KabarNet

Aktual Tajam

Ingin Jadi Koruptor Senayan? Siapkan Modal Rp 5 Miliar!

Posted by KabarNet pada 21/03/2013

Jakarta – KabarNet: Biaya menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 tidak murah. Setiap caleg diperkirakan membutuhkan kisaran Rp3-Rp5 miliar untuk bisa menempati kursi DPR. Tentu saja setelah caleg berhasil menjadi anggota DPR, tak bisa tidak harus melakukan segala cara untuk mengembalikan modal miliaran rupiah yang sudah dikeluarkannya saat kampanye. Maka muncullah koruptor-koruptor baru yang berkantor di Gedung DPR Senayan, yang menyandang predikat mentereng: “Anggota Dewan Yang Terhormat”.

“Untuk menjadi anggota DPR membutuhkan dana sebesar Rp3 miliar sampai Rp5 miliar. Itu membuat caleg saat menjadi DPR ingin mencari dana pengganti modal yang telah dikeluarkannya,” tegas Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M.Sholeh Amin, di Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Menurutnya, biaya politik di Indonesia sangat tinggi. Hal ini memicu penyalahgunaan wewenang di bidang anggaran atau lainnya. Sehingga, menurut dia, harus ada perubahan struktur politik di Indonesia. Semisal, peraturan perundangan harus juga mengakomodasi partai politik yang lolos parliemantary threshold (PT) seharusnya dibiayai oleh APBN secara keseluruhan.

“Untuk mencegah semakin banyaknya korupsi yang dilakukan oleh politisi, Parpol yang anggotanya masuk ke parlemen sebaiknya dibiayai negara secara keseluruhan. Pembiayaan parpol oleh APBN, nilainya lebih kecil daripada jika parpol itu mengambil uang melalui korupsi politik,” ujarnya.

Koordinator Indonesia Coruption Watch (ICW), Danang Widoyoko mengatakan, di Indonesia korupsi terjadi karena ada habitus yang berulang kali dipraktikkan sehingga menjadi sebuah sistem yang baku. Menurutnya, banyak politisi yang tidak lagi sadar kalau dia berada dalam habitus yang buruk tersebut.

Danang menambahkan, habitus yang buruk tersebut didukung oleh lemahnya undang-undang mengatur pendanaan partai sehingga modal finansial menjadi patokan dalam berpolitik. Danang mengusulkan agar seluruh paket UU politik harus diintegrasikan dengan UU Tindak Pidana Korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas memperkirakan nama-nama koruptor akan terus bermunculan pada 2014 yang merupakan tahun pemilu. Apalagi jika tidak ada perubahan sistem Undang-Undang (UU) politik.

Menurut Busyro di Jakarta, Rabu (20/3/2013), untuk menghindari kemunculan koruptor baru, kepada seluruh parpol harus melakukan pengawasan internal baik pada partai sendiri maupun pada calon anggota legislatif (caleg). Terutama, menurutnya, pengawasan integritas kader.

Untuk mewujudkan caleg berintegritas, Busyro meminta partai politik mengeksaminasi rekam jejak caleg, melakukan fit and proper test, uji publik, menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta gratifikasi, dan memenuhi janji selama kampanye. [KbrNet/adl – Source: MI]

Satu Tanggapan to “Ingin Jadi Koruptor Senayan? Siapkan Modal Rp 5 Miliar!”

  1. Oh Nasib said

    kalo korupsinya hanya 3 s/d 5M itu khan cuma balik modal. Trs untungnya berapa? Supaya untung anggota dpr harus korupsi lbh banyak lagi. Harus ngobyek proyek2 pemerintah biar dpt komisi ratusan miliar.
    Oh… nasib, knp yah negara kita jadi seperti ini?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: