKAN NOVUM ATAU PERSPEKTIF BARU YANG BERKEMBANG, JADI JANGAN KEADILAN ITU TERTUTUP. ITU MAKSUDNYA. JADI TIDAK ADA KATA BERKALI-KALI,” TAMBAH JIMLY.

    SEBELUMNYA PRESIDEN JOKOWI MENGATAKAN TIDAK AKAN MEMBERIKAN AMPUN BAGI BANDAR NARKOBA YANG TELAH MERUSAK GENERASI BANGSA. JOKOWI MENOLAK SEMUA GRASI YANG DIAJUKAN PARA GEMBONG NARKOBA DAN MEREKA HARUS SEGERA DIEKSEKUSI OLEH KEJAKSAAN SELAKU EKSEKUTOR.

    TERKAIT DENGAN PK INI, PENGAMAT HUKUM DAN PENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI ILMU KEPOLISIAN (PTIK) UMAR HUSIN MENGATAKAN, PK MENJADI SEMRAWUT BUKAN SOAL JUMLAH PENGAJUANNYA. KEKACAUAN ITU MENURUTNYA ADA PADA PROSES PRA PK DI PENGADILAN NEGERI.

    “SEBELUM PK ITU KAN ADA PRA PK. PROBLEMNYA BUKAN KARENA PUTUSAN MK. TAPI JAJARAN DI PERADILAN YANG TIDAK MELAKSANAKAN ATURAN KONSEKUEN. KARENA NOVUMNYA KADANG ENGGAK MASUK AKAL (DI PENGADILAN NEGERI) TAPI TETAP LOLOS UNTUK DIAJUKAN PK KE MA,” UCAP UMAR YANG ADA DALAM KESEMPATAN YANG SAMA.

    MENURUTNYA JIKA INGIN MERAPIKAN PK YANG MENUMPUK DI MA, TIDAK PERLU DENGAN MEMBATASI JUMLAH PK. NAMUN MA HARUS MEMPERKETAT SYARAT PENGAJUAN PK.

    “PK DIPERKETAT PERSYRATANNYA DAN PROSESNYA DIBUAT TRANSPARAN,” UJARNYA.

    SOAL ALASAN MA YANG MENGIZIKAN PK TIDAK BOLEH BERKALI-KALI DENGAN ALASAN KEPASTIAN HUKUM, MENURUT UMAR HARUSNYA DALAM PROSES PENGAJUAN PK PERTAMA, SYARAT DAN PROSESNYA BENAR-BENAR KETAT DAN TRANSPARAN. SEHINGGA PUTUSAN PK PERTAMA DIPASTIKAN BISA MEMENUHI SYARAT KEADILAN.

    “UU KEHAKIMAN DAN MA JELAS MENGATAKAN PK SATU KALI. YANG PERLU DIPERTEGAS SYARATNYA DAN KEWENANGAN PK ADA DI SIAPA. KHUSUSNYA PIDANA, AGAR ORANG TERLINDUNGI HAK ASASINYA,” KATANYA.

    PK BISA BERKALI-KALI INI DIJADIKAN ALASAN BAGI KEJAKSAAN AGUNG UNTUK MENUNDA EKSEKUSI MATI MESKIPUN PUTUSAN SUDAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP. ALASANNYA KARENA PARA TERPIDANA PUNYA KESEMPATAN UNTUK MENGAJUKAN UPAYA HUKUM, MISALNYA PK KEDUA ATAU GRASI.

    DTC

    medanbisnisdaily.com/news/read/2015/01/10/140055/jimly-tak-ada-lagi-alasan-kejagung-tunda-eksekusi-mati-bandar-narkoba/#.VLJuG9KUeCo

  13. taUbat said

    KEPALA BNN INGIN PENGEDAR NARKOTIKA DIHUKUM MATI

    SENIN, 12/01/2015 12:38 WIB

    SUKABUMI – DETIKNEWS – KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) KOMJEN ANANG ISKANDAR BERHARAP AGAR PENGEDAR NARKOTIKA DIHUKUM SEBERAT-BERATNYA.

    DIA MENDUKUNG JIKA HAKIM DAN PENEGAK HUKUM MENJATUHI HUKUMAN MATI.

    “TIM HAKIM YANG MENGADILI KASUS PENGEDAR NARKOTIKA YANG DIPUTUSKAN HUKUMAN MATI SAYA KIRA SETIMPAL,” KATA ANANG.

    HAL INI DISAMPAIKANNYA USAI MELAKUKAN SEREMONI PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA HAKIM DI PN CIBADAK, SUKABUMI, JAWA BARAT, SENIN (12/1/2015).

    NAMUN ANANG MENAMBAHKAN SAAT INI BELUM SEMUA HAKIM BERANI MENJATUHKAN HUKUMAN MATI KEPADA GEMBONG NARKOTIKA.

    “YA (INGIN AGAR PENGEDAR DI HUKUM MATI), DALAM HATI SAYA.

    TAPI ITU TERGANTUNG PADA PENEGAK HUKUM.

    TAPI MEREKA MASIH ADA KERAGUAN DALAM MEMUTUSKAN APALAGI MENGHUKUM MATI,” UJARNYA.

    KARENA ITU ANANG JUGA LANGSUNG MENGAPRESIASI HAKIM-HAKIM YANG BERANI MENJATUHKAN HUKUMAN MATI.

    PAGI TADI, DIA MEMBERIKAN SERTIFIKAT KEPADA TIGA ORANG HAKIM DI PN CIBADAK.

    KETIGANYA YAKNI TAFSIR SEMBIRING MELIALA SELAKU KETUA PENGADILAN NEGERI CIBADAK, JAN OKTAVIANUS SELAKU HAKIM NEGERI, DAN AA OKA BG SELAKU HAKIM NEGERI.

    KETIGANYA MEMVONIS MATI DUA ORANG PENGEDAR NARKOBA KELAS KAKAP ASAL IRAN YANG MENYELUNDUPKAN 40,1 KILOGRAM SABU KE PELABUHAN RATU, JAWA BARAT PADA FEBRUARI LALU.

    VONIS HUKUMAN MATI DIJATUHKAN PADA SELASA (6/1) LALU.

    LEBIH LANJUT, ANANG BERUJAR PENGHARGAAN ITU BERMAKNA UNTUK MENDORONG AGAR HAKIM LAIN BERANI MELAKUKAN HAL YANG SAMA TERHADAP PARA PENGEDAR OBAT-OBAT TERLARANG ITU.

    “(PENGHARGAAN INI) PERTAMA UNTUK APRESIASI MEREKA PENEGAK HUKUM YANG KOMITMEN UNTUK KASIH HUKUMAN SETIMPAL.

    KEDUA, KITA INGIN KASIH GAMBARAN PADA MASYARAKAT BAHWA MASALAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA ITU ADA 2, YAKNI PENGGUNANYA HARUS DIREHABILITASI, DAN PENGEDARNYA HARUS DIBERIKAN HUKUMAN SANGAT KERAS BAHKAN HARUS DITUNTUT DENGAN TPPU.

    AGAR MEREKA TIDAK LAGI JADI PENGEDAR ATAU MENGENDALIKAN DARI PENJARA,” JELASNYA.

    ROPESTA SITORUS | ROS | JOR

    Ns3.kompas.web.id/en/news/read/2015/01/12/123838/2800574/10/kepala-bnn-ingin-pengedar-narkotika-dihukum-mati

  14. taUbat said

    DPR APRESIASI KETEGASAN JOKOWI EKSEKUSI MATI TERPIDANA NARKOBA

    SENIN, 19-01-2015 05:19

    JAKARTA, AKTUAL.CO — JAKARTA, AKTUAL.CO —EKSEKUSI MATI TERHADAP ENAM TERPIDANA NARKOBA OLEH PEMERINTAH JOKOWI DIAPRESIASI OLEH ANGGOTA KOMISI III DPR RI, NASIR DJAMIL.

    “MENURUT SAYA DI SATU SISI, INI ADALAH KEBERHASILAN PEMERINTAH SEKARANG.

    INI SISI POSITIF DAN HARUS KITA APRESIASI DALAM KONTEKS PENEGAKAN HUKUM,” KATA NASIR DI WARUNG KOMANDO, JAKARTA, MINGGU (18/1).

    DITAMBAHKANNYA, PEMERINTAH TELAH MENEGAKKAN HUKUM DAN TIDAK MAU DIINTERVENSI ASING. “KALAU KEMUDIAN ADA KECAMAN, PROTES DARI DUNIA INTERNASIONAL. SAYA PIKIR INDONESIA HARUS BERDAULAT DENGAN HUKUMNYA SENDIRI.

    SILAHKAN SAJA PIHAK INTERNASIONAL MENGKRITIK, MENGECAM, TAPI INDONESIA HARUS PUNYA SIKAP,” UJARNYA.

    TERKAIT ADANYA PENENTANGAN DARI LSM, NASIR MENYEBUTKAN, BILA EKSEKUSI MATI ITU DIDASARKAN PADA HUKUM DAN NILAI-NILAI KEMANUSIA, EKSEKUSI MATI TIDAK ADA ARTINYA DIBANDING KORBAN DARI PELAKU YANG JUMLAHNYA RATUSAN RIBU, KEJAHATAN YANG DITIMBULKAN DARI PELAKU KEJAHATAN SANGAT MEMBAHAYAKAN, MENGHANCURKAN GENERASI MUDA, BANYAK MATI SIA-SIA AKIBAT NARKOBA.

    “MEMANG, KITA KEMBALI KE ATURAN HUKUM DAN LIHAT BAHAYA DARI KEJAHATAN YANG DITIMBULKAN. ITU LEBIH DAHSYAT DAN TIDAK SEBANDING DENGAN EKSEKUSI YANG DILAKUKAN. YANG JATUH KORBAN RATUSAN RIBU ORANG, KERUGIAN CAPAI TRILIUNAN RUPIAH.

    KALAU KITA BANDING-BANDINGKAN, TAK SEBANDING DENGAN EKSEKUSI MATI YANG SUDAH DILAKUKAN. EKSEKUSI MATI HANYA SATU ORANG, SEMENTARA KORBAN AKIBAT PERBUATAN PELAKU RATUSAN RIBU ORANG,” UNGKAPNYA.

    DIA MENGAKUI, EKSEKUSI MATI ITU TIDAK LANGSUNG MEMBERIKAN EFEK JERA, “SAYA AKUI, TIDAK BISA HUKUMAN MATI LALU BERIKAN EFEK JERA KARENA SISTEM TIDAK TERBANGUN DENGAN BAIK.

    PEREDARAN NARKOBA TETAP SAJA BERJALAN KARENA SISTEM ITU YANG MEMBUKA PELUANG TERJADINYA PEREDARAN ITU,” PUNGKAS NASIR.

    ADI ADRIAN | DHIA PREKASHA YOEDHA

    aktual.co/hukum/dpr-apresiasi-ketegasan-jokowi-eksekusi-mati-terpidana-narkoba

  15. taUbat said

    JOKOWI AKAN TOLAK SEMUA PERMOHONAN GRASI NARKOBA

    JAN 21, 2015 | 1 JAM YANG LALU

    PRESIDEN JOKOWI MENGATAKAN PEREDARAN NARKOBA SUDAH MERAMBAH PADA BERBAGAI INSTITUSI DAN INSTANSI, BUKAN HANYA GENERASI MUDA.

    OLEH KARENA ITU DIA MENOLAK SETIAP PENGAJUAN GRASI PARA TAHANAN NARKOBA.

    “MEMANG NEGARA KITA SEKARANG INI POSISINYA MASUK DALAM DARURAT NARKOBA. SEBANYAK 50 ORANG MATI KARENA NARKOBA SETIAP HARI,” KATA JOKOWI SAAT MERESMIKAN MASJID RAYA MUJAHIDIN, PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT, SELASA, 20 JANUARI 2014.

    INDONESIA MENGEKSEKUSI MATI ENAM TERPIDANA NARKOBA, TERMASUK LIMA WARGA NEGARA ASING YANG MEMICU KECAMAN DARI SEJUMLAH NEGARA.

    BRASIL DAN BELANDA MENARIK PULANG DUTA BESARNYA. NIGERIA MEMANGGIL DUBES INDONESIA.

    SEMENTARA AUSTRALIA TELAH MENGANCAM AKAN IKUT MENARIK DUBESNYA, JIKA INDONESIA BERANI MENGEKSEKUSI BEBERAPA WARGANYA YANG TERLIBAT DALAM KASUS KORUPSI BALI NINE. JOKOWI MENGATAKAN BUKAN PRESIDEN YANG MENJATUHKAN VONIS HUKUMAN MATI, TAPI PENGADILAN.

    TAPI GRASI, KATA JOKOWI, MEMANG DIAJUKAN PADA PRESIDEN, DAN DIA TEGAS AKAN MENOLAK SEMUA PENGAJUAN GRASI TERKAIT KASUS NARKOBA.

    “WALAU BANYAK TEKANAN DARI BERBAGAI PIHAK, TAPI SEKALI LAGI KITA MEMANG SUDAH DALAM POSISI DARURAT NARKOBA,” UJARNYA.

    mqfmnetwork.com/jokowi-akan-tolak-semua-permohonan-grasi-narkoba/
    nasional.news.viva.co.id/news/read/580209-jokowi-akan-tolak-semua-permohonan-grasi-narkoba

    =======================

    Memberikan Apresiasi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: